Aerolineas Argentinas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Aerolíneas Argentinas
Arskyteam.jpg
IATA ICAO Kode panggil
AR ARG ARGENTINA
Didirikan 14 Mei 1949
Mulai beroperasi 7 Desember 1950
Hub Bandar Udara Internasional Ministro Pistarini
Hub sekunder Aeroparque Jorge Newbery
Kota fokus Bandar Udara Internasional Ingeniero Ambrosio L.V. Taravella
Program penumpang setia Aerolíneas Plus
Lounge penumpang Salón Condór
Aliansi SkyTeam
Anak perusahaan
  • Aerohandling
  • Aerolíneas Argentinas Cargo
  • Air Austral
  • JetPaq S.A
  • Optra S.A
Ukuran armada 46 (+35 Dalam Pesanan)
Kota tujuan 46
Perusahaan induk Pemerintah Argentina 99,4% kepemilikan
Slogan perusahaan Alta en el Cielo (Terbang Tinggi di Angkasa)
Kantor pusat Buenos Aires, Argentina
Orang penting Mariano Recalde (CEO)
Situs web www.aerolineas.com.ar

Aerolíneas Argentinas (Bahasa Spanyol dari: Argentine Airlines) adalah maskapai penerbangan nasional asal Argentina. Baru-baru ini, maskapai terbesar di negara itu berulang tahun ke 65 pada bulan Mei yang lalu, hal ini ditandai dengan keberhasilan maskapai dalam menghadapi berbagai guncangan, baik secara ekonomi maupun manajemen dan ketegasan pemerintah yang bijak dalam pengambil alihan maskapai yang sebelumnya di tangan para investor dan kini, Aerolíneas menjadi grup maskapai yang terintegrasi dalam operasionalnya dan bergabungnya maskapai ini kedalam Aliansi SkyTeam menjadi salah satu tonggak penting dari maskapai tersebut.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dekade 1920-1950an: Awal Pendirian, Krisis Berkepanjangan & Awal Baru[sunting | sunting sumber]

DC-4 Aerolíneas Argentinas di Bandara Internasional Ministro Pistarini (1958).}}
de Havilland Comet 4 Aerolíneas Argentinas di New York (1965).

Sebelum bernama Aerolíneas Argentinas, maskapai ini bernama Aeroposta Argentina yang merupakan anak dari Aeropostale, perusahaan pos udara Perancis yang berdiri pada tahun 1927.Pada masa operasionalnya di Argentina, maskapai ini terhambat dengan beberapa faktor seperti pesawat yang sulit menyesuaikan kondisi alam yang cepat berubah, infrastruktur bandara tujuan yang tidak layak dan berbelitnya operasi manajemen maskapai dan membuat kondisi maskapai makin tidak menentu setelah Krisis Malaise terjadi pada tahun 1930an yang menyebabkan berbagai perdagangan menjadi lumpuh dan tidak hanya itu saja, maskapai kehilangan dukungan dari pemerintah koloni Perancis dengan di tariknya kembali dana yang pernah dikirimkan dan akhirnya, maskapai ini sempat berpindah kepemilikan dan kemudian maskapai ini di beli oleh Grup Pueyrrendon untuk mendapat suntikkan dana pasca krisis dan sesudah itu, maskapai ini memiliki finansial yang baik.

Seusai perang dunia kedua, tepatnya pada tahun 1946, pemerintah Argentina menerbitkan regulasi kepada semua maskapai yang ada di negara itu untuk bergabung menjadi suatu perusahaan dengan sistem kepemilikan gabungan. Selain Aeroposta, terdapat beberapa maskapai yang nantinya bergabung dan terdiri dari tiga perusahaan gabungan baru juga yang sebelumnya juga dibentuk dari maskapai kecil pada dekade 1930an seperti, ALFA (Aviación del Litoral Fluvial Argentino), FAMA (Flota Aérea Mercante Argentina) dan ZONDA (Zonas Oeste y Norte de Aerolíneas Argentinas).

