Kota Madiun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Madiun
Lambang Kota Madiun
Lambang Kota Madiun
Moto: MADIUN BANGKIT:Bersih, Aman, Nyaman, Gagah, Kuat, Indah, Tentram
Madiun.JPG
Locator kota madiun.png
Peta lokasi Kota Madiun
Koordinat: -
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum Staatsblad no. 326
Tanggal 20 Juni 1918
Pemerintahan
 - Walikota H. Bambang Irianto, SH.MM
 - DAU Rp. 474.093.362.000.-(2013)[1]
Luas 33,23 km²
Populasi
 - Total 386.437 BPS(2010)[2]
 - Kepadatan 5.981 jiwa/km²
Demografi
 - Kode area telepon 0351
Pembagian administratif
 - Kecamatan 3
 - Kelurahan 27
 - Situs web www.madiunkota.go.id
Alun–alun Madiun pada tahun 1951

Kota Madiun, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 160 km sebelah Barat Kota Surabaya, atau 111 km sebelah Timur Kota Surakarta. Di Kota ini terdapat pusat industri kereta api (INKA). Madiun dikenal memiliki Lapangan Terbang Iswahyudi, yakni salah satu pangkalan utama AURI, meski sebenarnya terletak di Kabupaten Magetan. Madiun memiliki julukan Kota Gadis, Kota Brem, Kota Pelajar, Kota Sepur, Kota Pecel, Kota Budaya, Kota Sastra, dan Kota Industri.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Kota Madiun terletak pada 111° BT - 112° BT dan 7° LS - 8° LS dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Madiun di sebelah utara, sebelah selatan dengan Kecamatan Geger, sebelah timur dengan Kecamatan Wungu, dan sebelah barat dengan Kabupaten Magetan.[3] Kota Madiun hampir berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Madiun, serta dengan Kabupaten Magetan di sebelah Barat. Kali Bengawan Madiun mengalir di kota ini, merupakan salah satu anak sungai terbesar Bengawan Solo.

Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 33,23 Km² terbagi menjadi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Kartoharjo. Dengan luas masing-masing Kecamatan Manguharjo 12,54 Km², Kecamatan Taman 13,46 Km²,dan Kecamatan Kartoharjo 11,73 Km².[4] Masing-masing kecamatan tersebut terdiri atas 9 kelurahan sehingga semuanya terdapat 27 kelurahan di Kota Madiun.[5][6][7]

Kota Madiun terletak pada daratan dengan ketinggian 63 meter hingga 67 meter dari permukaan air laut. Daratan dengan ketinggian 63 meter dari permukaan air laut terletak di tengah, sedangkan daratan dengan ketinggian 67 meter dari permukaan air laut terletak di sebelah di selatan. Rentang temperatur udara antara 20 °C hingga 35 °C.[3] Rata-rata curah hujan Kota Madiun turun dari 210 mm pada tahun 2006 menjadi 162 mm pada tahun 2007. Rata-rata curah hujan tinggi terjadi pada bulan-bulan di awal tahun dan akhir tahun, sedangkan rata-rata curah hujan rendah terjadi pada pertengahan tahun.[8]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Alun-Alun Madiun saat ini

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Kota Madiun juga dikenal sebagai Kota Pelajar, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi, seperti;

  1. IKIP PGRI Madiun
  2. Universitas Widya Mandala
  3. Universitas Islam Indonesia Madiun
  4. Universitas Merdeka Madiun
  5. Universitas Muhammadiyah Madiun
  6. Politeknik Negeri Madiun
  7. Sekolah Tinggi Ilmu Kereta Api(STIKA)
  8. Sekolah Penerbangan Iswahyudi
  9. Akademi Keperawatan Dr.Soedhono
  10. Akademi Kebidanan Global Medika
  11. STIKES Bhakti Husada
  12. STKIP Muhammadiyah
  13. STKIP Widya Yuwana
  14. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Iswara Madiun
  15. STT Dharma Iswara Madiun (S1 Informatika/Komputer)
  16. Pusdiklat Perum Perhutani (Bisnis Kehutanan, Agroforestry)

Sekolah menengah[sunting | sunting sumber]

