Delman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Delman di Blitar

Delman adalah kendaraan transportasi tradisional yang beroda dua, tiga atau empat yang tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan kuda sebagai penggantinya. Variasi alat transportasi yang menggunakan kuda antara lain adalah kereta perang, kereta kencana dan kereta kuda.

Nama kendaraan ini berasal dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur pada masa Hindia Belanda.[1] Orang Belanda sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama dos-à-dos (punggung pada punggung, arti harfiah bahasa Perancis), yaitu sejenis kereta yang posisi duduk penumpangnya saling memunggungi. Istilah dos-à-dos ini kemudian oleh penduduk pribumi Batavia disingkat lagi menjadi 'sado'.[2]

Daftar isi

[sunting] Penamaan Delman

Penamaan Delman berasal dari penemunya yakni Ir Charles Theodore Deeleman, seorang insinyur, ahli irigasi yang memiliki bengkel besi di pesisir Batavia (Jakarta sekarang). Penamaan kendaraan yang sama adalah Sado yang berasal dari Bahasa Perancis dos-à-dos yang berarti saling memunggungi.

Istilah lain dalam berbagai bahasa daerah cukup beragam yang sebenarnya merujuk pada wujud benda yang sama. Dalam Bahasa Sunda dikenal dengan istilah Kahar dan Keretek dimana terdapat perbedaannya yakni Untuk tempat naik penumpang pada keretek lebih lebar dibandingkan pada delman yang hanya berukurang cukup untuk satu kaki saja. Selain itu,Delman lebih tinggi dari keretek'.

Kemudian terdapat istilah lain yakni Dokar, yang sebagian kalangan menyakini berasal dari Bahasa Inggris dog car dimana ada yang mengartikan sebagai kendaraan yang ditarik oleh anjing.

Di daerah lain, Delman memiliki nama seperti Andong, yang memiliki roda empat. Di Jakarta, penamaan andong disebut sebagai ebro yang diambil dari singkatan Eerste Bataviasche Rijtuig Onderneming yang berarti Perusahaan Kereta Pertama di Jakarta.

[sunting] Bentuk dan Penggunaan Delman

Berbeda dengan kendaraan lain seperti mobil, delman sejak awal dibuat atau dibangun hingga sekarang memiliki bentuk yang sama atau tetap, meski ada pula yang menggunakan roda yang menggunakan roda atau ban mobil.

Sebagian kusir mengatakan bahwa penggunaan ban mobil lebih bagus untuk jalan yang rata dan berkondisi baik atau penggunaan pada jalan raya. Namun untuk jalan yang kondisinya kurang baik, lebih baik menggunakan roda delman yang konstruksinya memiliki jari-jari yang lebih besar. Di beberapa daerah terutama di Nusa Tenggara Barat, dikenal dengan Cidomo yakni kependekan dari Cikar-Dokar-Mobil

Delman kini digunakan lebih pada angkutan lingkungan yang berjarak tempuh pendek atau di pedesaan yang bersifatnya regional antar kampung. Terlebih saat ini tergusur oleh kehadiran ojek sepeda motor, taksi ataupun angkutan umum bermotor lainnya seperti bajaj atau bemo. Namun demikian, dibeberapa kawasan terutama kawasan wisata, Delman diizinkan beroperasi, dengan mengikuti aturan kebersihan perkotaan seperti penampung untuk kotoran kuda. Untuk itu, Delman diberi nomor seperti halnya pada penomoran kendaraan bermotor yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Setempat.

Dalam sejarah, tercatat pada masa Pemerintah Hindia-Belanda di Indonesia, Delman digunakan sebagai angkutan antar kota, terutama sebelum kereta api dan kendaraan bermotor lainnya beroperasi di Indonesia. Tercatat pada tahun 1885, Forbes pernah menyewa delman untuk perjalanan dari Bogor menuju Bandung dengan biaya enam belas gulden yang ditempuh selama tiga belas jam perjalanan.

[sunting] Referensi

  1. ^ Snoek, Kees. Manhafte heren en rijke erfdochters: Het voorgeslacht van E.du Perron op Java, Penerbit : KITLV Uitgeverij Leiden, 2003. Dari resensi berjudul Mencari Asal Usul Keluarga Indo Prancis di Jawa, oleh Achmad Sunjayadi.
  2. ^ Kartupos dari Meester Cornelis dikirim ke Belanda dengan prangko Jawa 1908, pada website Priyambodo Prayitno, di akses Oct 29, '07 11:28 AM.
  • Artikel Delman pada rubrik Sungkeman, Majalah Bahasa Sunda Mangle edisi 1039 tahun 1986

[sunting] Pranala luar

[sunting] Lihat pula