Perusahaan Listrik Negara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
PT PLN (Persero)
Jenis BUMN
Industri/jasa kelistrikan
Didirikan 27 Oktober 1945
Kantor pusat Jalan Trunojoyo Blok M 1/135 Kebayoran Baru, Jakarta
Tokoh penting Nur Pamudji, Dirut
Situs web http://www.pln.co.id/

Perusahaan Listrik Negara (disingkat PLN) adalah sebuah BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Direktur Utamanya adalah Nur Pamudji, menggantikan Dahlan Iskan Dirut sebelumnya yg di lantik menjadi menteri BUMN

Ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkitan tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dimulai sejak perusahaan swasta Belanda NV. NIGM memperluas usahanya di bidang tenaga listrik, yang semula hanya bergerak di bidang gas. Kemudian meluas dengan berdirinya perusahaan swasta lainnya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pelat peringatan tua di gardu listrik

Setelah diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, perusahaan listrik yang dikuasai Jepang direbut oleh pemuda-pemuda Indonesia pada bulan September 1945, lalu diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Oktober 1945 dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas oleh Presiden Soekarno. Waktu itu kapasitas pembangkit tenaga listrik hanyalah sebesar 157,5 MW.

Peristiwa[sunting | sunting sumber]

  • Tanggal 1 Januari 1961, dibentuk BPU - PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas.
  • Tanggal 1 Januari 1965, BPU-PLN dibubarkan dan dibentuk 2 perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola gas.

Saat itu kapasitas pembangkit tenaga listrik PLN sebesar 300 MW.

  • Tahun 1972, Pemerintah Indonesia menetapkan status Perusahaan Listrik Negara sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN).
  • Tahun 1990 melalui peraturan pemerintah No 17, PLN ditetapkan sebagai pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan.
  • Tahun 1992, pemerintah memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan tenaga listrik.
  • Tahun 2000-2014, listrik selalu naik dan diprotes warga karena seringnya mati lampu dan tidak bertanggung jawabnya PT.PLN atas kerusakan alat elektronik milik warga akibat seringnya mati lampu (PLN cuma mau mendenda pelanggan tapi tidak mau gantian didenda)

Sejalan dengan kebijakan di atas maka pada bulan Juni 1994 status PLN dialihkan dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).

Motto[sunting | sunting sumber]

Motto PT. PLN (Persero):

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

dalam bahasa Inggris

Electricity for a better life

Direktur Utama[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar Direktur Utama PLN :

No Nama Awal Jabatan Akhir Jabatan
1 Feny Lucia
2 Metia mandiri
3 Ermamsyah Jamin 1988 1992
4 Zuhal 1992 1995
5 Djiteng Marsudi 1995 1998
6 Adi Satria 1998 2000
7 Kuntoro Mangkusubroto 2000 2001
8 Eddie Widiono 2001 2008
9 Fahmi Mochtar 2008 2009
10 Dahlan Iskan 2009 2011
11 Nur Pamudji 2011 Masih Menjabat

Unit-unit PLN[sunting | sunting sumber]