Kemudian, setelah mengalami berbagai penyesuaian, tanggal 14 Mei 1949, semua maskapai penerbangan yang menggabungkan diri memberi entitas diri maskapai dengan nama Aerolíneas Argentinas tetapi, operasional maskapai barulah dilakukan pada 7 Desember 1950. Pada waktu itu, Argentina tidak memiliki infrastruktur yang memadai membuat pemerintah yang diwakili oleh Presiden Juan Perón bersama menteri perhubungan sekaligus pertahanan, Jenderal Juan Pistarini bekerjasama untuk membangun dan mengembangkan bandara pertama mereka dan kini, nama dari Juan Pistarini diabadikan sebagai bandara utama di Argentina, sementara itu, untuk menyeimbangkan kemajuan transportasi udara pemerintah juga menunjuk beberapa orang penting seperti, Alfonso Aliaga García dan Dirk Wessel Van Layden untuk mempercepat terjadinya hubungan transportasi dengan cepat.

Di masa ini, Aerolíneas juga mengandalkan Douglas DC-3 untuk penerbangan domestik yang sebelumnya tidak bisa di jangkau sekaligus menjadi aset yang berharga bagi maskapai sendiri dan maskapai tetap mempertahankan model rute internasional yang diterapkan oleh FAMA. Tidak berlama-lama berpuas diri, maskapai langsung mendatangkan Douglas DC-4 yang diperuntukkan membuka layanan penerbangan menuju Santiago de Chile, Lima, Santa Cruz, dan São Paulo.

Dengan terus berkembangnya jumlah armada, meningkatnya penumpang dan dukungan finansial pemerintah pada tahun 1950, maskapai mendatangkan pesawat DC-6, yang berhasil membuka segala kemungkinan Aerolíneas untuk melakukan ekspansi rute, hal ini ditandai nya dengan keberhasilan pesawat tersebut mendarat pertama kali di Amerika Serikat dan tepatnya di kota New York sekaligus menjadi maskapai yang memberlakukan operasional terbang malam, keberhasilannya terbang menuju AS juga diikuti dengan beberapa pembukaan rute seperti ke Havana, Lisbon, London Heathrow, Dakar, dan Rio de Janeiro. Masih dalam rencana ekspansi Internasional, pihak Aerolíneas yang diwakili oleh Direktur Utama yaitu, Juan Jose Güiraldes mempersuasi dirinya kepada Presiden Argentina, Arturo Frondizi untuk membeli enam pesawat baru yang bernama De Havilland Comet yang bertujuan untuk mempercepat ekspansi Internasional maskapainya di Amerika Selatan sekaligus mengantisipasi maskapai lain di amerika selatan yang terus berkembang dengan perjanjian bahwa Aerolíneas harus membayar pesawat ini sebagai ganti dari uang negara. Barulah pada tanggal 2 Maret 1959, 'Tres Marías' yang menjadi pesawat jet pertama yang diterbangkan oleh Aerolíneas, mendarat di Bandar Udara Internasional Ministro Pistarini.

Dekade 1960-1990an: Perkembangan Signifikan[sunting | sunting sumber]

Boeing 707 Aerolineas di Bandara Internasional Frankfurt.
Boeing Aerolíneas mendarat di Bandar Udara Internasional Schiphol.

