Istanbul

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Istanbul
İstanbul
—  Munisipalitas metropolitan  —
See caption
Searah jarum jam: Tanduk Emas antara Galata dan Tanjung Seraglio; distrik keuangan Maslak; İstiklal Avenue; Terminal Haydarpaşa; dan Masjid Sultan Ahmed
Turki, dengan Istanbul ditunjukkan di barat laut di sekitar sebidang kecil daratan yang dikelilingi laut
Istanbul
Lokasi di Turki
Koordinat: 41°00′49″LU 28°57′18″BT / 41,01361°LU 28,955°BT / 41.01361; 28.95500
Negara Turki
Wilayah Marmara
Provinsi Istanbul
Didirikan
 - Byzantium c. 660 SM[a]
 - Konstantinopel 330 M
 - Istanbul 1930 (resmi)[b]
Distrik 39
Pemerintahan
 • Walikota Kadir Topbaş (AKP)
Luas
 • Metro[c] 5.343 km2 (2,063 mil²)
Populasi (2012)[11]
 • Munisipalitas metropolitan 13,854,740
 • Kepadatan 2.593/km2 (6,720/sq mi)
Demonim Istanbulite
(Turki: İstanbullu(lar))
Zona waktu EET (UTC+2)
 • Musim panas (DST) EEST (UTC+3)
Kode pos 34000 sampai 34850
Kode wilayah (+90) 212 (sisi Eropa)
(+90) 216 (sisi Asia)
Situs web Istanbul Metropolitan Municipality
Daerah Bersejarah Istanbul
Situs Warisan Dunia UNESCO
Negara  Turki
Tipe Budaya
Kriteria I, II, III, IV
Nomor identifikasi 356
Kawasan UNESCO Eropa dan Asia
Tahun pengukuhan 1985 (sesi ke-9)

Istanbul (bahasa Turki: İstanbul; ada yang menyebut Istambul) adalah kota terbesar di Turki yang menjadi jantung ekonomi, budaya, dan sejarah negara ini. Dengan jumlah penduduk 13,9 juta, kota ini membentuk salah satu aglomerasi perkotaan terbesar di Eropa[d] dan termasuk salah satu kota terbesar di dunia menurut jumlah penduduk di dalam batas kota.[11][14] Istanbul yang memiliki luas 5.343 kilometer persegi (2,063 mil²) ini berbatasan dengan Provinsi Istanbul dan menjadi ibu kota administratifnya.[c] Istanbul adalah kota lintas benua yang membentang melintasi Selat Bosporus—salah satu perairan tersibuk di dunia—di Turki barat laut, antara Laut Marmara dan Laut Hitam. Pusat perdagangan dan sejarahnya terletak di Eropa, sementara sepertiga penduduknya tinggal di Asia.[15]

Didirikan di promontori Sarayburnu sekitar tahun 660 SM dengan nama Byzantium, kota yang sekarang bernama Istanbul ini berkembang menjadi salah satu kota paling penting dalam sejarah. Selama enam belas abad setelah didirikan kembali dengan nama Konstantinopel pada tahun 330 M, kota ini menjadi ibu kota dari empat kekaisaran, yaitu Kekaisaran Romawi (330–395), Kekaisaran Romawi Timur (395–1204 dan 1261–1453), Kekaisaran Latin (1204–1261), dan Kekaisaran Utsmaniyah (1453–1922).[16] Kota ini memainkan peran penting dalam kemajuan penyebaran Kristen selama masa-masa Romawi dan Romawi Timur sebelum Utsmaniyah menaklukkannya pada tahun 1453 dan mengubahnya menjadi pertahanan Islam sekaligus ibu kota kekhalifahan terakhir.[17] Meskipun Republik Turki menetapkan ibu kotanya di Ankara, istana dan masjid kekaisaran masih berjajar di perbukitan Istanbul sebagai lambang sejarah kota ini.

Posisi strategis Istanbul di Jalur Sutera,[18] jaringan rel ke Eropa dan Timur Tengah, dan satu-satunya rute air antara Laut Hitam dan Mediterania telah membantu memajukan penduduknya, meski tidak banyak sejak didirikannya Republik Turki pada tahun 1923. Setelah diabaikan selama periode antarperang, kota ini berhasil merebut perhatian dunia. Populasi kota bertambah sepuluh kali lipat sejak 1960-an setelah para migran dari seluruh Anatolia datang ke metropolis dan batas kota pun diperluas demi menampung mereka.[19][20] Beberapa festival seni diadakan pada akhir abad ke-20, sementara perbaikan infrastruktur berhasil menciptakan jaringan transportasi yang kompleks.

