Garuda Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Logo.svg
IATA ICAO Kode panggil
GA GIA Indonesia
Didirikan 26 Januari 1949 (sebagai Garuda Indonesian Airways)
Hub
Hub sekunder
Kota fokus
Program penumpang setia GarudaMiles
Lounge penumpang Garuda Executive Lounge dan Garuda First Class Lounge
Aliansi SkyTeam
Anak perusahaan
Ukuran armada 119
Kota tujuan 76 (40 Domestik, 36 Internasional)
Perusahaan induk Pemerintah Republik Indonesia
Slogan perusahaan The Airline of Indonesia
Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Orang penting Emirsyah Satar (CEO)
Situs web www.garuda-indonesia.com

Garuda Indonesia (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung tunggangan Dewa Wisnu dalam legenda pewayangan. Pada tahun 2007, maskapai ini bersama dengan maskapai Indonesia lainnya, dilarang menerbangi rute menuju Eropa karena kejadian yang menimpa Garuda Indonesia Penerbangan 200[1]. Setahun kemudian, maskapai ini menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA, yang menunjukkan Garuda Indonesia telah memenuhi standar keselamatan penerbangan Internasional[2]. Pada 1 Juni 2010, Garuda Indonesia melakukan pembukaan kembali rute Amsterdam yang di tutup pada tahun 2004 dengan pesawat Airbus A330-200 dengan kapasitas sebanyak 222 penumpang (36 Kursi Executive Class dan 186 Kursi Economy Class) dengan perhentian di Dubai ini membuat Garuda Indonesia, mulai menunjukkan ketertarikannya dalam menggarap rute ke Eropa akhir-akhir ini. Pada tahun 2012, Garuda mendapatkan penghargaan dari Skytrax yaitu World's most Improved Airline atas langkah Garuda yang dipimpin oleh Emirsyah Satar dalam merombak maskapai nasional tersebut.[3]

Pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia bergabung dengan aliansi SkyTeam sebagai anggota yang ke 20 dan berlangsung di Denpasar[4]. Garuda juga merupakan sponsor Liverpool FC dan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Liverpool FC Inggris[5]. Pada tahun 2014 , Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan "World Best Cabin Crew" yaitu, Pramugara/i Garuda Indonesia terbaik di dunia. Garuda Indonesia berada pada urutan ke 7 sebagai maskapai penerbangan terbaik versi Skytrax , http://www.worldairlineawards.com/ ,pada pertengahan tahun 2014 , Garuda Indonesia melayani rute ke Amsterdam dengan nonstop menggunakan Boeing 777-300ER yang memiliki kabin terbaru dari semua armada.Garuda Indonesia layani penerbangan langsung pertama dari Indonesia ke Eropa

Asal nama Garuda Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman Presiden Soekarno, Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada Presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan meminta kepada beliau memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab pertanyaan tersebut dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial yang berisi, Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden ("Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu")

Maka pada tanggal 28 Desember 1949, penerbangan bersejarah terjadi pada pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menghadiri upacara pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan nama Garuda Indonesian Airways, yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dekade 1940-1950-an: awal pendirian, perjuangan, dan menjadi maskapai nasional[sunting | sunting sumber]

Douglas DC-3 Seulawah, pesawat perdana Garuda Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, sumbangan rakyat Aceh.

Pada tanggal 26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi Garuda Indonesia, dimana maskapai bernama Indonesian Airways terbang dari Jogjakarta menuju Jakarta dengan pesawat yang bernama Seulawah atau Gunung Emas, yang diambil dari nama gunung terkenal di Aceh dana untuk membeli pesawat ini, didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh, pesawat tersebut dibeli seharga 120,000 Dollar Malaya yang sama dengan 20kg emas. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir, Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari KLM, perusahaan penerbangan nasional Belanda. Garuda pada awalnya adalah hasil joint venture antara Pemerintah Indonesia dengan maskapai Belanda, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). Pada awalnya, Pemerintah Indonesia memiliki 51% saham dan selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM, karena paksaan nasionalis KLM menjual sebagian dari sahamnya pada tahun 1953 ke pemerintah Indonesia dan pada waktu yang bersamaan, maskapai ini memiliki 46 pesawat. Tahun 1956, Garuda Indonesia meresmikan pelayanan penerbangan haji menuju Mekkah dengan Convair CV-340.

Pemerintah Burma menolong maskapai ini pada masa awal berdirinya, Oleh karena itu pada saat maskapai ini diresmikan sebagai perusahaan pada 31 Maret 1950, Garuda menyumbangkan sebuah pesawat DC-3 kepada Pemerintah Burma. Pada awal berdirinya, Garuda memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara dan jadwal penerbangan, sebagai kelanjutan dari KNILM, kesiapan Garuda Indonesia ini membuat mereka berbeda dengan maskapai pionir lainnya di Asia.

Dekade 1960-1970-an: perkembangan signifikan dan berekspansi[sunting | sunting sumber]

Convair 990 "Majapahit" milik Garuda Indonesian Airways di Bandar Udara Internasional Schiphol, Amsterdam pada tahun 1965.