Memasuki Dekade 1960an, Aerolíneas Argentinas yang mengalami pertumbuhan secara finansial maupun manajemen menjaga pertumbuhan secara stabil dengan membuka rute menuju London, Paris, Roma, dan Madrid, dekade selanjutnya merupakan masa paling menguntungkan bagi maskapai ini.Kedatangan dari Boeing 707, Boeing 727, Boeing 737 dan Boeing 747, membuat maskapai meluncurkan dan meresmikan sebuah strategi pemasaran yang kuat dalam menghadapi ketatnya penerbangan antara amerika selatan dan eropa sendiri, kemudian maskapai juga memperkenalkan rute baru menuju Amsterdam, Frankfurt dan Zurich dan untuk memenuhi pasar dalam negeri, maskapai juga mendatangkan Hawker Siddeley 748 dan Sud Carevelle untuk pasar regional. Tidak hanya itu saja, dalam industri perfilman, Aerolíneas Argentinas selalu muncul kedalam banyak film seperti yang pernah diperankan oleh Jorge Porcel dan maskapai juga memberi lisensi kepada pabrik mainan untuk memproduksi model pesawat mereka, agar lebih dikenal secara cepat, hal ini juga merupakan suatu kegiatan yang tetap dijaga hingga saat ini.

Ketika Perang Falklands (bahasa Spanyol: Guerra de las Malvinas) terjadi pada tahun 1982, Aerolíneas Argentinas terkena daftar larangan terbang dari Inggris yang menyebabkan, sebelumnya maskapai bisa terbang langsung menuju Inggris, harus pindah pesawat di Madrid Barajas karena larangan ini.[1]

Dekade 1990an-Sekarang: Privatisasi, Hampir Bangkrut & Pengambil alihan[sunting | sunting sumber]

Berlakunya privatisasi pada Aerolíneas, membuat armada pesawat seperti A340-200 mengalami perubahan logo yang mirip dengan skema logo Iberia Airlines.

Pada 27 Desember 1989, pemerintah mengijinkan privatisasi maskapai, Iberia merupakan salah satu maskapai yang tertarik untuk membeli saham Aerolíneas sebanyak 30% dan akhirnya menambahkannya hingga 83.5% tetapi karena buruknya Performa finansial yang terus berlangsung membuat Iberia mengurangi sahamnya hingga mencapai 20%, dan sisanya diberikan kepada perusahaan investasi Spanyol, SEPI dan perusahaan ini direorganisasi menjadi anak perusahaan dari Interinvest. Pada bulan Juli 1998, American Airlines membeli 10% saham di Interinvest, yang memberi keleluasaansaham sebesar 8.5% di Aerolíneas Argentinas, sayangnya American kemudian membatalkan kepemilikan tersebut dan Iberia kemudian mengurangi sahamnya di Interinvest menjadi 10%. Rencana agar karyawan mengambil alih 85% saham pada tahun 2000 tidak pernah terealisasi.[2]

Sementara itu, munculnya dugaan bahwa terjadi korupsi yang berawal dari basis harga yang dibayar oleh Iberia dan tindakan tersembunyi firma Spanyol (termasuk beberapa operasi penyewaan yang berbelit), menyebabkan maskapai dan kreditor menjadi bingung ketika program yang di buat berbelit membuat harga pembelian kembali aset maskapai menjadi sulit.

Berikut manajemen yang dilakukan oleh American Airlines dan konglomerat milik negara Spanyol, SEPI membawa Aerolíneas Argentinas ke dalam kondisi yang kritis pada tahun 2001 dan tabel ketika Aerolíneas Argentinas saat dibeli Iberia dan dijual.

Item 1991 2001
Aset (Tidak termasuk rute, Juta AS$) 636-776
Neraca tahunan (Juta AS$) 18 -390
Pinjaman (Juta AS$) 0 900
Pesawat (beli/sewa) 28/1 1/43
Simulator penerbangan 3 2
Jumlah pekerja 10372 6734

Meskipun Austral Líneas Aéreas menjadi bagian dari konsorsium bersama dengan Iberia Airlines untuk membeli Aerolíneas Argentinas, pemilik Austral menjual Cielos del Sur S.A. kepada Iberia Airlines. Kedua maskapai tetap terpisah dan tidak pernah digabungkan. Pada akhir dekade 1990an maskapai ini hampir bangkrut; kerugian pada tahun 1999 sekitar 240 juta Dolar AS. Pemerintah Spanyol mencoba untuk menjual saham pengendali kepada American Airlines namun tawaran tersebut ditolak.