Tujuh juta turis asing berkunjung ke Istanbul pada tahun 2010 setelah dinobatkan sebagai Ibu Kota Budaya Eropa, sehingga kota ini menjadi tujuan wisata paling populer ke-10 di dunia.[21] Atraksi utama kota ini adalah pusat sejarahnya yang separuhnya terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, tetapi hub budaya dan hiburannya berada di sepanjang pelabuhan alami kota ini, Tanduk Emas, di distrik Beyoğlu. Diakui sebagai kota global,[22] Istanbul menjadi tempat berdirinya kantor pusat sejumlah perusahaan dan kantor berita Turki dan menyumbang lebih dari seperempat produk domestik bruto negara ini.[23] Demi memanfaatkan revitalisasi dan perluasannya yang cepat, Istanbul mencalonkan diri untuk menjadi kota penyelenggara Olimpiade Musim Panas 2020.[24]

Toponimi[sunting | sunting sumber]

Nama kota ini yang pertama kali diketahui adalah Byzantium (bahasa Yunani: Βυζάντιον), nama tersebut diberikan pada saat pendiriannya oleh kolonis Megara sekitar tahun 660 SM.[a][6] Nama itu diperkirakan berasal dari nama seseorang, Byzas. Merupakan tradisi Yunani kuno untuk menamakan pemimpin kolonis Yunani dengan nama seorang raja legendaris. Tetapi, para ilmuwan modern juga berhipotesis bahwa nama Byzas adalah asal mula dari orang Thracia atau Illyria lokal dan karenanya lebih dulu ada daripada Megara.[25] Setelah Konstantinus Agung menjadikannya sebagai ibu kota dari Kekaisaran Romawi timur yang baru pada tahun 330 M, kota ini kemudian dikenal luas dengan nama Constantinopolis (Konstantinopel), bentuk latinnya adalah "Κωνσταντινούπολις" (Konstantinoúpolis), yang berarti "Kota Konstantinus".[6] Ia juga mencoba untuk mempromosikan nama Nea Roma ("Roma Baru"), tetapi tidak diterima secara luas.[26] Konstantinopel tetap merupakan nama yang paling umum digunakan untuk kota ini di Barat hingga pendirian Republik Turki, dan Kostantiniyye (bahasa Turki Utsmaniyah: قسطنطينيه) adalah nama utama yang digunakan oleh Kesultanan Utsmaniyah selama kekuasaan mereka. Namun demikian, penggunaan Konstantinopel untuk merujuk ke kota ini selama masa Kesultanan Utsmaniyah (dari pertengahan abad ke-15) saat ini secara politis dianggap tidak benar, selain karena ketidakakuratan secara historis, juga karena hal itu menurut pendapat bangsa Turki.[27]

Hingga abad ke-19, kota ini mendapatkan sejumlah nama lain yang digunakan oleh orang asing atau orang Turki sendiri. Bangsa Eropa menggunakan Konstantinopel untuk merujuk pada keseluruhan kota, tetapi menggunakan nama Stamboul—seperti yang dilakukan oleh orang Turki—untuk menggambarkan daerah semenanjung yang bertembok di antara Tanduk Emas dan Laut Marmara.[27] Pera (berasal dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti "melintasi") dulu digunakan untuk menggambarkan wilayah di antara Tanduk Emas dan Bosporus, tetapi orang-orang Turki juga menggunakan nama Beyoğlu (sekarang adalah nama resmi dari salah satu distrik konstituen kota).[28] Islambol (dapat berarti "Kota Islam" atau "Penuh dengan Islam") terkadang digunakan sehari-hari untuk merujuk pada kota ini, dan bahkan terukir pada beberapa koin Utsmaniyah,[29] tetapi keyakinan bahwa itu adalah asal mula dari nama sekarang ini, İstanbul, telah dipatahkan oleh fakta bahwa nama terakhir telah ada sebelum nama Islambol dikenal dan bahkan sebelum masa Utsmaniyah dan pendudukan muslim terhadap kota ini.[6]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Iklim sedang