Dekade ini merupakan dekade pembangunan sekaligus kemajuan untuk Garuda. Pada tahun 1961, Garuda mendatangkan pesawat turboprop Lockheed L-188C Electra, ketiga pesawat baru itu masuk dinas aktif pada bulan Januari 1961 dan diberi nama "Pulau Bali", "Candi Borobudur" dan "Danau Toba", yang merupakan nama tujuan wisata Indonesia yang paling dikenal di luar negeri, tahun 1963, Garuda membuka rute penerbangan menuju Tokyo dengan pesawat L-188 dengan perhentian di Hongkong, rute ini kemudian dikenal dengan nama "Emerald Route". Garuda memasuki era jet pada tahun 1964 dengan datangnya tiga pesawat baru Convair 990A yang diberi nama "Majapahit", "Pajajaran" dan "Sriwijaya", yang merupakan nama kerajaan kuno di Indonesia dan menjadikan Garuda Indonesia maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat jet subsonik. Saat itu, jet bermesin empat Convair 990 merupakan pesawat berteknologi canggih dan memiliki kecepatan tertinggi dibandingkan pesawat-pesawat lain yang sejenis, seperti Boeing 707 dan Douglas DC-8[6]. Dengan pesawat ini pula Garuda membuka penerbangan antarbenua dari Jakarta ke Amsterdam melewati Medan, Bombay, Beirut dan Roma. Pada tahun 1966, Garuda kembali memperkuat armada jetnya dengan mendatangkan sebuah pesawat jet baru, yaitu Douglas DC-8. Sementara, pada akhir tahun 1960-an, Garuda membeli sejumlah pesawat turboprop baru seperti, Fokker F27. Pesawat ini datang secara bertahap mulai tahun 1969 hingga 1970 dari hasil penjualan beberapa pesawat berbadan lebar untuk memenuhi pasar domestik yang terus berkembang.

Dekade 1970-1980-an: berkembang maju dan mendunia[sunting | sunting sumber]

Boeing 747 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Zurich pada bulan Mei 1985.
McDonnell Douglas DC-10-30 Garuda Indonesia baru saja mendarat di Bandara Internasional Charles de Gaulle.

Dilanjutkan pada dekade 1970-1980an. Wiweko Soepono Dirut Garuda Indonesia, melakukan program revitalisasi perusahaan yang mencakup perbaikan layanan, mengganti sistem manajemen, anti-KKN, memperbarui dan menambah armada serta menambah rute Domestik dan Internasional kemudian, beberapa pesawat di jual untuk menggarap pasar domestik dengan Fokker F-27 dan Fokker F-28 dan pada pertengahan 1970an, muncul dimana sebuah tren kenaikan jumlah penumpang yang naik pesawat dan tren tersebut tidak disia-siakan oleh Wiweko untuk membeli pesawat berbadan lebar dengan jarak jangkauan yang jauh dan penumpang yang banyak yaitu, Boeing B747-200 dan Douglas DC-10-30 yang di peruntukkan Garuda menerbangi rute baru di Benua Asia, Australia dan Eropa dan pada tahun 1982 Garuda Indonesia menjadi maskapai pengguna pertama Airbus A300B4-600 FFCC (Modifikasi kokpit dengan 2 awak).Memiliki inisiatif dan inovasi yang menarik di Garuda Indonesia, Wiweko yang menjabat menjadi Dirut selama 16 tahun berhasil membawa GIA menjadi maskapai terbesar ke 2 se Asia setelah Japan Airlines serta menjadi maskapai terbesar dan berpengaruh di belahan bumi bagian selatan.

Kemudian di tahun 1985, pimpinan GIA digantikan oleh R.A.J Lumenta. Kemudian, Ia melakukan re-branding terhadap maskapai dengan merubah nama dari Garuda Indonesian Airways menjadi Garuda Indonesia dan memindahkan pangkalan utama yang sebelumnya berada di Bandara Kemayoran dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma di pindahkan ke Soekarno Hatta dan melakukan perbaikan sistem manajemen dan penambahan rute.Pada tahun 1985, Garuda Indonesia berhasil merintis penerbangan menuju Amerika Serikat dengan Douglas DC-10-30 bersama maskapai Continental Airlines dengan destinasi Los Angeles dan berhenti di Denpasar-Biak-Hawaii dengan menggunakan logo spesial gabungan dari Continental Airlines dan Garuda Indonesia.

Dekade 1990-2000-an: kecelakaan beruntun, kesulitan ekonomi dan reputasi buruk[sunting | sunting sumber]

Boeing 747-400 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Frankfurt.
MD-11 Garuda Indonesia mendarat di Hawaii sebelum melanjutkan penerbangan ke Los Angeles.

