Kabupaten Kediri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Kediri
Lambang Kabupaten Kediri
Lambang Kabupaten Kediri
Moto: Canda Bhirawa


Locator kabupaten kediri.png
Peta lokasi Kabupaten Kediri
Koordinat: -
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Kediri
Pemerintahan
 - Bupati dr. Hj. Haryanti Sutrisno
 - DAU Rp. 1.056.481.076.000.-(2013)[1]
Luas 963,21 km2
Populasi
 - Total 1.475.000 jiwa (2003)
 - Kepadatan 1.531,34 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0354
Pembagian administratif
 - Kecamatan 26
 - Kelurahan 343
 - Situs web www.kediri.go.id

Kabupaten Kediri, adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan berada di Kediri meskipun pemindahan pusat pemerintahan ke Pare telah lama direncanakan dan bahkan sekarang dibatalkan[2]. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Jombang di utara, Kabupaten Malang di timur, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung di selatan, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo di barat, serta Kabupaten Nganjuk di barat dan utara.

Kabupaten Kediri memiliki luas wilayah 963,21 km²[3] dengan 26 kecamatan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Raden Tumenggung Danoediningrat, bupati Kediri pada tahun 1920-an

Wilayah Kabupaten Kediri pernah menjadi bagian berbagai kerajaan penting di Pulau Jawa sejak perpindahan Kerajaan Medang dari tanah Mataram ke timur, menjelang milenium kedua. Kerajaan Kadiri atau Panjalu, dengan lokasi kraton di Daha kemudian menjadi penerus kerajaan Medang setelah pembagian wilayah sepeninggal Prabu Airlangga. Puncak kejayaann Kediri adalah ketika di bawah pemerintahan Raja Jayabaya, pengaruhnya telah sampai ke Ternate[rujukan?].

Situs Tondowongso, yang ditemukan pada awal tahun 2007 dan berlokasi sekitar 15 km timur Kota Kediri sekarang, memberikan indikasi merupakan kompleks pemukiman penting[4].

Agama[sunting | sunting sumber]

Terdapat sejumlah pondok pesantren (ponpes) besar di Kabupaten Kediri. diantaranya yang terkenal adalah:

  • Ponpes Lirboyo
  • Ponpes Jampes
  • Ponpes Bendo
  • Ponpes Al Falah Ploso Mojo
  • Ponpes Darul Falah Pare
  • Ponpes Darul Abidin Pare
  • Ponpes Tahfidzil Qur'an Sirojul Ulum Semanding Pare
  • Ponpes Al - Hikmah Purwoasri


Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri memiliki beberapa sarana kesehatan, yaitu:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri mempunyai sejumlah tempat wisata, di antaranya adalah:

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wisata Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Wisata Keluarga[sunting | sunting sumber]

Wisata Religi[sunting | sunting sumber]

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Kota Kediri memeiliki beberapa masakan khas, yaitu:

Jajan Pasar[sunting | sunting sumber]

Kota Kediri memeiliki beberapa jajanan pasar khas, yaitu:

Minuman[sunting | sunting sumber]

Kota Kediri memeiliki beberapa minuman khas, yaitu:

Olah raga[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri memiliki klub sepak bola Persedikab yang berada di Divisi Satu Liga Indonesia.

Pada tahun 2008, Monumen simpang lima Gumul (SLG) yang dibangun pada era pemerintahan Bupati Sutrisno diresmikan.

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ Rencana pemindahan pusat pemerintahan secara bertahap ke Pare mendapat protes dari warga di sebagian wilayah Kabupaten Kediri, terutama dari daerah selatan (seperti Kecamatan Kras, Ngadiluwih, Kandat dan Ringinrejo) dan di daerah barat Sungai Brantas (seperti Tarokan, Grogrol, Banyakan, Semen dan Mojo). Sejak era Bupati H. Sutrisno, diambil jalan tengah dengan menempatkan pusat pemerintahan di wilayah Kec. Ngasem, tepatnya di Desa Sukorejo (biasa disebut Katang) dan akan juga dibangun pusat bisnis di wilayah Kota Baru Gumul
  3. ^ Buku Potensi Pariwisata dan Produk Unggulan Jawa Timur.2009
  4. ^ Hasil Penelitian Situs Tondowongso

Lihat pula[sunting | sunting sumber]