Data iklim Istanbul,  Turki
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 18.3 24.0 26.2 32.9 33.0 40.2 40.5 38.8 33.6 34.2 27.2 21.2 nil
(nil)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 8.7 9.1 11.2 16.5 21.4 26.0 28.4 28.5 25.0 20.1 15.3 11.1
Rata-rata harian °C (°F) 5.8 5.9 7.55 12.1 16.7 21.0 23.4 23.6 20.2 16.0 11.9 8.2
Rata-rata terendah °C (°F) 2.9 2.8 3.9 7.7 12.0 16.0 18.5 18.7 15.5 12.0 8.5 5.3
Rekor terendah °C (°F) -10.4 -16.1 -7.0 -0.6 3.6 8.0 10.5 8.2 5.2 1.0 -4.0 -9.4 nil
(nil)
Presipitasi mm (inci) 98.4 80.2 69.9 45.8 36.1 34 38.8 47.8 61.4 96.9 110.7 123.9
Rata-rata hari hujan 20 17 16 14 12 8 5 6 7 12 16 19
Rata-rata hari bersalju 6 6 3 0 0 0 0 0 0 0 0 4
 % kelembapan 77 75 74 71 72 70 67 68 68 72 74 76
Sumber: World Meteorological Organization (PBB)[30] Devlet Meteoroloji İşleri Genel Müdürlüğü (DMİ)[31] dan BBC Weather Centre[32]

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar kota kembar Istanbul:[33][34]

Benua Bendera negara Kota Mulai
Eropa  Yunani Kota Athena
 Azerbaijan Baku
 Jerman Berlin[35]
 Spanyol Barcelona[36]
 Hongaria Budapest
 Jerman Köln
 Rumania Bukares
Constanţa
 Albania Durrës
 Italia Firenze
 Rusia Grozny[37]
 Britania Raya London
 Ukraina Odessa
 Bulgaria Plovdiv
 Ceko Praha
 Belanda Rotterdam
 Rusia Saint Petersburg[38] 1990
 Bosnia dan Herzegovina Sarajevo
 Makedonia Skopje[39]
 Swedia Stockholm
 Perancis Strasbourg
 Italia Venesia
 Polandia Warsawa[40] 1991
Asia  Kazakhstan Almaty
 Yordania Amman
 Lebanon Beirut
 Korea Selatan Busan
 Suriah Damaskus
 Uni Emirat Arab Dubai
 Vietnam Kota Ho Chi Minh
 Iran Isfahan
 Indonesia Jakarta
 Arab Saudi Jeddah
 Malaysia Johor Bahru
 Afganistan Kabul
 Rusia Kazan
 Pakistan Lahore
 Turkmenistan Mary
 Kirgizstan Osh
 Uzbekistan Samarqand
 Tiongkok Shanghai
 Jepang Shimonoseki
 Indonesia Surabaya
 Iran Tabriz
 Tiongkok Xi'an
Amerika  Argentina Buenos Aires
 Venezuela Caracas
 Kuba Havana
 Amerika Serikat Houston
 Meksiko Kota Meksiko
 Brasil Rio de Janeiro
 Kanada Toronto
Afrika  Mesir Kairo
 Aljazair Constantine
 Sudan Khartoum
 Maroko Rabat

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Pendirian (Byzantium) kadang-kadang, khususnya dalam sumber ensiklopedis atau sumber tersier lainnya, dinyatakan secara tegas pada tahun 667 SM. Tetapi, para sejarawan telah memperdebatkan tahun pendirian kota secara tepat. Sumber yang sering diambil adalah sejarawan abad ke-5 SM, Herodotos, yang mengatakan bahwa kota tersebut didirikan tujuh belas tahun setelah kota Khalsedon,[1] yang mulai ada sekitar tahun 685 SM. Tetapi, Eusebius, yang sependapat bahwa tahun 685 SM Khalsedon didirikan, menyatakan bahwa Byzantium berdiri pada tahun 659 SM.[2] Di antara para sejarawan yang lebih modern, Carl Roebuck mengusulkan tahun 640-an SM[3] sementara yang lainnya bahkan mengusulkan setelah tahun tersebut. Lebih jauh lagi, tanggal pendirian Khalsedon sendiri juga masih diperdebatkan; banyak sumber yang menyebutkan tahun 685 SM,[4] lainnya tahun 675 SM[5] atau bahkan tahun 639 SM (dengan pendirian Byzantium tahun 619 SM).[2] Oleh karena itu, beberapa sumber lebih memilih menyatakan pendirian Byzantium cukup disebutkan pada abad ke-7 SM.
