Hong Kong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hongkong)
Langsung ke: navigasi, cari
Daerah Administratif Khusus Hong Kong Republik Rakyat Tiongkok
中華人民共和國香港特別行政區
A flag with a white 5-petalled flower design on solid red background A red circular emblem, with a white 5-petalled flower design in the centre, and surrounded by the words "Hong Kong" and "Tradisional: 中華人民共和國香港特別行政區"
Bendera
Bunga kota
Bauhinia blakeana (洋紫荊)
Lokasi Hong Kong di Tiongkok
Lokasi Hong Kong
Bahasa resmi
Bahasa daerah
yang diakui
Kanton
Kelompok etnik  Tionghoa (93.6%)
Lainnya (6.4%)
Demonim Hong Kong people
Hongkonger
Hong Kongese
Tionghoa: 香港人
Pemerintahan Unitary government
 -  Kepala Eksekutif CY Leung
 -  Kepala Sekretaris Administrasi Carrie Lam
 -  Sekretaris Keuangan John Tsang
 -  Sekretaris Kehakiman Rimsky Yuen
Legislatif Dewan Legislatif
Establishment
 -  Perjanjian Nanking 29 Agustus 1842 
 -  Konvensi Peking 18 October 1860 
 -  Konvensi Peking Kedua 1 Juli 1898 
 -  Pendudukan Jepang 25 Desember 1941
sampai 15 Agustus 1945
 
 -  Berpindah kepemilikan dari Inggris
1 Juli 1997 
Luas
 -  Total 1.104 km2 (ke-179)
 -  Perairan (%) 4.58 (50 km2; 19 mi2)[2]
Penduduk
 -  Perkiraan 2014 7,234,800[3] (ke-100)
 -  Kepadatan 6,544[4]/km2 
PDB (KKB) Perkiraan 2014
 -  Total $400,607 milyar[5] (ke-44)
 -  Per kapita $55,167[5] (ke-9)
PDB (nominal) Perkiraan 2014
 -  Total $292,677 milyar[5] (ke-38)
 -  Per kapita $40.304[5] (ke-24)
Gini (2007) 43.4[6]
IPM (2013) 0.891 (15th)
Mata uang Dolar Hong Kong (HKD)
Zona waktu HKT (UTC+8)
 -  Musim panas (DST) not observed (UTC+8)
Format tanggal dd-mm-yyyy
yyyy年mm月dd日
Lajur kemudi left
Ranah Internet
Kode telepon +852
Hong Kong

Hong Kong in Chinese 2.svg

Hanzi: 香港
Makna literal: Fragrant Harbour
Hong Kong Special Administrative Region
Hanzi tradisional: 香港特別行政區 (香港特區)
Hanzi sederhana: 香港特别行政区 (香港特区)

Hong Kong (Mandarin: 香港 ; Pinyin: Xiānggǎng; resminya Daerah Administratif Khusus Hong Kong) adalah kota yang terletak di bagian tenggara Tiongkok di Pearl River Estuari dan Laut Tiongkok Selatan.[7]. Hong Kong terkenal dengan perkembangannya yang ekspansif, pelabuhan laut dalam alami, dan kepadatan penduduk yang sangat tinggi (sekitar 7 juta jiwa pada lahan seluas 1,104 km2 (426 sq mi).[8] Populasi Hong Kong saat ini terdiri dari 93.6% etnis Tionghoa.[4] Sebagian besar dari penduduk Hong Kong yang berbahasa Kanton berasal dari Provinsi Guangdong,[9] dimana penduduk dengan keterampilan melarikan diri ketika pemerintah komunis mengontrol Tiongkok tahun 1949.[10][11][12][13]

Setelah kekalahan Tiongkok di Perang Opium Pertama (1839–42) dari Kerajaan Inggris, Hong Kong menjadi koloni Inggris dengan diserahkannya Pulau Hong Kong, kemudian diikuti Semenanjung Kowloon tahun 1860 dan penyewaan 99 tahun New Territories tahun 1898. Setelah diduduki oleh Jepang selama Perang Dunia II (1941–45), Inggris kembali mengontrol Hongkong hingga 30 Juni 1997. Sebagai hasil dari negosiasi antara Tiongkok dan Inggris, Hong Kong diserahkan ke Republik Rakyat Tiongkok melalui Deklaratasi Bersama Sino-Inggris tahun 1984. Kota ini menjadi Daerah Administratif Khusus pertama di Tiongkok melalui asas "satu negara, dua sistem".[14][15]

Di akhir 1970-an, Hong Kong berkembang menjadi penghubung perdagangan utama dan pusat keuangan dunia, dan dianggap sebagai salah satu kota global. Kota ini menempati posisi kelima pada Indeks Kota Global 2014 setelah New York City, London, Tokyo and Paris.[16] Kota ini memiliki pendapatan per kapita yang tinggi dan mengalami ketimpangan ekonomi yang parah.[5] Kota ini juga memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang tinggi.[17] Hong Kong adalah pusat keuangan ketiga terpenting setelah New York dan London.[18] Ekonomi berbasis jasa, dicirikan dengan pajak rendah dan perdagangan bebas, dan mata uang negara ini (Dolar Hong Kong) adalah mata uang paling banyak diperdagangkan kedelapan di dunia.[19]

Keterbatasan lahan menjadikan infrastrukturnya padat dengan arsitektur modern, menjadikan Hong Kong sebagai kota paling vertikal di dunia.[20][21] Hong Kong memiliki jaringan transportasi umum yang sangat baik, dan 90% penduduk menggunakan transportasi massal, baik kereta maupun bus.[22][23]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wilayah Hong Kong diperkirakan sudah mulai ditinggali manusia sejak zaman Neolitikum namun baru dikenal secara luas saat Hong Kong diserahkan kepada Britania Raya setelah Perang Opium di abad ke-19. Sebelumnya pada 1513, pelaut Portugis Jorge Álvares, menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Hong Kong.