Selain perguruan tinggi, ada beberapa sekolah menengah atas yang namanya sudah terkenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Sekolah menengah atas[sunting | sunting sumber]

Sekolah menengah kejuruan[sunting | sunting sumber]

  • SMK Negeri 1 Madiun (Sekolah Standar Internasional)[10]
  • SMK Negeri 2 Madiun
  • SMK Negeri 3 Madiun
  • SMK Negeri 4 Madiun (Sekolah Standar Internasional)
  • SMK Negeri 5 Madiun
  • SMK Cokroaminoto 1 Madiun
  • SMK Cokroaminoto 2 Madiun
  • SMK Farmasi Bina Farma Madiun
  • SMK Bonaventura Madiun
  • SMK Vic-Toriqot Madiun
  • SMK Sore Madiun
  • SMK Siang Madiun
  • SMK Iswahyudi Madiun
  • SMK Gamaliel 1 Madiun
  • SMK Gamaliel 2 Madiun
  • SMK PGRI 1 Madiun ( STM SIANG )
  • SMK YP 17-1 Madiun
  • SMK YP 17-2 Madiun
  • SMK Kusuma Terate
  • SMK Taman Siswa 1
  • SMK CENDEKIA MADIUN
  • SMK Taman Siswa 2
  • SMK Al basyariyah

Madrasah aliyah[sunting | sunting sumber]

  • MA Negeri 1 Madiun
  • MA Negeri 2 Madiun (Rintisan Madrasah Berstandar Internasional)

Sekolah menegah pertama[sunting | sunting sumber]

Sekolah menengah pertama negeri[sunting | sunting sumber]

  • SMP Negeri 1 Madiun[11] (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) [12]
  • SMP Negeri 2 Madiun (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional)
  • SMP Negeri 3 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Negeri 4 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Negeri 5 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Negeri 6 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Negeri 7 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Negeri 8 Madiun
  • SMP Negeri 9 Madiun
  • SMP Negeri 10 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Negeri 11 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Negeri 12 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Negeri 13 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Negeri 14 Madiun

Madrasah tsanawiyah[sunting | sunting sumber]

  • MTs Al-Ihsan Madiun, Kebonsari
  • MTs Negeri Madiun

Sekolah menengah pertama swasta[sunting | sunting sumber]

  • SMP Muhammadiyah 1 Madiun
  • SMP Santo Yusuf Madiun (Sekolah Standar Nasional)
  • SMP Santo Bernadus Madiun
  • SMP Bina Jaya Sari Madiun
  • SMP School Madiun Putera Madiun

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Stasiun Madiun merupakan stasiun terbesar dan tertua ketiga di Jawa Timur.
Bus Sumber Kencono sedang berhenti di Terminal Purbaya, Madiun.

]]Pendapatan Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2006 tercatat sebesar Rp937 miliar[13], sedangkan atas Harga Bsebesar Rp1,687 triliun[14]. Dengan jumlah penduduk mencapai 198.745 jiwa (per 2006)[2], pendapatan per kapita rata-rata mencapai Rp 8,4 juta per tahun jika didasari PDRB atas Harga Berlaku..

Kekuatan anggaran pemerintah kota madiun (APBD) pada 2007 mencapai Rp854 miliar, di mana Rp87 miliar untuk belanja publik. Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk, APBD per kapita mencapai Rp900 ribu per tahun.

Posisinya yang cukup strategis menjadikan Madiun berada di jalur utama Surabaya-Yogyakarta. Kota ini juga menjadi persimpangan jalur menuju Ponorogo dan Pacitan ke arah selatan. Akan direncanakan oleh pemerintah Jawa Timur untuk membangun jalan bebas hambatan dari Kota Surakarta (Tanpa lewat Kota Sragen dan Ngawi) lurus ke barat laut sampai Maospati, Magetan kemudian di teruskan sampai Kota Madiun dan di teruskan lurus ke timur laut melewati Kota Nganjuk sampai di Waru, Sidoarjo (Berhubung dengan Tol Surabaya-Gempol), hal ini bertujuan untuk membangun Kota Madiun sebagai kota metropolitan atau kota singgah yang diharapkan dapat membantu permasalahan Kota Surabaya. Oleh karena itu, Kota Madiun ditetapkan sebagai wilayah hinterland atau pusat ekonomi untuk daerah sekitarnya dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Perda No 6/2007).