Dalam tahun 1990-an, Garuda membeli 9 unit McDonnell-Douglas MD-11 (1991), Boeing 737 seri -300 , -400, dan -500 (tahun 1992, untuk menggantikan DC-9), serta Boeing 747-400 (tahun 1994, 2 dibeli langsung dari Boeing, 1 disewa, bekas Varig) dan Airbus A330-300 (1996). Tetapi, pada masa ini Garuda mengalami dua musibah, yang pertama, di Fukuoka, Jepang, dan yang terburuk , dan yang juga merupakan tragedi terburuk dalam sejarah penerbangan Indonesia, adalah pada tahun 1997, dimana sebuah A300 jatuh di Sibolangit, Sumatera Utara. menewaskan seluruh penumpangnya. Maskapai ini pun mengalami periode ekonomi sulit, karena, pada tahun yang sama Indonesia terkena Krisis Finansial Asia, yang terjadi pada tahun yang sama. Setelah itu, Garuda sama sekali tidak terbang ke Eropa maupun Amerika (meskipun beberapa rute seperti Frankfurt, London dan Amsterdam sempat dibuka kembali, namun akhirnya kembali ditutup. Rute Amsterdam ditutup tahun 2004). Tetapi, dalam pertengahan tahun 2000-an ini maskapai ini telah dapat mengatasi masalah-masalah di atas dan dalam keadaan ekonomi yang bagus[7].

Memasuki tahun 2000-an, maskapai ini membentuk anak perusahaan bernama Citilink, yang menyediakan penerbangan biaya murah dari Surabaya ke kota-kota lain di Indonesia. Namun, Garuda masih saja bermasalah, selain menghadapi masalah keuangan (Pada awal hingga pertengahan 2000-an, maskapai ini selalu mengalami kerugian), Beberapa peristiwa internasional (juga di Indonesia) juga memperburuk kinerja Garuda, seperti Serangan 11 September 2001, Bom Bali I dan Bom Bali II, wabah SARS, dan Bencana Tsunami Aceh 26 Desember 2004. Selain itu, Garuda juga menghadapi masalah keselamatan penerbangan, terutama setelah jatuhnya sebuah Boeing 737 di Yogyakarta ketika akan mendarat. Hal ini membuat Uni Eropa memberi larangan terbang ke Eropa bagi semua maskapai Indonesia. Namun, setelah perbaikan besar-besaran, tahun 2010 maskapai ini diperbolehkan kembali terbang ke Eropa, setelah misi inspeksi oleh tim pimpinan Frederico Grandini.yaitu rute Jakarta - Amsterdam[8]. Rute Eropa lain seperti Paris, London, dan Frankfurt juga dipertimbangkan untuk dibuka kembali.

Quantum Leap dan Ambisi Menjadi Maskapai Bintang 5[sunting | sunting sumber]

Seragam baru awak kabin Garuda Indonesia menampilkan kebaya dan kain batik motif lereng untuk wanita dan stelan jas abu-abu, kemeja biru, dan dasi untuk pria.
sebuah pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 dengan Livery Baru bermanuver Bandara Internasional Ngurah Rai pada tahun 2010.

Dihapuskannya larangan terbang Uni Eropa Terhadap Garuda Indonesia dan 3 maskapai penerbangan Indonesia lainnya, membuat Garuda Indonesia meluncurkan sebuah rencana ekspansi 5 tahun yang agresif dengan nama Quantum Leap, rencana ini mencakup rencana re-branding maskapai dengan mengubah livery maskapai, memperkenalkan seragam staf baru,menggandakan armadanya dari 62 menjadi 116 pesawat dan menaikkan 10,1 juta penumpang per tahun menjadi 27.6 juta dalam periode yang sama serta menaikkan pertambahan jumalah rute domestik maupun internasional dari 41 menjadi 62(Baru-baru ini maskapai juga memperkenalkan berbagai anak perusahaan mereka sekaligus profil perusahaan mereka di youtube dengan nama 'Garuda Indonesia Corporate Profile 2014"). Rute ekspansi di awali dari pembukaan rute ke Amsterdam, dengan transit di Dubai oleh pesawat Airbus A330-200. Pada tahun 2014, Penerbangan non-stop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER direncanakan akan dimulai menuju ke beberapa rute dunia seperti London, Frankfurt, Paris, Roma, Madrid dan Los Angeles serta kota lainnya dipertimbangkan untuk dibuka kembali.

Sebuah Inisiatif akan lambang baru dikembangkan oleh konsultan merek Landor Associates yang berpusat pada sebuah ide baru tentang "sayap alam" yang bertujuan untuk mengganti logo lama Garuda yang terpasang selam 27 tahun, yang dapat diharapkan untuk dapat "menangkap semangat keramahan Indonesia dan profesionalisme" oleh Garuda Indonesia.

Tanggal 10 Juni 2009, Garuda Indonesia menampilkan sebuah skema warna baru logo pada sirip Airbus A330-200 baru setelah memakai desain yang sama selama lebih dari puluhan tahun. logo pada ekor pesawat yang mengalami re-branding ini terdiri dari nuansa warna biru yang berbeda beda dengan tulisan Garuda Indonesia di tengah lambung pesawat sementara itu, Garuda Indonesia mempertahankan simbol garuda yang didesain Landor di lambung pesawat dan terus menggunakannya sebagai identitas perusahaan.

