Berlin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Berlin
—  Negara bagian di Jerman  —
Searah jarum jam:Istana Charlottenburg, Fernsehturm Berlin, Gedung Reichstag, Katedral Berlin, Alte Nationalgalerie, Potsdamer Platz dan Gerbang Brandenburg.

Bendera

Lambang
Lokasi antara Uni Eropa dan Jerman
Koordinat: 52°30′2″LU 13°23′56″BT / 52,50056°LU 13,39889°BT / 52.50056; 13.39889Koordinat: 52°30′2″LU 13°23′56″BT / 52,50056°LU 13,39889°BT / 52.50056; 13.39889
Negara bagian Jerman
Pemerintahan
 • Governing Mayor Klaus Wowereit (SPD)
 • Partai berkuasa SPD / Die Linke
 • Bundesrat 4 kursi (dari 69)
Luas
 • Kota 891,82 km2 (34,433 mil²)
Ketinggian 34 - 115 m (−343 ft)
Populasi (2009-09-30)[1]
 • Kota 3.439.100
 • Kepadatan Bad rounding here39/km2 (Bad rounding here100/sq mi)
 • Metro 5.000.000
Zona waktu CET (UTC+1)
 • Musim panas (DST) EST (UTC+2)
Kode pos 10001–14199
Kode area 030
Kode ISO 3166 DE-BE
Plat kendaraan B
GDP/ Nominal € 90.1[2] milyar (2009)[rujukan?]
NUTS Region DE3
Situs web berlin.de / 3D Berlin

Berlin ( /bəɹˈlɪn/; pengucapan bahasa Jerman: [bɛɐ̯ˈliːn] ( simak)) adalah ibu kota Republik Federal Jerman sejak tahun 1994. Sebelumnya bagian timur kota ini adalah ibu kota Republik Demokratis Jerman dari tahun 1949 - 1990 dan ibu kota dari negara Jerman bersatu dari tahun 1871 - 1945. Kota ini (2007) memiliki penduduk sekitar 3,3 juta jiwa,[3] sehingga menjadikannya kota terbesar di Jerman dan kota terbesar kedua di Uni Eropa setelah London.[4] Terletak di bagian timur laut Jerman dan dialiri Sungai Spree, kota ini merupakan pusat dari Kawasan Metropolitan Berlin-Brandenburg, yang berpenduduk sekitar 4,5 juta orang yang berasal lebih dari 180 negara.[5][6][7][8] Sekitar sepertiga kota ini terdiri dari hutan dan taman kota, serta danau, dan sungai.[9]

Pertama kali terdokumentasi pada abad ke-13, Berlin merupakan ibukota Kerajaan Prusia (1701–1918), Kekaisaran Jerman (1871–1918), Republik Weimar (1919–33) dan Jerman Nazi (1933–45).[10] Berlin pada tahun 1920-an merupakan munisipalitas terbesar ketiga di dunia.[11] Setelah Perang Dunia II, kota ini terpecah menjadi Berlin Timur-ibukota Jerman Timur dan Berlin Barat, sebuah eksklav (dikelilingi oleh Tembok Berlin pada tahun 1961-1989)[12] dari negara bagian federal Republik Federal Jerman.[13] Setelah Reunifikasi Jerman pada tahun 1990, kota ini kembali menjadi ibukota negara Jerman dan menaungi 147 kedutaan negara asing.[14][15]

Selain sebuah kota, Berlin juga merupakan satu dari 16 negara bagian Jerman, yang berperan sebagai pusat kegiatan perpolitikan Uni Eropa, serta sebagai metropolitan tersibuk di Eropa. Kota ini juga dijadikan sebagai pusat lalu lintas kegiatan ekonomi, budaya, pendidikan, politik, dan sains di Jerman.[16][17][18] Ekonomi kota ini berbasis industri teknologi tinggi dan sektor jasa, ditambah beberapa sektor industri kreatif, media, dan arena konvensi. Berlin juga berperan sebagai penghubung utama kereta dan transportasi udara di Eropa[19][20] dan tempat destinasi wisata populer.[21] Berbagai macam industri ada di kota ini: teknologi informasi, obat-obatan, bioteknologi, elektronik, energi terbaharui, dan lain-lain.

Beberapa institusi seperti universitas, lembaga penelitian, teater, dan museum terdapat di kota ini.[22] Banyaknya tempat bersejarah di kota ini menjadikannya populer sebagai tempat produksi film internasional.[23] Kota ini juga dikenal memiliki kualitas hidup penduduknya yang baik.[24]

Klub sepak bola yang bermarkas di kota ini ialah Hertha BSC Berlin.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Abad ke-20[sunting | sunting sumber]

Berlin dalam keadaan hancur setelah Perang Dunia II (Potsdamer Platz, 1945).

Di akhir Perang Dunia I tahun 1918, Republik Weimar diproklamirkan di kota ini. Tahun 1920, Greater Berlin Act menggabungkan kota-kota pinggiran, kawasan desa, dan pemukiman disekitar Berlin untuk memperluas wilayah kota. Wilayah kota yang baru ini diantaranya termasuk Spandau dan Charlottenburg di bagian barat. Setelah ekspansi ini, Berlin mempunyai penduduk sekitar empat juta jiwa. Pada era Weimar, Berlin menjadi pusat transformasi budaya, dikenal sebagai Roaring Twenties.

Tanggal 30 Januari 1933, Adolf Hitler dan Partai Nazi naik ke tampuk kekuasaan. Peraturan-peraturan yang dibuat Nazi secara efektif merusak komunitas Yahudi Berlin yang jumlahnya sekitar 160.000 orang tahun 1933 (sepertiga jumlah Yahudi di Jerman pada saat itu). Populasi orang Yahudi berkurang hingga menjadi 80.000 saja akibat migrasi tahun 1933-1939. Setelah Kristallnacht tahun 1938, ribuan orang Yahudi di kota ini dipenjara di Kamp konsentrasi Sachsenhausen dan mulai tahun 1943, dikirim ke kamp kematian seperti Kamp konsentrasi Auschwitz.[25] Selama Perang Dunia II, sebagian besar kota ini hancur akibat Pertempuran Berlin. Ratusan ribu orang tewas akibat pertempuran ini, diperkirakan 125.000 penduduk sipil tewas.[26] Setelah berakhirnya Perang Dunia II di Eropa tahun 1945, Berlin menerima pengungsi dalam jumlah besar dari provinsi-provinsi di sebelah timur. Blok sekutu membagi kota ini menjadi empat sektor, sama seperti sekutu yang membagi wilayah Jerman menjadi 4 sektor. Sekutu Barat (Amerika Serikat, Inggris, Perancis) membentuk Berlin Barat sedangkan sektor Soviet mendirikan Berlin Timur.[27]

Tembok Berlin tahun 1986, dilukis pada sisi barat. Orang-orang Berlin Timur yang mencoba untuk menyebrangi tembok ini beresiko untuk ditembak.

