Kota Denpasar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Denpasar)
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Denpasar
Bali Nuvola single chevron right.svg Bali
Dari kiri atas, searah jarum jam: Monumen Puputan, Monumen Bajra Sandhi, Pantai Sanur, Pura Jagatnatha
Dari kiri atas, searah jarum jam: Monumen Puputan, Monumen Bajra Sandhi, Pantai Sanur, Pura Jagatnatha
Lambang Kota Denpasar
Seal
Kota Denpasar is located in Indonesia Bali
Kota Denpasar
Lokasi Denpasar di Bali
Kota Denpasar is located in Indonesia
Kota Denpasar
Lokasi Denpasar di Indonesia
Koordinat: 8°39′LU 115°13′BT / 8,65°LS 115,217°BT / -8.650; 115.217
Negara  Indonesia
Pemerintahan
 • Walikota I.B. Rai Dharmawijawa Mantra, SE, MSi
Populasi (2010)[1]
 • Total 788.445 jiwa
Zona waktu WITA (UTC+8)
Kode telepon +62 361
Kecamatan 4
Desa/kelurahan 43
Situs web www.denpasarkota.go.id

Kota Denpasar merupakan sebuah kota di Pulau Bali dan sekaligus menjadi ibu kota Provinsi Bali, Indonesia.

Pertumbuhan industri pariwisata di Pulau Bali mendorong Kota Denpasar menjadi pusat kegiatan bisnis, dan menempatkan kota ini sebagai daerah yang memiliki pendapatan per kapita dan pertumbuhan tinggi di Provinsi Bali.[2] Pemerintah akan mempersiapkan tiga kota yaitu Medan, Denpasar, dan Makassar sebagai kota metropolitan baru. Tata ruang tiga kota itu masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Perpres 45/2011).[3][4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Denpasar (1949)

Nama Denpasar dapat bermaksud pasar baru, sebelumnya kawasan ini merupakan bagian dari Kerajaan Badung, sebuah kerajaan yang pernah berdiri sejak abad ke-19, sebelum kerajaan tersebut ditundukan oleh Belanda pada tanggal 20 September 1906, dalam sebuah peristiwa heroik yang dikenal dengan Perang Puputan Badung.[5]

Setelah kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958, Denpasar menjadi ibu kota dari pemerintah daerah Kabupaten Badung, selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Des.52/2/36-136 tanggal 23 Juni 1960, Denpasar juga ditetapkan sebagai ibu kota bagi Provinsi Bali yang semula berkedudukan di Singaraja.[6]

Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1978, Denpasar resmi menjadi ‘’Kota Administratif Denpasar’’, dan seiring dengan kemampuan serta potensi wilayahnya dalam menyelenggarakan otonomi daerah, pada tanggal 15 Januari 1992, berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1992, dan Kota Denpasar ditingkatkan statusnya menjadi ‘’kotamadya’’, yang kemudian diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 27 Februari 1992.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kota Denpasar berada pada ketinggian 0-75 meter dari permukaan laut, terletak pada posisi 8°35’31” sampai 8°44’49” Lintang Selatan dan 115°00’23” sampai 115°16’27” Bujur Timur. Sementara luas wilayah Kota Denpasar 127,78 km² atau 2,18% dari luas wilayah Provinsi Bali. Dari penggunaan tanahnya, 2.768 Ha merupakan tanah sawah, 10.001 Ha merupakan tanah kering dan sisanya seluas 9 Ha adalah tanah lainnya. Tingkat curah hujan rata-rata sebesar 244 mm per bulan, dengan curah hujan yang cukup tinggi terjadi pada bulan Desember. Sedangkan suhu udara rata-rata sekitar 29.8° C dengan rata-rata terendah sekitar 24.3° C.

