Riset medis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tabung yang digunakan untuk kultur sel.

Riset medis (medical research), riset biomedis (biomedical research) atau ilmu kedokteran eksperimental (experimental medicine) adalah penelitian dasar, penelitian aplikasi, atau penelitian translasional yang dilakukan untuk mendukung pengetahuan di bidang kedokteran. Riset medis bisa dibagi menjadi dua kategori umum: evaluasi metode pengobatan baru untuk keamanan dan efektivitasnya (yang disebut dengan clinical trial), dan semua jenis riset yang berkontribusi pada pengembangan metode pengobatan baru (yang disebut dengan pre-clinical development). Sebuah paradigma baru kepada riset biomedis adalah dengan ditemukannya istilah penelitian transasional yang fokus pada loop umpan balik yang iteratif antara penelitian dasar dan penelitian aplikasi. Hal ini salah satunya dikarenakan ilmu kedokteran, yang terikat secara tidak langsung dengan faktor genetik (pasien maupun parasit penyebab penyakit) akan terus berkembang mengikuti perkembangan mutasi dan evolusi genetik.

Riset medis dapat berkontribusi pada bidang kesehatan masyarakat, biokimia, riset klinis, mikrobiologi, fisiologi, onkologi, pembedahan, dan riset pada penyakit secara spesifik seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Penngkatan usia harapan hidup manusia dalam seratus tahun ini bisa dikaitkan pada peningkatan pada riset medis. Beberapa yang paling berpengaruh yaitu vaksin untuk penyakit polio dan campak, insulin untuk penderita diabetes, berbagai antibiotik, pengobatan untuk penyakit [[darah tinggi], peningkatan kualitas pengobatan penderita AIDS, penyumbatan pembuluh darah, pembedahan mikro, dan kanker. Proyek Genom Manusia juga diyakini dapat memberikan pengetahuan baru dalam riset medis. Namun masalah seperti ketahanan antibiotik dan obesitas masih menjadi tantangan besar di bidang kedokteran.

Kebanyakan riset di bidang ini dilakukan oleh ilmuwan biomedis. Namun kontribusi signifikan juda bisa dibuat oleh pakar biologi, kimia, farmasi, bahkan fisika. Riset medis yang dilakukan pada manusia harus melalui serangkaian etika medis yang diatur dalam Deklarasi Helsinki. Dalam semua kasus, etika riset juga harus dihormati.

Bidang riset[sunting | sunting sumber]

Bidang riset medis meliputi:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Bahan bacaan terkait[sunting | sunting sumber]

  • Abhaya Indrayan (2004). "Elements of medical research.". Indian J Med Res 119 (3): 93–100. PMID 15115159. 
  • Highleyman L (2006). "A guide to clinical trials. Part II: interpreting medical research.". BETA 18 (2): 41–7. PMID 16610119. Full text
  • Beyleveld D & Pattinson S D (2006). "Medical Research into Emergency Treatment: Regulatory Tensions in England and Wales.". Web JCLI 5.  full text
  • Andorno R (2010). Regulatory discrepancies between the Council of Europe and the EU regarding biomedical research. In: Andre den Exter (ed.), Human Rights and Biomedicine. Antwerp: Maklu Press, pages 117-133. full text

Pranala luar[sunting | sunting sumber]