Pada tanggal 28 Mei 2010, Garuda Indonesia secara resmi meluncurkan seragam baru bagi pramugari/pramugaranya untuk memperbarui citra akan pelayanan Garuda Indonesia yang terinspirasi dari kebaya tradisional Gondosuli dengan motif batik lereng dilengkapi dengan kebaya warna biru gaya Kartini di bagian atas dan kostum tambahan bagi pramugari, termasuk sebuah batik bermotif lereng berwarna jingga dengan kebaya berwarna jingga. laki laki memakai jas abu abu, kemeja biru dan dasi bermerek, yang didesain oleh Josephine Komara.

Konsep pelayanan baru Garuda Indonesia bernama "Garuda Indonesia Experience", termasuk aspek dari kebudayaan, masakan, dan keramahan Indonesia. Diperkenalkannya Mini Nasi Tumpeng Nusantara dan jus martebe(markisa dan terong belanda) sebagai menu baru merupakan langkah awal ACS dalam memberikan layanan makanan yang berkelas seperti pada bulan Februari 2011, maskapai ini memperkenalkan tempe dalam menu masakannya dalam penerbangannya menuju Tokyo, Jepang. (tempe masuk dalam menu makanan penerbangan menuju Jepang karena, terdapat pengrajin tempe yang memperkenalkan sebagai pengganti makanan daging dan menurut penelitian di sana, tempe baik untuk di makan)

Majalah Garuda[sunting | sunting sumber]

Garuda juga memperkenalkan In-Flight Magazine yang memiliki oplah sebanyak 60.000 eksemplar dan didistribusikan pada seluruh penerbangan Garuda Indonesia. Hal ini diterbitkan sebagai media on-board eksklusif dengan cerita perjalanan menarik di tujuan di seluruh nusantara, fitur, wawancara dengan orang Indonesia terkenal dan artikel gaya hidup pada anggur dan fine dining, belanja, fashion dan keindahan, budaya dan seni.

Garuda In-Flight Magazine memiliki lebih dari 900.000 pembaca per bulan, termasuk A dan A + pengusaha / wanita, profesi, pengusaha, dan wisatawan kelas atas.

Garuda pesawat terbang Majalah ini diterbitkan di bawah lisensi untuk Garuda Indonesia oleh PT Indo Multi Media

Sirkulasi dan Distribusi Sebanyak 60.000 eksemplar Garuda In-Flight Magazine - Inggris / Versi Indonesia dan 30.000 eksemplar Garuda In-Flight Magazine Versi Jepang dan Mawaddah (Arab) didistribusikan gratis pada setiap bulan, sebagai berikut:

  1. Semua penerbangan Garuda Indonesia ke 56 tujuan (internasional dan domestik)
  2. Garuda Indonesia Executive Lounge di Bandara seluruh Indonesia
  3. Semua pemegang Kartu Platinum GarudaMiles

Struktur kelompok percetakan adalah sebagai berikut:

  • Indo Manca Media menerbitkan Jakarta JAVA KINI serta Jakarta Java Dining, Jakarta Expat Directory dan Seri Peta Jakarta, Banten, Bandung & Jawa Barat; Yogyakarta & Jawa Tengah; Surabaya & Jawa Timur; Peta Golf, Peta Hiburan Jakarta dan lainnya terkait majalah Jakarta & Java.
  • Media Wisata Dewata yang mempublikasikan lengan IMM di Bali dan menerbitkan Hello Bali, Bali Dining, Bali Tourism Board's Map Series dan lainnya yang terkait Bali.

Sistem IOCS Garuda Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada bulan November 2010, Garuda Indonesia menerapkan sistem baru yang disebut dengan sistem kendali operasi terpadu (Integrated Operational Control System/IOCS) yang merupakan salah satu dari program Quantum Leap. Sistem terpadu ini menggabungkan sistem untuk memantau pergerakan pesawat, awak kabin, dan manajemen penumpang yang bertujuan untuk mempermudah jalannya maskapai dalam mengantar dan menjemput, Fakta Teknologi IOCS Garuda:

  • Sistem ini merupakan gabungan sistem yang memantau pergerakan pesawat, penjadwalan awak kabin, dan manajemen penumpang
  • Sistem IOCS ini berharga US$ 1.5 juta (update: sebelumnya tertulis US$15 juta)
  • Sistem IOCS ini menangani 81 pesawat, 580 pilot, 2000 awak kabin and 2000 penerbangan per minggu

Pada tanggal 19 November 2010, selama 4 jam sistem IOCS tidak bisa diakses dan menyebabkan beberapa hal seperti:

  • Jadwal kru pesawat yang kacau, jadwal pilot yang bertabrakan, sampai-sampai ada pilot yang sedang sakit mendapat jadwal menerbangkan pesawat
  • Pada tanggal 21 November 2010, terjadi delay masal penerbangan Garuda
  • Pada tanggal 22 November 2010, penerbangan ke Medan, Batam, Pangkal Pinang and Padang dibatalkan
  • Pada tanggal 23 November 2010, sejumlah 13 jadwal penerbangan dibatalkan
  • Pemesanan tiket ditutup dari tanggal 22-24 November 2010
  • 5000 jemaah haji terlantar di Arab Saudi. Menurut Direktur Operasi Garuda, keterlambatan disebabkan terbatasnya pintu keberangkatan di bandara

Barulah pada tanggal 25 November 2010 penerbangan kembali normal, baru baru ini Garuda merencanakan perubahan sistem dan nama IOCS menjadi "Garuda Altea" yang dirancang oleh Amadeus untuk meningkatkan cakupan utama pada pekerjaan di lapangan .

Garuda memasuki bursa saham[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 11 Februari 2011. Garuda memulai IPO sebagai langkah awal menuju bursa saham[9]. Pemerintah menyatakan bahwa harga saham Garuda adalah Rp.750 per saham dan mengurangi penawaran saham dari 9,362 miliar lembar ke 6,3 miliar lembar saham[10]. Garuda Indonesia memutuskan mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia.

Pada 27 April 2012, CT Corp melalui PT Trans Airways membeli 10.9% saham Garuda Indonesia di harga Rp620 per lembar dengan total sebesar Rp 1,53 triliun. Harga ini lebih rendah dari harga terendah yaitu Rp395 per lembar, tapi masih dibawah harga IPO sebesar Rp750 per lembar.[11]

Unit Pelatihan Terpadu & Unit Bisnis Strategis[sunting | sunting sumber]

Diikuti dengan berlakunya Quantum Leap, Garuda Indonesia juga mendirikan beberapa UBS dan menggaet beberapa usaha strategis untuk mendukung operasional, seperti:

  • PT Abacus Distribution Systems Indonesia (Abacus)
  • PT Aero Systems Indonesia (asyst)[12]

Dan berikut beberapa Unit Bisnis Strategis yang Garuda Indonesia bawahi:

  • Garuda Indonesia Training Center [1][13], pusat pelatihan
  • Garuda Indonesia Cargo [2][13], pelayanan kargo
  • Garuda Sentra Medika[13], penyedia jasa kesehatan

Layanan Dalam Penerbangan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2010, Garuda dalam rencana Quantum Leap yang salah satunya bertujuan untuk melakukan re-branding, mulai melakukan perbaikan layanan dalam kursi pesawat selama penerbangan jarak jauh maupun dekat dengan mendatangkan pesawat baru berkursikan nyaman nan empuk dan di lengkapi fasilitas AVOD serta colokan listrik dalam memberikan kenyamanan dalam penerbangan untuk menyamakan kualitas fasilitas kursi dalam penerbangan dengan maskapai internasional kelas dunia seperti KLM, Air France dan Singapore Airlines. Garuda juga memperkenalkan kursi baru dalam memberi kenyamanan penumpang dalam pesawat.

Kelas Utama/First Class[sunting | sunting sumber]

First Class/ Kelas Utama Boeing 777-300ER Garuda Indonesia.

Pada pesawat Boeing 777-300ER, tersedia 8 kursi kelas utama dengan konfigurasi 1-2-1. Kabin kelas utama memiliki fasilitas yang mewah seperti [14]:

  • Sliding door disetiap suite.
  • Kursi ergonomis yang dirancang secara optimal , dengan luas 82 inci dan lebar 22 inci yang dapat diubah menjadi tempat tidur datar (180°) dan dilengkapi dengan matras, selimut, bantal, dan lengkap dengan ottoman.
  • Meja yang bisa digunakan untuk menikmati hidangan menu yang disajikan.
  • Seat control dengan panel layar sentuh untuk kemudahan penggunaan.
  • Pembatas untuk suite pada lini tengah yang dapat disesuaikan untuk mempermudah percakapan dengan penumpang suite yang berada di sebelahnya.
  • In-flight entertainment dengan 23.5 inci touch screen LCD, dilengkapi dengan remote control dan headphone kedap suara.
  • Lemari penyimpanan pribadi.
  • Lampu baca pribadi.

Kelas Bisnis/Executive Class[sunting | sunting sumber]

Executive Class/ Kelas Bisnis Boeing 777-300ER Garuda Indonesia.

Pesawat Airbus A330 (seri -200 dan -300) memiliki produk kelas eksekutif baru yaitu:

  • Flat-Bed seats yang memiliki ruang kaki 74" dan dapat disandarkan hingga 180 derajat dan dilengkapi dengan sandaran tangan 11 inci.
  • Layar sentuh LCD dengan AVOD di setiap kursi,
  • Colokan listrik di setiap kursi dan lampu baca pribadi.