  2. ^ Nama kota ini secara resmi diganti menjadi Istanbul pada tahun 1930, tetapi nama ini sudah duluan dipakai sejak sebelum penaklukan Utsmaniyah tahun 1453.[6]
  3. ^ a b Sumber-sumber memberikan data yang bertentangan mengenai luas Istanbul. Sumber yang paling berwenang seharusnya adalah Munisipalitas Metropolitan Istanbul/Istanbul Metropolitan Municipality (MMI), tetapi versi bahasa Inggris situs webnya menyebutkan beberapa angka untuk luas. Satu laman menyebutkan, "Setiap MM terbagi menjadi beberapa Munisipalitas Distrik/District Municipalities ("DM") dan terdapat 27 DM di Istanbul" dengan luas total 15.389 kilometer persegi (5,942 mil²).[7] Tetapi, laman Sejarah Munisipal memunculkan angka yang paling eksplisit dan paling baru, menyatakan bahwa pada tahun 2004, "yurisdiksi Munisipalitas Metropolitan Istanbul diperluas mencakup semua wilayah dalam batas-batas provinsi". Laman itu juga menyatakan bahwa suatu hukum tahun 2008 telah menggabungkan distrik Eminönü ke dalam distrik Fatih (suatu hal yang tidak dipertimbangkan dalam sumber sebelumnya) dan menambah jumlah distrik dalam Istanbul menjadi tiga puluh sembilan.[8] Luas total tersebut, telah ditegaskan pada situs web MMI versi bahasa Turki,[9] dan suatu laman Yurisdiksi yang telah diperbaharui dalam situs berbahasa Inggris[10] adalah 5.343 kilometer persegi (2,063 mil²).
  4. ^ PBB mendefinisikan aglomerasi urban sebagai "populasi yang terdapat dalam garis wilayah berdekatan yang dihuni pada tingkat kepadatan perkotaan tanpa memperhatikan batas-batas administratif". Aglomerasi itu "biasanya menggabungkan penduduk di kota ditambah dengan penduduk di daerah pinggiran yang berada di luar, tapi berdekatan dengan batas-batas kota".[12] Per tanggal 1 Juli 2011, populasi aglomerasi Moscow dan Istanbul masing-masing adalah 11,62 juta dan 11,25 juta.[13] PBB mengestimasi bahwa aglomerasi Istanbul akan melebihi aglomerasi Moscow dalam populasi sebelum tahun 2015 (masing-masing dengan 12,46 juta dan 12,14 juta), meskipun ekstrapolasi menunjukkan bahwa angka sebelumnya tidak akan melampaui angka terakhir hingga semester kedua tahun 2013. Sebuah revisi pada data tahun 2013 karena data semester pertama tahun 2014.[12]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Herodotos Sejarah 4.144, diterjemahkan dalam De Sélincourt 2003, hlm. 288
  2. ^ a b Isaac 1986, hlm. 199
  3. ^ Roebuck 1959, hlm. 119, juga disebutkan dalam Isaac 1986, hlm. 199
  4. ^ Lister 1979, hlm. 35
  5. ^ Freely 1996, hlm. 10
  6. ^ a b c d Room 2006, hlm. 177
  7. ^ "Districts". Istanbul Metropolitan Municipality. Diakses 21-12-2011. 
  8. ^ "History of Local Governance in Istanbul". Istanbul Metropolitan Municipality. Diakses 21-12-2011. 
  9. ^ "İstanbul İl ve İlçe Alan Bilgileri" [Informasi Wilayah Provinsi dan Distrik Istanbul] (dalam bahasa Turki). Istanbul Metropolitan Municipality. Diakses 20-06-2010. 
  10. ^ "Jurisdiction". Istanbul Metropolitan Municipality. Diakses 21-12-2011. 
  11. ^ a b "The Results of Address Based Population Registration System, 2012". The Turkish Statistical Institute. 28 January 2013. Diakses 28 January 2013. 
