Kota Gorontalo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Gorontalo
—  Sulawesi Nuvola single chevron right.svg Gorontalo  —
Pemandangan Kota Gorontalo
Lambang Kota Gorontalo
Lambang
Slogan: Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah
Lokasi Kota Gorontalo di Pulau Sulawesi
Kota Gorontalo is located in Indonesia
Kota Gorontalo
Lokasi Kota Gorontalo di Pulau Sulawesi
Koordinat: 0°32′LU 123°4′BT / 0,533°LU 123,067°BT / 0.533; 123.067
Negara  Indonesia
Hari jadi 4 Juli 1959 / 18 Maret 1728
Dasar hukum UU Nomor 29 Tahun 1959
Koordinat 00°28’17”–00°35’56” LU dan 122°59’44”–123°05’59” BT
Pemerintahan
 • Walikota Haji Adhan Dambea, S.Sos
Populasi (2010)
 • Total 180,127 jiwa
 • Kepadatan 2,718.89/km2 (7,041.9/sq mi)
Kode telepon +62 435
Kecamatan 9 buah
Desa/kelurahan 50 Kelurahan/Desa
Situs web http://www.gorontalokota.go.id/

Kota Gorontalo adalah ibu kota Provinsi Gorontalo, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 66,25 km² (0,55% dari luas Provinsi Gorontalo)[1] dan berpenduduk sebanyak 180.127 jiwa (berdasarkan data SP 2010) dengan tingkat kepadatan penduduk 2.718 jiwa/km². Kota ini memiliki motto “Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah” sebagai pandangan hidup masyarakat yang memadukan adat dan agama.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kota Gorontalo terletak antara 00° 28’ 17” – 00° 35’ 56” LU dan 122° 59’ 44” – 123° 05’ 59” BT. Batas-batas wilayahnyanya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Bone Bolango
Selatan Teluk Tomini
Barat Kabupaten Gorontalo
Timur Kabupaten Bone Bolango

Kota ini merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0–500 m di atas permukaan laut dengan curah hujan rata–rata 129 mm per bulan dan suhu rata-rata 26,5 °C

Kota Gorontalo menempati satu lembang yang sangat luas yang membentang hingga di wilayah Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo. Wilayah pinggiran pantainya berupa perbukitan yang tersusun dari batuan Karst termasuk yang berbatasan dengan pantai yang berada di Teluk Tomini. Daerah ini sangat rawan banjir, nyaris pintu air keluar adalah muara Sungai Bone. Muara ini adalah pertemuan air dari sungai Bone dan sungai Bolango sebelum menyatu dengan air laut. Di muara ini juga terdapat pulau (delta) yang mulai membesar dan ditumbuhi aneka tanaman termasuk kelapa. Setiap hari dari kedua sungai ini mengalir air bersih yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian dataran dimanfaatkan untuk bertanam padi karena air mengalir sepanjang tahun. Di beberapa daerah terdapat kantong-kantong air yang ditumbuhi tanaman Tumbango.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit yang besar di Kota Gorontalo adalah Rumah Sakit Aloei Saboe yang hingga kini masih rumah sakit terbesar di kawasan Teluk Tomini. Masalah kesehatan yang pernah muncul adalah Busung Lapar dan Kaki Gajah. Khusus Kaki Gajah, daerah ini memang banyak terdapat tempat-tempat yang berair seperti rawa-rawa sehingga nyamuk banyak bersarang di sini. Kasus terakhir yang ditangani adalah penderita Kaki Gajah yang berada di kelurahan Liluwo yang rumah penderitanya di depan rumah Medi Botutihe, Walikota Gorontalo.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Sebelum tahun 2011 kota Gorontalo terdiri dari enam kecamatan, yaitu:

  1. Kecamatan Kota Selatan,
  2. Kecamatan Kota Utara,
  3. Kecamatan Kota Barat,
  4. Kecamatan Kota Timur,
  5. Kecamatan Kota Tengah, dan
  6. Kecamatan Dungingi.

lalu terjadi pemekaran wilayah pada Maret 2011, menjadi 9 kecamatan, yaitu:

  1. Kecamatan Kota Selatan,
  2. Kecamatan Kota Utara,
  3. Kecamatan Kota Barat,
  4. Kecamatan Kota Timur,
  5. Kecamatan Kota Tengah,
  6. Kecamatan Dungingi,
  7. Kecamatan Dumbo Raya,
  8. Kecamatan Hulonthalangi, dan
  9. Kecamatan Sipatana.

Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Kesembilan kecamatan tersebut terdiri atas 50kelurahan, 459 RW dan 1.302 RT. Penduduk kota pada tahun 2010 adalah 180.127 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk 2.718 jiwa/km².

Adapun data lengkap 9 kecamatan dan 50 kelurahan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Dumbo Raya, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Botu; (2) Bugis; (3) Leato Selatan; (4) Leato Utara; dan (5) Talumolo.
  2. Dungingi, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Huangobotu; (2) Libuo; (3) Tomulabutao; (4) Tomulabutao Selatan; dan (5) Tuladenggi.
  3. Hulonthalangi, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Donggala; (2) Pohe; (3) Siendeng; (4) Tanjung Kramat; dan (5) Tenda.
  4. Kota Barat, terdiri atas 7 kelurahan, yaitu: (1) Buladu; (2) Buliide; (3) Dembe I; (4) Lekobalo; (5) Molosipat W; (6) Pilolodaa; dan (7) Tenilo.
  5. Kota Selatan, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Biawao; (2) Biawu; (3) Limba B; (4) Limba U I ; dan (5) Limba U II.
  6. Kota Tengah, terdiri atas 6 kelurahan, yaitu: (1) Dulalowo; (2) Dulalowo Timur; (3) Liluwo; (4) Paguyaman; (5) Pulubala; dan (6) Wumialo.
  7. Kota Timur, terdiri atas 6 kelurahan, yaitu: (1) Heledulaa; (2) Heledulaa Selatan; (3) Ipilo; (4) Moodu; (5) Padebuolo; dan (6) Tamalate.
  8. Kota Utara, terdiri atas 6 kelurahan, yaitu: (1) Dembe II; (2) Dembe Jaya; (3) Dulomo; (4) Dulomo Selatan; (5) Wongkaditi; dan (6) Wongkaditi Barat.
  9. Sipatana, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Bulotadaa; (2) Bulotadaa Timur; (3) Molosipat U; (4) Tanggikiki; dan (5) Tapa.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan ekonomi tahun 2002 mencapai 6,59%, sementara PDRB harga konstan tahun 2002 sebesar 246.604,30 juta rupiah dan pendapatan per kapita sebesar Rp. 3.795.931,44,- Aktivitas perekonomian penduduk lebih banyak bergerak di bidang jasa sehingga sektor ini menyumbangkan kontribusi terbesar untuk pembentukan PDRB yang disusul sektor-sektor lainnya.

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Kota ini adalah tempat kelahiran Hans Bague Jassin, sastrawan Indonesia yang cukup terkenal. Selain sastrawan Hans Bague Jassin, pahlawan/tentara perintis Nani Wartabone juga lahir di daerah agropolitan ini.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ www.gorontaloporv.go.id Kondisi Geografis Provinsi Gorontalo

Pranala luar[sunting | sunting sumber]