Pesawat Boeing 747-400 dan Boeing 737 masih menggunakan kursi eksekutif lama. Boeing 747–400 memiliki ruang kaki 46"-48" dengan panjang kursi 16". Sementara di Boeing 737, termasuk seri -300, -400, -500, dan seri -800 terbaru memiliki ruang kaki 41" hingga 44" dengan panjang 19". Di beberapa pesawat, tersedia TV di setiap kursi.

Kelas Ekonomi/Economy Class[sunting | sunting sumber]

Tersedia di semua pesawat. Ruang kaki terdiri dari 30" hingga 35" tergantung jenis pesawat, dengan panjang kursi 17". Pesawat Airbus A330-200, Airbus A330-300 dan Boeing 737-800 NG memiliki kursi kelas ekonomi yang lebih baru yang menawarkan layar sentuh LCD 9-inci dengan AVOD.

Makanan dan minuman ditawarkan tergantung lamanya penerbangan. Anggur dan bir juga ditawarkan dalam penerbangan internasional.

Pelayanan Imigrasi Dalam Penerbangan[sunting | sunting sumber]

Garuda juga menawarkan Immigration on Board (IoB) yang merupakan hasil kerjasama dari Dirjen Keimigrasian dan Kemenkumham yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan nilai tambah maskapai bagi penumpang dan Garuda juga memberlakukan IoB ini di beberapa tujuan Garuda, yaitu:

  • Bandara Internasional Pudong (PVG), Shanghai – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
  • Bandara Internasional Incheon (ICN) Seoul – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
  • Bandara Internasional Sydney (SYD), Sydney – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
  • Bandara Internasional Sydney (SYD), Sydney – Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS), Denpasar
  • Bandara Internasional Narita (NRT), Tokyo – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
  • Bandara Internasional Narita (NRT), Tokyo – Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS), Denpasar
  • Bandara Internasional Kansai (KIX), Osaka - Ngurah Rai International Airport (DPS), Denpasar

Code Share Agreement & Kota Tujuan[sunting | sunting sumber]

Garuda Indonesia menawarkan penerbangan ke Australia, Asia Tenggara, Asia Timur dan Eropa serta Timur Tengah. Garuda Indonesia melayani 78 kota tujuan (domestik dan internasional) di 28 negara di 4 benua besar dunia termasuk juga 16 tujuan internasional melalui codeshare agreement dengan maskapai berikut:

Kerjasama dengan Liverpool FC[sunting | sunting sumber]

Poster Garuda Indonesia dengan Liverpool FC

Pada bulan Juli 2012, Garuda Indonesia menandatangani perjanjian sponsorship selama 3 tahun dengan klub Liga Inggris Liverpool FC. Persetujuan tersebut memberi Garuda hak sebagai Official Partner Liverpool Football Club (Mitra Resmi Liverpool FC) dan Official Global Airline Partner of Liverpool Football Club (Mitra Maskapai Penerbangan Global Resmi Liverpool FC). Tambahannya, selama musim kompetisi 2012-2013, setiap pertandingan kandang Liverpool di Anfield, akan diputar video iklan Garuda berdurasi 6 menit.Kerjasama dengan Liverpool ini akan memberikan Garuda Indonesia media exposure untuk meningkatkan brand awareness di pasar internasional secara lebih efektif dengan manfaat yang lebih maksimal, mengingat brand Garuda Indonesia akan mendapatkan frekuensi penayangan yang lebih tinggi dengan durasi tayang lebih lama. Pada tahun 2013, Liverpool melakukan tur Asia dengan salah satu negara tujuannya adalah Indonesia. Melalui kunjungan tour tersebut, diharapkan kunjungan ini akan meningkatkan kualitas persepakbolaan di Indonesia.[28][29][30]

Penghargaan Maskapai[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa penghargaan yang di berikan kepada Garuda Indonesia antara lain, yaitu:

  • Four Star Rated Airlines (Skytrax Awards 2010)[31].
  • World's Most Improved Airlines (Skytrax Awards 2010)[32].
  • Asia's Leading Airlines Services Quality (CAPA Awards 2010).
  • Best International Airlines (Roy Morgan Survey in January, February & July 2012).
  • The World's Best Regional Airline (Skytrax Awards 2012)
  • Best Asia & Australasia Airlines (Passanger Choice Awards 2013)[33]
  • ASEAN Premium Airlines (Frost& Sullivan Survey 2012)[34].
  • World Best Airline Food on Long Haul Flight & Top 5 Airline Food on Short Haul Flight (Asia Pacific Airline Food Awards 2013)[35].
  • The World's Best Economy Class & Best Economy Class Airline Seat (Skytrax Awards 2013)[36].
  • World's Best Cabin Crew (Skytrax Awards 2014)[37].

Diharapkan dengan di raihnya penghargaan tersebut, Garuda Indonesia sebagai maskapai terbesar nasional dan kebanggaan Indonesia bisa memberikan pelayanan yang lebih di dalam penerbangan.