Dalam Konvensi Peking tahun 1860 setelah Perang Opium Kedua, Semenanjung Kowloon dan Stonecutter's Island diserahkan kepada Britania Raya sedangkan New Territories, termasuk Pulau Lantau, disewakan pada Britania untuk 99 tahun sejak 1 Juli 1898 dan berakhir 30 Juni 1997.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Big Buddha, di Pulau Lantau, Hong Kong

Populasi kawasan ini tahun 2011 adalah 7,07 juta jiwa, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 0,6% per tahun selama 5 tahun terakhir.[4] Penduduk dari Tiongkok daratan tidak memiliki hak untuk menetap di Hong Kong atau bepergian dengan bebas ke sini.[24] Meski begitu, imigran dari Tiongkok, jumlahnya sekitar 45.000 per tahun, adalah kontributor terbesar terhadap pertambahan populasi.[25] Angka harapan hidup di Hong Kong adalah 79.16 tahun untuk pria dan 84.79 tahun untuk wanita per 2009, menjadikannya salah satu yang tertinggi di dunia.[2]

Sekitar 93.6% penduduk Hong Kong merupakan keturunan Tionghoa,[4] kebanyakan diantaranya adalah orang Taishan, Chiu Chow, Kanton, dan Hakka. Suku Han di Hong Kong mayoritas dari provinsi Guangzhou dan Taishan di provinsi Guangdong.[9] Sisa 6,4% adalah non-Tionghoa.[4] Beberapa diantaranya adalah orang India, Pakistan, Nepal, atau pengungsi Vietnam yang telah menjadi residen permanen di Hong Kong. Ada juga sejumlah orang Inggris, Amerika, Kanada, Korea, dan Jepang yang bekerja di sektor komersial dan keuangan.[note 1] Tahun 2008, diperkirakan ada 252.500 pekerja domestik dari Indonesia dan Filipina yang bekerja di Hong Kong.[27]

Mosque, Tsim Tsa Tsui, Kowloon, Hong Kong

Bahasa resmi Hong Kong secara de facto adalah Kanton, bahasa Mandarin dari provinsi Guangdong.[28] Bahasa Inggris juga merupakan bahasa utama, menurut sensus 1996 diperkirakan dipakai oleh 3,1% penduduk sebagai penutur sehari-hari dan 34,9% sebagai bahasa kedua.[29] Tanda bertuliskan Mandarin dan Inggris umum di semua kawasan. Semenjak 1997, imigran dari Tiongkok dan interaksi yang lebih besar dengan negara tersebut mendorong berkembangnya bahasa Mandarin di Hong Kong.[30]

Sebagian besar penduduk Hong Kong tidak beragama, entah agnostik maupun ateis.[31] Menurut US Department of State, hanya 43% dari populasi yang beragama.[32] Beberapa laporan malah lebih tinggi, menurut survei Gallup, 64% penduduk Hong Kong tidak percaya pada agama manapun,[33][34] dan mungkin 80% tidak beragama.[35]


Hong Kong menikmati kebebasan beragama yang tinggi yang dijamin oleh Hukum Dasar. Agama utama di Hong Kong adalah Buddha, Taoisme dan Konfusianisme; diperkirakan ada sekitar 1,5 juta pemeluk Buddha dan Tao.[32] Pemeluk Kristen berjumlah 833.000 orang, sekitar 11.7% dari total populasi;[36] Protestan jumlahnya lebih banyak daripada Katolik dengan perbandingan sekitar 4:3, meski ada beberapa komunitas Kristen lain seperti [37] Saksi-Saksi Yehuwa.[38] Ada juga pemeluk Sikh, Muslim, Yahudi, Hindu dan Bahá'í.[39]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sistem pendidikan Hong Kong dulunya mengikuti sistem di Inggris,[40] meskipun ada juga sistem internasional. Pemerintah tetap mempertahankan kebijakan penggunaan "bahasa ibu" (Tradisional: 母語教學) yaitu bahasa Kanton, [41] dan penulisan dalam Mandarin dan Inggris, dengan beberapa sekolah menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Di sekolah menengah, ditekankan kemampuan dwibahasa dan tribahasa, dan pendidikan berbahasa Mandarin juga semakin meningkat.[42] Program Penilaian Siswa Internasional memeringkatkan sistem pendidikan Hong Kong sebagai yang terbaik kedua dunia.[43]

Sekolah negeri Hong Kong dijalankan oleh Biro Pendidikan. Sistem ini terdiri dari taman anak-anak 3 tahun tak wajib, pendidikan dasar wajib 6 tahun, pendidikan menengah pertama wajib 3 tahun, pendidikan menengah atas wak wajib 2 tahun yang bisa mendapatkan Sertifikat Ujian Pendidikan Hong Kong dan matrikulasi 2 tahun untuk mendapatkan Hong Kong Advanced Level Examination.[44] Struktur pendidikan dan kurikulum baru yang mulai dijalankan tahun 2009 mewajibkan seluruh siswa untuk menerima pendidikan wajib 3 tahun di sekolah menengah pertama dan 3 tahun wajib di sekolah menengah atas.[45][46] Dengan kurikulum baru, hanya ada satu ujian yaitu Diploma Pendidikan Menengah Hong Kong.[47]