Data iklim Denpasar
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 33.0 33.4 33.6 34.4 33.1 31.4 30.4 29.6 31.4 33.6 32.7 33.0
Rata-rata terendah °C (°F) 24.1 24.2 24.0 24.8 24.1 23.5 23.0 22.5 22.9 23.7 23.5 23.5
Presipitasi mm (inci) 345 274 234 88 93 53 55 25 47 63 179 276
Sumber: World Meteorological Organisation[7]

Sungai Badung merupakan salah satu sungai yang membelah Kota Denpasar, sungai ini bermuara di Teluk Benoa.[8]

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Laju pertumbuhan penduduk Kota Denpasar per tahun dalam rentang waktu 2000-2010 adalah sebesar 4 %, dengan perbandingan jumlah penduduk laki-laki lebih banyak 4.57 % dibandingkan dengan jumlah penduduk wanitanya.[9]

Sekitar 68.4 % penduduknya memeluk agama Hindu, sedangkan agama Islam adalah minoritas terbesar selain agama Kristen, Buddha dan Khonghucu.[10]

Tahun 1990 2000 2003 2010
Jumlah penduduk 320.597 532.440 585.150 788.445
Sejarah kependudukan Kota Denpasar
Sumber:[11][9]

Dalam kaitannya sebagai kota wisata, maka Denpasar juga didukung oleh beberapa kawasan seperti Kuta dan Ubud. Kawasan ini sering disebut sebagai SarBaGiTa atau DenpaSar, Badung, Gianyar dan Tabanan berdasarkan Peraturan Presiden No. 45 tahun 2011[12]. Berikut adalah populasi dari beberapa wilayah tersebut:

Pembagian adminsitratif Area (km²) Populasi (Sensus 2010) Kepadatan (/km²)
Denpasar 123.98 788,445 6,400
Badung 418.52 543,332 1,293.37
Gianyar 368 470,380 1,300
Sarbagi 910.5 1,802,157 1,979.3
Tabanan 839.33 420,913 500
Sarbagita 1,749.83 2,223,070 1,270.4

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pembangunan pariwisata berpengaruh kuat terhadap perubahan struktur dan peningkatan perekonomian di Kota Denpasar. Namun struktur perekonomian Kota Denpasar sedikit berbeda bila dibandingkan dengan struktur perekonomian Provinsi Bali pada umumnya, dengan menempatkan sektor perdagangan, hotel dan restoran mendominasi pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Denpasar.[13]

Pasar Badung, Denpasar.

Ikut pula mendongkrak ekonomi Kota Denpasar adalah produksi barang kerajinan berupa barang kerajinan untuk cinderamata, seperti ukiran dan patung. Namun industri kerajinan ini tengah mengalami tekanan, selain karena dampak krisis dan persaingan antar daerah, tekanan lain berasal dari persaingan antar negara berkembang Asia lainnya seperti Vietnam, Thailand, India, Malaysia dan Cina. Negara pesaing ini lebih memaksimalkan besarnya skala produksi dengan memanfaatkan teknologi industri, sedangkan di Kota Denpasar industri kerajinan ini masih mempertahankan keterampilan tangan (hand made) sehingga menjadi kendala pada pemenuhan kuantitas produksinya.[2]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Perkembangan pariwisata dan daya tarik pulau Bali, secara tidak langsung telah mendorong kemajuan pembangunan di Kota Denpasar. Pada tahun 2000, jumlah wisatawan mancanegara yang datang berkunjung mencapai 1.413.513 orang, dan menempatkan jumlah wisatawan terbanyak dari Jepang kemudian disusul dari Australia, Taiwan, Eropa, Inggris, Amerika, Singapura dan Malaysia.

Kebijakan pengembangan pariwisata di Kota Denpasar menitikberatkan pada pariwasata budaya berwawasan lingkungan. Sebagai salah satu sentra pengembangan pariwisata, Kota Denpasar menjadi barometer bagi kemajuan pariwisata di Bali, hal ini dapat dilihat dengan munculnya berbagai hotel berbintang sebagai sarana menunjang aktifitas pariwisata tersebut.

Pantai Sanur merupakan salah satu kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi. Sementara Lapangan Puputan merupakan kawasan ruang terbuka hijau di Kota Denpasar sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kota.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Walikota Denpasar
Nama Periode
Drs. I.G.N. Wardana 1978-1983
Drs. I.G.P. Rai Andayana 1983-1987
Drs. A.A.N. Gede Agung 19871991
Drs. I.M. Suwendha 1992-1997
Komang Arsana, S.I.P 1997-1999
Drs. A.A.N. Puspayoga 1999-2008
I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si 2008-2013
Sumber:[14]