Selama periode 2003-2008, sektor-sektor primer mengalami penaikan dari 2,61% menjadi 3,18%. Sektor sekunder (industri) juga mengalami penaikan dari 40% menuju 59%. Sektor tersier meningkat dari 57,32% menjadi 58,45%, yang semakin menegaskan arah pertumbuhan Kota Madiun sebagai pusat perdagangan untuk daerah Jawa Timur.[butuh rujukan]

Sebagai pusat perekonomian Jatim sebelah barat[butuh rujukan], angkutan antarkota dilayani oleh Bus dan kereta api, . Angkutan bus dilayani di Terminal Purboyo dan Terminal Te'an . Madiun dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa. Stasiun Madiun merupakan stasiun terbesar ketiga di kawasan Jawa Timur setelah stasiun Surabaya Kota dan Malang Kota Lama sekaligus stasiun tertua ketiga juga, dan terdapat pusat industri kereta api Indonesia (PT INKA).

Persentase penduduk miskin di Kota Madiun jauh lebih rendah dibandingkan dengan persentase penduduk miskin di Jawa Timur.[butuh rujukan] Sejak terjadi penurunan persentase penduduk miskin pada tahun 2004 di Kota Madiun yaitu dari 7,9 menjadi 7,1 selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya persentase penduduk miskin selalu mengalami penurunan seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Tahun 2005 penduduk miskin Kota Madiun turun 2,74 persen dari tahun 2004 disaat penduduk miskin di Jawa Timur naik sebesar 3,44 persen. Kemudian turun secara sangat signifikan pada tahun 2006 menjadi 6,32 dan tahun 2007 menjadi 5,49 persen.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kota Madiun dilintasi oleh Jalan raya Solo-Surabaya. sehingga memiliki Terminal Bus Purboyo yang terletak di Jalan Basuki Rahmat , Madiun. Kota Madiun juga dilalui oleh rel kereta api, yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, yang berpusat di Stasiun Madiun. Stasiun Madiun juga memberangkatkan Kereta api sendiri, yaitu KRDI Madiun Jaya, tujuan Solo-Balapan dan Yogyakarta. Kini ada juga KRDI Arjuna tujuan Surabaya Gubeng. Lalu pada 24 Juli 2013 PT. KAI mulai membuat trayek baru jurusan Madiun-Stasiun Merak yang sampai sekarang masih beroperasi.

Industri[sunting | sunting sumber]

Kota Madiun juga dikenal sebagai Kota Industri karena memiliki industri sbg.berikut

  1. Industri Kereta Api (P.T.INKA)[15]
  2. Industri UMKM
  3. Industri Baja (PT.Hari Jaya Utama)
  4. Industri Mebel Jepara
  5. Industri Sepatu Alvero
  6. Industri Tas
  7. Industri Makanan Ringan
  8. Industri pabrik rokok

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

  1. Plaza Madiun di Jalan Pahlawan
  2. Matahari Plaza di Jalan Pahlawan
  3. Sri Ratu 1 di Jalan Pahlawan
  4. Timbul Jaya Plaza di Jalan Pahlawan
  5. Presiden Plasa Utama di Jalan Jenderal Sudirman
  6. Presiden Plasa(Bursa Handphone) di Jalan Alun-alun Timur
  7. Carrefour Madiun di Jalan S.Parman
  8. Suncity Mall and Plaza di Jalan S. Parman (tahap pembangunan)
  9. Pasar Besar Madiun di jalan Jenderal Sudirman
  10. Pasar Joyo di Jalan Imam Bonjol
  11. Pasar Sleko di Jalan Trunojoyo
  12. Pasar Logam Jaya di Jalan Slamet Riyadi
  13. Pasar Ikan Putra di Jalan Pelita Tama
  14. Pasar Burung Sri Jaya di Jalan Pelita Tama
  15. Pasar Sukoasri di Jalan Mangun Karya
  16. Madiun Royal Square (MARS) (tahap pembangunan)