I. Kelompok Unit Wilayah
  1. PLN Wilayah Aceh, berkedudukan di Banda Aceh
  2. PLN Wilayah Sumatera Utara, berkedudukan di Medan
  3. PLN Wilayah Sumatera Barat, berkedudukan di Padang
  4. PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, berkedudukan di Pekanbaru
  5. PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu, berkedudukan di Palembang
  6. PLN Wilayah Bangka Belitung, berkedudukan di Pangkalpinang
  7. PLN Wilayah Kalimantan Barat, berkedudukan di Pontianak
  8. PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, berkedudukan di Banjar Baru
  9. PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara berkedudukan di Balikpapan
  10. PLN Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, berkedudukan di Menado
  11. PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat, berkedudukan di Makasar
  12. PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat, berkedudukan di Mataram
  13. PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur, berkedudukan di Kupang
  14. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, berkedudukan di Ambon
  15. PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, berkedudukan di Jayapura
II. Kelompok Unit Distribusi
  1. PLN Distribusi DKI Jakarta Raya dan Tangerang, berkedudukan di Jakarta
  2. PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, berkedudukan di Bandung
  3. PLN Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, berkedudukan di Semarang
  4. PLN Distribusi Jawa Timur, berkedudukan di Surabaya
  5. PLN Distribusi Bali, berkedudukan di Denpasar
  6. PLN Distribusi Lampung, berkedudukan di Bandar Lampung
III. Kelompok Unit Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban
  1. PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali, berkedudukan di Depok
  2. PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera, berkedudukan di Padang
IV. Kelompok Unit Pembangkitan
  1. PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara, berkedudukan di Medan
  2. PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan, berkedudukan di Palembang
  3. PLN Pembangkitan Jawa Bali, berkedudukan di Yogyakarta
  4. PLN Pembangkitan Tanjung Jati B, berkedudukan di Jepara
  5. PLN Pembangkitan Indramayu, berkedudukan di
  6. PLN Pembangkitan Lontar, berkedudukan di Semarang
V. Kelompok Unit Induk Proyek
  1. PLN Unit Induk Pembangunan I, berkedudukan di Medan
  2. PLN Unit Induk Pembangunan II, berkedudukan di Medan
  3. PLN Unit Induk Pembangunan III, berkedudukan di Palembang
  4. PLN Unit Induk Pembangunan IV, berkedudukan di Jakarta
  5. PLN Unit Induk Pembangunan V, berkedudukan di Jakarta
  6. PLN Unit Induk Pembangunan VI, berkedudukan di Bandung
  7. PLN Unit Induk Pembangunan VII, berkedudukan di Surabaya
  8. PLN Unit Induk Pembangunan VIII, berkedudukan di Surabaya
  9. PLN Unit Induk Pembangunan IX, berkedudukan di Balikpapan
  10. PLN Unit Induk Pembangunan X, berkedudukan di Balikpapan
  11. PLN Unit Induk Pembangunan XI, berkedudukan di Mataram
  12. PLN Unit Induk Pembangunan XII, berkedudukan di Makassar
  13. PLN Unit Induk Pembangunan XIII, berkedudukan di Makassar
  14. PLN Unit Induk Pembangunan XIV, berkedudukan di Papua
VI. Kelompok Unit Pusat dan Jasa
  1. PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan, berkedudukan di Jakarta
  2. PLN Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan, berkedudukan di Jakarta
  3. PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan, berkedudukan di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung
  4. PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan, berkedudukan di Jakarta
  5. PLN Jasa Manajemen Konstruksi, berkedudukan di Jakarta
  6. PLN Jasa Sertifikasi, berkedudukan di Jakarta

Anak Perusahaan PLN[sunting | sunting sumber]

  1. PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam), berkedudukan di Batam, Kepulauan Riau
  2. PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PT PLN Tarakan), berkedudukan di Tarakan, Kalimantan Utara
  3. PT Indonesia Power (PT IP), berkedudukan di Jakarta
  4. PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB), berkedudukan di Surabaya
  5. PT Indonesia Comnets Plus (PT ICON+), berkedudukan di Jakarta
  6. PT PLN Batubara, berkedudukan di Jakarta
  7. PT PLN Geothermal (PT PLN-G), berkedudukan di Jakarta
  8. PT Geo Dipa Energi, berkedudukan di Jakarta
  9. PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN-E), berkedudukan di Jakarta
  10. PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, berkedudukan di Jakarta
  11. Majapahit Holding BV, berkedudukan di Amsterdam, Belanda

Logo PLN Bersih[sunting | sunting sumber]

Logo PLN Bersih

Pada tahun 2012, Direktur Utama PT. PLN (Persero) Nur Pamudji mempublikasikan logo PLN bersih, tujuannya untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa PLN berkomitmen untuk membangun instansi yang bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), dengan cara membatasi tatap muka antara pelanggan dengan petugas PLN dengan sistem online dan call center yang disediakan PLN yaitu telepon ke nomor 123.[1].

Konsumsi listrik di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Konsumsi listrik Indonesia secara rata rata adalah 473 kWh/kapita pada 2003. Angka ini masih tergolong rendah dibandingkan rata rata konsumsi listrik dunia yang mencapai 2215 kWh/kapita (perkiraan 2005). Dalam daftar yang dikeluarkan oleh The World Fact Book, Indonesia menempati urutan 154 dari 216 negara yang ada dalam daftar.

Menurut koran Sindo hari Senin tanggal 9 Juni 2008 halaman 5, daftar konsumsi listrik perdaerah di Indonesia adalah (dalam satuan # Maluku: 176.08

  1. NTB: 119.27
  2. Papua: 180.11
  3. NTT: 64.32
  4. Rata-rata nasional: 352.59

PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan[sunting | sunting sumber]

PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (PLN Pusharlis) merupakan salah satu unit yang berada di lingkungan PT PLN (Persero) yang bergerak dalam bidang maintenance, repair dan overhaul (MRO) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta engineering, procurement dan construction (EPC) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala kecil. Keberadaan PLN Pusharlis memiliki sejarah yang cukup panjang yang mengalami perubahan nama hingga 3 kali.