Ada 8 universitas negeri dan 1 universitas swasta di Hong Kong, yang paling tua adalah Universitas Hong Kong (HKU), didirikan 1910–1912.[48] Chinese University of Hong Kong didirikan tahun 1963 untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tingkat universitas dengan bahasa Mandarin.[49] Kompetisi diantara siswa untuk diterima masuk universitas makin tinggi, seiring dengan semakin sedikitnya kursi yang tersedia, terutama untuk bidang studi yang hanya ditawarkan beberapa pendidikan tinggi seperti kedokteran yang hanya ada di Fakultas Kedokteran Li Ka Shing di Universitas Hong Kong dan Sekolah Kedokteran CUHK di Chinese University of Hong Kong. Selain institusi negeri, ada juga beberapa institusi pendidikan swasta yang menawarkan program diploma dan pendidikan setingkat sarjana untuk mereka yang ditolak diterima di universitas, beberapa siswa dapat memiliki kesempatan kedua diterima di universitas jika mereka bisa mendapatkan nilai baik disini.[50][51]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Ada 13 rumah sakit swasta dan lebih dari 40 rumah sakit umum di Hong Kong.[52] Tidak banyak interaksi antara pelayanan kesehatan umum dan swasta.[53] Rumah sakit di kota ini menyediakan berbagai macam pelayanan kesehatan, dan beberapa rumah sakit diantaranya termasuk rumah sakit kelas dunia.[54] Menurut estimasi PBB, Hong Kong adalah salah satu negara yang memiliki angka harapan hidup tertinggi di dunia.[55] Per 2012, perempuan Hong Kong memiliki usia hidup terpanjang di dunia.[56]

Ada 2 sekolah kedokteran di negara ini yaitu Chinese University of Hong Kong dan Universitas Hong Kong.[57][58] Keduanya memiliki hubungan dengan sektor rumah sakit umum.[57][59] Untuk pendidikan pascasarjana, umumnya banyak dokter di Hong Kong pergi keluar negeri untuk pendidikan lebih lanjut, banyak diantaranya mengambil ujian British Royal College seperti MRCP(Inggris) dan MRCS(Inggris).

Sejak 2011, muncul perhatian bahwa ibu yang berasal dari Tiongkok sedang dalam usaha untuk mendapatkan hak tinggal di Hong Kong dan sekaligus keuntungan yang didapat dari hal itu, telah memenuhi kamar rumah sakit di swasta maupun rumah sakit umum. Hal ini menimbulkan protes dari ibu hamil lokal yang memaksa pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus ini, karena mereka kesulitan untuk mengamankan jatah kasur ketika akan melahirkan dan periksa rutin. Perhatian lain pada dekade 2001-2010 berhubungan dengan waktu kerja staf medis yang berat; dan kesalahan malpraktek yang berulangkali muncul di koran lokal.[60]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Gambar topografi satelit berwarna yang menunjukkan kawasan vegetasi dan konurbasi. Warna ungu di sekitar pantai menunjukkan kawasan perkembangan urban.

Hong Kong terletak di laut Tiongkok selatan, 60 km (37 mi) sebelah timur Makau di sisi berlawanan dari Pearl River Delta. Dikelilingi Laut Tiongkok Selatan di timur, selatan, dan barat, dan berbatasan dengan kota Shenzhen di utara, di seberang Sungai Sham Chun (Sungai Shenzhen). Luas daerahnya adalah 1,104 km2 (426 sq mi) terdiri dari Pulau Hong Kong, Kowloon, dan New Territories, dan lebih dari 200 pulau lepas pantai, Pulau Lantau adalah yang terbesar sedangkan Hong Kong adalah yang kedua terbesar dan populasinya adalah yang terbesar. Dari keseluruhan total, 1,054 km2 (407 sq mi) adalah darat dan 50 km2 (19 sq mi) adalah air. Hong Kong mengklaim laut teritorial sejauh 3 nautical miles (5.6 km). Luas daratan Hong Kong menjadikan luasannya urutan ke-179 di dunia.[2][7]

Daerah dataran tinggi di Hong Kong didominasi padang rumput: Pulau Lantau di musim kering.

Karena sebagian besar daratan Hong Kong adalah pegunungan dengan kecuraman tajam, kurang dari 25% luas daerahnya yang terbangun, dan sekitar 40% sisa luas daratan dijadikan taman kota dan cagar alam.[61] Vegetasi ketinggian rendah di Hong Kong didominasi oleh hutan hujan sekunder, karena hutan primernya sudah hancur di Perang Dunia II. Sebagian besar pengembangan kota kawasan ini berada di semenanjung Kowloon, sepanjang pesisir utara Pulau Hong Kong, dan seluruh New Territories.[62] Titik tertinggi di negara ini adalah Tai Mo Shan, dengan ketinggian 957 metres (3,140 ft) di atas permukaan laut.[63] Pesisir Hong Kong yang panjang menjadikannya memiliki banyak sungai dan pantai.[64] Pada 18 September 2011, UNESCO memasukkan Hong Kong National Geopark ke dalam Global Geoparks Network. Hong Kong Geopark terdiri dari 8 Geo-Area yang terbagi sepanjang Kawasan Batuan Vulkanik Sai Kung dan Kawasan Batuan Sedimen Timur Laut New Territories.[65]

Templat:Hong Kong weatherbox

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Peta jaringan Mass Transit Railway.
Mass Transit Railway memiliki lebih dari 150 stasiun dalam jaringannya.

Dari dan Ke[sunting | sunting sumber]

Hong Kong dilayani oleh Bandara Internasional Hong Kong di Chek Lap Kok namun lebih sering dikatakan terletak di Lantau. Bandara ini adalah salah satu pintu masuk penumpang utama dan penghubung logistik besar di Asia, melayani lebih dari 47 juta penumpang dan mengangkut 3,74 juta ton kargo tahun 2007.[66]Bandara ini menggantikan Bandara Internasional Kai Tak pada tahun 1998 dan telah memenangkan berbagai penghargaan sebagai bandara terbaik dunia menurut beberapa survei. [67] Lebih dari 85 maskapai beroperasi disini dan sekaligus menjadi pusat untuk Cathay Pacific Airways, Dragonair, Air Hong Kong, dan Hong Kong Express. [66][68]

Dalam Kota[sunting | sunting sumber]

Bus tingkat dalam kota Alexander Dennis Enviro 400 di Hong Kong menuju Stanley

Hong Kong memiliki sistem transportasi dalam kota yang mapan dan modern yang terdiri dari kereta api, bus, tram, feri, dan taksi. Lebih dari 90% perjalanan harian (sekitar 11 juta) bergantung pada transportasi umum,[22] salah satu yang tertinggi di dunia.[23] Hampir semua layanan transportasi dapat dibayar menggunakan kartu Octopus, sistem kartu bersaldo yang diperkenalkan oleh MTR.[69][70].