Keempat blok sekutu berbagi tanggung jawab administratif terhadap Berlin. Di tahun 1948, ketika ketiga sekutu Barat memperpanjang reformasi keuangan di ketiga sektor Berlin yang dikuasai mereka, Uni Soviet melancarkan blokade ke rute-rute akses dari dan ke Berlin Barat, yang sekelilingnya berada di dalam wilayah kontrol Soviet. Ketiga Sekutu Barat pun mengatasi blokade ini dengan menyuplai makanan dan kebutuhan lainnya ke Berlin Barat mulai 24 Juni 1948 sampai 11 Mei 1949.[28] Tahun 1949, Republik Federal Jerman didirikan di kawasan yang dulunya menjadi zona Amerika, Inggris dan Perancis, ditambah ketiga zona negara ini di bagian barat Berlin. Sedangkan Republik Demokratik Jerman juga didirikan. Berlin Barat menerbitkan perangko mereka sendiri, perangko ini biasanya sama dengan perangko Jerman Barat namun dengan tambahan kata "Berlin". Pelayanan udara ke Berlin Barat hanya diberikan untuk maskapai Amerika, Inggris, dan Perancis.

Kejatuhan Tembok Berlin tahun 1989.

Ketegangan antara kedua Jerman meningkat pada masa Perang Dingin. Berlin Barat dikelilingi oleh Jerman Timur, dan Jerman Timur sendiri memilih Berlin Timur sebagai ibukota negara. Meskipun penduduk dan luas Berlin Timur hanya setengah dari Berlin Barat, namun Berlin Timur banyak memuat bangunan bersejarah kota ini. Jerman Barat pun memilih Bonn sebagai ibukota.[29]

Tanggal 13 Agustus 1961, Jerman Timur mulai membangun Tembok Berlin antara Berlin Timur dan Barat dan beberapa penghalang lainnya di sekitar Berlin Barat. Jerman Timur juga meletakkan sebuah tank di Checkpoint Charlie tanggal 27 Oktober 1961. Berlin Barat dan Berlin Timur saat ini benar-benar terpisah. Sekarang penduduk Jerman Barat yang ingin ke timur harus melewati titik-titik dengan penjagaan amat ketat, dan bagi penduduk Jerman Timur yang ingin ke barat saat ini hampir tidak mungkin.

Tahun 1971, Kesepakatan Empat Kekuatan untuk Berlin menjamin akses dari dan ke Berlin Barat memakai mobil atau kereta melewati Berlin Timur dan mengakhiri potensi penutupan paksa jalur tersebut.[30]

Pemandangan Berlin Mitte pada abad ke-21. Marka tanah dari kiri ke kanan: Reichstag, Menara TV di Alexanderplatz, Berliner Dom, Balaikota, Gerbang Brandenburg

Tahun 1989, dengan berakhirnya Perang Dingin dan tekanan dari penduduk Jerman Timur, akhirnya Tembok Berlin runtuh dan sebagian besar tembok dihancurkan. Ada sebagian kecil yang tersisa, dinamakan East Side Gallery di Friedrichshain dekat Oberbaumbrücke.

Tanggal 3 Oktober 1990, kedua bagian Jerman disatukan sebagai Republik Federal Jerman, dan kemudian Berlin kembali mendapat status sebagai ibukota negara. Bulan Juni 1991, Parlemen Jerman, Bundestag, Hauptstadtbeschluss memutuskan untuk memindahkan ibukota Jerman kembali ke Berlin (dari Bonn) yang akhirnya diselesaikan tahun 1999.

Politik[sunting | sunting sumber]

Reichstag adalah tempat parlemen Jerman.

Ibukota[sunting | sunting sumber]

Berlin adalah ibukota Republik Federal Jerman. Presiden Jerman, yang berfungsi hanya sebagai seremonial menurut konstitusi Jerman, bertempat tinggal di Schloss Bellevue.[31] Berlin juga menjadi tempat kanselir Jerman, bertempat tinggal di Kekanseliran Jerman, Bundeskanzleramt.

Bezirke[sunting | sunting sumber]

Map dari 12 bezirke dan 96 orsteile di Berlin.
Pembagian Administratif Kota Berlin di "Bezirk" (garis putih). Garis merah adalah batas "Bezirk" yang lama sebelum tahun 2002

Berlin dibagi menjadi 12 bezirke, berkurang dari 23 bezirke sebelum reformasi administratif tahun 2001. Setiap bezirke dibagi-bagi lagi menjadi Ortsteile (total ada 96). Tiap bezirke dipimpin oleh sebuah dewan bezirke yang terdiri dari 5 orang Bezirksstadträte dan seorang wali (Bezirksbürgermeister). Dewan bezirke ini dipilih melalui Bezirksverordnetenversammlung. Meski begitu, tiap bezirke ini bukanlah munisipalitas independen, kekuatan pemerintah bezirke terbatas dan bertanggung jawab pada Senat Berlin. Wali-wali bezirke ini membentuk dewan kota (Rat der Bürgermeister) yang dipimpin oleh Walikota Berlin.

Nama Bezirke Jumlah penduduk
30 September 2006
Luas wilayah
dalam km²
Charlottenburg-Wilmersdorf 315.244 64,72
Friedrichshain-Kreuzberg 264.922 20,16
Lichtenberg 258.964 52,29
Marzahn-Hellersdorf 249.882 61,74
Mitte 325.629 39,47
Neukölln 305.658 44,93
Pankow 356.956 103,01
Reinickendorf 243.536 89,46
Spandau 224.408 91,91
Steglitz-Zehlendorf 288.572 102,50
Tempelhof-Schöneberg 332.091 53,09
Treptow-Köpenick 236.450 168,42

Kota sahabat[sunting | sunting sumber]

Saat ini Berlin menjalin hubungan resmi dengan 17 kota.[32] Hubungan ini dimulai ketika Berlin menjalin hubungan dengan Los Angeles tahun 1967. Selama Perang Dingin, jalinan hubungan antara kedua kota ini menggambarkan perbedaan kedua kubu: Berlin Barat menjalin hubungan dengan kota-kota di Barat, dan Berlin Timur kebanyakan menjalin hubungan dengan negara-negara Pakta Warsawa.