  12. ^ a b "Frequently Asked Questions". World Urbanization Prospects, the 2011 Revision. The United Nations. 5-04-2012. Diakses 20-09-2012. 
  13. ^ "File 11a: The 30 Largest Urban Agglomerations Ranked by Population Size at Each Point in Time, 1950–2025" (xls). World Urbanization Prospects, the 2011 Revision. The United Nations. 5 April 2012. Diakses 20 September 2012. 
  14. ^ Mossberger, Clarke & John 2012, hlm. 145
  15. ^ WCTR Society; Unʼyu Seisaku Kenkyū Kikō 2004, hlm. 281
  16. ^ Çelik 1993, hlm. xv
  17. ^ Masters & Ágoston 2009, hlm. 114–5
  18. ^ Dumper & Stanley 2007, hlm. 320
  19. ^ Turan 2010, hlm. 224
  20. ^ "Population and Demographic Structure". Istanbul 2010: European Capital of Culture. Istanbul Metropolitan Municipality. 2008. Diakses 27 March 2012. 
  21. ^ Weiner, Miriam B. "World's Most Visited Cities". U.S. News & World Report. Diakses 21 May 2012. 
  22. ^ "The World According to GaWC 2010". Globalization and World Cities (GaWC) Study Group and Network. Loughborough University. Diakses 8 May 2012. 
  23. ^ "OECD Territorial Reviews: Istanbul, Turkey". Policy Briefs. The Organisation for Economic Co-operation and Development. March 2008. Diakses 20 August 2012. 
  24. ^ "IOC selects three cities as Candidates for the 2020 Olympic Games". The International Olympic Committee. 24 May 2012. Diakses 18 June 2012. 
  25. ^ Georgacas 1947, hlm. 352ff.
  26. ^ Gregory 2010, hlm. 62–3
  27. ^ a b Masters & Ágoston 2009, hlm. 286
  28. ^ Masters & Ágoston 2009, hlm. 226–7
  29. ^ Finkel 2005, hlm. 57, 383
  30. ^ "Weather Information for Istanbul". 
  31. ^ "Yıllık Toplam Yağış Verileri - İstanbul". 
  32. ^ "BBC - Weather Centre - World Weather - Average Conditions - Istanbul". 
  33. ^ "Sister Cities of Istanbul". Diakses 2007-09-08. 
  34. ^ Erdem, Selim Efe (2003-11-03). "İstanbul'a 49 kardeş" (dalam bahasa Turkish). Radikal. "49 sister cities in 2003" 
  35. ^ "Berlin's international city relations". Berlin Mayor's Office. Diakses 2009-07-01. 
  36. ^ "Barcelona internacional - Ciutats agermanades" (dalam bahasa Spanish). © 2006-2009 Ajuntament de Barcelona. Diakses 2009-07-13. 
  37. ^ "Chechnya rebuilds from Turkey". Newsreal. Diakses 2008-11-01. 
  38. ^ "Saint Petersburg in figures - International and Interregional Ties". Saint Petersburg City Government. Diakses 2008-11-23. 
  39. ^ "Official portal of City of Skopje - Skopje Sister Cities". © 2006–2009 City of Skopje. Diakses 2009-07-14. 
  40. ^ (Polandia) "Miasta partnerskie Warszawy". um.warszawa.pl. Biuro Promocji Miasta. 2005-05-04. Diakses 2008-08-29. 

Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • ʻAner, Nadav (2005). In Pergola, Sergio Della; Gilboa, Amos; Ṭal, Rami. The Jewish People Policy Planning Institute Planning Assessment, 2004–2005: The Jewish People Between Thriving and Decline. Jerusalem: Gefen Publishing House Ltd. ISBN 978-965-229-346-6. 
  • Athanasopulos, Haralambos (2001). Greece, Turkey, and the Aegean Sea: A Case Study in International Law. Jefferson, N.C.: McFarland & Company, Inc. ISBN 978-0-7864-0943-3. 
  • Barnes, Timothy David (1981). Constantine and Eusebius. Cambridge, Mass.: Harvard University Press. ISBN 978-0-674-16531-1. 
  • Baynes, Norman H. (1949). In Baynes, Norman H.; Moss, Henry S. L. B. Byzantium: An Introduction to East Roman Civilization. Oxford, Eng.: Clarendon Press. ISBN 978-0-674-16531-1. 
