Kota Malang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Malang
—  Kota di Indonesia  —
Balai Kota Malang
Lambang Malang
Lambang
Slogan: Malang Kuçeçwara "Tuhan Menghancurkan Yang Bathil"
Peta lokasi Malang
Kota Malang is located in Indonesia
Malang
Peta lokasi Malang
Koordinat: 7°16′LU 112°43′BT / 7,267°LS 112,717°BT / -7.267; 112.717
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Hari jadi 1 April 1914
Koordinat 112,34'09" - 11,41'34" BT 7,54'52", 22 - 8,03'05", 11 LS
Pemerintahan
 • Wali Kota H. Muhammad Anton
 • Wakil Wali Kota Drs. Sutiaji
Luas
 • Total 252.1 km2 (97.3 mil²)
Peringkat luas n/a
Populasi (2010)
 • Total 820.243
 • Peringkat [[Daftar kota di Indonesia menurut jumlah penduduk|]]
 • Kepadatan Bad rounding here3,300/km2 (Bad rounding here8,400/sq mi)
 • Peringkat kep. [[Daftar kota di Indonesia menurut kepadatan penduduk|]]
Demografi
 • Suku bangsa Jawa, Madura, Arab, Tionghoa, dll
 • Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha
 • Bahasa Indonesia, Jawa, dll
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode telepon 0341
Kecamatan 5
Kelurahan 57
Situs web Situs Resmi Kota Malang

Kota Malang, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya, dan wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Malang. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, dan dikenal dengan julukan kota pelajar.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Gedung Balaikota Malang dilihat dari Alun-alun bundar

Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah.[1] Selanjutnya, berbagai prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas fondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.[1][2]

Nama "Malang" sampai saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas asal usul nama "Malang". Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal usul nama Malang tersebut.

Malangkuçeçwara (baca: Malangkusheswara) yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkuçeçwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.

Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti Candi Jago dan Candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman Kerajaan Singasari.

Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkuçeçwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu. Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………” Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti itu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.

Nama Malangkuçeçwara terdiri atas 3 kata, yakni mala yang berarti kecurangan, kepalsuan, dan kebatilan; angkuça (baca: angkusha) yang berarti menghancurkan atau membinasakan; dan Içwara (baca: ishwara) yang berarti "Tuhan". Sehingga, Malangkuçeçwara berarti "Tuhan telah menghancurkan kebatilan".

Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.

Timbulnya Kerajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.

Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah. Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.

Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ''Ijen Boullevard'' dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.

Pada masa penjajahan kolonial Hindia Belanda, daerah Malang dijadikan wilayah "Gemente" (Kota). Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkuçeçwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkuçeçwara.

Kota malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.

  • Tahun 1767 Kompeni Hindia Belanda memasuki Kota
  • Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
  • Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
  • Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
  • 1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
  • 8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
  • 21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
  • 22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
  • 2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
  • 1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.

Makna Lambang[sunting | sunting sumber]

DPRDGR mengkukuhkan lambang Kotamadya Malang dengan Perda No. 4/1970. Bunyi semboyan pada lambang adalah "MALANG KUÇEÇWARA"

Logo Kota Malang (Pemerintah Kota Malang)


  • Motto "MALANG KUÇEÇWARA" berarti Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar
  • Arti Warna :
    • Merah Putih, adalah lambang bendera nasional Indonesia
    • Kuning, berarti keluhuran dan kebesaran
    • Hijau adalah kesuburan
    • Biru Muda berarti kesetiaan pada Tuhan, negara dan bangsa
    • Segilima berbentuk perisai bermakna semangat perjuangan kepahlawanan, kondisi geografis, pegunungan, serta semangat membangun untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Semboyan tersebut dipakai sejak hari peringatan 50 tahun berdirinya KOTAPRAJA MALANG 1964, sebelum itu yang digunakan adalah : "MALANG NAMAKU, MAJU TUJUANKU", yang merupakan terjemahan dari "MALANG NOMINOR, SURSUM MOVEOR"

Yang disahkan dengan "Gouvernement besluit dd. 25 April 1938 N. 027". Semboyan baru itu diusulkan oleh Prof.DR. R.Ng.Poerbatjaraka, dan erat hubungannya dengan asal mula Kota Malang pada zaman Ken Arok.

Pemerintahan dan Politik[sunting | sunting sumber]

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Kota Malang
2009-2014
Partai Kursi
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 12
Lambang PDI-P PDI-P 9
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 5
Lambang PKB PKB 5
Lambang PKS PKS 5
Lambang PAN PAN 4
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 2
Lambang Hanura Partai Hanura 1
Lambang PKPB PKPB 1
Lambang PDS PDS 1
Total 45

DPRD Kota Malang merupakan perwakilan rakyat yang dipilih langsung oleh warga Malang pada pemilu legislatif setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Kota Malang periode 2009-2014 adalah 45 orang yang didominasi oleh Partai Demokrat (12 kursi)

Wali Kota Malang[sunting | sunting sumber]

Masa Penjajahan Hindia Belanda:

  • 1919–1929 H.I. Bussemaker
  • 1929–1933 Ir. E.A. Voorneman
  • 1933–1936 Ir. P.K.W. Lakeman
  • 1936–1942 J.H. Boerstra

Masa Penjajahan Jepang:

  • 1942–1942 Raden Adipati Ario Sam
  • 1942–1945 Mr. Soewarso Tirtowidjojo

Masa Kemerdekaan:

  • 1945–1958 M. Sardjono Wiryohardjono
  • 1958–1966 Koesno Soeroatmodjo
  • 1966–1968 Kol. M. Ng Soedarto
  • 1968–1973 Kol. R. Indra Soedarmadji
  • 1973–1983 Brigjen TNI–AD Soegiyono
  • 1983–1983 Drs. Soeprapto
  • 1983–1988 dr. H. Tom Uripan
  • 1988–1998 H. M Soesamto
  • 1998–2003 Kol. H. Suyitno
  • 2003–2008 Drs. Peni Suparto, M.A.P. (wakil: Drs. Bambang Priyo Utomo, B.Sc.) - {dilantik 13 September 2003)
  • 2008–2013 Drs. Peni Suparto, M.A.P. (wakil: Drs. Bambang Priyo Utomo, B.Sc.) - (dilantik 13 September 2008)
  • 2013–2018 H. Muhammad Anton (wakil: Drs. Sutiaji) - (dilantik 13 September 2013)

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kota Malang terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:

  1. Kedungkandang
  2. Sukun
  3. Klojen
  4. Blimbing
  5. Lowokwaru

Demografi[sunting | sunting sumber]

Gereja Tua peninggalan Belanda di kota Malang

Jumlah penduduk Kota Malang 820.243 (2010), dengan tingkat pertumbuhan 3,9% per tahun.

Sebagian besar adalah suku Jawa, serta sejumlah suku-suku minoritas seperti Madura, Arab, dan Tionghoa.

Agama mayoritas adalah Islam, diikuti dengan Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Chu. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak zaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja Hati Kudus Yesus, Gereja Kathedral Ijen (Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel), Klenteng di Kota Lama serta Candi Badut di Kecamatan Sukun dan Pura di puncak Buring. Malang juga menjadi pusat pendidikan keagamaan dengan banyaknya Pesantren, yang terkenal ialah Ponpes Al Hikam pimpinan KH. Hasyim Muzadi, dan juga adanya pusat pendidikan Kristen berupa Seminari Alkitab yang sudah terkenal di seluruh Nusantara, salah satunya adalah Seminari Alkitab Asia Tenggara.

Bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran adalah bahasa sehari-hari masyarakat Malang. Kalangan minoritas Suku Madura menuturkan Bahasa Madura.

Malang dikenal memiliki dialek khas yang disebut Boso Walikan, yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, misalnya Malang menjadi Ngalam, bakso menjadi oskab' burung menjadi ngurub, dan contoh lain seperti saya bangga arema menang-ayas bangga arema nganem . Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal egaliter dan blak-blakan, yang menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Terletak pada ketinggian antara 429 - 667 meter diatas permukaan air laut. 112,06° - 112,07° Bujur Timur dan 7,06° - 8,02° Lintang Selatan, dengan dikelilingi gunung-gunung :

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2006 tercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,2 °C - 24,5 °C. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32,3 °C dan suhu minimum 17,8 °C . Rata kelembaban udara berkisar 74% - 82%. dengan kelembaban maksimum 97% dan minimum mencapai 37%. Seperti umumnya daerah lain di Indonesia, Kota Malang mengikuti perubahan putaran 2 iklim, musim hujan, dan musim kemarau. Dari hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Karangploso curah hujan yang relatif tinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, dan Desember. Sedangkan pada bulan Juni, Agustus, dan Nopember curah hujan relatif rendah.