Pertelevisian nasional[sunting | sunting sumber]

Pertelevisian swasta[sunting | sunting sumber]

  1. Madiun TV berganti nama Sakti TV Madiun[16]
  2. Karawang Citra Televisi (mulai 2 Juli 2014) nanti lapor ke Bupati Ade Swara
  3. JTV Madiun
  4. ATV Madiun mulai jaringan Rajawali Televisi channel 41 UHF (mulai 2 Juli 2014) nanti lapor ke Walikota Haji Bambang Irianto
  5. TV Plus! Bogor (mulai 2 Juli 2014) nanti lapor ke Walikota Bima Arya Sugiarto

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Kota Madiun terdiri atas 3 kecamatan, yaitu Kartoharjo, Manguharjo, dan Taman.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Madiun merupakan suatu wilayah yang dirintis oleh Ki Panembahan Ronggo Jumeno atau biasa disebut Ki Ageng Ronggo. Asal kata Madiun dapat diartikan dari kata "medi" (hantu) dan "ayun-ayun" (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno melakukan "Babat tanah Madiun" terjadi banyak hantu yang berkeliaran. Penjelasan kedua karena nama keris yang dimiliki oleh Ronggo Jumeno bernama keris Tundhung Medhiun. Pada mulanya bukan dinamakan Madiun, tetapi Wonoasri.

Sejak awal Madiun merupakan sebuah wilayah di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram. Dalam perjalanan sejarah Mataram, Madiun memang sangat strategis mengingat wilayahnya terletak di tengah-tengah perbatasan dengan Kerajaan Kadiri (Daha). Oleh karena itu pada masa pemerintahan Mataram banyak pemberontak-pemberontak kerajaan Mataram yang membangun basis kekuatan di Madiun. Seperti munculnya tokoh Retno Dumilah.

Beberapa peninggalan Kadipaten Madiun salah satunya dapat dilihat di Kelurahan Kuncen, dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Patih Wonosari selain makam para Bupati Madiun, Masjid Tertua di Madiun yaitu Masjid Nur Hidayatullah, artefak-artefak disekeliling masjid, serta sendang (tempat pemandian) keramat.

Sejak masa Hindia-Belanda, Madiun adalah suatu gemeente yang berpemerintahan sendiri (swapraja) karena komunitas Belanda yang bekerja di berbagai perkebunan dan industri tidak ingin diperintah oleh Bupati (yang adalah orang Jawa). Sebagai suatu kota swapraja, Madiun didirikan 20 Juni 1918, dengan dipimpin pertama kali oleh asisten residen Madiun. Baru sejak 1927 dipimpin oleh seorang wali kota. Berikut adalah wali kota Madiun sejak 1927 [17]:

  1. Mr. K. A. Schotman
  2. J.H. Boerstra
  3. Mr. L. van Dijk
  4. Mr. Ali Sastro Amidjojo
  5. Dr. Mr. R. M. Soebroto
  6. Mr. R. Soesanto Tirtoprodjo
  7. Soedibjo
  8. R. Poerbo Sisworo
  9. Soepardi
  10. R. Mochamad
  11. R. M. Soediono
  12. R. Singgih
  13. R. Moentoro
  14. R. Moestadjab
  15. R. Roeslan Wongsokoesoemo
  16. R. Soepardi
  17. Soemadi
  18. Joebagjo
  19. R. Roekito, B.A.
  20. Drs. Imam Soenardji
  21. Achmad Dawaki, B.A.
  22. Drs. Marsoedi
  23. Drs. Masdra M. Jasin
  24. Drs. Bambang Pamoedjo
  25. Drs. H. Achmad Ali
  26. H.Kokok Raya, S.H., M.Hum
  27. Drs. H. Bambang Irianto, SH.MM

Kota Madiun dahulu merupakan pusat dari Karesidenan Madiun, yang meliputi wilayah Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. Meski berada di wilayah Jawa Timur, secara budaya Madiun lebih dekat ke budaya Jawa Tengahan (Mataraman atau Solo-Yogya), karena Madiun lama berada di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram.