Kota sahabat resmi Berlin adalah:[32]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Letak geografis[sunting | sunting sumber]

Balai kota Berlin tepat terletak pada 52° 31' 6" lintang utara dan 13° 24' 30" bujur timur. Jarak kota ini pada rentang timur-barat sejauh kurang lebih 45 km, dan rentang utara-selatan sejauh kurang lebih 38 km. Dengan luas kurang lebih 892 km², Berlin dikelilingi oleh negara bagian Brandenburg dan terletak di sebelah timur dari wilayah Jerman. Batas negara terdekat dari kota ini adalah dengan Polandia, sekitar 70 km ke arah timur.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Berlin banyak memiliki danau.

Di musim panas, suhu akan lumayan hangat dengan rata-rata tertinggi 22–25 °C (72–77 °F) dan terendah 12–14 °C (54–57 °F). Di musim dingin, suhu rata-rata tertinggi di kota ini 3 °C (37 °F) dan terendah mencapai −2 hingga 0 °C (28 to 32 °F). Di musim semi dan gugur pada umumnya suhu lumayan dingin.[34]

Rata-rata curah hujan tahunan adalah 570 millimeter (22 in) dengan intensitas moderat sepanjang tahun. Salju tipis turun pada umumnya bulan Desember sampai Maret, namun biasanya tidak lama. Musim dingin 2009/2010 merupakan pengecualian karena lapisan salju menutupi kota dari akhir Desember sampai awal Maret.[35]


Data iklim Berlin
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 15.0 17.0 23.0 30.0 33.0 36.0 38.8 35.0 32.0 25.0 18.0 15.0 38.8
(nil)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 2.9 4.2 8.5 13.2 18.9 21.8 24.0 23.6 18.8 13.4 7.1 4.4 13.4
Rata-rata harian °C (°F) 0.5 1.3 4.9 8.7 14.0 17.0 19.0 18.9 14.7 9.9 4.7 2.0 9.6
Rata-rata terendah °C (°F) −1.5 −1.6 1.3 4.2 9.0 12.3 14.7 14.1 10.6 6.4 2.2 −0.4 5.9
Rekor terendah °C (°F) -26.1 -25.0 -13.0 -4.0 -1.0 4.0 7.0 7.0 0.0 -7.0 -9.0 -24.0 -26.1
(nil)
Curah hujan mm (inci) 42.3 33.3 40.5 37.1 53.8 68.7 55.5 58.2 45.1 37.3 43.6 55.3
Rata-rata hari hujan (≥ 1.0 mm) 10.0 8.0 9.1 7.8 8.9 7.0 7.0 7.0 7.8 7.6 9.6 11.4
Rata-rata sinar matahari bulanan 46.5 73.5 120.9 159.0 220.1 222.0 217.0 210.8 156.0 111.6 51.0 37.2 1625.6
Sumber: World Meteorological Organization (UN),[36] HKO[37]

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Fernsehturm (menara TV) di Alexanderplatz di Mitte adalah salah satu struktur tertinggi di Uni Eropa dengan tinggi 368 m (1,210 kaki). Dibangun pada tahun 1969, menara itu terlihat di hampir seluruh daerah pusat Berlin. Kota ini dapat terlihat dari lantai obervasinya setinggi 204 m (670 kaki). Disini Karl-Marx-Allee terlihat ke arah timur, dan jalan dengan rumah-rumah berderet yang dirancang dengan gaya Sosialis Klasisisme era Joseph Stalin. Berdekatan dengan daerah ini adalah Rotes Rathaus (Balaikota), dengan arsitektur bata merah khas. Di depannya ada Neptunbrunnen, air mancur yang menampilkan sekelompok mitologi Triton, personifikasi dari empat sungai utama dan Prusia Neptunus di atasnya.

East Side Gallery adalah pameran seni lukis terbuka langsung pada bagian terakhir dari Tembok Berlin. Ini adalah bukti terbesar yang tersisa dari bagian sejarah kota ini. Bagian ini belum lama direstorasi.

Gerbang Brandenburg adalah salah satu markah tanah ikonik kota Berlin dan Jerman. Gerbang ini juga ada pada koin euro Jerman (10 sen, 20 sen, dan 50 sen). Gedung Reichstag adalah gedung parlemen Jerman yang baru direnovasi pada tahun 1950-an setelah hancur akibat Perang Dunia II. Gedung ini direnovasi kembali oleh arsitek Inggris Norman Foster pada tahun 1990-an dan memiliki kubah kaca di atas daerah sidang, yang memungkinkan akses publik bebas dalam persidangan parlemen dan pemandangan kota.

Gendarmenmarkt, alun-alun bergaya neoklasik yangnamanya diambil dari resimen Gens d'armes yang bertempat disini di abad ke-18, dibatasi oleh 2 katedral yang bergaya mirip, Französischer Dom dan Deutscher Dom. Konzerthaus (Gedung konser), rumah dari Berlin Symphony Orchestra, terletak di antara 2 katedral ini.

Pulau Museum di Sungai Spree menjadi tempat dari 5 museum yang dibangun antara tahun 1830-1930 dan merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Restorasi dan konstruksi pintu masuk untuk kelima museum tersebut, termasuk dengan rekonstruksi Stadtschloss[38] memakan biaya lebih dari 2 milyar Euro semenjak Reunifikasi Jerman.[39] Juga berdekatan dengan museum dan berdekatan dengan Lustgarten dan istana adalah Katedral Berlin, usaha ambisius Raja William II untuk membuat gereja Protestan saingan dari Basilika Santo Petrus di Roma. Sebuah ruang bawah tanah besar menyimpan benda-benda milik anggota Kerajaan Prusia. Gereja ini sekarang dimiliki oleh Persatuan Gereja Evangelis. Seperti banyak bangunan lainnya, gereja ini hancur saat Perang Dunia II dan harus direstorasi kembali. Katedral Santo Hedwig adalah katedral Gereja Katolik Roma Berlin.