Secara administratif pemerintahan kota ini terdiri dari 4 kecamatan, 43 desa atau kelurahan dengan 209 dusun. Saat ini pemerintah Kota Denpasar telah mengembangkan berbagai inovasi dalam meningkatkan layanan kepada masyarakatnya,[15] di antara mulai membenahi sistem administrasi kependudukannya[16]

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Kota Denpasar 2014 - 2019
Partai Kursi
Lambang PDI-P PDI-Perjuangan 18
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 8
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 6
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 5
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 4
Lambang PKS Partai Keadilan Sejahtera 3
Lambang NasDem Partai NasDem 1
Total 45

Pada Pemilu Legislatif 2014, DPRD Kota Denpasar terdapat 45 anggota legislatif dari 7 partai politik peserta pemilu.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kota Denpasar telah memiliki sarana pelayanan kesehatan yang baik di Provinsi Bali, terdapat 3 rumah sakit milik pemerintah diantaranya RSUP Sanglah Denpasar, RSUD Wangaya dan RSAD Udayana serta 13 buah rumah sakit swasta.

Sementara dalam rangka meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakatnya, pemerintah Kota Denpasar telah membangun 10 buah Puskesmas dan 26 buah puskesmas pembantu, dengan rasio puskesmas per 100.000 penduduk adalah 1,7.[17]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Lapangan Niti Mandala di Renon, Denpasar.

Di Kota Denpasar berdiri beberapa perguruan tinggi diantaranya Universitas Udayana, Universitas Mahasaraswati, Universitas Warmadewa dan Institut Seni Indonesia Denpasar.

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA atau MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 229 59 34 29 25
Data sekolah di Kota Denpasar tahun 2010
Sumber:[18]

Sekolah Menengah Pertama[sunting | sunting sumber]

Sekolah Menengah Atas[sunting | sunting sumber]

Sekolah menengah kejuruan[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

Sekolah tinggi[sunting | sunting sumber]

Universitas[sunting | sunting sumber]

Institut[sunting | sunting sumber]

Politeknik[sunting | sunting sumber]

Akademi[sunting | sunting sumber]

Pelayanan umum[sunting | sunting sumber]

Untuk melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Denpasar, dilayani oleh PDAM Kota Denpasar, dan sampai tahun 2003 telah dapat melayani 64.82 % penduduknya. Sumber air baku PDAM Kota Denpasar adalah air permukaan dan sumur dalam yang pengolahannya mengunakan Instalasi Pengolahan Air Lengkap (IPAL). Sedangkan sistem pengalirannya mengunakan sistem gravitasi dan pemompaan.[11]

Dalam penanganan masalah sampah, pemerintah Kota Denpasar memanfaatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan seluas 40 Ha. Dari data tahun 2002, jumlah timbulan sampah Kota Denpasar adalah sebanyak 127.750 m³, sebagian besar adalah sampah domestik yang mencapai 71.14 %. Namun volume sampah yang telah tertangani baru sebanyak 1.904 m³, sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah 125.846 m³ atau 98.5 %.[11] Mengatasi hal tersebut pemerintah kota dengan masyarakat menerapkan sistem swakelola guna mengatasi masalah penumpukan sampah di TPA tersebut.[19][20]

Perhubungan[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Benoa merupakan pintu masuk ke Kota Denpasar melalui jalur laut dan saat ini dikelola oleh PT Pelindo III.[21] Pelabuhan ini berada sekitar 10 km dari pusat kota, dan telah beroperasi sejak dari tahun 1924.

Sarana transportasi darat di Kota Denpasar terutama untuk angkutan kota saat ini sudah mulai tidak efektif dan efisien,[22] sampai tahun 2010 hanya 30 % yang masih beroperasi, seiring dengan berkurangnya minat masyarakat untuk mengunakan jasa angkutan tersebut, yang diperkirakan hanya sekitar 3 % dari total jumlah penduduknya.[23] Sementara pertumbuhan kepemilikan kendaraan pribadi terus meningkat menjadi 11 % per tahunnya, dan tidak sebanding dengan pembangunan jalan baru. Sehingga terjadi kemacetan di Kota Denpasar tidak dapat dihindari.[24]

Selain itu Denpasar memiliki Jalan Tol Bali Mandara yang mempunyai 4 jalur dan dibuka untuk kalangan tertentu pada 23 September 2013. Jalan tol ini lalu dibuka untuk umum pada 1 Oktober 2013, menghubungkan Pelabuhan Benoa, Bandara Ngurah Rai dan Nusa Dua[25]. Jalan sepanjang 12.45 km ini juga dibangun dengan jalur khusus untuk motor.