Keadaan Geologi[sunting | sunting sumber]

Keadaan tanah di wilayah Kota Malang antara lain :

  • Bagian selatan merupakan dataran tinggi yang cukup luas, cocok untuk industri
  • Bagian utara merupakan dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian
  • Bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang kurang subur
  • Bagian barat merupakan dataran tinggi yang amat luas menjadi daerah pendidikan

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Malang juga dikenal sebagai Kota Pendidikan, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi ternama, Sebagai kota pendidikan, banyak mahasiswa berasal dari luar Malang yang kemudian menetap di Malang, terutama dari wilayah Indonesia Timur seperti Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, bahkan dari luar negeri sekalipun. berikut adalah nama-nama perguruan tinggi di Malang :

  • DLL

Sekolah Menengah Atas (SMA)[sunting | sunting sumber]

Selain perguruan tinggi, ada beberapa sekolah menengah atas yang namanya sudah terkenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, dipelopori oleh SMA Negeri 3 Malang, selanjutnya diikuti oleh SMA Negeri 1, 4, 5, 8, 10 Malang dan SMA Katolik St. Albertus Malang (SMA Dempo). Sedangkan SMA Swasta lainnya yang cukup bergengsi di Kota Malang antara lain SMA Katolik Kolese Santo Yusup (Hua Ind), SMAK Santa Maria (SMA Langsep), SMAK Cor Jesu, Charis National Academy dan sebagainya.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)[sunting | sunting sumber]

Selain itu ada SMK yang berstatus sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang menjadi andalan kota Malang yaitu SMK Negeri 4 Malang. Sekolah ini sudah terkenal di dunia Internasional dan Nasional karena prestasi dan Kualitasnya yang sangat baik. Selain itu ada SMK Negeri 8 Malang SMK Negeri 5 Malang, SMK Cor Jesu. yang berstatus SMK Bertaraf Internasional. Adapun sekolah swasta yang menjadi pesaing adalah SMK Telkom Sandhy Putra Malang dan SMK PGRI 3 Malang.

Madrasah Aliyah (MA)[sunting | sunting sumber]

Selain sekolah menengah umum. Di Kota Malang juga terdapat Madrasah Aliyah (MA) Negeri dan Swasta. Berbeda dengan SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Madrasah Aliyah berada di bawah naungan Kementerian Agama. Madrasah Aliyah Negeri ada tiga, yakni MAN 1 Malang, MAN 2 Malang, dan MAN 3 Malang (MAN 3 Malang lebih dikenal dengan Madrasah Terpadu karena berada dalam satu kompleks bersama MIN 1 Malang dan MTsN 1 Malang). Sebagai sekolah yang berbasis Pendidikan Agama Islam, Madrasah Aliyah di Kota Malang ini juga mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya, bahkan mampu meraih prestasi nasional. Madrasah Aliyah Swasta lebih banyak didirikan dan dikembangkan oleh yayasan dan organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

Budaya[sunting | sunting sumber]

Kekayaan etnis dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisional yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Wayang Topeng Malangan (Topeng Malang), namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan tiga budaya (Jawa Tengahan, Madura, dan Tengger). Hal tersebut terjadi karena Malang memiliki tiga sub-kultur, yaitu sub-kultur budaya Jawa Tengahan yang hidup di lereng gunung Kawi, sub-kultur Madura di lereng gunung Arjuna, dan sub-kultur Tengger sisa budaya Majapahit di lereng gunung Bromo-Semeru. Etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA) serta menjunjung tinggi kebersamaan dan setia kepada malang.

Di kota Malang juga terdapat tempat yang merupakan sarana apresiasi budaya Jawa Timur yaitu Taman Krida Budaya Jawa Timur, di tempat ini sering ditampilkan aneka budaya khas Jawa Timur seperti Ludruk, Ketoprak, Wayang Orang, Wayang Kulit, Reog, Kuda Lumping, Sendra tari, saat ini bertambah kesenian baru yang kian berkembang pesat di kota Malang yaitu kesenian "Bantengan" kesenian ini merupakan hasil dari kreatifitas masyarakat asli malang, sejak dahulu sebenarnya kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat malang namun baru sekaranglah "Bantengan" lebih dikenal oleh masyarakat tidak hanya masyarakat lokal namun juga luar daerah bahkan mancanegara. Khusus di Malang sering diadakan pergelaran bantengan hampir setiap perayaan hari besar baik keagamaan maupun peringatan hari kemerdekaan.

Festival tahunan yang menjadi event ikon kota juga sering diadakan setiap tahunnya. Beberapa festival kota tahunan diantaranya adalah:

  • Festival Malang Kembali: Diadakan untuk memperingati HUT Kota Malang, biasa digelar pada tanggal 21 Mei. Festival ini mengusung situasi kota pada masa lalu, mengubah jalan-jalan protokol kota menjadi museum hidup selama kurang lebih 1 minggu festival ini diadakan.
  • Karnaval Bunga
  • Karnaval Lampion: Biasa diadakan untuk merayakan hari raya imlek.
Skyline Kawasan Malang Barat

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Transportasi Udara[sunting | sunting sumber]

Bandara Kota Malang yang dikenal dengan Bandara Abdul Rachman Saleh mulai berkembang sejak Lumpur Lapindo menghambat perjalanan dari Malang ke Bandara Juanda, Surabaya. Sebelumnya bandara ini adalah bandara militer yang sesekali digunakan untuk event-event tertentu, seperti balap mobil drag race yang memerlukan lintasan yang panjang. Saat ini ada 7 penerbangan, Malang-Jakarta (vice versa) setiap hari dilayani oleh Sriwijaya Air (3 penerbangan), Citilink Garuda (1 penerbangan) dan Garuda Indonesia (2 penerbangan). Serta Malang-Denpasar dilayani oleh Wings Air (1 penerbangan)

Trasportasi Darat[sunting | sunting sumber]

Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Kota Malang dilalui jalur kereta api Surabaya-Malang-Blitar-Kediri-Kertosono. Kereta api harian kelas ekonomi (Penataran) melayani jalur Surabaya-Malang via Bangil. Selain itu juga terdapat kereta api Gajayana (eksekutif) jurusan Malang-Jakarta, kereta api Malabar (eksekutif-bisnis-ekonomi) jurusan Malang-Bandung, dan yang terbaru kereta api Malioboro Express (eksekutif) jurusan Malang-Yogyakarta kereta api Tawang Alun (ekonomi) jurusan Malang-Banyuwangi serta Matarmaja (ekonomi) juga dengan jurusan Malang-Jakarta(Pasar Senen),Kereta api Tumapel (ekonomi) jurusan Malang-Surabaya. Stasiun utama adalah Stasiun Malang (Kotabaru) (+444 M). 2 Stasiun lainnya adalah Stasiun Malang Kotalama (+429 M) dan Stasiun Blimbing (+460 M).

Bus[sunting | sunting sumber]

Untuk jalur bus, Terminal Arjosari yang merupakan terminal terbesar di Malang melayani rute ke seluruh jurusan kota-kota utama di pulau Jawa, Bali, NTB dan Sumatera baik kelas ekonomi, Bisnis maupun eksekutif. Untuk pemberangkatan tujuan luar kota Malang terminal Arjosari tidak siaga 24 jam. Pemberangkatan bus terakhir ke Surabaya habis pukul 22.30 WIB dan Baru ada pagi hari pukul 03.00 WIB. Sedangkan untuk kedatangan bus dari luar kota ke Arjosari siaga 24 jam. Terminal Arjosari relatif aman dari calo yang sering memaksa penumpang. Saat ini biaya peron/jasa ruang tunggu Terminal Arjosari telah dihapuskan (gratis).Terminal Gadang melayani rute Malang-Lumajang, Malang-Blitar-Tulungagung-Trenggalek. Namun, saat ini keberadaan Terminal Gadang telah digantikan oleh Terminal Hamid Rusdi yang terletak kurang lebih 2 KM di sebelah timur Terminal Gadang. Sedangkan Terminal Landungsari melayani rute Malang-Kediri, Malang-Jombang dan Malang-Tuban.