Jaringan kereta utama (KCRC) digabung dengan MTR tahun 2007, menjadikan jaringan kereta komprehensif di negara ini.[71] Sistem angkutan cepat MTR memiliki 152 stasiun yang melayani 3,4 juta orang tiap hari.[72] Hong Kong Tramways, yang sudah ada sejak 1904, menjangkau bagian utara dari Pulau Hong Kong.[73]

Pelayanan bus di Hong Kong dikelola oleh 5 perusahaan swasta yang mengoperasikan lebih dari 700 rute. Operator paling besar adalah Kowloon Motor Bus, memiliki 402 rute di Kowloon dan New Territories, dan Citybus, yang mengoperasikan 154 rute di Pulau Hong Kong. Bus tingkat pertama kali beroperasi di Hong Kong tahun 1949 dan sampai saat ini masih ada. Ada juga bus kecil yang beroperasi di jalur-jalur tertentu.[74]

Hong Kong - Kowloon Star Ferry

Layanan feri Star Ferry, didirikan 1888, mengoperasikan 2 jalur menyeberangi Pelabuhan Victoria dan memberikan panorama Hong Kong, dengan jumlah penumpang harian 53.000 orang.[75] Layanan feri lainnya beroperasi di Pulau Hong Kong, Makau sampai kota-kota di Tiongkok. Hong Kong terkenal dengan junknya dan feri kecil kai-to yang beroperasi ke wilayah terpencil.[76][77] Pelabuhan Hong Kong adalah pelabuhan laut dalam yang sibuk, melayani terutama pengiriman kontainer.[78]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

A brightly lit tall skyscraper at night
Two International Finance Centre di Central, pusat komersial terintegrasi di Central

Sebagai salah satu pusat keuangan dunia, Hong Kong memiliki sistem ekonomi kapitalis yang ditandai dengan pajak rendah dan perdagangan bebas. Mata uang Dolar Hong Kong adalah mata uang terbanyak diperdagangkan kedelapan di dunia (2010).[19] Hong Kong tetap bertahan sebagai ekonomo kapitalis, menempati peringkat terbebas di dunia menurut Indeks Kebebasan Ekonomi tiap tahunnya sejak 1995.[79][80][81] Hong Kong menjadi pusat penting bagi perdagangan dan keuangan dunia, dan banyak menjadi kantor pusat korporat-korporat besar di kawasan Asia Pasifik,[82] dan dikenal sebagai Empat Macan Asia karena pertumbuhannya yang tinggi dan pembangunan luar biasa dalam kurun 1960an sampai 1990an. Antara 1961 dan 1997, produk domestik bruto Hong Kong meningkat 180 kali lipat sedangankan GDP per kapita naik 87 kali lipat.[83][84][85]

Bursa Saham Hong Kong terbesar ketujuh di dunia dengan kapitalisasi pasar US$2.3 triliun per Desember 2009.[86] Pada tahun itu, Hong Kong meraih 22% pusat penawaran saham perdana (initial public offering, IPO) dunia, terbesar di dunia tahun itu. [87] Dolar Hong Kong dipatok dari dolar AS sejak 1983.[88]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Sebuah potret Hong Kong pada malam hari.

Pariwisata adalah salah satu tonggak utama perekonomian Hong Kong dengan 21,81 juta orang turis pada tahun 2004. Selama Januari sampai April 2005, jumlah turis terus meningkat sebesar 11,1% dan mencapai 7,41 juta orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat setelah dibukanya Hong Kong Disneyland Resort pada bulan September 2005.

Beberapa lokasi dan daerah yang menjadi tujuan wisata antara lain

Kowloon[sunting | sunting sumber]

Hong Kong[sunting | sunting sumber]

Lantau[sunting | sunting sumber]

Budaya[sunting | sunting sumber]

Ocean Park Hong Kong, taman hewan laut, oseanarium, dan taman hiburan di Hong Kong.
Patung Bruce Lee di Avenue of Stars, menghormati seni bela diri kota ini.

Hong Kong sering disebut sebagai tempat dimana "timur bertemu dengan barat", merefleksikan campuran kebudayaan asal Tiongkok dengan dipengaruhi barat ketika menjadi koloni Inggris.[89] Konsep feng shui dianggap sangat penting, dengan proyek konstruksi mahal umumnya merekrut konsultan yang ahli di bidangnya.[90] Obyek lainnya seperti kaca Ba gua masih digunakan untuk menolak roh jahat,[91] dan bangunan-bangunan juga tidak pernah menyediakan lantai berapapun yang ada angka 4 di dalamnya,[92] karena kesamaannya dengan kata "mati" dalam bahasa Kanton.[93] Campuran timur dan barat juga mempengaruhi masakan Hong Kong, seperti dim sum, hot pot, dan restoran cepat saji berdampingan dengan adimasakan.[94]

Hong Kong dikenal karena pusat perdagangan global dan menyebut dirinya sebagai "entertainment hub".[95] Film-filmnya yang bertema seni bela diri mendapatkan kepopuleran tinggi di akhir 1960-an dan 1970an. Beberapa pemeran Hollywood, aktor terkenal dan seniman bela diri berasal dari Hong Kong, seperti Bruce Lee, Jackie Chan, Chow Yun-fat, Michelle Yeoh, Maggie Cheung dan Jet Li. Beberapa perfilman Hong Kong juga populer di Hollywood, seperti John Woo, Wong Kar-wai, dan Stephen Chow.[95] Film-film seperti Chungking Express, Infernal Affairs, Shaolin Soccer, Rumble in the Bronx, In the Mood for Love dan Echoes of the Rainbow dikenal internasional. Hong Kong adalah pusat musik Cantopop, yang merupakan gabungan berbagai macam musik Tiongkok dan musik barat.[96]