Unter den Linden adalah sebuah jalan timur-barat dengan pohon berjajar sepanjang jalan dari Gerbang Brandenburg ke situs bekas Berliner Stadtschloss, dulunya merupakan kawasan pejalan kaki terkenal di Berlin. Banyak bangunan klasik dan ada juga kawasan Universitas Humboldt terletak disitu. Friedrichstraße adalah jalan legendaris di Berlin sewaktu Roaring Twenties. Jalan ini menggabungkan kebudayaan abad-20 dengan arsitektur modern Berlin saat ini.

Potsdamer Platz adalah perempatan kota yang dibangun pada tahun 1995 setelah Tembok Berlin diruntuhkan.[40] Di bagian barat Potsdamer Platz adalah Kulturforum, tempat Gemäldegalerie, dan diapit oleh Neue Nationalgalerie dan Berliner Philharmonie. Memorial to the Murdered Jews of Europe, sebuah memorial Holocaust, terletak di utara.[41]

Kawasan sekitar Hackescher Markt adalah tempat budaya fashion, dengan outlet-outlet baju, klub, bar, dan galeri yang tak terhitung jumlahnya. Termasuk juga di dalamnya Hackesche Höfe, gedung-gedung yang berada di sekeliling pelataran yang baru direkonstruksi sekitar tahun 1996. Oranienburger Straße dan Sinagoga Baru adalah bekas pusat budaya Yahudi sebelum tahun 1933. Meskipun saat ini Sinagoga Baru masih menjadi pusat budaya dan sejarah Yahudi, tapi Oranienburger straße dan kawasan sekelilingnya dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan kehidupan malamnya.

Schloss Charlottenburg adalah istana terbesar yang ada di Berlin.

Straße des 17. Juni yang menghubungkan Gerbang Brandenburg dan Ernst-Reuter-Platz, terletak di tengah East-West-Axis. Nama ini untuk mengenang pemberontakan 1953 di Jerman Timur tanggal 17 Juni 1953. Sekitar separuh jalan dari Gerbang Brandenburg ada Großer Stern, sebuah taman lalu lintas melingkar dimana Siegessäule (Kolom Kemenangan) terletak. Monumen ini untuk mengenang kemenangan Prussia, dipindahkan pada tahun 1938-1939 dari tempat sebelumnya yang berada di depan Reichstag.

Kurfürstendamm adalah tempat beberapa pertokoan mewah Berlin dengan Gereja Kaiser Wilhelm Memorial terletak di bagian akhir timur di Breitscheidplatz. Gereja ini hancur saat Perang Dunia II dan saat ini tersisa puingnya saja. Di dekat Tauentzienstraße adalah KaDeWe, perbelanjaan terbesar di kawasan kontinental Eropa. Rathaus Schöneberg, dimana mantan presiden Amerika Serikat John F. Kennedy berpidato "Ich bin ein Berliner!", terletak di Tempelhof-Schöneberg.

Schloss Bellevue adalah rumah Presiden Jerman. Schloss Charlottenburg, yang dibakar saat Perang Dunia II dan hancur, dibangun kembali dan saat menjadi istana bersejarah terbesar di Berlin.

Funkturm Berlin adalah menara radio setinggi 150 m (490 kaki) yang dibangun antara tahun 1924-1926. Menara ini merupakan menara satu-satunya yang berdiri di atas insulator dan mempunyai restauran 55 m (180 kaki) di atas tanah dengan dek observasi setinggi 126 m (410 kaki) above ground, yang dapat dicapai melalui lift kaca.

Objek wisata utama[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Ekonomi Berlin didominasi dari sektor jasa. ICC merupakan pusat kongres dan pameran Berlin.

Pada tahun 2009, pertumbuhan GDP kota Berlin adalah 1,7% (Jerman -3,5%) dengan nilai €90,1 (~$117) milyar.[42] Ekonomi kota ini kebanyakan disokong oleh sektor jasa, dengan 80% perusahaan yang ada di kota ini bekerja pada sektor jasa. Tingkat penggangguran kota ini mencapai 12,7% bulan September 2011 (Jerman 6,6%).[43]

Sektor yang bertumbuh pesat di Berlin diantaranya komunikasi (teknologi informasi, media, musik, iklan, desain); sains (bioteknologi, lingkungan, kedokteran); serta transportasi.[44][tak ada di rujukan]

Taman Sains dan Bisnis Berlin-Adlershof termasuk dalam 15 taman teknologi terbesar di dunia. Pengembangan dan penelitian memiliki dampak signifikan terhadap kota ini. Kawasan Berlin-Brandenburg pun termasuk dalam tiga besar kawasan inovatif top di Uni Eropa.[45]

Perusahaan[sunting | sunting sumber]

Air Berlin berkantor pusat di Berlin.

Siemens, perusahaan Fortune Global 500 dan satu dari 30 perusahaan DAX Jerman, berpusat di Berlin. Perusahaan kereta api negara, Deutsche Bahn, juga berkantor pusat di Berlin.[46] Banyak perusahaan internasional maupun lokal yang mempunyai bisnis di kota ini.

Perusahaan-perusahaan dengan karyawan terbanyak diantaranya Deutsche Bahn, Charité (jasa kesehatan), BVG (transportasi), Dussmann and the Piepenbrock Group (jasa), Daimler dan BMW Motorrad (otomotif), Bayer Health Care dan Berlin Chemie (obat-obatan), serta Air Berlin (maskapai penerbangan terbesar kedua Jerman).[47]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Berlin mempunyai 781 hotel dengan total tempat tidur lebih dari 125.000 buah, per Juni 2012.[48] Kota ini mencetak rekor 9,1 juta pengunjung hotel pada tahun 2010.[21] Berlin dikunjungi oleh sekitar 135 juta orang per tahunnya, menjadikan kota ini destinasi terbanyak ketiga di Uni Eropa.

Berlin juga merupakan kota pameran top dunia dan memiliki pusat convention center terbesar di Eropa, Internationales Congress Centrum (ICC).[19] Pameran-pameran perdagangan besar yang diselenggarakan di kota ini antara lain IFA, Grüne Woche ("Green Week"), InnoTrans, Artforum dan ITB sehingga menarik kunjungan para pebisnis datang ke kota ini.

Industri kreatif[sunting | sunting sumber]

Industri yang bekerja pada bidang hiburan dan seni juga menjadi penunjang ekonomi kota. Industri kreatif ini diantaranya termasuk musik film, periklanan, seni, desain, fashion, pertunjukan seni, perangkat lunak,[49] TV, radio, dan permainan video. Sekitar 22.600 perusahaan yang bekerja pada bidang ini menghasilkan kira-kira 18,6 miliar euro. Industri kreatif Berlin berkontribusi terhadap 20% pendapatan domestik kasar kota ini (data 2005).[50]

Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Berlin Hauptbahnhof adalah stasiun kereta api terbesar di Eropa.