Adapun 2 sub terminal lainnya adalah Sub-Terminal Madyopuro di bagian timur Kota Malang, tepatnya di daerah Madyopuro (dekat Sawojajar) dan Sub-Terminal Mulyorejo yang terlatak di sebelah barat daya Kota Malang, tepatnya di daerah Mulyorejo Kecamatan Sukun. Terminal tersebut hanya disinggahi oleh angkutan kota.

Angkutan Kota[sunting | sunting sumber]

Kelima terminal yang ada di Kota Malang terhubung dengan berbagai angkutan kota (biasa disebut angkota atau mikrolet). Angkota atau mikrolet ini ada 2 macam, yakni mikrolet untuk jalur dalam kota dan mikrolet untuk jalur luar kota. Mikrolet jalur dalam kota berwarna biru tua dengan kode garis warna yang beragam untuk membedakan jalurnya, contoh: Arjosari-Gadang (AG) dengan garis warna oranye (saat ini huruf G diganti dengan huruf H untuk Hamid Rusdi), Landungsari-Dinoyo-Hamid Rusdi (LDG, sebelumnya LDH)dengan garis warna putih, Arjosari-Landungsari (AL)dengan garis putih-merah, dan lain sebagainya. Termasuk juga dengan angkot yang menuju sub-terminal. Sedangkan mikrolet untuk jalur luar kota (dari Kota Malang ke Kabupaten Malang atau Kota Batu) berwarna selain biru tua, contoh: LA (Lawang-Arjosari) berwarna hijau, TA (Tumpang-Arjosari) berwarna putih atau putih-hijau, BL (Batu-Landungsari) berwarna ungu muda, dan lain sebagainya.

Jalur Angkutan Kota Malang[sunting | sunting sumber]

Terdapat sekitar 25 trayek angkota di Kota Malang. Tidak semua angkota di Malang beroperasi 24 jam hanya angkot yang melewati jalur tengah saja yang melayani penumpang 24 jam seperti angkot AG dan GA (Arjosari-Gadang) via alun-alun. Sejak penyesuaian subsidi BBM, mulai tanggal 26 Juni 2013, tarif angkota di Kota Malang ini (sesuai Peraturan Walikota Malang No. 24 Tahun 2013 tentang Tarip Angkutan) sebesar Rp 3.000,- (untuk umum) dan Rp 2.000,- (untuk pelajar).