  • Boyar, Ebru; Fleet, Kate (2010). A Social History of Ottoman Istanbul. Cambridge, Eng.: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-13623-5. 
  • Brink-Danan, Marcy (2011). Jewish Life in Twenty-First-Century Turkey: The Other Side of Tolerance. New Anthropologies of Europe. Bloomington, Ind.: Indiana University Press. ISBN 978-0-253-35690-1. 
  • Brummett, Palmira Johnson (2000). Image and Imperialism in the Ottoman Revolutionary Press, 1908–1911. Albany, N.Y.: SUNY Press. ISBN 978-0-7914-4463-4. 
  • Cantor, Norman F. (1994). Civilization of the Middle Ages. New York: HarperCollins. ISBN 978-0-06-092553-6. 
  • Çelik, Zeynep (1993). The Remaking of Istanbul: Portrait of an Ottoman City in the Nineteenth Century. Berkeley, Calif., & Los Angeles: University of California Press. ISBN 978-0-520-08239-7. 
  • Chamber of Architects of Turkey (2006). Architectural Guide to Istanbul: Historic Peninsula 1. Istanbul: Chamber of Architects of Turkey, Istanbul Metropolitan Branch. ISBN 978-975-395-899-8. 
  • Chandler, Tertius (1987). Four Thousand Years of Urban Growth: An Historical Census. Lewiston, N.Y.: St. David's University Press. ISBN 978-0-88946-207-6. 
  • Connell, John (2010). Medical Tourism. CAB Books. Wallingford, Eng.: CABI. ISBN 978-1-84593-660-0. 
  • Dahmus, Joseph (1995). A History of the Middle Ages. New York: Barnes & Noble Publishing. ISBN 978-0-7607-0036-5. 
  • Davidson, Linda Kay; Gitlitz, David Martin (2002). Pilgrimage: From the Ganges to Graceland: An Encyclopedia 1. Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. ISBN 978-1-57607-004-8. 
  • De Sélincourt, Aubery (2003). In Marincola, John M. The Histories. Penguin Classics. London: Penguin Books. ISBN 978-0-14-044908-2. 
  • De Souza, Philip (2003). The Greek and Persian Wars, 499-386 B.C. London: Routledge. ISBN 978-0-415-96854-6. 
  • Dumper, Michael; Stanley, Bruce E., ed. (2007). Cities of the Middle East and North Africa: A Historical Encyclopedia. Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. ISBN 978-1-57607-919-5. 
  • Düring, Bleda S. (2010). The Prehistory of Asia Minor: From Complex Hunter-Gatherers to Early Urban Societies. Cambridge, Eng.: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-14981-5. 
  • Efe, Recep; Cürebal, Isa (2011). "Impacts of the "Marmaray" Project (Bosphorus Tube Crossing, Tunnels, and Stations) on Transportation and Urban Environment in Istanbul". In Brunn, Stanley D. Engineering Earth: The Impacts of Megaengineering Projects. London & New York: Springer. hlm. 715–34. ISBN 978-90-481-9919-8. 
  • Finkel, Caroline (2005). Osman's Dream: The Story of the Ottoman Empire, 1300–1923. New York: Basic Books. ISBN 978-0-465-02396-7. 
  • Freely, John (1996). Istanbul: The Imperial City. New York: Viking. ISBN 978-0-670-85972-6. 
  • Freely, John (2000). The Companion Guide to Istanbul and Around the Marmara. Woodbridge, Eng.: Companion Guides. ISBN 978-1-900639-31-6. 
  • Freely, John (2011). A History of Ottoman Architecture. Southampton, Eng.: WIT Press. ISBN 978-1-84564-506-9. 
  • Göksel, Aslı; Kerslake, Celia (2005). Turkish: A Comprehensive Grammar. Comprehensive Grammars. Abingdon, Eng.: Routledge. ISBN 978-0-415-21761-3. 
  • Göktürk, Deniz; Soysal, Levent; Türeli, İpek, ed. (2010). Orienting Istanbul: Cultural Capital of Europe?. New York: Routledge. ISBN 978-0-415-58011-3. 
  • Grant, Michael (1996). The Severans: The Changed Roman Empire. London: Routledge. ISBN 978-0-415-12772-1. 