Transportasi di Berlin sangat kompleks, terdiri dari berbagai macam moda transportasi.[51] Total ada 979 jembatan dengan total panjang lebih dari 197 km. Ada 5.334 kilometer (3,314 mil) jalan yang ada di kota ini, dengan 73 km diantaranya adalah jalan tol ("Autobahn").[45] Pada tahun 2006, 1,416 juta kendaraan terdaftar di kota ini.[52] Dengan 358 mobil per 1000 penduduk (data 2008) (570/1000 untuk Jerman), Berlin sebagai negara bagian dan salah satu kota utama di Eropa mempunyai jumlah mobil per kapita terendah.[53]

Jalur kereta jarak jauh menghubungkan Berlin dengan semua kota utama di Jerman dan kota lainnya di negara-negara tetangga. Kereta regional menghubungkan kota ini dengan sekeliling Brandenburg dan ke negara-negara Laut Baltik. Berlin Hauptbahnhof adalah stasiun kereta api terbesar di Eropa.[54] Deutsche Bahn menjalankan kereta ke beberapa destinasi domestik seperti Hamburg, Munich, Cologne dan kota lainnya, juga kereta ekspres bandara.

Berliner Verkehrsbetriebe dan Deutsche Bahn mengelola sistem transportasi publik kota ini.[55]

Sistem Stasiun/ Jalur/Panjang jalur Penumpang per tahun Operator/ Catatan
S-Bahn 166 / 15 / 331 km (206 mil) 376 juta DB/ Kebanyakan rel diatas tanah. Beberapa berhenti di pinggiran kota.
U-Bahn 173 / 10 / 147 km (91 mil) 457 jjuta BVG/ Kebanyakan rel dibawah tanah. Pelayanan 24 jam saat akhir pekan.
Tram 398 / 22 / 192 km (119 mil) 171 juta BVG/ Banyak dioperasikan dikawasan timur kota.
Bus 2627 / 147 / 1.626 km (1,010 mil) 407 juta BVG/ Tersedia di semua borough.
Feri 6 jalur BVG/ Semua mode transportasi dapat digunakan dengan tiket yang sama.[56]
Bandara
Bandara Tegel Berlin (kiri), akan digantikan oleh Bandara Brandenburg Berlin (kanan). Bandara Tegel Berlin (kiri), akan digantikan oleh Bandara Brandenburg Berlin (kanan).
Bandara Tegel Berlin (kiri), akan digantikan oleh Bandara Brandenburg Berlin (kanan).

Berlin mempunyai 2 bandara komersial. Bandara Tegel Berlin (TXL), masih di dalam kota, dan Bandara Schönefeld, terletak di bagian tenggara kota di negara bagian Brandenburg. Kedua bandara ini menangani total 24 juta penumpang pada tahun 2011. Pada tahun 2011, 88 maskapai melayani 164 destinasi di 54 negara dari Berlin.[57] Bandara Tegel merupakan penghubung utama untuk Air Berlin dan Lufthansa, sedangkan Schönefeld banyak digunakan oleh maskapai penerbangan murah seperti easyJet.

Bandara Brandenburg Berlin (BER) akan beroperasi menggantikan Tegel dan Schönefeld sebagai bandara komersial utama Berlin.[58] Direncanakan awal dibuka tahun 2011, pembukaan bandara ini ditunda beberapa kali karena mismanajemen konstruksi dan kesulitan teknis.[59] Sampai bulan Janari 2013, masih belum diketahui kapan bandara baru ini akan dioperasikan.[60]

Sepeda

Berlin terkenal karena memiliki sistem jalur sepeda yang amat baik.[61] Diperkirakan kota ini memiliki 710 sepeda tiap 1000 penduduk. Sekitar 500.000 pengendara sepeda tiap harinya berkontribusi terhadap sekitar 13% total lalu lintas tahun 2009.[62] Para pesepeda memiliki akses 620 km jalur sepeda, terbagi menjadi 150 km jalur khusus sepeda, 190 km rute sepeda off-road, 60 km jalur sepeda di jalan raya, 70 km jalur bus yang dapat digunakan oleh pesepeda, 100 km jalur pedestrian/pesepeda, dan 50 km jalur sepeda bertanda pada trotoar.[63]

Energi[sunting | sunting sumber]

Heizkraftwerk Mitte

Energi kota ini disediakan oleh perusahaan Swedia Vattenfall, yang menggunakan lignit sebagai bahan bakar utama. Karena pembakaran lignit menghasilkan emisi beracun, Vattenfall mengumumkan bahwa mereka akan menggantike sumber lain yang lebih ramah lingkungan.[64] Di zaman bekas Berlin Barat, listrik disuplai oleh tenaga termal. Untuk menyediakan energi tambahan saat beban puncak, akumulator dipasang pada pembangkit-pembangkit termal ini pada tahun 1980-an. Akumulator ini akan mengisi saat konsumsi energi menurun dan dipakai ketika beban puncak.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Berlin mempunyai sejarah panjang dalam kedokteran dan teknologi kedokteran.[65] Beberapa sejarah kedokteran dipengaruhi oleh ilmuwan dari Berlin, misalnya Rudolf Virchow menemukan sel patologis dan Robert Koch yang menemukan vaksin untuk antraks, kolera, dan TBC.[66]

Kompleks rumah sakit Charité adalah rumah sakit universitas terbesar di Eropa yang telah ada sejak tahun 1710. Kawasan Charité ada di 4 tempat dan total mempunyai 3.300 ranjang, 14.000 staf, 8.000 siswa, dengan pendapatan lebih dari 1 miliar euro per tahunnya.[67]