Berikut ini trayek angkutan kota yang melewati jalur dalam Kota Malang

Nama Jalur Trayek yang Dilalui Keluar Masuk Identitas Khusus
AL Term. Arjosari - Term. Landungsari Terminal Arjosari - Jl. R. Panji Suroso - Jl. Laksda Adi Sucipto - Jl. Tenaga - Jl. Karya Timur - Jl. Mahakam - Jl. W. R. Supratman - Jl. Panglima Sudirman - Jl. Patimura - Jl. Trunojoyo - Jl. Kertanegara - Jl. Tugu - Jl. Kahuripan - Jl. Semeru - Jl. Ijen - Jl. Retawu - Jl. Bondowoso - Jl. Jombang - Jl. Surabaya - Jl. Jakarta - Jl. Bogor - Jl. Veteran - Jl. Sumbersari - Terminal Landung Sari Terminal Landung Sari - Jl. Tlogomas - Jl. Mayjen MT. Haryono Jl. Gajayana - Jl. Veteran - Jl. Bandung - Jl. Ijen - Jl. Semeru - Jl. Kahuripan - Jl. Tugu - Jl. Kertanegara - Jl. Trunojoyo - Jl. Pattimura - Jl. Panglima Sudirman - Jl. WR. Supratman - Jl. Mahakam - Jl. Karya Timur - Jl. Tenaga - Jl. Laksamana Adi Sucipto - Jl. R. Panji Suroso - Terminal Arjosari Garis putih-merah
AG / AH Term. Arjosari - Gadang - Term. Hamid Rusdi Terminal Arjosari - Jl. Simpang R. Panji Suroso - Jl. Raden Intan - Jl. Jend A. Yani - Jl. Letjen S. Parman - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. Jakgung Suprapto - Jl. Basuki Rahmat - Merdeka Utara - Jl. Merdeka Timur - Jl. Sukarjowiryo Panoto - Jl. Pasar Besar - Jl. Sersan Harun - Jl. Prof. Moh. yamin - Jl. Sartono SH - Jl. Kol. Sugiono - Terminal Gadang Terminal Gadang - Jl. Kol. Sugiyono - Jl. Sartono SH - Jl. Irian Jaya - Jl. Tanimbar - Jl. Sulawesi - Jl. Yulius Usman - Jl. Syarif Al Qodri - Jl. Kauman - Jl. Hasyim Asy'ari - Jl. A. R. Hakim - Jl. Basuki Rahmat - Jl. Jakgung Suprapto - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. Letjen S. Parman - Jl. Jend A. Yani - Jl. Raden Intan - Terminal Arjosari Garis oranye
AT Term. Arjosari - Tidar Terminal Arjosari - Jl.Raden Intan - JL. Jend.A Yani - Jl. Letjen S. Parman - Jl.Ciliwung - Jl. Sundandar Priyosudarmo - Jl. R. Tumenggung Suryo - Jl. P. Sudirman - Jl. Pattimura- Jl. Belakang RSU - Jl. Kahuripan - Jl. Semeru - Jl. Arjuno - Jl. Kawi - Jl. Panderman - Jl. Pandan - Jl. Wilis - Jl. Gading - Jl. Sangga Buana - Jl. Galunggung - Jl. Bukit Barisan - Jl. Lokon - Jl. Raya Tidar - Jl. Puncak Mandala - Terminal Perum Tidar Terminal Perum Tidar - Jl. Es. Berg - Jl. Puncak Mandala - Jl. Raya Tidar - Jl. Lokon - Jl. Bukit Barisan - Jl. Galunggung Sangga Buwana - Jl. Gading - Jl. Wilis - Jl. Pandan - Jl. Panderman - Jl. Kawi - Jl. Arjuno - Jl. Semeru - Jl. Kahuripan - Jl. Belakang RSU - Jl. Pattimura - Jl. Panglima Sudirman - Jl. R Tumenggung Suryo - Jl. Sunandar Priyosudarmo - Jl. Letjen. S. Parman - Jl. Jend. A. Yani - Jl. Raden Intan - Terminal Arjosari -
ADL Term. Arjosari - Dinoyo - Term. Landungsari Terminal Arjosari - Jl. Simpang R. Panji Suroso - Jl. Raden Intan - Jl. Jend. A. Yani - Jl. Letjen S. Parman - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. W. R. Supratman - Jl. Panglima Sudirman - Jl. Patimura - Jl. Trunojoyo- Jl. Kertanegara - Jl. Kahuripan - Jl Semeru - Jl. Ijen - Jl. Bandung - Jl. Terusan Bogor - Jl. Mayjen Panjaitan - Jl. Mayjen Haryono - Jl. Tlogomas - Terminal Landung Sari Terminal Landung Sari - Jl. Tlogomas - Jl. Mayjen Haryono - Jl. Mayjen Panjaitan - Jl. Semeru - Jl. Kahuripan - Jl. Tugu - Jl. Kertanegara - Jl. Trunujoyo - cokro Aminoto - Jl. Dr. Cipto - Jl. Panglima Sudirman - Jl. W. R. Supratman - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. Letjen S. Parman - Jl. Jend A Yani - Jl. Raden Intan - Terminal Arjosari Garis abu-abu
ASD Term. Arjosari - Jl. Sarangan - Dieng Term. Arjosari - Jl. Simp. PR. Suroso - JL. R. Panji Suroso - Jl. Plaosan Timur - Jl. Teluk Grajakan - Jl. LA. Sucipto - Jl. Simp. Batu Bara - Jl. Batu Bara - Jl. LA. Sucipto - Jl. Tembaga - Jl. Simp. Emas - Jl. Emas - Jl. Sulfat - Jl. RT. Suryo - Jl. Sanan - Jl. Barito - Jl. Mahakam - Jl. Indragiri - Jl. Letjend Sutoyo - Jl. Sarangan - Jl. Mawar - Jl. Bungur - Jl. Melati - Jl. Kalpataru - Jl. Cengkeh - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. M. Panjaitan - Jl. Bandung - Jl. Garut - Jl. Jakarta - Jl. Surabaya - Jl. Gresik - Jl. Bondowoso - Jl. Klampok Kasri - Jl. Taman Wilis - Jl. Kawi Atas - Jl. Mundu - Jl. Raya Langsep - Jl. Ters Dieng - APK Puncak Dieng. APK Puncak Dieng - Jl. Ters. Dieng - Jl. Raya Langsep - Jl. Mundu - Jl. Kawi Atas - Jl. Taman Wilis - Jl. Klampok Kasri - Jl. Bondowoso - Jl. Gresik - Jl. Surabaya - Jl. Jakarta - Jl. Simp. Bogor - Jl. Veteran - Jl. Bogor - Jl. Jl. M. Panjaitan - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Cengkeh - Jl. Kalpataru - Jl. Melati - Jl. Mawar - Jl. Sarangan - Jl. Letjend Sutoyo - Jl. Indragiri - Jl. Sanan - Jl. RT. Suryo - Jl. Sulfat - Jl. Emas - Jl. Simp. Emas - Jl. Tembaga - Jl. Batu Bara - Jl. Simp. Batu Bara - Jl. LA. Sucipto - Jl. TL Grajakan - Jl. Plaosan Timur - Jl. RP Suroso - Jl. R. Intan - Term. Arjosari
ABG / ABH Term. Arjosari - Jl. Borobudur - Gadang - Term. Hamid Rusdi Term. Arjosari - Jl. Simp. RP Suroso - Jl. R. Intan - Jl. A. Yani - Jl. Borobudur - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Cengkeh - Jl. Kalpataru - Jl. Melati - Jl. Mawar - Jl. Saranagan - Jl. Tawangmangu - Jl. Kaliurang - Jl. WR. Supratman - Jl. P. Sudirman - Jl. Pattimuara - JL. Trunojoyo - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Gatot Subroto - Jl. L. Martadinata - Jl. Kol. Sugiyono - Terminal Hamid Rusdi Terminal Hamid Rusdi - Jl. Kol Sugiyono - Jl. L. Martadinata - Jl. Gatot Subroto - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Trunojoyo - Jl. Cokro Aminoto - Jl. Dr. Cipto - Jl. P. Sudirman - Jl. WR. Supratman - Jl. Kaliaurang - Jl. Tawangmangu - Jl. Sarangan - Jl. Mawar - Jl. Bungur - Jl. Kalpataru - Jl. Cengkeh - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Borobudur - Jl. A. yani - Jl. R. Intan - Term. Arjosari Garis hijau
AJG / AJH Term. Arjosari - Janti - Gadang - Term. Hamid Rusdi Term. Arjosari - Jl. RP. Suroso - Jl. Adi Sucipto - Jl. A. Yani - Jl. S. Parman - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. Indragiri - Jl. RT. Suryo - Jl. Hamid Rusdi - Jl. Kesatrian - Jl. Terusan Pahlawan - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Pattimura - Jl. Trunojoyo - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Ir. Juanda - Jl. Zakse - Jl. RE. Martadinata - Jl. Kyai Tamin - Jl. Prof M. Yamin - JL. Peltu Sujono - Jl. Susanto - Jl. Niaga - Jl. Sonokeling - Jl. Janti - Jl. S. Supriyadi - Jl. Satsuit Tubun - Terminal Hamid Rusdi Terminal Hamid Rusdi - Jl. Satsuit Tubun - Jl. S. Supriayadi - Jl. Janti - Jl. Sonokeling - Jl. Niaga - Jl. Susanto - Jl. P. Sujono - Jl. Sartono SH - Jl. RE Martadinata - Jl. Kyai Tamin - Jl. Kopral Usman - Jl. Pasar Besar - Jl. . Arifin - Jl. Aris Munandar - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Trunojoyo - = Jl. Cokro Aminoto - Jl. Dr. Cipto - Jl. P. Sudirman - Jl. RT. Suryo - JL. Barito - Jl. Mahakam - Jl. Karya Timur - Jl. Ciliwung - Jl. Letjend S. Parman - Jl. A. Yani - Jl. R. Intan - Term. Arjosari