Pemerintah Hong Kong mendukung berbagai institusi budaya seperti Museum Sejarah Hong Kong, Museum Seni Hong Kong, Hong Kong Academy for Performing Arts, dan Hong Kong Philharmonic Orchestra. Departemen Layanan Rekreasi dan Budaya mensubsidi dan mensponsori penampil internasional yang datang ke Hong Kong. Banyak kegiatan kebudayaan internasional diselenggarakan oleh pemerintah, konsulat, dan swasta.[97][98]

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Menurut Emporis, ada 1.233 gedung pencakar langit di Hong Kong, menempatkan kota ini sebagai kota dengan pencakar langit terbanyak di dunia.[99] Kepadatan penduduk yang tinggi ini disebabkan karena semakin sedikitnya lahan kosong yang tersedia, dan jarak rata-rata antara tepi pantai dengan pegunungan curam di Pulau Hong Kong berkisar 1.3 km (0.81 mi),[100] banyak juga diantaranya dari tanah reklamasi. Kekurangan lahan ini menyebabkan berdirinya kantor-kantor dan perumahan tingkat tinggi. 36 dari 100 bangunan tempat tinggal tertinggi dunia ada di Hong Kong.[101] Lebih banyak penduduk Hong Kong yang tinggal atau bekerja di lantai 14 atau lebih, menjadikannya kota paling vertikal di dunia.[20][21]

Sebagai akibat dari kekurangan lahan dan permintaan konstruksi, sedikit gedung tua yang tersisa, dan kota ini menjadi pusat arsitektur modern. International Commerce Centre (ICC), dengan ketinggian 484 m (1,588 ft), adalah gedung tertinggi di Hong Kong dan ketiga tertinggi di dunia.[102] Gedung tertinggi sebelum ICC adalah Two International Finance Centre, dengan ketinggian 415 m (1,362 ft).[103] Gedung lain yang terkenal adalah Gedung kantor pusat HSBC Hong Kong, Central Plaza, The Center; A Symphony of Lights dan Menara Bank of China. [104] Pemandangan Hong Kong juga sering disebut sebagai yang terbaik di dunia,[105] dengan sekelilingnya pegunungan dan Pelabuhan Victoria.[106][107] Kebanyakan gedung tertua yang tersisa, seperti Tsim Sha Tsui Clock Tower, Central Police Station, dan sisa-sisa Kowloon Walled City dibangun pada abad ke-19 dan awal abad 20.[108][109][110]

Ada banyak pembangunan yang sedang dilakukan, termasuk pembangunan gedung-gedung pemerintah baru,[111] pembangunan ulang waterfront di Central,[112] dan beberapa proyek di Kowloon Barat.[113] Banyak pengembangan baru diarahkan ke sisi lain Pelabuhan Victoria di Kowloon, semenjak penutupan Bandara Kai Tak tahun 1998.[114] Urban Renewal Authority aktif dalam menghancurkan kawasan tua, termasuk pembangunan ulang kawasan Kwun Tong, pendekatan yang dikritisi karena dampaknya pada identitas budaya dan masyarakat berpenghasilan menengah bawah.

panorama: looking down on a city of skyscrapers, land mass in the distance separated by a body of water.
Pemandangan dari Victoria Peak, terlihat Central, Victoria Harbour dan Kowloon (2011).
Pemandangan dari Victoria Peak, terlihat Central, Victoria Harbour dan Kowloon di malam hari (2007).
Pemandangan Kowloon dan Pulau Hong Kong
Night time city skyline with Victoria Harbour in front and low hills behind
Foto panorama Pulau Hong Kong di malam hari