Pada tahun 1948, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh PKI di Madiun yang dipimpin oleh Musso di daerah Dungus, Wungu, Kabupaten Madiun yang sekarang di kenal dengan nama Monumen Kresek.

Sosial dan budaya[sunting | sunting sumber]

Nasi Pecel merupakan makanan khas Kota Madiun.

Pada 2007, jumlah penduduk Kota Madiun mengalami pertumbuhan rata-rata sebanyak 5 persen. Jumlah penduduk berdasarkan usia cukup dinamis. Usia di bawah 15 tahun, jumlah penduduk laki-laki lebih tinggi dari jumlah perempuan, tetapi untuk usia antara 15 sampai 19 lebih banyak perempuan. Demikian juga untuk usia 50 tahun ke atas, jumlah perempuan jauh lebih besar dari pada jumlah laki-laki.

Dalam periode 2003-2007, rata-rata lama sekolah di Madiun mencapai 9,5 sampai 10,32 tahun atau sampai kelas 10 (setingkat SLTP). Masih jauh dari kebutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan sebuah kota yang berbasis sektor jasa dan perdagangan. Namun, angka tersebut jauh di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 6,5 sampai 7,06 tahun.

Madiun terkenal dengan produk unggulannya makanan brem. Salah satu makanan khas Madiun adalah Pecel Madiun, serta sambal pecel madiun. Kota Madiun juga merupakan pelestari budaya tradisional, yaitu pencak silat. Dimana merupakan salah satu kekayaan seni beladiri di Indonesia. Bentuk-bentuk pelestarian itu seperti masih adanya berbagai organisasi pencak silat yang asli Madiun seperti Setia Hati yang merupakan salah satu perguruan pencak silat tertua di Indonesia yang turut membentuk alur aliran pencak silat di Indonesia, Setia Hati Terate yang dapat dikatakan sebagai organisasi pencak silat terbesar di Indonesia yang turut membidani lahirnya IPSI ( termasuk 10 perguruan historis IPSI bersama Setia Hati Organisasi - Semarang ), Setia Hati Tattuhu Tekad, Setia Hati Tunas Muda Winongo, Pencak Silat & Tenaga Dalam " Persaudaraan Rasa Tunggal ", Perguruan Pencak Silat-Beladiri Tangan Kosong (PPS Betako) Merpati Putih, OCC Pangastuti, Ki Ageng Pandan Alas, IKSPI Kera Sakti, Perisai Diri dan Persati

Kuliner khas Madiun[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Madiun mempunyai bermacam-macam masakan khas, diantaranya:

Minuman[sunting | sunting sumber]

Madiun mempunyai bermacam-macam minuman khas, diantaranya:

  • Cemoe
  • Jancu'an
  • Brem Cair

Oleh-Oleh[sunting | sunting sumber]

Madiun mempunyai bermacam-macam oleh-oleh khas, diantaranya:

Julukan Madiun[sunting | sunting sumber]

  • Kota Brem
    • Dikarenakanan makanan Brem merupakan makanan khas Madiun yang telah dikenal masyarakat luas.
  • Kota Pecel
    • Madiun mendapat julukan kota pecel karena mempunyai makanan Nasi pecel makanan khas yang bergizi untuk kesehatan
  • Kota Sastra
    • Kota Sastra juga menjadi julukan Kota Madiun karena para pelajar di sini sangat pintar berprestasi di bidang sastra.
  • Kota Sepur (Kota Kereta Api)
    • Madiun dikenal kota sepur atau kota kereta api, hal ini dibuktikan dulu Madiun merupakan arus lalu lintas kereta api yang ramai.
  • Kota Pelajar
    • Kota Pelajar ini juga menjadi julukan kota Madiun karena banyak pelajar dari luar kota yang belajar di Kota Madiun sehingga menimbulkan kota Madiun kepadatan pelajar.
  • Kota Budaya.
    • Kota Madiun merupakan kota pewarisan budaya yaitu Budaya Pencak Silat Setia Hati.
  • Kota Gadis(Perdagangan, Pendidikan dan Industri)
    • Kota Madiun merupakan kota industri yaitu Industri Kereta Api dan Industri Gamping.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]