AMG / AMH Term. Arjosari - Mergosono - Gadang - Term. Hamid Rusdi Term. Arjosari - Jl. Simp. Panji Suroso - Jl. S. Priyo Sudarmo - Jl. RT Suryo - Jl. Hamid Rusdi - Jl. Kesatriaan Terusan - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. P. Sudirman - Jl. Ir Juanda - Jl. Kebalen - Jl. Kol Sugiyono - Terminal Hamid Rusdi Terminal Hamid Rusdi - Jl. Kol. Sugiyono - Jl. L. Martadinata - Jl. Kyai Tamin - Jl. Kopral Usman - Jl. Pasar Besar - Jl. Gatot Subroto - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Trunojoyo - Jl. Cokroaminoto - Jl. Dr. Cipto - Jl. P. Sudirman - Jl. RT. Suryo - Jl. S. Priyo - Jl. Sudarmo - Jl. LA. Sucipto - Jl. R. Intan - Term. Arjosari Garis ungu
CKL Cemorokandang - Term. Landungsari APK Cemorokandang - Jl. Raya Cemorokandang - Jl. Raya Madyopuro - Jl. Sekarpuro - Jl. Komplek UNIDA - JL. D. Sentani - Jl. D. Tigi - Jl. D. Kerinci - Jl. D. Tondano - Jl. Limboto - Jl. Raya Sawojajar - Jl. Ranu Grati - Jl. M. Wiyono - Jl. Kesatrian - Jl. Hamid Rusdi - Jl. RT. Suryo - Jl. S. Priyo Sudarmo - Jl. Ciliwung - Jl. L. Sutoyo - Jl. Kedawung - Jl. Kalpataru - Jl. Cengkeh - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Simp Panggung - Jl. Vinolia - Jl. Keramik - Jl. MT. Haryono - Jl. Tlogomas - Term Landungsari Term Landungsari - Jl. Raya Tlogomas - Jl. M. Haryono - Jl. Keramik - Jl. Vinolia - Jl. Simp Panggung - Jl. Panggung - Jl.; Soekarno-Hatta - Jl. Cengkeh - Jl. Kalpataru - Jl. Kedawung - Jl. Sutoyo - Jl. Hamid Rusdi - Jl. Kesatrian - Jl. M. Wiyono - Jl. Ranu Grati - Jl. Raya Sawojajar - Jl. D. Limboto Barat Ters - Jl. D. Tandono - Jl. D.Paniai - Jl. Komp UNIDA - Jl. Sekar Puro - Jl. Tigi - Jl. D.Sentanu - Jl. Raya Madyopuro - Jl. Cemorokandang - APK Cemorokandang
GL / HL Term. Hamid Rusdi - Gadang - Term. Landungsari Term. Gadang - Jl. S Tubun - Jl. S. Supriadi - Jl. Janti - Sonokeling. - Jl. Niaga - Jl. Susanto - Jl. Halmahera - Jl. Sampo - Jl. Kalimantan - Jl. Sulawesi - Jl. Yulius Usman - Jl. Arief Margono - Jl. KH. Hasyim Asyari - Jl. Kawi - Jl. Ijen - Jl. Retawu - Jl. Gede - Jl. Jakarta - Jl. Garut - Jl. Bandung - Jl. Veteran - Jl. Sumbersari - Jl. Gajayana - Jl. MT. Hartono - Jl. Raya Tlogomas -Term Landungsari. Term. Landungsari - Jl. Raya Tlogomas - Jl. MT. Haryono - Jl. Gajayana - Jl. Sumbersari - Jl. Veteran - Jl. Bnadung - Jl. Ijen - Jl. Semeru - Jl. Arjuno - Kawi - Jl. AR Hakim - Jl. Merdeka Utara - Jl. Merdeka Timur - Jl. Kauman - Jl. KH. Hasyim Asyari - Jl. Arief Margono - Jl. Yulius Usman - Jl. Sulawesi Jl. Nusakambangan - Jl. Halmahera - Jl. Susanto - Jl. Niaga - Jl. Sonokeling - Jl. Janti - Jl. S. Supriyadi - Jl. Satsuit Tubun - Terminal Hamid Rusdi
GML / HML Term. Hamid Rusdi - Gadang - Mergan - Term. Landungsari Terminal Hamid Rusdi - Jl. Satsuit Tubun - Jl. S. Supriyadi - Jl. Janti - Jl. Sono Keling - Jl. Niaga - Jl. Susanto - Jl. Halmahera - Jl. Tanimbar - Jl. Sulawesi - Jl. Nusakambangan - Jl. Arief Margono - Jl. S. Supriyadi - Jl. Rajawali - Term Mergan Lori - Jl. Raya Langsep - Jl. Galunggunbg - Jl. Bukit Barisan - Jl. Tamboro - Jl. Tidar - Jl. Simpang Candi - Jl. Candi - Jl. Ters. Sigura-gura - Jl. Belakang UIN - Jl. Mertoijoyo Selatan - Jl. Mertojoyo - Jl. MT. Haryono Gg. XII- Jl. Raya Tlogomas - Term Landungsari Term Landungsari- Jl. Raya Tlogomas - Jl. MT. Haryono - Jl. MT.Haryono Gg XII - Jl. Mertojoyo - Jl. Mertojoyo Selatan - Jl. Belakang UIN - Jl. Ters Sigura-gura - Jl. Candi - Jl. Simp Candi - Jl. Tidar - Jl. Lokon - Jl. Bukit Barisan - Jl. Raya Langsep - Jl. Mergan Lori - Jl. Arief Margono - Jl. Yulius Usman - Jl. Sulawesi - Jl. Halmahera - Jl. Susanto - Jl. Niaga - Jl. Sono Keling - Jl. Janti - Jl. S. Supriyadi - Jl. S. Tubun - Terminal Hamid Rusdi
GM / HM Term. Hamid Rusdi - Gadang - Term. Madyopuro Term. Gadang - Jl. Kol. Sugiono . - Jl. Susanto - Jl. Irian Jaya - Jl. Tanimbar. - Jl. Sulaesi. - Jl. Yulius Usman . - Jl. Syarief Al Qodri - Jl. A. I Suryani - Jl. B. Katamso - Jl. Ir Rais - Jl. Jupri - Jl. Bandulan - Jl. Raya Mulyrejo - Sub term Mulyorejo. Term. Mulyorejo. - Jl. Raya Mulyorejo - Jl. Ds. Tebo Selatan - Jl. Raya Mulyo rejo. - Jl. Raya Bandulan . - Jl. Jupri. - Jl. IR. Rais - Jl. B. Katamso. - Jl. A. I. Suryani. - Jl. Sukarjowiryopranoto - Jl. Kyai Tamin - Jl. Prof. M. Yamin. - Jl. Susanto. - Jl. Kol. Sugiono - Jl. Term. Gadang.
GA / HA Term. Hamid Rusdi - Gadang - Term. Arjosari Terminal Gadang - Jl. Satsuit Tubun - Jl. S Supriyadi - Jl. Arif Margono - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. KH Wahid Hasyim - Jl. Kauman - Jl. Hasyim Asy'ari - Jl. AR Hakim - Jl. Merdeka Utara - Jl. S Wiryopranoto - Jl. Mojopahit - Jl. Tugu - Jl. Untung Suropati - Jl. Pajajaran - Jl. Truno Joyo - Jl. Cokroaminoto - Jl. Dr Cipto - Jl. Pang Sudirman - Jl. WR Supratman - Jl. Letjend Sutoyo - Jl. Letjend S. Parman - Jl. Jend Ayani - Jl. R Intan - Terminal Arjosari Terminal Arjosari - Jl. Simpang Panji Suroso - Jl. R Intan - Jl. Jend A Yani - Jl. Letjend S Parman - Jl. Letjend Sutoyo - Jl.Indragiri - Jl. Mahakam - Jl. WR Supratman - Jl. Pang Sudirrman - Jl. Patimura Jl. Truno Joyo - Jl. Kertanegara - Jl. Tugu - Jl. Mojopahit - JL. S Wiryopranoto - Jl. Sultan Syahrir - Jl. Halmahera - Jl. Tanimbar - Jl Arif Margono - Jl. S Supriyadi - Jl. Satsuit Tubun - Terminal Gadang Garis kuning
JPK Permh. Joyogrand - Jl. Piranha - Karanglo Perum Joyo Grand - Jl. Tamansari - Jl. Joyosuryo - Jl. Mertojoyo - Jl. Tambaksari - Jl. Simp GajaHyana - Jl. Gajahyana - Jl. MT. Haryono - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Pisang Kipas - Jl. Vinolia - Jl. Tunggul Wulung - Jl. Arkodion - Jl. Biola - Jl. Ikan Gurami - Jl. Ikan Kakap - Jl. Piranha Atas - Jl. Piranha - Jl. A. Yani - Jl. Cerme - Jl. BaleArjosari - Jl. Karang Asem - Jl. APK Karanglo Indah APK Karanglo Indah - Jl. Karang Asem - Jl. Cerme - Jl. A. Yani - Jl. Ikan Piranha - Jl. Piranha Atas - Jl. Ikan Kakap - Jl. Ikan Gurami - Jl. Biola - Jl. Arkodion - Jl. Tunggul Wulung - Jl. Bunga Vinolia - Jl. Pisang Kipas - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. MT.Haryono - Jl. Gajahyana - Jl. Simp Gajahyana - Jl. Tambaksari - Jl. Mertojoyo - Jl. Joyo Suryo - Jl. Tamansari - APK Joyo Grand
JDM Permh. Joyogrand - Dinoyo - Mergan APK Perum Joyo Grand - Jl. Kanjuruan - Jl. Tlogosari - Jl. Tlogo Indah - Jl. Raya Tlogomas - Jl. MT. Haryono - Jl. MT Haryono Gg X - Jl. Joyoraharjo - Jl. Tambaksari - Jl. Simp Gajayana - Jl. Gajayana - Jl. Sumbersari - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Galunggung - Jl. Raya Langsep - APK Mergan APK Mergan - Jl. Raya Langsep - Jl. Galunggung - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Sumbersari - Jl. Gajayana - Jl. Simp Gajahyana - Jl. Tambaksari - Jl. Joyoraharjo - Jl. MT. Haryono Gg X - Jl. MT Haryono - Jl. Raya Tlogomas - Jl. Tlogo Indah - Jl. Tlogosari - Jl. Kanjuruan - APK Joyo Grand
