Chiang Kai-shek
|
Chiang Kai-shek
蔣中正 / 蔣介石, GCB |
|
|
Presiden Republik Cina ke-1 dan ke-5 (Konstitusi 1947)
|
|
| Masa jabatan 20 Mei 1948–5 April 1975 |
|
| Wakil Presiden | Li Tsung-jen (1948–1954) Chen Cheng (1954–1965) Yen Chia-kan (1966–1975) |
|---|---|
| Pendahulu | (Tidak ada) |
| Pengganti | Yen Chia-kan |
|
|
|
| Lahir | 31 Oktober 1887 Fenghua, Chekiang, Cina |
| Meninggal | 5 April 1975 (umur 87) Taipei, Taiwan |
| Kebangsaan | Republik Cina |
| Partai politik | |
| Suami/Istri | Soong May-ling (Madame Chiang Kai-shek) |
| Anak | Chiang Ching-kuo dan Chiang Wei-kuo |
| Almamater | Imperial Japanese Army Academy |
| Pekerjaan | Prajurit (Generalissimo), Politikus |
| Agama | Kristen/Methodist |
Chiang Kai-shek atau Jiang Jie-shi (Mandarin) (lahir di Fenghua, Zhejiang, 31 Oktober 1887 – meninggal di Taipei, Taiwan, 5 April 1975 pada umur 87 tahun) adalah salah seorang pemimpin kubu nasionalis yang berhadapan dengan kubu komunis dalam perang saudara di Tiongkok pada era Republik. Nama resminya adalah Jiang Zhong-zheng, sedangkan Jiang Jie-shi adalah nama kecilnya.
Pada tahun 1925, sepeninggal Dr. Sun Yat-sen, ia melanjutkan cita-cita revolusi Dr. Sun untuk mempersatukan Tiongkok di bawah satu pemerintahan. Pada masa tersebut, banyak raja-raja perang daerah berkuasa di daerah masing-masing karena tidak ada pemerintahan pusat yang kuat. Dengan jabatan Panglima Tentara Revolusi Rakyat ia kemudian melancarkan Ekspedisi Utara untuk menaklukkan raja-raja perang daerah tersebut. Dalam waktu 3 tahun, ia berhasil mempersatukan setengah wilayah Tiongkok di bawah pemerintahan Nasionalis Kuomintang di Nanjing.
Pada tahun 1937, Jepang menginvasi Tiongkok.
[sunting] Perang saudara
Setelah Perang Dunia II usai, perang saudara antara kaum nasionalis dengan kaum komunis mulai berkobar lagi. Perang baru selesai pada tahun 1949 dan dimenangi komunis di bawah pimpinan Mao Zedong. Kemenangan ini ditandai dengan diproklamasikannya Republik Rakyat Cina pada tanggal 1 Oktober 1949. Chiang Kai-shek pun melarikan diri ke Pulau Formosa, berharap suatu hari bisa membebaskan Tiongkok daratan secara keseluruhan. Di Formosa, yang kemudian dikenal sebagai Taiwan, negara Republik Nasional Tiongkok tetap berdiri dan dipimpinnya sampai ia meninggal pada tahun 1975. Kekuasaan diteruskan oleh putranya, Chiang Ching-kuo.
[sunting] Lihat pula
[sunting] Pranala luar
- (Inggris) Biografi pemerintah
| Didahului oleh: T.V. Soong |
Perdana Menteri Republik Cina 1930–1931 |
Digantikan oleh: Chen Mingshu |
| Didahului oleh: Wang Jingwei |
Perdana Menteri Republik Cina 1935–1938 |
Digantikan oleh: H. H. Kung |
| Didahului oleh: H. H. Kung |
Perdana Menteri Republik Cina 1939–1945 |
Digantikan oleh: Song Ziwen |
| Didahului oleh: Song Ziwen |
Perdana Menteri Republik Cina 1947 |
Digantikan oleh: Zhang Qun |
| Didahului oleh: - |
Presiden Republik Cina 1948–1949 |
Digantikan oleh: Li Tsung-jen |
| Didahului oleh: Li Tsung-jen |
Presiden Republik Cina 1950–1975 |
Digantikan oleh: Yen Chia-kan |
| Didahului oleh: Sun Yat-sen |
Ketua Partai Kuomintang 1926–1927 |
Digantikan oleh: Hu Han-min |
| Didahului oleh: Hu Han-min |
Ketua Partai Kuomintang 1938–1975 |
Digantikan oleh: Chiang Ching-kuo |
