Kabupaten Pasuruan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Pasuruan
Lambang Kabupaten Pasuruan.png
Lambang Kabupaten Pasuruan
Moto: Guna Karya Sarana Bhakti


Locator kabupaten pasuruan.png
Peta lokasi Kabupaten Pasuruan
Koordinat: 112030' - 113030' BT dan 7030' - 8030' LS
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum -
Tanggal 18 September 1083
Ibu kota Kota Pasuruan
Pemerintahan
 - Bupati H. Irsyad Yusuf, S.E, M.M
 - DAU Rp. 992.689.474.000.-(2013)[1]
Luas 1.474 km2
Populasi
 - Total 1.369.295 jiwa
 - Kepadatan 928,97 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0343
Pembagian administratif
 - Kecamatan 24
 - Kelurahan 341 desa, 24 kelurahan
 - Situs web www.pasuruankab.go.id

Kabupaten Pasuruan adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintah berlokasi di Kota Pasuruan. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Laut Jawa di utara, Kabupaten Probolinggo di Timur, Kabupaten Malang di selatan, Kota Batu di barat daya, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Kabupaten ini dikenal sebagai daerah perindustrian, pertanian, dan tujuan wisata. Kompleks Dataran Tinggi Tengger dengan Gunung Bromo merupakan atraksi wisata utama.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pasuruan memiliki keanekaragaman penduduk yang sebagian besar adalah suku Jawa, selain itu bisa juga ditemui suku-suku lain seperti suku Madura serta masyarakat keturunan Tionghoa-Indonesia, Arab dan India. Suku Jawa di Pasuruan terutama adalah dari mereka yang berbahasa Jawa dialek Wetanan serta subsuku Tengger yang hidup di kawasan Pegunungan Tengger (Kecamatan Tosari).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawasan Pasuruan merupakan kawasan pertanian dan perdagangan sejak periode klasik Indonesia. Pelabuhan Pasuruan telah melayani perdagangan untuk kerajaan-kerajaan di Jawa Timur.

Pada masa penguasaan oleh VOC (diserahkan dari wilayah Kesultanan Mataram sebagai imbalan bantuan VOC dalam perang Suksesi Jawa, Pasuruan menjadi salah satu penghasil utama komoditas perdagangan hasil pertanian. Hal ini diteruskan pada periode penguasaan oleh Hindia-Belanda.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pasuruan terdiri atas 24 kecamatan, yang dibagi lagi atas 341 desa dan 24 kelurahan.

Daftar kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Bangil
  2. Beji
  3. Gempol
  4. Gondang Wetan
  5. Grati
  6. Kejayan
  7. Kraton
  8. Lekok
  9. Lumbang
  10. Nguling
  11. Pandaan
  12. Pasrepan
  13. Pohjentrek
  14. Prigen
  15. Purwodadi
  16. Purwosari
  17. Puspo
  18. Rejoso
  19. Rembang
  20. Sukorejo
  21. Tosari
  22. Tutur
  23. Winongan
  24. Wonorejo

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pasuruan dipimpin oleh bupati H. Dade Angga, SIP. dan wakil bupati Eddy Paripurna (2008-2013, dilantik 9 Juli). Pasangan yang diajukan PDI-P dan 10 partai nonparlemen ini menggantikan Jusbakir Aldjufri dan Muzammil Syafi’i (2003-2008). Sebelumnya, Dade pernah menjadi Bupati Pasuruan pada periode 1998-2003.[2] DPRD Pasuruan beranggotakan 49 orang.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Bagian utara wilayah Kabupaten Pasuruan merupakan dataran rendah. Bagian barat daya merupakan pegunungan, dengan puncaknya Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Bagian tenggara adalah bagian dari Pegunungan Tengger, dengan puncaknya Gunung Bromo.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pasuruan dilintasi jalur pantura Surabaya-Banyuwangi. Kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api lintas timur Pulau Jawa serta menuju Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri dan Kertosono, di Stasiun Bangil terdapat persimpangan jalur tersebut. Bagian barat wilayah Kabupaten Pasuruan terdapat jalur utama Surabaya-Malang, serta ruas jalan tol Surabaya-Gempol yang sementara terputus akibat luapan lumpur lapindo. Gempol merupakan kota persimpangan jalur Surabaya-Malang dengan jalur menuju Mojokerto/Madiun.

Industri[sunting | sunting sumber]

Kabupaten ini memiliki salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur, Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Industri utama di kabupaten ini antara lain Sampoerna di Pandaan, Matsushita (Panasonic), Cheil Jedang Indonesia Rejoso dan PT. Nestle Indonesia di Kejayan.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pantai Plalaan pada tahun 1915-an

Bagian barat wilayah kabupaten ini (perbatasan dengan wilayah Kabupaten Mojokerto dan Malang) adalah dataran tinggi yang cukup sejuk, dan merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama Jawa Timur. Kawasan tersebut terdapat villa-villa peristirahatan, dan sejumlah perumahan elit. Kawasan pegunungan ini juga sering digunakan sebagai tempat berkemah. Di antara obyek wisata andalan Pasuruan adalah Taman Safari Indonesia di Prigen dan Kebun Raya Purwodadi. Sebelah selatan Kota Pasuruan terdapat Gunung Bromo, salah satu tujuan wisata utama Jawa Timur.

Acara kegiatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pasuruan memiliki beberapa acara kegiatan, yaitu:

Kuliner khas[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pasuruan memiliki beberapa masakan khas, yaitu:

  • Kupang Lontong khas Kraton
  • Nasi Punel Bangil
  • Rawon & Sate Komo
  • Rawon Nguling
  • Sate kerang Bangil

Jajanan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pasuruan memiliki beberapa jajanan khas, yaitu:

  • Bipang beras
  • Lupis Gempol
  • Tahu Petis

Oleh-oleh[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pasuruan memiliki beberapa oleh-oleh khas, yaitu:

  • Durian Supeno
  • Ting Ting Jahe
  • Warung Kopi

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ Bupati Pasuruan Dilantik Pagi Ini. Tempointeraktif. Edisi 9-7-2009.
  3. ^ Dengan 776 Suara, Sofyan Bisa Jadi Anggota DPRD. Kompas Daring. Edisi 16-5-2009.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]