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Section 3(1) of the Official Languages Ordinance (Cap 5) provides that the "English and Chinese languages are declared to be the official languages of Hong Kong." The Ordinance does not explicitly specify the standard for "Chinese". While Mandarin and Simplified Chinese characters are used as the spoken and written standards in mainland China, Cantonese and Traditional Chinese characters are the long-established de facto standards in Hong Kong.
  2. ^ a b c "Hong Kong". The World Factbook. CIA. 23 August 2010. Diakses 17 September 2010. 
  3. ^ "Mid-year Population for 2014". Census and Statistics Department (Hong Kong). 12 August 2014. 
  4. ^ a b c d e (February 2012) 2011 Population Census – Summary Results , Census and Statistics Department. (Report). Retrieved on 5 September 2013.
  5. ^ a b c d e "Hong Kong". International Monetary Fund. Diakses 2 November 2014. 
  6. ^ "Human Development Report 2009 – Gini Index". United Nations Development Programme. Diakses 10 November 2009. 
  7. ^ a b "Geography and Climate, Hong Kong". Census and Statistics Department, Hong Kong Government. Diakses 10 January 2007. 
  8. ^ Ash, Russell (2006). The Top 10 of Everything 2007. Hamlyn. hlm. 78. ISBN 0-600-61532-4. 
  9. ^ a b Fan Shuh Ching (1974). "The Population of Hong Kong". World Population Year (Committee for International Coordination of National Research in Demography): 18–20. Diakses 25 August 2010. 
  10. ^ Second paragraph reads, "The first wave of refugees came to Hong Kong in the 1930s to escape from the Chinese Civil War and the Sino-Japanese War, but it wasn't until 1949, during the Chinese exodus, when an estimated one million-plus mainland Chinese started coming into the city via the northern borders. Many people, mostly anti-communist Kuomintang officials and capitalists, rushed to Hong Kong in search of refuge." "A history of refugees in Hong Kong". Time Out Hong Kong – Know your City. 18 June 2013. Diakses 9 September 2013. 
  11. ^ Page 16, "The turmoil on the mainland, leading to the defeat of the Nationalists and takeover by the Communists in 1949, unleashed a torrent of refugees – both rich and poor -into Hong Kong."Hong Kong: Facts about Hong Kong -History (ed. 10th). Hong Kong: Lonely Planet. 2002. hlm. 16. ISBN 1864502304. 
  12. ^ "Veterans who fled mainland for Hong Kong in 1970s tell their stories". South China Morning Post (Hong Kong). Diakses 9 September 2013. 
  13. ^ Carroll, John (2007). A Concise History of Hong Kong. Rowman & Littlefield. hlm. 127. ISBN 978-0742534223. 
  14. ^ "Basic Law, Chapter IV, Section 4". Basic Law Promotion Steering Committee. Diakses 10 November 2009. 
  15. ^ Russell, Peter H.; O'Brien, David M. (2001). Judicial Independence in the Age of Democracy: Critical Perspectives from around the World. University of Virginia Press. hlm. 306. ISBN 978-0-8139-2016-0. 
  16. ^ "2014 Global Cities Index and Emerging Cities Outlook" (PDF). Diakses April 2014. 
  17. ^ "Global Competitiveness Index 2012–2013". 2012. Diakses 8 June 2013. 
  18. ^ "The Global Financial Centres Index 16". Long Finance. September 2014. Diakses December 10, 2014. 
  19. ^ a b "Triennial Central Bank Survey: Report on global foreign exchange market activity in 2010". Monetary and Economic Department (Bank for International Settlements): 12. December 2010. Diakses 15 October 2011. 
  20. ^ a b "Vertical Cities: Hong Kong/New York.". Time Out. 3 August 2008. Diarsipkan dari aslinya tanggal 16 January 2011. Diakses 25 August 2010. 
  21. ^ a b "Home page". Skyscraper Museum. 14 July 2008. Diakses 25 August 2010. 
  22. ^ a b "Public Transport Introduction". Transport Department, Hong Kong Government. Diarsipkan dari aslinya tanggal 7 July 2008. Diakses 13 July 2008. 
  23. ^ a b Lam, William H. K.; Bell, Michael G. H. (2003). Advanced Modeling for Transit Operations and Service Planning. Emerald Group Publishing. hlm. 231. ISBN 978-0-08-044206-8. 
  24. ^ "Right of Abode in HKSAR—Verification of Eligibility for Permanent Identity Card". Immigration Department, Hong Kong Government. 5 June 2007. Diarsipkan dari aslinya tanggal 19 January 2008. Diakses 1 February 2008. 
  25. ^ "Who is entitled to sponsor family members to come to live in Hong Kong? If I am a lawful resident of Hong Kong, can my family members in the Mainland (or elsewhere) apply to immigrate to Hong Kong?". Community Legal Information Centre. Diakses 4 November 2009. 
  26. ^ "Counting Expat Numbers a Complex Task (Hong Kong)". Global Auto Industry. July 2008. Diakses 30 August 2010. 
  27. ^ International Labour Office (2009). Application of International Labour Standards 2009 (I). International Labour Organization. hlm. 640. ISBN 92-2-120634-3. 
  28. ^ Westra, Nick (5 June 2007). "Hong Kong as a Cantonese speaking city". Journalism and Media Studies Centre, University of Hong Kong. Diakses 14 November 2009. 
  29. ^ "ICE Hong Kong". University College London. Diakses 1 February 2008. 
  30. ^ Yum, Cherry (2007). Which Chinese? Dialect Choice in Philadelphia's Chinatown. Haverford College. Diakses 25 August 2010. 
  31. ^ "Hong Kong". Bmm.org. 1 July 1997. Diakses 2 November 2011. 
  32. ^ a b "China (Includes Tibet, Hong Kong, Macau)". State.gov. Diakses 2 November 2011. 
  33. ^ Carballo, Marita. RELIGION IN THE WORLD AT THE END OF THE MILLENNIUM. Gallup International Association. Diarsipkan dari aslinya tanggal 20 July 2011. Diakses 11 May 2012. 
  34. ^ "Apostasy". Countdown.org. Diakses 2 November 2011. [pranala nonaktif]
  35. ^ "Do Hong Kong youth know how to practice safe sex?". Slidefinder.net. 14 January 2010. Diakses 2 November 2011. [pranala nonaktif]
  36. ^ "Hong Kong Year Book (2010): Chapter 18 – Religion and Custom" (PDF). Diakses 26 October 2013. 
  37. ^ "Hong Kong China Temple". The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints. Diakses 30 September 2010. 
  38. ^ 2015 Yearbook of Jehovah's Witnesses. Watch Tower Society. hlm. 184. 
  39. ^ "International Religious Freedom Report 2007 – Hong Kong". United States Department of State. 2007. Diakses 16 May 2009. 
  40. ^ Chan, Shun-hing; Leung, Beatrice (2003). Changing Church and State Relations in Hong Kong, 1950–2000. Hong Kong University Press. hlm. 24. ISBN 962-209-612-3. 
  41. ^ [Mother Tongue Instruction Handbook] |trans-title= requires |title= (help) (dalam bahasa Chinese). Education Bureau, Hong Kong Government. Diakses 4 November 2009.  Unknown parameter |script-title= ignored (help)[pranala nonaktif]
  42. ^ "Policy for Secondary Schools -Medium of Instruction Policy for Secondary Schools". Education Bureau, Hong Kong Government. Diakses 4 November 2009. [pranala nonaktif]
  43. ^ "PISA 2006 Science Competencies for Tomorrow's World". Organisation for Economic Co-operation and Development. 2006. Diakses 14 December 2007. 
  44. ^ "Kindergarten, Primary and Secondary Education". Education Bureau, Hong Kong Government. Diakses 1 February 2008. [pranala nonaktif]
  45. ^ "Programme Highlights". Hong Kong Government. Diakses 20 October 2010. 
  46. ^ Li, Arthur (18 May 2005). "Creating a better education system". Hong Kong Government. Diarsipkan dari aslinya tanggal 3 March 2008. Diakses 17 August 2010. 
  47. ^ "HKDSE". Hong Kong Examinations and Assessment Authority. 12 October 2010. Diakses 20 October 2010. 
  48. ^ "History of HKU". 
  49. ^ "Report of the Fulton Commission, 1963: Commission to Advise on the Creation of a Federal-Type Chinese University in Hong Kong". Minerva 1 (4): 493–507. Summer 1963. Diakses 30 April 2014. 
  50. ^ Tan, Hwee Ann (5 June 2013). "Hong Kong Says International Schools Can't Meet Primary Demand". Bloomberg Businessweek. Diakses 9 June 2013. 
  51. ^ Hsu, Cathy (12 November 2012). Global Tourism Higher Education: Past, Present, and Future. Routledge. hlm. 139–142. ISBN 9781136448478. 
  52. ^ "Clusters, Hospitals & Institutions". Hospital Authority. Diakses 9 May 2013. 