Di Berlin juga terdapat Pusat Jantung Jerman, pusat transplantasi terkenal; Max-Delbrück-Center for Molecular Medicine dan Max-Planck-Institute for Molecular Genetics. Penelitian-penelitian institusi ini dibantu oleh departemen-departemen penelitian perusahaan besar seperti Siemens, Schering dan Debis.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Populasi Berlin 1880–2012
Populasi warga negara asing dalam jumlah besar[68]
Negara asal Populasi (2012)
 Turki 101.061
 Polandia 46.945
 Italia 19.771
 Serbia 18.544
 Rusia 17.596
 Bulgaria 15.933
 Perancis 15.253
 Amerika Serikat 14.395
 Vietnam 13.959
 Britania Raya 11.480
 Spanyol 11.473
 Yunani 10.953
 Bosnia dan Herzegovina 10.680
Tidak diketahui 10.325
 Austria 10.058
 Kroasia 10.025
 Romania 8.843
 Ukraina 8.791
 Lebanon 7.094
 China 6.084
 Thailand 4.975
 Makedonia 4.960
 Belanda 4.911
 Iran 4.192
 Swedia 3.519
 Portugal 3.405
 Hungaria 3.317
 Israel 3.302
 Brasil 3.231
 Korea Selatan 3.195
 Latvia 3.152
 Jepang 2.987
 Denmark 2.979
 Kosovo 2.957
 India 2.739
 Suriah 2.471

Pada tanggal 31 Desember 2011, kota Berlin memiliki 3,5 juta penduduk terdaftar[69] pada area seluas 89.182 km2 (34,433 mil²).[56] Kepadatan penduduk kota ini adalah 3.848 orang per km² (9.966/sq mi). Kawasan urban kota ini melebar sampai melewati batas kota dan berpenduduk sekitar 3,7 juta orang, sedangkan kawasan metropolitan Berlin-Brandenburg berpenduduk sekitar 4,5 juta orang pada area seluas 5.370 km2 (2,070 mil²).

Berlin adalah kota berpenduduk terbesar dan kawasan urban terbesar kesembilan di Uni Eropa.[4]

Migrasi nasional dan internasional ke kota ini memiliki sejarah yang amat panjang. Pada tahun 1685, dengan dicabutnya Edict of Nantes di Perancis, kota ini juga mengeluarkan Edict of Potsdam yang memberikan kebebasan beragama dan pajak bagi para pengungsi Perancis Huguenot selama 10 tahun. Greater Berlin Act tahun 1920 mengikutsertakan banyak pinggiran kota di sekitar Berlin, sehinggaluas kota ini bertambah dari 66 km2 (25 mil²) menjadi 883 km2 (341 mil²) dan populasi kota dari 1,9 juta menjadi 4 juta orang.

Pada bulan Desember 2010, 457.806 penduduk (13,5% populasi) merupakan warga negara asing dari 190 negara.[70] Warga negara asing terbesar diantaranya berasal dari Turki (104.556), Polandia (40.988), Serbia (19.230), Italia (15.842), Rusia (15.332), Perancis (13.262), Vietnam (13.199), Amerika Serikat (12.733), Bosnia dan Herzegovina (10.198), Britania Raya (10.191), Kroasia (10.104), Bulgaria (9.988), Yunani (9.301), dan Austria (9.246).[70] Diperkirakan 394.000 penduduk (12,2%) merupakan warga keturunan migran internasional dan telah menjadi warga negara Jerman atau memperoleh kewarganegaraan karena lahir di Jerman.[71] Maka, 25-30% penduduk kota ini berasal dari luar.[72]

Senat Berlin memperkirakan bahwa penduduk kota Berlin akan menjadi 3,75 juta jiwa pada tahun 2030. Pertumbuhan penduduk terbesar berada pada kelas 6-18 tahun. Umur rata-rata penduduk juga akan meningkat menjadi 44 tahun karena meningkatnya angka harapan hidup.[69]

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di Berlin - 2010
agama persen
Tidak beragama
  
60.0%
Protestan
  
18.7%
Katolik Roma
  
9.1%
Muslim
  
8.1%
Kristen lainnya
  
2.7%
Agama lain
  
1.0%

Lebih dari 60% penduduk Berlin tidak beragama dan menjadikan kota ini sebagai Ibukota Ateis Eropa.[73] Agama terbesar menurut data 2010 adalah Protestan Lutheran dan Evangelis (18.7%),[74] kemudian Katolik Roma dengan 9,1% penduduk.[74] Sekitar 2,7% penduduk beragama Kristen lainnya (terutama Gereja Ortodoks Timur)[75] dan 8.1% beragama Muslim.[76] 0.9% penduduk beragama lain-lain.[77]

Berliner Dom, dimiliki oleh Gereja Protestan UEK.

Berlin mempunyai 76 masjid, 11 sinagoga, dan 2 kuil Buddha. Kota ini juga memiliki beberapa grup ateisme.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Berlin mempunyai 878 sekolah yang mengajari 340.658 anak-anak di 13.727 kelas dan 56.787 trainee.[45] Kota ini memoliki program pendidikan dasar 6 tahun. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, siswa lalu bisa melanjutkan ke Sekundarschule (sekolah komprehensif) atau Gymnasium (sekolah persiapan universitas). Berlin mempunyai sebuah program sekolah bilingual khusus yang dinamakan "Europaschule". Di sekolah ini, anak-anak akan diajarkan berdasarkan kurikulum dalam bahasa Jerman dan dengan bahasa asing lainnya, dari sekolah dasar sampai sekolah menengah. Ada 9 bahasa Eropa utama yang dapat dipilih di 29 sekolah.[78]

Französisches Gymnasium Berlin, yang didirikan pada tahun 1689 untuk melayani pendidikan anak-anak pengungsi Huguenot, menggunakan bahasa Jerman/Perancis sebagai pengantar.[79] John F. Kennedy School, sebuah sekolah negeri bilingual Jerman-Amerika, banyak mendidik anak-anak diplomat dan ekspatriat dari negara-negara berbahasa Inggris. Ada juga 4 sekolah ("Humanistische Gymnasien") yang mengajarkan bahasa Latin dan Yunani Kuno. Dua diantaranya adalah sekolah negeri (Steglitzer Gymnasium di Steglitz dan Goethe-Gymnasium di Wilmersdorf), satu sekolah Protestan (Evangelisches Gymnasium zum Grauen Kloster di Wilmersdorf), dan satu sekolah Yesuit (Canisius-Kolleg di Tiergarten).

Pendidikan tinggi[sunting | sunting sumber]

Stasiun pengisian dengan sumber tenaga matahari di taman sains dan teknologi di Adlershof.

