Tanduk Emas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Tanduk Emas (dalam bahasa Turki: Haliç, dalam bahasa Yunani: Khrysokeras atau Chrysoceras atau Χρυσοκερας) ialah muara pemisah kota Istanbul.

Dengan Laut Marmara, Tanduk Emas membentuk semenanjung dengan pelabuhan alam yang dalam. Asalnya tempat ini menjadi koloni Yunani kuno sebagai kota Byzantium. Kekaisaran Bizantium memiliki Markas Besar Aangkatan Lautnya di sini, dan tembok dibangun sepanjang garis pantai buat melindungi kota ini (yang kemudian dinamai lagi Konstantinopel) dari serangan laut. Di jalan masuk Tanduk ada garis besar dari batang kayu yang membatasi bersama dengan rantai) menarik melintasii Konstantinopel ke benteng Galata di sisi utara, mencegah masuk kapal tak berizin.

Ada 3 kali saat rantai yang melintasi Tanduk diputuskan atau dielakkan. Pada abad ke-10, para pangeran Kiev menarik kapalnya keluar Selat Bosporus, mengelilingi Galata, dan meluncurkannya kembali di tanduk itu; Bizantium mengalahkan mereka dengan api Yunani. Pada 1204, selama Perang Salib IV, kapal-kapal Venesia sanggup memutuskan rantai ini dengan alat pelantak. Pada 1453, Sultan Turki Utsmani Mehmed II mengikuti taktik para pangeran Kiev, menggandeng kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu.

[[File:|1000px|alt=|Panorama Tanduk Emas di Istanbul, seperti terlihat dari Menara Galata. Jembatan Galata dapat dilihat di tengah gambar. Istana Topkapi terlihat di ujung kiri semenanjung bersejarah; diikuti dengan (kiri ke kanan) Masjid Sultan Ahmed (Masjid Biru), Masjid Baru Yeni dekat Jembatan Galata, Menara Beyazıt naik tinggi di latar belakang, dan Süleymaniye (Suleiman Yang Agung) Mesjid di kanan, antara lain. Laut Marmara dan Pangeran 'Kepulauan terlihat di latar belakang, di cakrawala. Pada kiri gambar, distrik Kadıköy (Khalsedon kuno) di sisi Asia kota dapat dilihat. Belakang Jembatan Galata, menuju cakrawala, Kolom Konstantin (yang dikelilingi oleh jeruji besi untuk restorasi pada saat foto ini) naik.]]
Panorama Tanduk Emas di Istanbul, seperti terlihat dari Menara Galata. Jembatan Galata dapat dilihat di tengah gambar. Istana Topkapi terlihat di ujung kiri semenanjung bersejarah; diikuti dengan (kiri ke kanan) Masjid Sultan Ahmed (Masjid Biru), Masjid Baru Yeni dekat Jembatan Galata, Menara Beyazıt naik tinggi di latar belakang, dan Süleymaniye (Suleiman Yang Agung) Mesjid di kanan, antara lain. Laut Marmara dan Pangeran 'Kepulauan terlihat di latar belakang, di cakrawala. Pada kiri gambar, distrik Kadıköy (Khalsedon kuno) di sisi Asia kota dapat dilihat. Belakang Jembatan Galata, menuju cakrawala, Kolom Konstantin (yang dikelilingi oleh jeruji besi untuk restorasi pada saat foto ini) naik.

Setelah jatuhnya Konstantinopel di bawah Sultan Mehmed II, warga negara Yunani, Gereja Ortodoks Yunani, orang-orang Yahudi, pedagang Italia, dan orang-orang non-Muslim lainnya mulai tinggal di sepanjang Tanduk di Distrik Phanar (Fanar) dan Balat. Kini Tanduk Emas didiami di kedua sisinya, dan ada taman sepanjang masing-masing pantai. Majelis Perdagangan Istanbul juga berlokasi sepanjang pantai, sebagaimana pemakaman Muslim. Jembatan Galata, dibangun pada 1836, menghubungkan Istanbul Kuno dengan distrik Galata dan Pera (Beyoglu). 2 jembatan lainnya, Jembatan Atatürk dan Jembatan Haliç, berlokasi di atas Tanduk. Sampai 1980-an Tanduk Emas merupakan tanah tempat pembuangan limbah industri, namun sejak setelah dibersihkan merupakan daya tarik wisata yang terkenal di Istanbul.