Hamburg

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Free and Hanseatic City of Hamburg
Freie und Hansestadt Hamburg
Negara bagian di Jerman
Hamburg Rathaus.jpg
Bendera Free and Hanseatic City of Hamburg
Bendera
Lambang Free and Hanseatic City of Hamburg
Lambang
Deutschland Lage von Hamburg.svg
Koordinat: 53°33′55″LU 10°00′5″BT / 53,56528°LU 10,00139°BT / 53.56528; 10.00139Koordinat: 53°33′55″LU 10°00′5″BT / 53,56528°LU 10,00139°BT / 53.56528; 10.00139
Negara bagian Jerman
Pemerintahan
 • First Mayor Christoph Ahlhaus (CDU)
 • Partai berkuasa CDU / Green Alternative List (GAL)
 • Bundesrat 3 kursi (dari 69)
Area
 • Kota 755 km2 (292 mil²)
Populasi (2007-10-31)[1]
 • Kota 1.769.117
 • Kepadatan Bad rounding here2,300/km2 (Bad rounding here6,100/sq mi)
 • Metro 4.300.000
Zona waktu CET (UTC+1)
 • Musim panas (DST) EST (UTC+2)
Kode pos 20001–21149, 22001–22769
Kode area 040
ISO 3166 DE-HH
Plat kendaraan HH
GDP/ Nominal € 86.153 milyar (2006)[butuh rujukan]
NUTS Region DE6
Situs web hamburg.de
'Kecamatan' di Hamburg

Hamburg (bahasa Jerman Hilir: Hamborg) ialah kota berpenduduk terpadat kedua di sana setelah Berlin, dan salah satu kota tersibuk di dunia. Hamburg berdiri pada 825. Dengan luas 755 km2 di sungai Elbe, kota ini memiliki sifat budaya luas, didukung reputasi artisnya seperti Felix Mendelssohn dan Johannes Brahms serta sutradara dan pemain Gustaf Grudgens dari Deutsche Schauspielhaus. Sebuah industri penerbitan yang kuat telah berkembang di sini sejak abad ke-17. Karakter fisik kota ini diperkuat sistem kanal yang membelahnya. Hamburg juga memiliki danau, taman, dan museum yang bagus termasuk Kunsthalle (1868), Museum Seni dan Kerajinan (1877), Museum Etnologi dan Prasejarah (1878).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

1895
Hamburg pada tahun 1800

Awal mula Hamburg bersifat tragis dan romantis. Antara sungai Elbe dan Alster, kastil Hammaburg dibangun pada 825 dan menjadi rumah Uskup Besar Ansgar, yang menjadikannya pangkalan pengaruh Kristen terhadap para penduduk pra-Kristen di Eropa Utara. Walau kota ini dibumihanguskan kaum Viking pada 845, namun dibangun lagi, hanya buat dibakar sebanyak 8 kali selama 300 tahun.

Di abad ke-13 M, Liga Hanseatik, termasuk kota-kota perdagangan Baltik seperti Lübeck, Breslau, dan Danzig, telah memperkuat kesehatan ekonomi dari kota-kota Jerman Utara yang bersatu. Perdagangan berkembang pesat, dan Hamburg menjadi pelabuhan utama dalam perdagangan antara Rusia dan Flandria dengan posisinya sebagai penguasa dan penjaga sungai Elbe. Meski Liga Hanseatik pecah di akhir Abad Pertengahan, namun Hamburg terus tumbuh, melampaui Lübeck dan mendirikan bursa saham Hamburg pada 1558. Antara 1616-1625, Hamburg membangun pertahanannya sendiri sambil mendukung lembaga-lembaga publik, seperti panti asuhan yang dibangun pada 1604 dan rumah sakit yang dibangun pada 1605.

Pada 1625, kota ini dikuatkan dan bisa melanjutkan perdagangan melewati masa susah dalam Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) yang membuat kota lain terpuruk. Hanya saat Kaisar Napoleon Bonaparte menyerang pada 1830 Hamburg kehilangan keunggulannya. Hamburg takluk dan lebur dalam Kekaisaran Perancis, namun setelah Kaisar Napoleon Bonaparte jatuh Hamburg bisa merebut lagi kejayaannya sebagai sebuah kota yang bebas dan Hanseatik. Perdagangan pun meluas sampai Afrika, Amerika dan Asia.

Sejak membangun lagi kerusakan yang dialami pelabuhannya selama Perang Dunia II, Hamburg meebut posisinya lagi sebagai pelabuhan utama Jerman dan salah satu pelabuhan terpenting di Eropa Utara. 5 gereja utama sudah dibangun dan dibangun lagi setelah terjadi kebakaran besar, banyak daerah pinggiran kota yang bermunculan sepanjang tepi Danau Aussenalster, dan sekumpulan rumah bergaya Patrician yang indah dipakai banyak Konsulat Jendral di sana.

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "State population". Portal of the Federal Statistics Office Germany. Diakses 2007-04-25. 
  • Beckner, Chrisanne dan Soetrisno, Eddy, 2001, Buku Pintar 100 Kota Besar Bersejarah di Dunia. Jakarta: Ladang Pustaka & Intimedia.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]