PLN Unit Bisnis Jasa Perbengkelan (PLN JASBENG)[sunting | sunting sumber]

Berawal dari keinginan manajemen PLN untuk memaksimalkan potensi bengkel-bengkel milik PLN untuk dapat berperan dalam penanganan pemeliharaan aset milik PLN. Maka pada tahun 1997 berdasarkan Keputusan Direksi No. 101.K/023/DIR/1997, didirikanlah oleh PLN sebuah unit yang khusus mengelola bengkel-bengkel tersebut di dalam satu unit bisnis tersendiri yang dinamakan Unit Bisnis Jasa Perbengkelan atau disingkat PLN Jasbeng yang berkedudukan di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bengkel-bengkel yang digabung meliputi Bengkel Pusat Klender,Jakarta; Bengkel Distribusi Jalan Banten Bandung, Bengkel Mesin Dayeuhkolot (BMDK) Bandung, dan Bengkel Distribusi Ngagel, Surabaya. Setelah digabung ke dalam PLN Jasbeng masing-masing unit namanya diubah menjadi Unit Produksi Klender (UPKL), Unit Produksi Banten (UPBN), Unit Produksi Dayeuhkolot (UPDK), Unit Produksi Ngagel (UPNG).

Pada tahun 2000 dibentuk 2 unit lagi dengan masing-masing memanfaatkan aset milik PLN Pikitring Jabar Jaya menjadi Unit Produksi Merak (UPMR) dan milik PLN Distribusi Jawa Tengah menjadi Unit Produksi Krapyak (UPKR).

PLN Jasa & Produksi (PLN J&P)[sunting | sunting sumber]

Sesuai Keputusan Direksi No. 29.K/010/DIR/2001 tanggal 20 Februari 2001 nama organisasi diubah menjadi PLN Jasa & Produksi yang disingkat menjadi PLN J&P dan unit-unit berubah menjadi:

  1. Unit Produksi Jakarta Klender (UPJKL), berkedudukan di Klender, Jakarta
  2. Unit Produksi Bandung (UPBDG), berkedudukan di Jalan Banten, Bandung
  3. Unit Produksi Citarum(UPCTR), berkedudukan di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung
  4. Unit Produksi Surabaya (UPSBY), berkedudukan di Ngagel, Surabaya
  5. Unit Produksi Merak (UPMRK), berkedudukan di Pulomerak, Cilegon
  6. Unit Produksi Semarang (UPSMG), berkedudukan di Krapyak, semarang

Pada tahun 2006 dibentuk Unit Produksi Bali (UPBLI), berkedudukan di Denpasar yang memanfaatkan aset milik PLN Distribusi Bali.

PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (PLN PUSHARLIS)[sunting | sunting sumber]

Sesuai Keputusan Direksi No. 067.K/DIR/2011 tanggal 25 Februari 2011 organisasi diubah menjadi PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (PLN Pusharlis) dengan perubahan nama-nama unitnya menjadi:

  1. Unit Workshop I (UWS I), berkedudukan di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung
  2. Unit Workshop II (UWS II), berkedudukan di jalan Banten, Bandung
  3. Unit Workshop III (UWS III), berkedudukan di Ngagel, Surabaya
  4. Unit Pelaksana Pemeliharaan I (UPP I), berkedudukan di Pulomerak, Cilegon
  5. Unit Pelaksana Pemeliharaan II (UPP II), berkedudukan di Krapyak, Semarang
  6. Unit Pelaksana Pemeliharaan III (UPP III), berkedudukan di Klender, Jakarta

Tugas Utama PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan:

  1. Melaksanakan penanganan Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO) ketenagalistrikan khususnya pada PLTU 10.000 MW di luar Jawa Bali dan melaksanakan Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO) berdasarkan penugasan dari PLN Pusat serta Unit-unit PLN.
  2. Melayani kebutuhan emergency repair dari Unit-unit PLN secara cepat dan tepat.
  3. Melaksanakan kegiatan Engineering, Procurement, Construction (EPC) PLTA/PLTMH atas persetujuan/penugasaan dari PLN Pusat.
  4. Mengembangkan dan memproduksi hasil karya inovasi.

Pimpinan Dari Masa Ke Masa[sunting | sunting sumber]

Pemimpin

  • 1998 - 2000 : Hadi Sukaryanto
  • 2000 - 2001 : Abimanyu Suyoso

General Manager

  • 2001 - 2002 : Abimanyu Suyoso
  • 2002 - 2004 : Ahmad Sadikin
  • 2004 - 2008 : Ahmad Solihin
  • 2008 - 2010 : Nandi Ranadireksa
  • 2010 - 2010 : Koko Sudjatmiko (Pelaksana Tugas)
  • 2010 - 2011 : Budi Susanto

Kepala

  • 2011 - sekarang : Budi Susanto

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Talk Show dalam acara "Mata Najwa" Metro TV bulan Oktober 2013

Rekening Listrik[sunting | sunting sumber]

[1] Contoh Rekening Listrik

Pranala luar[sunting | sunting sumber]