Memasuki Tahun 2001, maskapai meminta program perlindungan dari kebangkrutan dari pemerintah. Grupo Marsans yang diseleksi oleh pemerintah Argentina siap untuk melindungi dari kebangkrutan terpilih untuk membeli 92% saham maskapai tersebut dan grupo marsans juga berkomitmen untuk menyuntikkan investasi senilai AS$50 juta dengan perhatian pembukaan kembali penerbangan jarak jauh. Hal ini terealisasi pada 6 November 2001 dengan layanan transatlantik menuju Madrid.[2]

Pada Juni 2001 penerbangan menuju tujuh destinasi internasional dihentikan dan maskapai masuk dalam administrasi. Pada bulan Oktober 2001, kontrol untuk Aerolíneas Argentinas dan Austral dipegang oleh Air Comet,[3] sebuah konsorsium dari maskapai penerbangan swasta Spanyol Spanair, Air Comet dan operator perjalanan Grupo Marsans, yang membeli 92.1% saham.[butuh rujukan]

Setelah berjuang menghindari jurang kebangkrutan dan keresahan global seperti yang terjadi pada tahun 2001 yaitu, kombinasi dari efek Serangan 11 September 2001 terhadap industri dan Krisis Ekonomi Argentina yang dimulai pada bulan Desember 2001, memaksa Aerolíneas untuk meutup sementara jaringan Internasional yang berjangka medium hingga jauh selama beberapa hari, barulah pada awal tahun 2002, dana segar datang sebesar AS$50 juta dari Marsans Group dan maskapai ini langsung memulai layanannya kembali dan hal ini diperkuat dengan pengesahan hakim Buenos Aires menyetujui perjanjian restrukturisasi dengan menyediakan pinjaman dari kreditor.[4]

Tetapi pada bulan November 2005, para pilot maskapi mogok kerja akibat gaji yang kurang dirasa cukup dan baru setelah sembilan hari negosiasi, maskapai dan pilot mencapai kesepakatan.

Pada 21 Juli 2008, Pemerintah Argentina yang merasa kepemilikan swasta yang diimplementasikan pada Aerolíneas tidak cocok, membuat pemerintah bersama dewan senat tinggi Argentina mengadakan sidang paripurna yang membahas tentang pengembalian maskapai ke dalam kendali pemerintah dan hal itu di tandai dengan voting yang lebih memihak kepada pemerintah untuk dengan perbandingan 46-21 dan kemudian, pemerintah langsung mengakuisi saham Aerolíneas dan Austral sebanyak 99.4% saham dengan harga yang tidak dipublikasikan sedangkan, sisanya 0.6% masih tetap dimiliki oleh karyawan perusahaan.[5]

Pad tahun 2012, Aerolíneas bergabung dengan SkyTeam pada bulan Desember 2012 dan merupakan anggota aliansi pertama yang berasal dari Amerika Selatan[6],dan saat itu juga Pada bulan Juni 2010, Aerolíneas Argentinas meluncurkan corak baru untuk membuat gambaran maskapai yang lebih modern. Corak baru ini menggabungkan warna biru dari bendera Argentina dan warna kuning matahari. Maskapai anak perusahaan Austral juga mendapat gambaran baru tersebut. menggunakan corak yang sama dengan Aerolíneas Argentinas, perbedaan Austral diperoleh dari garis merah yang menunjukkan perbedaan dari kedua maskapai.[7].