LG / LH Term. Landungsari - Gadang - Term. Hamid Rusdi Terminal Landungsari - Jl. Tlogo Mas - Jl. Mayjend Haryono Jl. Sumber Sari - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Surabaya - Jl. Bondowoso - Jl. Gading - Jl. Wilis - Jl. Panderman - Jl. AR Hakim - Jl. Merdeka Utara - Jl. Merdeka Selatan - Jl. Wiryopranoto - Jl. Sultan Syahrir - Jl. Kyai Tamin - Jl. Sartono SH - Jl. Peltu Sujono - Jl. Susanto - Jl. Niaga - Jl. Sonokeling - Jl. Janti - Jl. S. Supriyadi - Jl. Satsuit Tubun - Terminal Gadang Terminal Gadang - Jl. Satsuit Tubun - Jl. S Supriyadi - Jl. Janti - Jl. Sonokeling - Jl. Niaga - Jl.Halmahera - Jl. Tanimbar - Jl. Nusa Kambangan - Jl. Terusan Halmahera - Jl. Kapten Piere Tendean - Jl. Arif Margono - Jl. KH Hasyim Asy'ari - Jl. Kawi - Jl. Gading - Jl. Jombang - Jl. Surabaya - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Wonogiri - Jl. Bend Sengguruh - Bendungan Sigura-gura - Jl. Sumbersari - Jl. Gajayana - Jl. Mayjen Haryono - Terminal Landungsari -
LDG / LDH Term. Landungsari - Dinoyo - Gadang - Term. Hamid Rusdi Terminal Landung Sari - Jl. Mayjen MT. Haryono - Jl. Mayjen Panjaitan - Jl. Brigjen S. Riyadi - Jl. Jend Basuki Rahmat - Jl. Merdeka Barat - Jl. Kauman - Jl. Syarif al Qodri - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Pasar Besar - Jl. Sersan Harun - Jl. Prof. Moh. Yamin - Jl. Sartono SH - Jl. Kol. Sugiono - Terminal Gadang Terminal Gadang - Jl. Kol. Sugiono - Jl. Sartono SH - Jl. Irian Jaya - Jl. Tanimbar - Jl. Sulawesi - Jl. Yulius Usman - Jl. Syarif Al Qodri - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Hasyim Asy'ari - Jl. Kawi - Jl. Bromo - Jl. Buring - Jl. Ijen - Jl. Bandung - Jl. Veteran - Jl. Terusan Bogor - Jl. Mayjen Panjaitan - Jl. Mayjen haryono - Terminal Landung Sari Garis putih
MM Term. Madyopuro - Term. Mulyorejo Term Mulyorejo - Jl. Raya Bandulan - Jl. Jupri - Jl. Raya Langsep - Jl. Raya Dieng - Jl. Kawi Atas - Jl. Kawi - Jl. A.R. Hakim - Jl. Merdeka Utara - Jl. MGR. Sugriwiryopranoto - Jl. Mojopahit - Jl. Tugu - Jl. Kertanegara - Jl. Trunojoyo - Jl. Pattimura - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. M. Wiyono - Jl. Ranu Grati - Jl. Danau Toba - Jl. Ki Ageng Gribig - Term Madyopuro Term Madyopuro - Jl. Ki Ageng Gribik - Jl. Danau Toba - Jl. Ranu Grati - Jl. M. Wiyono - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Pattimura - Jl. Trunojoyo - Jl. Kertanegara - Jl. Tugu - Jl. Mojopahit - Jl. Basuki Rahmad - Jl. Merdeka Barat - Jl. Kauman - Jl. KH Hasyim Asy'ari - Jl. Kawi - Jl. Kawi Atas - Jl. Raya Dieng - Jl. Raya Langsep - Jl. Jupri - Jl. Raya Bandulan - Term Mulyorejo Garis merah
MT Term. Madyopuro - Tlogowaru Term. Mulyorejo - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Kyai Tamim - Jl. Laks. Martadinata - Jl. Gatot Subroto - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Muharto - Jl. Ki. Ageng Gribig - Jl. Mayjen Sungkono - Jl. Wonokoyo - Term. Tlogowaru Term. Tlogowaru - Jl. Wonokoyo - Jl. Mayjen Sungkonno - Jl. Ki. Ageng Gribig - Jl. Muharto - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Kebalen Wetan - Jl. Laks. Martadinata - Jl. Kyai Tamim - Jl. K. P. Tendean - Jl. Syarif Al Qodri - Jl. A.I. Suryani - Jl. Sutan syahrir - Terminal Mulyorejo
MK Term. Madyopuro - Karangbesuki Term Madyopuro - Jl. Kiageng Gribik - Jl. Muharto - Jl. Z. Zakse - Jl. Pasar Besar - Jl. Zaenal Arifin - Jl. A Munandar - Jl. MGR Sugriwiryopranoto - Jl. Merdeka Timur - Jl. Merdeka Selatan - Jl. Kauman - Jl. KH. Hasyim Asy'ari - Jl. Kawi - Jl. Ijen - Jl. Pahlawan Trib - Jl. Surabaya - Jl. B. Sutami - Jl. Kleseman - APK Karang Besuki APK Karang Besuki - Jl. Klaseman - Jl. B Sutami - Jl. Surabaya - Jl. Pahlawan Trib - Jl. Guntur - Jl. BS. Riyadi - Jl. Buring - Jl. Merapi - Jl. Bromo - Jl. Semeru - Jl. Kahuripan - Jl. Tugu - Jl. Mojopahit - Jl. Basuki Rahmad - Jl. Merdeka Utara - Jl. Merdeka Timur - Jl. MGR Sugriwiryopranoto - Jl. S. Sah rir - Jl. Kyai Tamin - Jl. Kopral Ustman - Jl. Pasar Besar - Jl. Gatot Subroto - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Muharto - Jl. Ki Ageng Gribik - Term Madyopuro
MKS Term. Mulyorejo - Klayatan - Sukun Term Mulyorejo - Jl. Raya Mulyorejo - Jl. Raya Bakalan Krajan - Jl. Kemantren Gg III - Jl. Klayatan Gg III - Jl. S. Supriyadi - Jl. APK Pasar Sukun APK Pasar Sukun - Jl. S. Supriyadi - Jl. Klayatan Gg III - Jl. KemaNtren Gg III - Jl. Raya Bakalan Krajan - Jl. Mulyorejo - Ter Mulyorejo
ABB Term. Arjosari - Polowijen - Jl. Borobudur - Bunul APK Polowijen - Jl. Cakalan - Jl. Ikan Tombro Timur - Jl. Ikan Tombro - Jl. Ikana Piranha Atas - Jl. Ters Ikan Paus - Jl. Ikana Paus VI - Jl. Ikan Paus - Jl. Simpang Borobudur - Jl. A. Yani - Jl. Laksda Adisucipto - Jl. Simp LA Sucipto - Jl. Warinoi - Jl. Membrono - Jl. Sisingamanganraja - Jl. R. Patah - Jl. APK Pasar Bunul APK Pasar Bunul - Jl. Membrono - Jl. Wirinoi - Jl. Simp LA. Sucipto - Jl. Laksda Adi Sucipto - Jl. A. Yani - Jl. Borobudur - Jl. Ikan Paus - Jl. Ikan Paus VII - Jl. Ters Ikan Paus - Jl. Ikan Piranha Atas - Jl. Ikan Tombro Timur - Jl. Cakalan - Jl. APK Polowijen
TST Tlogowaru - Sarangan - Tasikmadu Sub Term Tlogowaru - Jl. Perum Puri Cempaka Putih - Jl. Raya Arjowinangun - Jl. Wonorejo - Jl. K. Parseh Jaya - Jl. Mayjend. Sungkono - Jl. Muharto - Jl. Puntodewa - Jl. Kalimasada - Jl.M. Wiyono - Jl. Kesatrian - Jl. Untung Suropati Utara - Jl. P. Sudirman - Jl. WR. Supratman - Jl. Letjend. Sutoyo - Jl. Sarangan - Jl. Sarangan Atas - Jl. Selorejo - Jl. Selorejo Blok A - Jl. Selorejo Blok B - Jl. Mawar - Jl. Setaman - Jl. Melati - Jl. Bungur - Jl. Cengger Ayam - Jl. Cengger Ayam I - Jl. Ters Kendalsari - Jl. Bukirsari - Jl. Ters. C. Mendut - Jl. C. Bima - Jl. C. Badut - Jl. C. Sari Utara - Jl. Sudimoro - Jl. Ikan Kakap - Jl. Ikan Tombro - Jl. Ikan Tombro Barat - JL. KH.Yuuf Timur - Jl. KH Yusuf Barat - Jl. Ds Jeruk - Jl. Joyo Utama - APK Tasik Madu APK Tasik Madu - Jl. Joyo Utomo - Jl. KH.Yusuf Timur Jl. Ikan Tombro Barat - Jl. Ikan Tombro - Jl. Kakap - Jl. C. sari - Jl. C. Mendut - Jl. Ters .C. Mendut - Jl. Bukit Sari - Jl. Cengger Ayam I - Jl. Cengger Ayam - Jl. Melati - Jl. Setaman - Jl. Mawar - Jl. Selorejo Blok B - Jl. Selorejo Blok A - Jl. Sarangan Atas - Jl. Sarangan - Jl. Letjend. Sutoyo - Jl. WR. Supratman - Jl. P. Sudirman - Jl. Untung Suropati Utara - Jl. Kesatrian - Jl. M. Wiyono - Jl. Kalimasodo - Jl. Puntodewo - Jl. Muharto - Jl. Mayjend. Sungkono - Jl. K. Parseh Jaya - Jl. Wonorejo - Jl. Arjowinangun - Jl. Perum. Puri Cempaka Putih - Sub . Term . Tlogowaru.
TAT Tlogowaru - Arjowinangun - Tirtosari APK Tlogowaru - Jl. Raya Tlogowaru - Jl. Istiqomah - Jl. Raya Arjowinangun - Jl. Babatan V - Jl. Wonorejo - Jl. Jembatan lori - Jl. Kol Sugiono - Jl. Satsui Tubun - Jl. S. Supriyadi - Jl. APK Tirtosari APK Tirtosari - Jl. S. Supriayadi - Jl. S. Tubun - JL. Kol Sugiyono - Jl. Jembatan Lori - Jl. Wonorejo - Jl. Babatan V - Jl. Babatan - Jl. Raya Arjowinangun - Jl. Istiqomah - Jl. Raya Tlogowaru - APK Tlogowaru
TSG Psr. Tawangmangu - Jl. Soekarno-Hatta - Gasek Pasar Tawangmangu - Jl. Gilimanuk - Tembalangan - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. MT Haryono Jl. Gajayana - Jl. Bend Sigura - gura - APK Gasek APK Gasek - Jl. Bend Sigura-gura - Jl. Gajayana Jl. MT Haryono - Jl. Soekarno-Hatta - Tembalangan Jl. Gilimanuk - Pasar Tawangmangu