Olahraga, seni, dan budaya[sunting | sunting sumber]

Museum Bali

Klub utama sepakbola Perseden Denpasar merupakan klub sepakbola kebanggaan masyarakat Kota Denpasar, dan menjadikan Stadion Ngurah Rai sebagai markas dan tempat pertandingan laga kandang.

Sementara seni dan budaya di Kota Denpasar secara garis besar identik dengan seni dan budaya Bali umumnya, walau di sini telah terjadi interaksi perpaduan dengan budaya lain seiring dengan kedatangan para wisatawan dari berbagai kalangan. Namun nilai tradisional yang dijiwai oleh ritual-ritual agama Hindu masih kental mewarnai kota ini.[26]

Peranan Adat Bali masih mengakar pada masyarakat Kota Denpasar, Adat Bali yang dimaksud meliputi, nilai, norma dan perilaku dalam masyarakat umumnya pada sistem kekeluargaan patrilineal. Namun seiring zaman beberapa hukum adat yang berlaku mulai dipertentangkan oleh masyarakatnya, terutama dalam masalah gender dan pewarisan.[27]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata obyek[sunting | sunting sumber]

Denpasar memiliki beberapa tempat wisata yang memiliki unsur sejarah dan rekreasi diantaranya adalah:

Wisata kuliner[sunting | sunting sumber]

Denpasar juga terkenal dengan wisata kulinernya. Beberapa tempat yang sangat dikenal baik oleh turis lokal maupun mancanegara adalah:

  • Nasi Ayam Kedewatan - Jalan Tukad Badung, Denpasar
  • Nasi Ikan Mak Beng - dekat Hotel Radisson
  • Nasi Campur - Pantai Segara, Sanur
  • Babi Guling Chandra - Jalan Teuku Umar (non-halal)
  • Warung Wardana - Jalan Merdeka, Denpasar
  • Bebek Goreng HT - Jalan Merdeka, Denpasar
  • Sate Plecing - Jalan Yudhistira, Denpasar (non-halal)
  • Depot Kepiting Super - Jalan Bypass Ngurah Rai
  • Resto Bali Nikmat - Jalan Raya Kuta deket Alfa
  • Warung Batan Waru - sebelah Discovery Mall
  • Warung Made - Kuta
  • Ikan Bakar - Jimbaran
  • Nyoman Cafe - Jimbaran
  • Menega Cafe - Four Seasons Jimbaran

Beberapa oleh-oleh Bali yang terkenal diantaranya adalah dodol bali, brem, kacang rahayu, pie susu, kacang disco, salak bali, kacang kapri, kerupuk ceker ayam, pia legong dan kopi bali. Beberapa tempat khusus yang menjual oleh-oleh diantaranya adalah:

  • Toko Krisna
  • Toko Erlangga
  • Pasar Kumbasari

Pers dan media[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Kota Denpasar memiliki stasiun radio penyiaran, bernama RPKD (Radio Pemerintah Kota Denpasar) yang didirikan tahun 2002, pada frekuensi 91.45 FM. Radio ini ditujukan kepada layanan informasi lalu lintas guna menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan di Kota Denpasar.[28]

Bali TV merupakan stasiun TV swasta di Kota Denpasar, dan masih satu kelompok usaha dengan Bali Post, Denpasar Post, dan Radio Global. Beberapa surat kabar yang menjadikan Kota Denpasar sebagai pusat penerbitannya antara lain Radar Bali dan Warta Bali. Sementara beberapa stasiun radio penyiaran yang ada di kota ini antara lain Radio Gema Merdeka, Radio Aneka Rama dan sebagainya.

