Status politik Taiwan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Peta Cina dan Taiwan

Taiwan adalah sebuah pulau yang mempunyai status yang sedang dipertentangkan. Sampai sekarang, masih tetap ada kebingungan atas nama resmi Taiwan, Republik Tiongkok. Wilayah yang dipertentangkan selengkapnya adalah Taiwan, Pescadores, Quemoy dan Matsu.

Kronologi sejarah Taiwan[sunting | sunting sumber]

  • 1683 - Dinasti Qing menaklukkan kekuatan Koxinga dan secara resmi memasukkan Taiwan sebagai bagian provinsi Fujian.
  • 1885 - Taiwan dinaikkan statusnya menjadi provinsi Taiwan.
  • 1945 - Taiwan diserahkan kepada Republik Tiongkok setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II dengan status sebagai provinsi Taiwan.

Perkembangan pasca 1949[sunting | sunting sumber]

* Untuk selanjutnya, RRT akan disingkat sebagai Cina


Pada tanggal 1 Oktober 1949, Mao memproklamirkan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok menggantikan Republik Tiongkok (diproklamirkan 1912) dan menyatakan Taiwan sebagai provinsi di dalam republik baru tersebut. Di samping itu, Chiang Kai-shek yang mundur ke Taiwan tidak mengakui klaim tersebut. Masing-masing pihak mengklaim seluruh Cina sebagai wilayah mereka.

Pada saat itu, masih sedikit negara yang mengakui Cina di antaranya Uni Sovyet, Mongolia dan Indonesia. Amerika Serikat dan sekutunya tidak mengakui eksistensi republik ini.

Sebenarnya, Mao merencanakan untuk menyerang Taiwan pada tahun 1950, namun berkobarnya Perang Korea menyebabkan rencana ini harus ditunda.

Perkembangan pasca 1971[sunting | sunting sumber]

Sampai pada tahun 1970, posisi Republik Tiongkok di dunia internasional masih kuat. Namun seiring dengan kenyataan bahwa pengaruh Cina makin menguat di kalangan dunia ketiga semisal Gerakan Non Blok, kekuatan republik itu tidak dapat dikecilkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Apalagi, setelah perpecahan persekutuan Cina dan Sovyet pada tahun 60-an, menyebabkan Amerika Serikat merasa perlu mendekati Cina untuk mengimbangi Uni Sovyet.

Kunjungan Presiden Nixon ke Beijing mengawali pengucilan Republik Tiongkok. Pada tahun 1971, Amerika Serikat mengalihkan pengakuan diplomatiknya dari Taipei ke Beijing. Selanjutnya, kursi Republik Tiongkok di PBB juga digantikan oleh Cina. Pengakuan diplomatik dari ratusan negara menyusut drastis sampai hanya tinggal 30 negara saja.

Pencairan hubungan[sunting | sunting sumber]

Setelah terpilihnya Presiden Ma Ying-jeou pada tahun 2008, pemerintah Taiwan mengambil kebijakan pendekatan dan pencairan hubungan antar selat. Ini ditandai dengan kunjungan resmi petinggi organisasi antar selat sebagai wakil pemerintah untuk berunding mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk lebih mendekatkan dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Perkembangan nasionalisme Taiwan[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan pengucilan Republik Tiongkok oleh dunia internasional, nasionalisme Taiwan juga tumbuh di dalam Taiwan. Nasionalisme Taiwan ini muncul karena adanya perasaan bahwa Kuomintang adalah pemerintahan dari daratan Cina, demikian pula halnya Republik Tiongkok. Kalangan nasionalis Taiwan ini kemudian mengusahakan perjuangan ke arah kemerdekaan Taiwan sebagai negara yang berdaulat, suatu hal yang tidak diinginkan oleh Republik Tiongkok yang dikuasai Kuomintang pada waktu itu.

Status politik Taiwan[sunting | sunting sumber]

Taiwan menjadi sebuah wilayah yang mempunyai syarat-syarat sebagai negara berdaulat namun tidak mempunyai kedaulatan di dunia internasional karena kurangnya pengakuan dan dukungan diplomatik.

Saat ini, negara-negara yang masih berhubungan diplomatik dengan Republik Tiongkok berjumlah 25 negara, mayoritas adalah negara-negara kecil yang tidak mempunyai pengaruh besar di percaturan politik internasional.

Opsi masa depan Taiwan[sunting | sunting sumber]

Masa depan Taiwan sebenarnya tidak dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri karena menyangkut stabilitas regional Asia Timur dan Pasifik. Negara-negara yang sangat menaruh perhatian dan terlibat langsung atas masalah Taiwan adalah Amerika Serikat dan Cina. Sedangkan yang terlibat secara tidak langsung adalah Jepang.

Saat ini, Taiwan hanya mempunyai 3 kemungkinan masa depan:

  • Reunifikasi damai dengan Cina
    • Sistem persekutuan (Uni Cina-Taiwan)
    • Satu negara dua sistem (model Hong Kong)
  • Kemerdekaan Taiwan yang mungkin berdarah-darah, mungkin juga lewat jalan damai seperti referendum
  • Status quo
    • Republik Tiongkok yang tidak mempunyai kedaulatan internasional

Lihat pula[sunting | sunting sumber]