  • Gregory, Timothy E. (2010). A History of Byzantium. Oxford, Eng.: John Wiley and Sons. ISBN 978-1-4051-8471-7. 
  • Harter, Jim (2005). World Railways of the Nineteenth Century: A Pictorial History in Victorian Engravings (ed. illustrated). Baltimore: Johns Hopkins University Press. ISBN 978-0-8018-8089-6. 
  • Holt, Peter M.; Lambton, Ann K. S.; Lewis, Bernard, ed. (1977). The Cambridge History of Islam 1A (ed. illustrated, reprint). Cambridge, Eng.: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-29135-4. 
  • Isaac, Benjamin H. (1986). The Greek Settlements in Thrace Until the Macedonian Conquest (ed. illustrated). Leiden, the Neth.: BRILL. ISBN 978-90-04-06921-3. 
  • Kapucu, Naim; Palabiyik, Hamit (2008). Turkish Public Administration: From Tradition to the Modern Age. USAK Publications 17. Ankara: USAK. ISBN 978-605-4030-01-9. 
  • Karpat, Kemal H. (1976). The Gecekondu: Rural Migration and Urbanization (ed. illustrated). Cambridge, Eng.: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-20954-0. 
  • Keyder, Çağlar, ed. (1999). Istanbul: Between the Global and the Local. Lanham, Md.: Rowman & Littlefield. ISBN 978-0-8476-9495-2. 
  • Klimczuk, Stephen; Warner, Gerald (2009). Secret Places, Hidden Sanctuaries: Uncovering Mysterious Sights, Symbols, and Societies. New York: Sterling Publishing Company, Inc. ISBN 978-1-4027-6207-9. 
  • Knieling, Jörg; Othengrafen, Frank (2009). Planning Cultures in Europe: Decoding Cultural Phenomena in Urban and Regional Planning. Urban and Regional Planning and Development. Surrey, Eng.: Ashgate Publishing, Ltd. ISBN 978-0-7546-7565-5. 
  • Köksal, Özlem, ed. (2012). World Film Locations: Istanbul. Bristol, Eng.: Intellect Books. ISBN 978-1-84150-567-1. 
  • Köse, Yavuz (2009). "Vertical Bazaars of Modernity: Western Department Stores and Their Staff in Istanbul (1889–1921)". In Atabaki, Touraj; Brockett, Gavin. Ottoman and Republican Turkish Labour History. Cambridge, Eng.: Cambridge University Press. hlm. 91–114. ISBN 978-0-521-12805-6. 
  • Landau, Jacob M. (1984). Atatürk and the Modernization of Turkey. Leiden, the Neth.: E.J. Brill. ISBN 978-90-04-07070-7. 
  • Limberis, Vasiliki (1994). Divine Heiress: The Virgin Mary and the Creation of Christian Constantinople. London: Routledge. ISBN 978-0-415-09677-5. 
  • Lister, Richard P. (1979). The Travels of Herodotus. London: Gordon & Cremonesi. ISBN 978-0-86033-081-3. 
  • Masters, Bruce Alan; Ágoston, Gábor (2009). Encyclopedia of the Ottoman Empire. New York: Infobase Publishing. ISBN 978-1-4381-1025-7. 
  • Morris, Ian (October 2010). Social Development (pdf). Stanford, Calif.: Stanford University. Diakses 5 July 2012. 
  • Mossberger, Karen; Clarke, Susan E.; John, Peter (2012). The Oxford Handbook of Urban Politics. Oxford Handbooks in Politics and International Relations. Oxford, Eng.: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-536786-7. 
  • Necipoğlu, Gülru (1991). Architecture, Ceremonial, and Power: The Topkapi Palace in the Fifteenth and Sixteenth Centuries. Cambridge, Mass.: The MIT Press. ISBN 978-0-262-14050-8. 
  • Norris, Pippa (2010). Public Sentinel: News Media & Governance Reform. Washington, D.C.: World Bank Publications. ISBN 978-0-8213-8200-4. 
  • Organisation for Economic Co-operation and Development (2008). Istanbul, Turkey. OECD Territorial Reviews. Paris: OECD Publishing. ISBN 978-92-64-04371-8. 
  • Oxford Business Group (2009). The Report: Turkey 2009. Oxford, Eng.: Oxford Business Group. ISBN 978-1-902339-13-9. 