Kawasan ibukota Berlin-Brandenburg adalah salah satu pusat pendidikan tinggi dan penelitian di Uni Eropa. Kota ini memiliki 4 universitas dan 27 college (Hochschulen) yang menawarkan berbagai macam program studi.[80] Ada 135.327 siswa terdaftar di 31 universitas dan college pada tahun ajaran 2008/09.[81] Tiga universitas terbesar memiliki jumlah murid kira-kira 100.000 orang. Ketiganya adalah Humboldt Universität zu Berlin dengan 35.000 siswa, Freie Universität Berlin dengan 35.000 siswa dan Technische Universität Berlin dengan 30.000 siswa. Universität der Künste mempunyai sekitar 4.000 siswa dan Berlin School of Economics and Law mempunyai sekitar 9.000 siswa.

Kota ini juga banyak memiliki institusi penelitian, antara lain Fraunhofer Society, Gottfried Wilhelm Leibniz Scientific Community dan Max Planck Society. Total ada 62.000 peneliti yang bekerja pada bidang penelitan dan pengembangan.[45]\

Selain perpustakaan yang ada di universitas-univeristas, Staatsbibliothek zu Berlin adalah perpustakaan penelitian utama. Lokasi utamanya ada di dekat Potsdamer Platz di Potsdamer Straße dan Unter den Linden. Selain itu juga ada 108 perpustakaan publik di kota ini.[45]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pressemitteilung vom 24.3.2010 – Nr. 85". Amt für Statistik Berlin-Brandenburg (dalam bahasa German). 24 March 2010. Diakses 24 March 2010. 
  2. ^ "Bruttoinlandsprodukt (nominal) in BERLIN seit 1995" (dalam bahasa German). Quelle: Arbeitskreis „Volkswirtschaftliche Gesamtrechnungen der Länder“. 30 March 2010. Diakses 2010-06-28. 
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Population11
  4. ^ a b INSEE. "Population des villes et unités urbaines de plus de 1 million d'habitants de l'Union européenne" (dalam bahasa French). Diakses 17 August 2008. 
  5. ^ "Daten und Fakten Hauptstadtregion". Berlin-Brandenburg.de. Diakses 2013-02-10. 
  6. ^ "Initiativkreis Europäische Metropolregionen in Deutschland: Berlin-Brandenburg". Deutsche-metropolregionen.org. Diakses 2013-02-10. 
  7. ^ "PowerPoint-Präsentation" (PDF). Diakses 2013-03-12. 
  8. ^ "City Profiles Berlin". Urban Audit. Diakses 20 August 2008. 
  9. ^ "Gren Berlin". Lonely Planet. Diakses 9 October 2009. 
  10. ^ "Documents of German Unification, 1848–1871". Modern History Sourcebook. Diakses 18 August 2008. 
  11. ^ "Topographies of Class: Modern Architecture and Mass Society in Weimar Berlin (Social History, Popular Culture, and Politics in Germany).". www.h-net.org. Diakses 9 October 2009. 
  12. ^ "Berlin Wall". Encyclopædia Britannica. Diakses 18 August 2008. 
  13. ^ Germany: The Long Road West: Volume 2: 1933-1990, Oxford University Press, 2007. 
  14. ^ "Berlin – Capital of Germany". German Embassy in Washington. Diakses 18 August 2008. 
  15. ^ "Diplomatic Berlin". Deutschland Online. Diakses 7 March 2009. 
  16. ^ Davies, Catriona (10 April 2010). "Revealed: Cities that rule the world – and those on the rise". CNN. Diakses 11 April 2010. 
  17. ^ Sifton, Sam (31 December 1969). "Berlin, the big canvas". The New York Times. Diakses 18 August 2008.  See also: "Sites and situations of leading cities in cultural globalisations/Media". GaWC Research Bulletin 146. Diakses 18 August 2008. 
  18. ^ "Global Power City Index 2009". Institute for Urban Strategies at The Mori Memorial Foundation (Tokyo, Japan). 22 October 2009. Diakses 29 October 2009. 
  19. ^ a b "ICCA publishes top 20 country and city rankings 2007". ICCA. Diakses 18 August 2008. 
  20. ^ "Berlin City of Design Press Release". UNESCO. Diakses 18 August 2008. 
  21. ^ a b "Berlin-Tourismus 2010 mit neuem Rekord". Amt für Statistik (dalam bahasa German). Diakses 19 February 2011. 
  22. ^ "World Heritage Site Museumsinsel". UNESCO. Diakses 18 August 2008. 
  23. ^ "Hollywood Helps Revive Berlin's Former Movie Glory". Deutsche Welle. 9 August 2008. Diakses 18 August 2008. 
  24. ^ Flint, Sunshine (12 December 2004). "The Club Scene, on the Edge". The New York Times. Diakses 18 August 2008.  See also: "Ranking of best cities in the world". City mayors. Diakses 18 August 2008.  and "The Monocle Quality Of Life Survey" (PDF). www.denmark.dk. Diakses 18 August 2008. 
  25. ^ Berlin
  26. ^ Clodfelter, Michael (2002), Warfare and Armed Conflicts- A Statistical Reference to Casualty and Other Figures, 1500–2000 (ed. 2nd), McFarland & Company, ISBN 0-7864-1204-6 
  27. ^ "Agreement to divide Berlin". FDR-Library. Diakses 18 August 2008. 
  28. ^ "Berlin Airlift / Blockade". Western Allies Berlin. Diakses 18 August 2008. 
  29. ^ "Berlin official website; History after 1945". City of Berlin. Diakses 8 April 2009. 
  30. ^ "Ostpolitik: The Quadripartite Agreement of September 3, 1971". US Berlin Embassy. Diakses 18 August 2008. 
  31. ^ "Bundespräsident Horst Köhler" (dalam bahasa (Jerman)). Bundespraesident.de. Diakses 7 April 2012. 
  32. ^ a b "Berlin's international city relations". Berlin Mayor's Office. Diakses 22 August 2010. 
  33. ^ "Miasta partnerskie Warszawy". um.warszawa.pl. Biuro Promocji Miasta. 4 May 2005. Diakses 29 August 2008. 
  34. ^ "weather.com". weather.com. Diakses 7 April 2012. 
  35. ^ "Climate figures". World Weather Information Service. Diakses 18 August 2008. 