Armada[sunting | sunting sumber]

Boeing 737 seri 800 Garuda melintas di Bandar Udara Internasional Changi Singapura.
Boeing 747-400 Garuda Indonesia bersiap untuk mendarat.
Boeing 777-300 milik Garuda Indonesia baru saja mendarat di Bandara Internasional Narita , Tokyo.
Airbus A330-200 Garuda Indonesia bersiap menjelang pendaratan di Bandara Internasional Hong Kong.
Airbus A330 milik Garuda melintas seusai mendarat di Bandara Internasional Kansai.
ATR 72 Seri 600 ini beroperasi di bawah Garuda Indonesia dengan nama Garuda Explore
Bombardier CRJ 1000 NextGen milik Garuda ini di tujukan untuk melayani rute terpencil di Indonesia timur.

Saat ini, Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-200;Airbus A330-300 dan Boeing 777-300ER untuk menerbangi rute Amsterdam, Asia Timur (China,Korea Selatan dan Jepang) dan Australia (Perth,Melbourne,Sydney dan Brisbane) kemudian, ATR 72-600;Boeing 737-800 dan Bombardier CRJ1000NextGen digunakan untuk menerbangi rute domestik dan Regional.

Terhitung pada tahun 2014, armada Garuda Indonesia adalah sebagai berikut:[38][39][40][41]

Armada Garuda Indonesia
Jenis Pesawat Beroperasi Pesanan Kelas Catatan
F B E Total
ATR 72–600 5 22 70 70 dioperasikan sebagai sub-brand Garuda Indonesia Explore
Bombardier CRJ1000 15 7 12 84 96 dioperasikan sebagai sub-brand Garuda Indonesia Explore Jet
Airbus A330-200 11 36 186 222 5 pesawat dilengkapi dengan Thales IFE, 6 lainnya dilengkapi dengan Panasonic IFE
Airbus A330-300 6 17 42 215 257 PK-GPF menggunakan livery Skyteam
1 36 215 251 Konfigurasi baru. Kursi flat-bed di Executive Class.
Boeing 737-300 1 16 94 110 Dipensiunkan mulai tahun 2014
Boeing 737-500 3 12 84 96 Dipensiunkan mulai tahun 2015
Boeing 737-800 70 34 12 144 156 Semua pesawat yang berregistrasi PK-GEx tidak menggunakan in-seat IFE
PK-GMH menggunakan livery Skyteam
Boeing 747-400 2 42 386 428 Digunakan dalam penerbangan menuju Jeddah dari Makassar, Medan dan Surabaya
Boeing 777-300ER 5 5 8 38 268 314 Terbang nonstop dari Jakarta menuju Amsterdam, Jeddah, dan Tokyo Narita
Total 119 85

.

Mantan Armada[42]
Pesawat Diperkenalkan Dipensiunkan Catatan
Airbus A300B4-600FF 1982 2002 Pengguna Pertama.
Satu pesawat jatuh di Medan.
Boeing 737-400 1992 2012 Digantikan pesawat Boeing 737-800s.
satu jatuh di Yogyakarta.
Boeing 747-200 1980 2004 Digantikan Pesawat Airbus A330-300 & Boeing 747-400.
Convair 240 1950 1965
Convair 340 1952 1968 Digunakan pertama kali untuk penerbangan Haji.
Convair 440 1956 1970
Convair 990 1962 1975 Pesawat jet pertama .
Satu pesawat jatuh di Mumbai.
de Havilland Heron 1952 1956 Pengguna Pertama.
Douglas DC-3 1949 1970 Pesawat Pertama yang diterbangkan.
Douglas DC-8-50 1966 1980
Fokker F27-200 1967 1975 Satu pesawat kecelakaan di Lampung.
Fokker F28 Mk-1000 1969 1983 Digantikan oleh Fokker F28 Mk-3000.
tiga hancur pada tahun 1975-1982.
Fokker F28 Mk-3000 1973 1998 Pengguna Pertama.
Fokker F28 Mk-4000 1978 2001
Lockheed L-188 Electra 1960 1977 Satu pesawat jatuh di Manado.
McDonnell Douglas DC-9-30 1970 1993 Digantikan oleh Boeing 737s.
satu pesawat berada di Museum Transportasi, TMII.
McDonnell Douglas DC-10-30 1973 2004 Satu pesawat tergelincir di Fukuoka.
McDonnell Douglas MD-11 1990 1998
PBY 5 Catalina 1950 1953 Warisan Pesawat dari KNILM

Peristiwa yang menimpa Garuda Indonesia[sunting | sunting sumber]

Beberapa peristiwa yang terjadi pada maskapai Garuda Indonesia antara lain adalah:

.[43]