Industri[sunting | sunting sumber]

Kota Malang memiliki pola pertumbuhan industri yang unik, dimana sebagian besar industrinya disokong oleh sektor industri kecil dan mikro. Hanya terdapat beberapa industri manufaktur besar yang terdapat di Kota Malang sebagian disusun atas industri manufaktur padat karya.

Industri Manufaktur[sunting | sunting sumber]

  • Industri Rokok
  • Industri Tekstil & Garmen
  • Industri Persenjataan Pesawat Tempur (Pabrikan Sari Bahari, Malang)

Industri Kecil dan Mikro[sunting | sunting sumber]

  • Industri Tempe dan Keripik Tempe
  • Industri Makanan & Minuman
  • Industri Kerajinan Kaos Arema
  • Industri Kerajinan Sarung Bantal Dekorasi
  • Industri Kerajinan Rotan
  • Industri Kerajinan Mebel
  • Industri Kerajinan Topeng Malangan
  • Industri Kerajinan Lampion
  • Industri Kerajinan Patung & Taman
  • Industri Kerajinan Keramik & Gerabah
  • Industri Advertising dan Percetakan

Kompleks Industri Manufaktur & Sentra Industri Mikro[sunting | sunting sumber]

  • Kompleks Industri Karya Timur
  • Kompleks Industri Karanglo
  • Kompleks Industri Pandanwangi
  • Sentra Industri Keripik Tempe Sanan
  • Sentra Industri Mebel Blimbing
  • Sentra Industri Rotan Arjosari
  • Sentra Industri Keramik Dinoyo
  • Sentra industri sarang burung

Pusat Rekreasi, Perbelanjaan & Fasilitas Umum[sunting | sunting sumber]

Taman Kota & Ruang Terbuka Hijau[sunting | sunting sumber]

  • Tarekot (Taman Rekreasi Kota), terletak di belakang kantor Walikota/ Balai kota
  • Alun-Alun Kota (depan Masjid Jami' Kota Malang & Gedung Pemkab Malang)
  • Alun-Alun Tugu (depan Balai Kota Malang)
  • Hutan Kota Malabar

Museum & Perpustakaan[sunting | sunting sumber]

  • Museum Brawijaya Malang
  • Museum Bentoel
  • Museum Mpu Purwa
  • Museum zoologi Frater Vianney
  • Perpustakaan Kota Malang (Jalan Ijen)

Taman Rekreasi & Pasar Wisata[sunting | sunting sumber]

{{Col|2}

  • Kebun Raya Purwodadi (kebun raya kedua di Indonesia)}
  • Taman Rekreasi Senaputra
  • Taman Wisata Tlogomas
  • Pasar Minggu Semeru (Jalan Semeru)
  • Pasar Minggu Vellodrome (lingkar luar arena Velodrome Sawojajar)
  • Wisata Kuliner Pulosari
  • Taman Kridha Budaya Jawa Timur
  • Taman Rekreasi Lembah Dieng
  • Playground
  • Malang Tempoe Doeloe 1 tahun sekali dan di adakan saat pertengahan tahun.
  • Pantai Sendang Biru
  • Tempat Wisata Keluarga Selecta
  • Pemandian Kendedes (peninggalan jaman kerajaan Singosari)
  • Taman Ria Sengkaling
  • Wisata Alam Bromo
  • Kebun Teh
  • Selecta
  • Pemandian Air Panas Cangar
  • Air Terjun Coban Rondo

Sarana Olahraga[sunting | sunting sumber]

  • Stadion Gajayana Malang
  • GOR Ken Arok
  • GOR Bima Sakti
  • Arena Balap Vellodrome
  • Araya Golf & Family Club
  • Dieng Family Club
  • Lembah Dieng swimming pool
  • Futsal Champion, Futsal Arena, dll
  • Stadion Kanjuruhan Arema Stadium Clab

Mall & Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

  • Malang Town Square [Matos],JL.Veteran
  • Malang City Point CITYWALK (akhir 2013), Jalan Raya Dieng
  • Mall Sarinah, terletak di jalan Basuki Rahmad
  • Mall Sarinah 2 (Giant), sawojajar
  • Mall Malang Plasa, terletak di jalan KH. Agus Salim
  • Mall Gajah Mada Plasa, terletak di jalan KH. Agus Salim
  • Mall Mitra I Dept. Store, terletak di jalan KH. Agus Salim
  • Mall Carefour Express, terletak di Jalan A. Yani
  • Mall Matahari Dept. Store di pasar besar
  • Mall Alun Alun Plaza (Ramayana) yg terletak di Jl Merdeka
  • Dieng Plaza Computer Square, jalan Raya Dieng
  • @MX Mall, jalan Veteran
  • Hartono elektronik
  • Gunung Sari Intan
  • TREND Shop
  • Sardo Swalayan
  • Hypermart veteran
  • Giant kawi
  • Giant dinoyo
  • Giant sawojajar
  • Pasar Besar Malang
  • Pasar Blimbing
  • Pasar Dinoyo
  • Pasar Bunul
  • Pasar Mergan
  • Pasar Tawangmangu
  • Pasar Bareng
  • Pasar Sukun
  • Pasar Gadang
  • Pasar Induk Gadang
  • Pasar Burung & Tanaman Hias
  • Pasar Comboran
  • Pertokoan Kayutangan
  • Pertokoan Arif Margono
  • Pusat Ruko Sawojajar
  • Pusat Ruko Sulfat
  • Sentra Industri Keripik Tempe Sanan
  • Sentra Kuliner Pulosari

Bioskop dan Cinema21[sunting | sunting sumber]


Hotel Dan Guest House [3][sunting | sunting sumber]

  • Hotel Agung
  • Hotel Aloha
  • Hotel Amaris
  • Hotel Aria Gajayana
  • Hotel Arjosari
  • Hotel Arjuna
  • Hotel Armi
  • Hotel ATRIA Malang
  • Hotel Bahagia
  • Hotel BEST WESTERN
  • Hotel Camelia
  • Hotel Dewarna (Jl. Zainul Arifin)
  • Hotel Dewarna (Jl. Letjend. Soetoyo)
  • Hotel Emma
  • Hotel Emma Mustika Sari
  • Hotel FAVE Dieng Malang (akhir 2013), Jl. Raya Dieng
  • Hotel Flamboyant
  • Hotel Gadjah Mada
  • Hotel The Graha Cakra Malang
  • Hotel Grand Palace
  • Hotel Griyadi Montana
  • Hotel Graha Dewata
  • Hotel Gress Home Stay
  • Hotel Griyo Asri
  • Hotel Griyo Margosuko
  • Hotel Griyo Sari
  • Hotel HARRIS, Perum. Riverside
  • Hotel Helios
  • Hotel Kahuripan
  • Hotel Kalpataru
  • Hotel Kartika Graha
  • Hotel Kartika Kusuma
  • Hotel Kosabra I
  • Hotel Kosabra II
  • Hotel Malang
  • Hotel Malinda
  • Hotel Mandala Puri
  • Hotel Melati
  • Hotel Megah Mansion
  • Hotel Megawati
  • Hotel Mutiara
  • Hotel Nugraha
  • Hotel Olino Garden
  • Hotel Pajajaran Park
  • Hotel Pelangi
  • Hotel Pelangi II
  • Hotel Pusposari
  • Hotel Regent's Park
  • Hotel Riche
  • Hotel Sahid Montana
  • Hotel Santika Malang
  • Hotel Santoso
  • Hotel Semarang
  • Hotel Setia Budi
  • Hotel Simpang Tiga
  • Hotel Splendiid Inn
  • Hotel Tirto
  • Hotel Tlogo Mas
  • Hotel Tosari
  • Hotel Trio Indah
  • Hotel Trio Indah II
  • Hotel Tugu Park
  • Hotel UB
  • Hotel UMM Inn
  • Hotel Wilis Indah
  • Hotel Windu Kencono
  • Hotel Wisata Tidar
  • Hotel Royal Iin
  • Hotel Savana
  • Lovender Guest House
  • Arman Guest House
  • D'fresh Guest House
  • Enny Guest House
  • PeYe Guest House
  • Guest House Pemerintah Kota Malang