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ www.citypopulation.de Cities & Municipalities (diakses pada 6 April 2011)
  2. ^ a b www.bi.go.id KER Provinsi Bali Triwulan IV 2009 (diakses pada 6 April 2011)
  3. ^ http://metro.vivanews.com/news/read/201289-medan--makassar--denpasar-jadi-metropolitan
  4. ^ http://rtrwn.penataanruang.net/lampiran_X.pdf
  5. ^ Sutaba, I.M., (1983), Sejarah perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme di daerah Bali, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional.
  6. ^ Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 Tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
  7. ^ "World Weather Information Service – Denpasar". June 2012. 
  8. ^ I.B. Kade Sugirawan, Kondisi Ekologi Perairan Muara Sungai Badung di Teluk Benoa Ditinjau dari Parameter Fisika, Kimia, dan Biologi, Skripsi, Institut Pertanian Bogor, 1992.
  9. ^ a b www.bps.go.id Sensus penduduk 2010 Kota Denpasar (diakses pada 6 April 2011)
  10. ^ agama.denpasarkota.go.id Penduduk menurut agama (diakses pada 6 April 2011)
  11. ^ a b c ciptakarya.pu.go.id Profil Kota Denpasar (diakses pada 6 April 2011)
  12. ^ "Kerja Sama Kunci Terwujudnya Perpres Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan". BKPRN. Diakses 25 January 2013. 
  13. ^ Motivasi Kerja Perempuan Bali pada Hotel Berbintang di Kota Denpasar (diakses pada 6 April 2011)
  14. ^ www.denpasar.go.id Walikota Denpasar (diakses pada 10 April 2011)
  15. ^ Djojosoekarto, A., Siahaan, H.M.P., Setiyawati, N.H., (2008), Pelayanan publik dalam persepsi masyarakat: hasil survei persepsi masyarakat dengan metode citizen report card di daerah, Kemitraan Partnership, ISBN 979-26-9631-8
  16. ^ Sadiawati, D., Djojosoekarto, A., Setiyawati, N.H., (2008), Membangun sistem integrasi dalam pemberantasan korupsi di daerah: catatan atas pengalaman pengawalan rencana aksi daerah pemberantasan korupsi (RAD PK) dan pelaksanaan citizen report card (CRC) di lima daerah, Kemitraan Partnership, ISBN 979-26-9625-3
  17. ^ www.depkes.go.id Profil Kesehatan Kota Denpasar (diakses pada 6 April 2011)
  18. ^ dapodik.org Data Siswa (diakses pada 6 April 2011)
  19. ^ www.beritabali.com Mendesak, Swakelola Sampah Plus di Denpasar (diakses pada 6 April 2011)
  20. ^ www.pplhbali.or.id Sanur Kauh Depot (diakses pada 6 April 2011)
  21. ^ www.pp3.co.id Pelabuhan Benoa
  22. ^ Ni Nyoman Murniasih, Evaluasi Kinerja Pelayanan Aangkutan Kota Denpasar Ditinjau Dari Pihak Operator, Skripsi, Institut Teknologi Bandung, 2005
  23. ^ www.balipost.co.id Angkot di Denpasar Mati Suri (diakses pada 11 April 2011)
  24. ^ www.balipost.co.id Kemacetan di Denpasar (diakses pada 11 April 2011)
  25. ^ "SBY Namai Jalan Tol Bali Mandara"
  26. ^ Profil daerah kabupaten dan kota, Volume 2, Penerbit Buku Kompas, 2001, ISBN 979-709-054-X.
  27. ^ Mery Wanyi Rihi, Kedudukan Anak Angkat Menurut Hukum Waris Adat Bali (Studi Kasus Di Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar dan Pengadilan Negeri Denpasar), Tesis, Universitas Diponegoro, 2006
  28. ^ radio.denpasarkota.go.id RPKD 91.45 FM (diakses pada 10 April 2011)
  29. ^ "Denpasar to ink sister city pact with Haikou". The Jakarta Post. Diakses 4 November 2012. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 9.989.550 Kota Denpasar
Kota Denpasar
7 Depok Jawa Barat 1.738.570
2 Surabaya Jawa Timur 2.813.847 8 Semarang Jawa Tengah 1.555.984
3 Bandung Jawa Barat 2.536.649 9 Palembang Sumatera Selatan 1.763.475
4 Bekasi Jawa Barat 2.098.805 10 Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
5 Medan Sumatera Utara 2.097.610 11 Tangerang Selatan Banten 1.290.322
6 Tangerang Banten 1.798.601 12 Batam Kepulauan Riau 1.153.860