  • 7 Maret 2007 - Garuda Indonesia Penerbangan 200 meluncur keluar landasan (overrun),terbakar dan meledak sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Sedikitnya 22 orang meninggal dunia. Pesawat tersebut membawa penumpang sebanyak 133 orang dan 7 awak, diantaranya terdapat kewarganegaraan asing antara lain, Australia. Kecelakaan ini disebabkan oleh kesalahan pilot.[44]
  • 15 Juni 2014 - Seorang penumpang berkewarganegaraan Belanda meninggal dunia di udara setelah pesawat Boeing 777-300ER Garuda Indonesia Penerbangan 88 terbang dari Bandara Soekarno Hatta berada di antara Jakarta dan Kolombo, sampai saat ini profil penumpang tersebut masih di telusuri.[45]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "List of airlines banned within the EU". European Commission's "Transport" website. Diakses 2009-06-21. 
  2. ^ http://www.flightblight.com/2010/11 Retrived at January 7, 2011
  3. ^ Garuda meraih penghargaan World's Most Improved Airline
  4. ^ //www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/news/garuda-indonesia-resmi-menjadi-anggota-ke-20-aliansi-global-SkyTeam.page
  5. ^ Garuda Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama dengan Liverpool FC
  6. ^ http://www.garuda-indonesia.com/gi_id/About+Us/about.page
  7. ^ Garuda Indonesia – Company History. Fundinguniverse.com. Retrieved on 2010-11-25.
  8. ^ The European Airline Banlist: Garuda to apply for Amsterdam flights
  9. ^ UPDATE 1-Garuda $500 mln IPO kicks off busy yr in Indonesia http://www.reuters.com/article/idUSTOE70302X20110104
  10. ^ UPDATE 1-Garuda Indonesia IPO to raise $526 mln, retail may lift debut http://www.reuters.com/article/idUSL3E7CQ07L20110126
  11. ^ Artikel: CT beli 10% saham Garuda Indonesia
  12. ^ Tentang asyst
  13. ^ a b c Garuda Indonesia SBU
  14. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/garuda-indonesia-experience/first-class/in-flight-suite.page?
  15. ^ http://centreforaviation.com/analysis/garuda-indonesia--aeromexico-poised-to-become-first-southeast-asia-latin-america-codeshare-partner-132784
  16. ^ http://www.thejakartaglobe.com/business/ana-garuda-indonesia-strike-codesharing-partnership/
  17. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/en/destination/route-map/index.page?
  18. ^ http://www.routesonline.com/news/29/breaking-news/188961/garuda-indonesia-signs-codeshare-with-etihad-airways/
  19. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/en/destination/route-map/index.page?
  20. ^ http://www.jetairways.com/EN/IN/JetPrivilege/Partners/Codeshare/Garuda-Indonesia.aspx
  21. ^ http://ctngroup.com/korean-air-expands-codeshare-with-garuda-indonesia-airlines?page=8
  22. ^ http://www.businesstraveller.asia/asia-pacific/news/malaysia-airlines-resumes-codeshare-agreement-w
  23. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/en/destination/route-map/index.page?
  24. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/en/destination/route-map/index.page?
  25. ^ https://www.singaporeair.com/en_UK/about-us/psh-codeshare-psh/
  26. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/en/destination/route-map/index.page?
  27. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/en/destination/route-map/index.page?
  28. ^ "Garuda forms partnership with Liverpool FC". July 11, 2012. 
  29. ^ http://www.liverpoolfc.com/news/latest-news/garuda-indonesia-signs-with-lfc
  30. ^ http://www.garuda-indonesia.com/gi_id/liverpoolfc/liverpoolfc.page?
  31. ^ http://www.thejakartaglobe.com/archive/garuda-indonesia-wins-best-international-airline/
  32. ^ http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/05/21/garuda-indonesia-raih-the-worlds-most-improved-airline-award-pada-the-2010-world-airline-awards-hamburg/
  33. ^ http://industri.kontan.co.id/news/garuda-kini-jadi-maskapai-terbaik-asia-australia
  34. ^ http://www.tempo.co/read/news/2013/03/30/092470103/Garuda-Indonesia-Raih-Dua-Penghargaan-Internasional
  35. ^ http://www.the-marketeers.com/archives/garuda-indonesia-terima-penghargaan-maskapai-dengan-makanan-terlezat.html
  36. ^ http://www.tribunnews.com/bisnis/2013/06/18/garuda-raih-worlds-best-economy-class-2013-dari-skytrax
  37. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/news/garuda-indonesia-awarded-the-worlds-best-cabin-staff.page?
  38. ^ "Garuda Indonesia Fleet structure". 
  39. ^ http://www.airbus.com/fileadmin/backstage/orders_deliveries_table/Airbus_June_2012_orders_and_deliveries.xls
  40. ^ http://www.planespotters.net/Airline/Garuda-Indonesia
  41. ^ http://www.airfleets.net/flottecie/Garuda.htm
  42. ^ "Garuda Indonesia". Garuda Indonesia. Diakses 2013-06-17. 
  43. ^ Tempo Interaktif Pilot Garuda Diduga Meninggal Karena Serangan Jantung
  44. ^ "Hatta: Identifikasi Korban Tewas Garuda Juga Gunakan Tes DNA", Detikcom, 7 Maret 2007
  45. ^ http://www.tempo.co/read/news/2014/06/15/090585111/Penumpang-Garuda-Indonesia-Meninggal-di-Udara

Pranala luar[sunting | sunting sumber]