  • Papathanassis, Alexis (2011). The Long Tail of Tourism: Holiday Niches and Their Impact on Mainstream Tourism. Berlin: Springer. ISBN 978-3-8349-3062-0. 
  • Quantic, Roy (2008). Climatology for Airline Pilots. Oxford, Eng.: John Wiley & Sons. ISBN 978-0-470-69847-1. 
  • Reinert, Stephen W. (2002). "Fragmentation (1204–1453)". In Mango, Cyril. The Oxford History of Byzantium. Oxford, Eng.: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-814098-6. 
  • Reisman, Arnold (2006). Turkey's Modernization: Refugees from Nazism and Atatürk's Vision. Washington, D.C.: New Academia Publishing, LLC. ISBN 978-0-9777908-8-3. 
  • Roebuck, Carl (1959). Ionian Trade and Colonization. Monographs on Archaeology and Fine Arts. New York: Archaeological Institute of America. ISBN 978-0-89005-528-1. 
  • Room, Adrian (2006). Placenames of the World: Origins and Meanings of the Names for 6,600 Countries, Cities, Territories, Natural Features, and Historic Sites (ed. 2nd). Jefferson, N.C.: McFarland & Company. ISBN 978-0-7864-2248-7. 
  • Rôzen, Mînnā (2002). A History of the Jewish Community in Istanbul: The Formative Years, 1453–1566 (ed. illustrated). Leiden, the Neth.: BRILL. ISBN 978-90-04-12530-8. 
  • Sanal, Aslihan (2011). In Fischer, Michael M. J.; Dumit, Joseph. New Organs Within Us: Transplants and the Moral Economy. Experimental Futures (ed. illustrated). Chapel Hill, N.C.: Duke University Press. ISBN 978-0-8223-4912-9. 
  • Schmitt, Oliver Jens (2005). Levantiner: Lebenswelten und Identitäten einer ethnokonfessionellen Gruppe im osmanischen Reich im "langen 19. Jahrhundert" (dalam bahasa German). München: Oldenbourg. ISBN 978-3-486-57713-6. 
  • Shaw, Stanford J.; Shaw, Ezel K. (1977). History of the Ottoman Empire and Modern Turkey 2. Cambridge, Eng.: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-29166-8. 
  • Taşan-Kok, Tuna (2004). Budapest, Istanbul, and Warsaw: Institutional and Spatial Change. Delft, the Neth.: Eburon Uitgeverij B.V. ISBN 978-90-5972-041-1. 
  • Taylor, Jane (2007). Imperial Istanbul: A Traveller's Guide: Includes Iznik, Bursa and Edirne. New York: Tauris Parke Paperbacks. ISBN 978-1-84511-334-6. 
  • Tigrek, Sahnaz; Kibaroğlu, Ayșegül (2011). "Strategic Role of Water Resources for Turkey". In Kibaroğlu, Ayșegül; Scheumann, Waltina; Kramer, Annika. Turkey's Water Policy: National Frameworks and International Cooperation. London & New York: Springer. ISBN 978-3-642-19635-5. 
  • Time Out Guides, ed. (2010). Time Out Istanbul. London: Time Out Guides. ISBN 978-1-84670-115-3. 
  • Turan, Neyran (2010). "Towards an Ecological Urbanism for Istanbul". In Sorensen, André; Okata, Junichiro. Megacities: Urban Form, Governance, and Sustainability. Library for Sustainable Urban Regeneration. London & New York: Springer. hlm. 223–42. ISBN 978-4-431-99266-0. 
  • WCTR Society; Unʼyu Seisaku Kenkyū Kikō (2004). Urban Transport and the Environment: An International Perspective. Amsterdam: Elsevier. ISBN 978-0-08-044512-0. 
  • Wedel, Heidi (2000). In Ibrahim, Ferhad; Gürbey, Gülistan. The Kurdish Conflict in Turkey. Berlin: LIT Verlag Münster. hlm. 181–93. ISBN 978-3-8258-4744-9. 
  • Wynn, Martin (1984). Planning and Urban Growth in Southern Europe. Studies in History, Planning, and the Environment. Los Altos, Calif.: Mansell. ISBN 978-0-7201-1608-3. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 41°00′49″LU 28°57′18″BT / 41,01361°LU 28,955°BT / 41.01361; 28.95500