  36. ^ "World Weather Information Service – Berlin". Worldweather.wmo.int. 5 October 2006. Diakses 7 April 2012. 
  37. ^ "Climatological Normals of Berlin". Hong Kong Observatory. Diakses 20 May 2010. 
  38. ^ "Neumann: Stadtschloss wird teurer". Berliner Zeitung (dalam bahasa (Jerman)). 24 June 2011. Diakses 7 April 2012. 
  39. ^ "Das Pathos der Berliner Republik". Berliner Zeitung (dalam bahasa (Jerman)). 19 May 2010. Diakses 7 April 2012. 
  40. ^ "Construction and redevelopment since 1990". Senate Department of Urban Development. Diakses 18 August 2008. 
  41. ^ Ouroussoff, Nicolai (9 May 2005). "A Forest of Pillars, Recalling the Unimaginable". The New York Times. Diakses 18 August 2008. 
  42. ^ "Exporteinbruch stürzt deutsche Wirtschaft in die Krise" (dalam bahasa German). Reuters. Diakses 19 August 2008. 
  43. ^ "Arbeitslosigkeit sinkt auf niedrigsten Stand seit 20 Jahren" (dalam bahasa German). Berliner Morgenpost. Diakses 30 September 2011. 
  44. ^ "Poor but sexy". The Economist. 21 September 2006. Diakses 19 August 2008. 
  45. ^ a b c d e "Berlin fact sheet" (PDF). berlin.de. Diakses 19 August 2008. 
  46. ^ "DB Schenker to concentrate control functions in Frankfurt am Main". Diakses 6 June 2011. 
  47. ^ "Contact". Air Berlin. Diakses 7 April 2012. 
  48. ^ "Strong tourism and convention destination Berlin". visitBerlin. Diakses 13 August 2012. 
  49. ^ "Berlin Cracks the Startup Code". Businessweek. 2012-04-12. Diakses 2013-02-10. 
  50. ^ "Creative Industries in Berlin". Kulturwirtschaft.de. 7 April 2011. Diakses 7 April 2012. 
  51. ^ "Broke but dynamic, Berlin seeks new identity". IHT. Diakses 19 August 2008. 
  52. ^ "Kraftfahrzeuge und Schienenbestand". Destatis. Diakses 19 August 2008. 
  53. ^ "Die Hauptstadt des umweltfreundlichen Verkehrs". Berliner Zeitung (dalam bahasa German). Diakses 11 August 2009. 
  54. ^ "Berlin Hauptbahnhof". Deutsche Bahn. Diakses 2 May 2009. 
  55. ^ Amt für Statistik Berlin-Brandenburg, Die kleine Berlin-Statistik. (German) Accessed 6 January 2009.
  56. ^ a b "Berlin statistical figures". Amt für Statistik Berlin-Brandenburg (dalam bahasa German). Diakses 19 August 2008. 
  57. ^ "Airport BBI: Einzigartige, historische Chance für Berlin und Brandenburg". airportzentrale.de. Diakses 10 March 2011. 
  58. ^ "Airport Berlin Brandenburg International". Airports Berlin. Diakses 7 July 2010. 
  59. ^ "New Berlin Airport to Finally Open Next October". Spiegel Online International. 4 September 2012. 
  60. ^ New York Times online article on the delayed Berlin Brandenburg Airport
  61. ^ "Bike City Berlin". Treehugger. Diakses 19 August 2008. 
  62. ^ "Platz da! – für die Radfahrer". ND. Diakses 22 March 2011. 
  63. ^ "Bicycle Routes and Facilities Bicycle Paths". Senate Department of urban development. Diakses 19 September 2008. 
  64. ^ Reimer, Nick (30 May 2006). "Abgase tiefer gelegt". taz (dalam bahasa German). Diakses 18 August 2008. 
  65. ^ Kühne, Anja; Warnecke, Tilmann (17 October 2007). "Berlin leuchtet". Der Tagesspiegel (dalam bahasa German). Diakses 18 August 2008. 
  66. ^ "History of the Charité of Berlin". Charité. 6 September 2005. Diakses 18 August 2008. 
  67. ^ "Customer company profile". Ansell Healthcare. Diakses 18 August 2008. 
  68. ^ "Warga negara asing di Berlin" (PDF). Amt für Statistik Berlin-Brandenburg (dalam bahasa German). Diakses 22 April 2013. 
  69. ^ a b "Bevölkerungsprognose für Berlin und die Bezirke 2011-2030" (dalam bahasa German). Senate Department for Urban Development and the Environment, Berlin. October 2012. Diakses 5 December 2012. 
  70. ^ a b "Foreign residents of Berlin" (PDF). Amt für Statistik Berlin-Brandenburg (dalam bahasa German). Diakses 5 February 2011. 
  71. ^ "Statistik Berlin/Brandbenburg". Amt für Statistik Berlin-Brandenburg. 31 December 2010. Diakses 1 January 2009. 
  72. ^ "Jeder vierte Berliner ist ausländischer Herkunft". Der Tagesspiegel (dalam bahasa German). Diakses 19 August 2008. 
  73. ^ Connolly, Kate (26 April 2009). "Atheist Berlin to decide on religion's place in its schools". The Guardian (UK). Diakses 10 May 2010. 
  74. ^ a b Evangelische Kirche in Deutschland: Kirchenmitgliederzahlen am 31. Dezember 2010. EKD, 2011, (PDF; 0,45 MB) Abgerufen am 10. März 2012.
  75. ^ Amt für Statistik Berlin Brandenburg: Die kleine Berlin-Statistik 2010. (PDF-Datei). Abgerufen am 4. Januar 2011.
  76. ^ Tabelle 11; die tatsächliche Anzahl von Muslimen kann anhand dieser Gesamtzahl, die auch Angehörige anderer Religionen (z. B. Minderheiten aus den Herkunftsstaaten, Deutsche mit einseitigem Migrationshintergrund) und Nichtreligiöse einschließt, nur geschätzt werden.
  77. ^ "Statistisches Jahrbuch für Berlin 2010. Abgerufen am 10. März 2012." (PDF). Diakses 2013-02-10. 
  78. ^ "Jahrgangsstufe Null". Der Tagesspiegel (dalam bahasa German). Diakses 19 August 2008. [tak ada di rujukan]
  79. ^ "Geschichte des Französischen Gymnasiums". Französisches Gymnasium Lycée Français Berlin (dalam bahasa German). Diakses 17 August 2008. 
  80. ^ "Metropolis of Sciences". Berlin Partner GmbH. Diarsipkan dari aslinya tanggal 24 April 2008. Diakses 19 August 2008. 
  81. ^ "Wirtschaftsstandort Berlin". Der Tagesspiegel (dalam bahasa German). 11 May 2010. Diakses 11 May 2010. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]