Kuliner Khas[sunting | sunting sumber]

Klub/Tim Olahraga[sunting | sunting sumber]

Media[sunting | sunting sumber]

Televisi [4][sunting | sunting sumber]

Lokal

Nasional

Radio[sunting | sunting sumber]

di antaranya:

Nama Frekuensi Situs
RRI Malang AM 891 http://www.rri-malang.com/
RRI Malang Pro 1 FM 94,6
RRI Malang Pro 2 FM 99,4
RRI Malang Pro 3 FM 105,3
RRI Malang Pro 4 FM 91,9
Radio Tritara Yaksa AM 828
Radio Kutilang AM 1188
Radio Citra Protiga FM 87,9
Radio Senaputra FM 88,3
Radio Makobu FM FM 88,7 http://radiomakobufm.com/
RCB FM FM 89,5 http://rcbfm.net/
Radio Tidar Sakti FM 90,3
Radio Andalus FM 91,1
Bhiga/Beta FM UNMER FM 92,5
Radio Elfara FM 93,0 http://www.93elfarafm.com/
GEMA FM FM 93,5 http://gema.sabda.org/radio
Radio DJFM FM 93,8
Radio Kosmonita FM 95,4 http://www.kosmonitafm.com/malang-prof.htm
Pionir FM FM 96,2
Mitra FM FM 97,0 http://mitrafm.com/
Radio KDS8 FM 97,8
Radio Kencana FM FM 98,6 http://kencanafm.com/
Radio Solagracia FM 99.0 http://www.solagraciafm.com/
Radio Duta FM FM 99,15
Radio Masjid Jami FM FM 99,8
UM FM FM 99,9
Radio Dakwah Islam (RDI) FM 100,5 radio salafi wahabi
UB FM FM 100,9
Radio Malang Kuçeçwara (MFM) FM 101,3 http://www.mfmmalang.com/
Kalimaya Bhaskara FM FM 102,1
Radio Mensana FM FM 102,5
Radio Gita Lokaswara FM FM 102,9
Puspita FM FM 103,7
Mitra Adi Swara (MAS) FM FM 104,5 http://www.radiomasfm.com/
Tritara FM FM 106,1
Kanjuruhan FM FM 106,5
Radio One FM 99,0
Sejahtera FM FM 106,9 http://www.sejahterafm.com/
Radio Sangkakala FM FM 107,9
Radio Citra Swara FM FM 106,5
Radio H2 FM FM 100,2 http://www.radioh2fm.com/
Nama Frekuensi Situs

Buletin & media massa lokal[sunting | sunting sumber]

Putra Daerah[sunting | sunting sumber]

Julukan[sunting | sunting sumber]

Tugu Kota Malang dan Balaikota Malang Pada Malam hari
  • Paris van East Java, karena kondisi alamnya yang indah, iklimnya yang sejuk dan kotanya yang bersih, bagaikan kota "Paris"-nya Jawa Timur.
  • Kota Wisata, kondisi alam yang elok dan menawan, bersih, sejuk, tenang dan fasilitas wisata yang memadai merupakan ciri-ciri sebuah kota tempat berlibur.
  • Kota Pendidikan Internasional, situasi kota yang tenang, penduduknya ramah, harga makanan yang relatif murah dan fasilitas pendidikan yang memadai sangat cocok untuk belajar/menempuh pendidikan. Sedikitnya ada lima universitas negeri yang berdiri di Malang: Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Kesehatan Malang dan puluhan atau mungkin ratusan PTS.
  • Kota Militer, terpilih sebagai Kota Kesatrian. Di kota Malang ini didirikan tempat pelatihan militer, asrama dan mess perwira di sekitar lapangan Rampal, dan pada zaman Jepang dibangun lapangan terbang "Sundeng" di kawasan Perumnas sekarang, selain itu juga ada pabrik amunisi, senjata & kendaraan tempur, Pindad, di Turen, Kabupaten Malang .
  • Kota Sejarah, sebagai kota yang menyimpan misteri embrio tumbuhnya kerajaan-kerajaan besar seperti Tumapel, Kanjuruhan, Singosari, Kediri (Dhoho), Mojopahit, Demak dan Mataram. Di kota Malang juga terukir awal kemerdekaan Republik bahkan kota Malang tercatat masuk nominasi akan dijadikan Ibukota Negara Republik Indonesia.
  • Kota Bunga, cita-cita yang merebak di hati setiap warga kota senantiasa menyemarakkan sudut kota dan tiap jengkal tanah warga dengan warna-warni bunga.
  • Kota Olahraga, Banyak lahir bibit-bibit olahragawan yang berasal dari malang, yang paling terkenal dengan olah raga sepak bolanya terbukti dengan berdirinya 2 team sepak bola seperti Persema dan Arema yang mempunyai prestasi cukup baik di tingkat regional dan nasional,di tambah lagi supporter yang sangat fanatik dan atraktif Ngalamania serta Aremania.
  • Kota Apel, mempunyai produksi apel yang melimpah berpusat di wilayah Kota Batu dan Poncokusumo sehingga banyak di ekspor ke dalam dan luar negeri. Disana apel diolah menjadi bermacam-macam makanan maupun minuman, Contohnya Sari apel, Keripik Apel, Manisan dll.
  • Kota Susu, mempunyai produksi susu skala nasional dan internasional yang produksinya terletak di wilayah Pujon Kabupaten Malang. Susu yang didapatkan berasal dari sapi luar negeri sehingga susu yang diperoleh mempunyai kualitas bagus.
  • Kota Dingin, karena memiliki letak geografis yang dikelilingi pegunungan, a.l. Gunung Arjuno Welirang, Gunung Kawi-Panderman, Gunung Bromo-Semeru.
  • Kota Pelajar, karena malang memiliki banyak universitas negeri ataupun swsta yang cukup terkenal sehingga banyak orang dari luar pulau yang pindah ke Malang untuk mencari pendidikan yang lebih baik dari kota lain.
  • Kota Kuliner, Di malang banyak sekali jenis makanan khas yang menggugah selera banyak wisatwan.

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Dahlia Irawati. Ditemukan, Fondasi Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan di Malang. Kompas daring. Edisi 15 Oktober 2009. Diakses 16-10-2009.
  2. ^ Fondasi Kuno 1.300 Tahun Lalu Ditemukan. Kompas Daring Edisi 16 Oktober 2009. Diakses 16-10-2009.
  3. ^ Daftar Nama Hotel Dan Penginapan
  4. ^ Stasiun Televisi di Malang Raya

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 9.607.787 Kota Malang
Kota Malang
7 Depok Jawa Barat 1.738.570
2 Surabaya Jawa Timur 2.765.487 8 Semarang Jawa Tengah 1.555.984
3 Bandung Jawa Barat 2.394.873 9 Palembang Sumatera Selatan 1.763.475
4 Bekasi Jawa Barat 2.334.871 10 Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
5 Medan Sumatera Utara 2.097.610 11 Tangerang Selatan Banten 1.290.322
6 Tangerang Banten 1.798.601 12 Batam Kepulauan Riau 1.153.860