Code Sharing Agreement & Kota Tujuan[sunting | sunting sumber]

Aerolíneas Argentinas melayani rute ke 51 kota di dunia di 13 negara termasuk dengan Argentina sendiri. Maskapai ini juga menandatangani Code Sharing Agreement dengan beberapa maskapai seperti:


Armada[sunting | sunting sumber]

Airbus A330 milik Aerolineas Argentinas lepas landas dari Bandara Ministro Pistarini.
A340-300 milik Aerolíneas sedang melintas di Bandar Udara internasional Ministro pistarini untuk lepas landas.
Boeing 737-800 milik Aerolíneas Argentinas berjalan menuju jalur lepas landas di Bandara Ezeiza.

Sampai saat ini, Armada Aerolíneas Argentinas terdiri dari pesawat berikut [8]:

Armada Aerolíneas Argentinas
Pesawat Dalam armada Pesanan Penumpang Catatan
B E Total
Airbus A330-200 3 5 [9] 24 248 272 Terbang Nonstop antara Buenos Aires-New York[10]
Airbus A340-200 4 - 32 217 249 Direncanakan pensiun Tahun 2016 & 2 armada di kandangkan
Airbus A340-300 8 - 32 252 284 2 armada di kandangkan
Boeing 737-700 22 - 8 120 128
Boeing 737-800 9 30 8 162 170
Total 46 35

*Catatan: Kelas bisnis disebut Club Cóndor & Kelas Economy disebut Turista

Mantan Armada[sunting | sunting sumber]

Aerolíneas Argentinas juga pernah mengoperasikan pesawat sebagai berikut:[11]

Insiden dan kecelakaan[sunting | sunting sumber]

  • Pada 27 Agustus 1959, De Havilland Comet 4 dengan registrasi LV-AHP, jatuh di dekat landasan pacu Bandar Udara Internasional Silvio Pettirossi,Asunción, Paraguay kecelakaan ini menyebabkan 2 dari 50 orang tewas.
  • Pada 23 November 1961, De Havilland Comet 4 nomor penerbangan 322 dengan registrasi LV-AHR, terbang dari Buenos Aires menuju New York, melalui Campinas dan Trinidad, jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Viracopos-Campinas hal ini disebabkan oleh kesalahan pilot dan cuaca buruk dan menyebabkan seluruh 52 orang tewas.
  • Pada 4 Februari 1970, Hawker Siddley HS 748 dengan nomor penerbangan 707, jatuh setelah pilot kehilangan kontrol pesawat. Pesawat jatuh di Loma Alta, Argentina dan menewaskan seluruh 37 penumpang dan awak pesawat.
  • Pada 20 Februari 1981,Boeing 707 dengan nomor penerbangan 342 dari Guayaquil sedang turun dari ketinggian 1.500 kaki (460 m) untuk mendarat di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York dalam kabut tebal, berada pada jarak 75 detik dari tabrakan dengan antena tower satu di World Trade Center. Petugas Pengendali Lalu Lintas Udara, Donald Zimmerman, berhasil memperingatkan pesawat untuk berbelok kanan dan naik.[16]
  • Pada 20 Februari 1992, Boeing 747-200 dengan nomor penerbangan 386 dengan tujuan Los Angeles lepas landas dari Buenos Aires melalui Lima, Peru dan disela sela penerbangan, udang yang terkontaminasi penyakit kolera dikirimkan ketika pesawat berada di Lima, menyebabkan 76 penumpang menjadi sakit setelah mendarat di Los Angeles. Salah satu penumpang yang sakit, pria 70 tahun bernama Anibal Cufre,[17] tewas akibat sakit.[18][19] Dari 336 penumpang, Amerika Serikat merupakan tujuan akhir bagi 297 orang. Dua penumpang bertujuan ke Kanada, sedangkan 37 orang bertujuan ke Jepang. Makanan terkontaminasi kolera tidak menyebar ke daerah lain.[17]

Berdasarkan pusat data Aviation Safety Network, kecelakaan terakhir yang menimbulkan kematian terjadi tahun 1970.

Aviation Safety Network melaporkan terjadi 42 kecelakaan dan insiden Aerolíneas Argentinas sejak tahun 1950.[20]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]