  53. ^ "Health & safety". Lonely Planet. Diakses 10 May 2013. 
  54. ^ "Private Hospitals in Hong Kong". The New Economy. Diakses 9 May 2013. 
  55. ^ "Life Expectancy Around the World". LiveScience. 1 August 2012. 
  56. ^ "Longest Life Expectancy In World: Women In Hong Kong Now Outlast Japan". Huffington Post. 26 July 2012. 
  57. ^ a b "Milestones". Chinese University of Hong Kong. Diakses 10 May 2013. [pranala nonaktif]
  58. ^ "Education". University of Hong Kong. Diakses 10 May 2013. 
  59. ^ "Educational objectives". University of Hong Kong. Diakses 10 May 2013. 
  60. ^ LaFraniere, Sharon (22 February 2012). "Mainland Chinese Flock to Hong Kong to Give Birth". The New York Times. Diakses 9 June 2013. 
  61. ^ Morton, Brian; Harper, Elizabeth (1995). An Introduction to the Cape d'Aguilar Marine Reserve, Hong Kong. Hong Kong University Press. hlm. 9. ISBN 9789622093881. 
  62. ^ "2006 Population By-census". Census and Statistics Department, Hong Kong Government. Diakses 13 November 2009. 
  63. ^ "Tai Mo Shan Country Park". Agriculture, Fisheries and Conservation Department, Hong Kong Government. 17 March 2006. Diakses 8 November 2009. 
  64. ^ "Hong Kong". Olympic Council of Asia. Diakses 14 November 2009. [pranala nonaktif]
  65. ^ "Geopark leaflet" (PDF). Diakses 26 October 2013. 
  66. ^ a b "About Us". Hong Kong International Airport. Diarsipkan dari aslinya tanggal 21 August 2007. Diakses 28 April 2008. 
  67. ^ "International travellers have voted Hong Kong the best airport in the world". Skytrax. 8 August 2007. Diakses 28 April 2008. 
  68. ^ "Air Cargo and Aviation Logistic Services". Hong Kong International Airport. hlm. 1. Diakses 31 August 2010. [pranala nonaktif]
  69. ^ "Octopus Card Information". Octopus Cards Limited. Diakses 10 December 2008. 
  70. ^ Poon, Simpson; Chau, Patrick (February 2001). "Octopus: The Growing E-payment System in Hong Kong". Electronic Markets (Informa) 11 (2): 97–106. doi:10.1080/101967801300197016. 
  71. ^ "Press Release: Government has reached understanding with MTRCL on the terms for merging the MTR and KCR systems". Hong Kong Government. 11 April 2006. Diakses 17 November 2007. 
  72. ^ "Tourist Information". Mass Transit Railway. Diakses 29 April 2008. [pranala nonaktif]
  73. ^ "The Company". Hong Kong Tramways. Diarsipkan dari aslinya tanggal 10 April 2008. Diakses 29 April 2008. 
  74. ^ Cullinane, S. (January 2002). "The relationship between car ownership and public transport provision: a case study of Hong Kong". Transport Policy 9 (1): 29–39. doi:10.1016/S0967-070X(01)00028-2. 
  75. ^ Ng, Tze-wei (10 November 2006). "Not even HK's storied Star Ferry can face down developers". International Herald Tribune. Diakses 1 September 2010. [pranala nonaktif]
  76. ^ Fitzpatrick, Liam. "Hong Kong: 10 Things to Do in 24 Hours". Time. Diakses 31 August 2010. 
  77. ^ Cushman, Jennifer Wayne (1993). Fields from the sea: Chinese junk trade with Siam during the late eighteenth and early nineteenth centuries. SEAP Publications. hlm. 57. ISBN 0-87727-711-7. 
  78. ^ "HIT:: Hongkong International Terminals". Diakses 22 February 2011. 
  79. ^ "Hong Kong ranked world's freest economy for 18th consecutive year". Government of Hong Kong. 12 January 2012. Diakses 28 May 2012. 
  80. ^ "2008 Index of Economic Freedom". The Heritage Foundation. Diarsipkan dari aslinya tanggal 1 February 2008. Diakses 1 February 2008. [butuh klarifikasi]
  81. ^ "Top 10 Countries". The Heritage Foundation. Diarsipkan dari aslinya tanggal 24 January 2008. Diakses 1 February 2008. 
  82. ^ Bromma, Hubert (2007). How to Invest in Offshore Real Estate and Pay Little Or No Taxes. McGraw-Hill Professional. hlm. 161. ISBN 978-0-07-147009-4. 
  83. ^ Preston, Peter Wallace; Haacke, Jürgen (2003). Contemporary China: The Dynamics of Change at the Start of the New Millennium. Psychology Press. hlm. 80–107. ISBN 978-0-7007-1637-1. 
  84. ^ Yeung, Rikkie (2008). Moving Millions: The Commercial Success and Political Controversies of Hong Kong's Railways. Hong Kong University Press. hlm. 16. ISBN 978-962-209-963-0. 
  85. ^ "The Global Financial Centres Index 1 Executive Summary". City of London. March 2007. hlm. 6. Diarsipkan dari aslinya tanggal 5 June 2007. Diakses 12 April 2007. 
  86. ^ "World Federation of Exchanges – Statistics/Monthly". World Federation of Exchanges. Diarsipkan dari aslinya tanggal 21 August 2010. Diakses 17 September 2010. 
  87. ^ "Hong Kong IPOs May Raise Record $48 Billion in 2010, E&Y Says". Bloomberg. 21 December 2009. Diakses 17 September 2010. 
  88. ^ Hong Kong's Linked Exchange Rate System. Hong Kong Monetary Authority. hlm. 33. Diakses 6 October 2010. 
  89. ^ "24 hours in Hong Kong: Urban thrills where East meets West". CNN. 8 March 2009. Diakses 27 May 2009. 
  90. ^ "Feng shui used in 90% of RP businesses". Philippine Daily Inquirer. 17 February 2009. Diakses 14 November 2009. 
  91. ^ Fowler, Jeaneane D.; Fowler, Merv (2008). Chinese Religions: Beliefs and Practices. Sussex Academic Press. hlm. 263. ISBN 978-1-84519-172-6. 
  92. ^ Xi, Xu; Ingham, Mike (2003). City Voices: Hong Kong writing in English, 1945–present. Hong Kong University Press. hlm. 181. ISBN 978-962-209-605-9. 
  93. ^ Chan, Cecilia; Chow, Amy (2006). Death, Dying and Bereavement: a Hong Kong Chinese Experience. Volume 1. Hong Kong University Press. hlm. 3. ISBN 978-962-209-787-2. 
  94. ^ Stone, Andrew; Chow, Chung Wah; Ho, Reggie (15 January 2008). Hong Kong and Macau. Lonely Planet. hlm. 7. ISBN 978-1-74104-665-6. 
  95. ^ a b "Hong Kong calls itself Asia's entertainment hub". Monsters and Critics. 23 March 2007. 
  96. ^ Corliss, Richard (24 September 2001). "Hong Kong music circles the globe with its easy-listening hits and stars". Time. Diakses 4 November 2009. 
  97. ^ "General Information". Leisure and Cultural Services Department, Hong Kong Government. 15 October 2009. Diarsipkan dari aslinya tanggal 16 November 2004. Diakses 31 August 2010. 
  98. ^ "About the Museum". Leisure and Cultural Services Department, Hong Kong Government. 25 May 2010. Diakses 31 August 2010. [pranala nonaktif]
  99. ^ "Cities with the most skyscrapers". Emporis. Diakses 14 June 2012. 
  100. ^ Tong, C. O.; Wong, S. C. (August 1997). "The advantages of a high density, mixed land use, linear urban development". Transportation 24 (3): 295–307. doi:10.1023/A:1004987422746. 
  101. ^ "World's Tallest Residential Towers". Emporis. Diakses 24 May 2009. 
  102. ^ "International Commerce Centre". Emporis. Diakses 2 September 2008. 
  103. ^ "Two International Finance Centre". Emporis. Diakses 24 May 2009. 
  104. ^ "Emporis Skyline Ranking". Emporis. Diakses 24 May 2009. 
  105. ^ "The world's top 20 city skylines, CNNGo.com". Diakses 1 March 2011. 
  106. ^ "Best Skyline Poll". Diakses 8 February 2008. 
  107. ^ Gramsbergen, Egbert; Paul Kazmierczak. "The World's Best Skylines". Diakses 8 February 2008. 
  108. ^ "Declared Monuments in Hong Kong – Hong Kong Island". Leisure and Cultural Services Department, Hong Kong Government. 13 January 2010. Diakses 31 August 2010. 
  109. ^ "Declared Monuments in Hong Kong – Kowloon Island". Leisure and Cultural Services Department, Hong Kong Government. 13 January 2010. Diakses 31 August 2010. 
  110. ^ Sinn, Elizabeth (1990). "Kowloon Walled City: Its Origin and Early History". Journal of the Hong Kong Branch of the Royal Asiatic Society 27: 30–31. Diakses 20 June 2012. [pranala nonaktif]
  111. ^ "Tamar Development Project". Hong Kong Government. 23 April 2010. Diakses 17 September 2010. [pranala nonaktif]
  112. ^ "Central Waterfront Design Competition". Designing Hong Kong. Diakses 26 April 2008. 
  113. ^ "West Kowloon Cultural District Public Engagement Exercise". Home Affairs Bureau, Hong Kong Government. 26 August 2008. Diarsipkan dari aslinya tanggal 11 April 2008. Diakses 6 October 2010. 
  114. ^ "Kai Tak building height restrictions lifted". Hong Kong Government. 10 July 1998. Diakses 26 April 2008. 

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Callick, Rowan. Comrades & Capitalists: Hong Kong since the Handover (University of New South Wales Press, 1998) online
  • Fu, Poshek; Deser, David (2002). The Cinema of Hong Kong: History, Arts, Identity. Cambridge University Press. hlm. 346. ISBN 978-0-521-77602-8. 
  • Lee, James. Housing, Home Ownership and Social Change in Hong Kong (1999)
  • Lui, Adam Yuen-chung (1990). Forts and Pirates – A History of Hong Kong. Hong Kong History Society. hlm. 114. ISBN 962-7489-01-8. 
  • Liu, Shuyong; Wang, Wenjiong; Chang, Mingyu (1997). An Outline History of Hong Kong. Foreign Languages Press. hlm. 291. ISBN 978-7-119-01946-8. 
  • Ngo, Tak-Wing (1999). Hong Kong's History: State and Society Under Colonial Rule. Routledge. ISBN 978-0-415-20868-0. 
  • Tsang, Steve (2007). A Modern History of Hong Kong. I. B. Tauris. ISBN 978-1-84511-419-0. 
  • Welsh, Frank (1993). A Borrowed place: the history of Hong Kong. Kodansha International. hlm. 624. ISBN 978-1-56836-002-7. 

Sumber primer[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The results of the 2006 census showed that the "white" population had declined from 46,584 in 2001 to 36,384, a decline of 22 percent.[26]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Pemerintah
Perdagangan