Universitas Andalas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Universitas Andalas
Lambang Universitas Andalas
Lambang Universitas Andalas
Moto Untuk Kedjajaan Bangsa
Didirikan 23 Desember 1955
Jenis Perguruan tinggi negeri
Rektor Werry Darta Taifur
(sejak 2011)
Staf akademik 2.600[1]
Jumlah mahasiswa 26.000 orang[1]
Lokasi Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Kampus Limau Manis, Padang
Warna Hijau tua
Julukan Kampus hijau
Situs web www.unand.ac.id

Universitas Andalas (biasa disingkat dengan Unand) adalah salah satu perguruan tinggi negeri Indonesia yang terletak di Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Universitas ini merupakan universitas tertua di luar Pulau Jawa yang dibuka secara resmi pada tanggal 23 Desember 1955 oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Pada saat itu, Unand adalah universitas keempat yang diresmikan oleh Pemerintah Indonesia.[2]

Universitas Andalas terdiri dari lima belas fakultas, dengan sebagian besar terletak di Limau Manis, sekitar 12 km dari pusat Kota Padang. Rektor Universitas Andalas sejak tahun 2011 adalah Dr. Werry Darta Taifur. Majalah Tempo pada tahun 2009 menempatkan Unand di posisi ke-14 atau posisi pertama di luar Pulau Jawa dalam analisisnya terhadap kapasitas alumninya yang diserap oleh dunia usaha.[3] Webometrics menobatkan Unand sebagai 100 perguruan tinggi terbaik di ASEAN (peringkat ke-26) atau peringkat ke-8 di Indonesia (terbaik di luar Pulau Jawa) pada Januari 2011.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Universitas Andalas periode awal (1948-1958)[sunting | sunting sumber]

Peresmian Universitas Andalas pada tanggal 13 September 1956
Mohammad Hatta, pencetus nama Universitas Andalas

Keinginan masyarakat Sumatera Barat untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi sudah ada sejak memasuki abad ke-20. Hal itu dapat dipahami karena pada masa itu sudah muncul golongan intelektual dan cendekiawan yang peduli dengan pendidikan anak bangsa. Namun, Pemerintah Kolonial Belanda tidak memberi kesempatan sedikit pun untuk mewujudkannya. Gagasan itu kembali mengemuka seiring diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Keinginan untuk mendirikan suatu jenjang pendidikan tinggi di Sumatera Barat baru dapat diwujudkan pada tahun 1948 dengan mendirikan enam akademi, yaitu: Akademi Pamong Praja, Akademi Pendidikan Jasmani, Akademi Kadet, Akte A Bahasa Inggris, dan Sekolah Inspektur Polisi. Keenam akademi tersebut berada di Bukittinggi. Selanjutnya, keberhasilan pendirian akademi ini mendorong sebuah yayasan pendidikan bernama Yayasan Sriwijaya untuk mendirikan Balai Perguruan Tinggi Hukum Pancasila (BPTHP) di Padang pada tanggal 17 Agustus 1951. Mengikuti langkah Yayasan Sriwijaya tersebut, kemudian pemerintah mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di Batusangkar pada tanggal 23 Oktober 1954, Perguruan Tinggi Negeri Pertanian di Payakumbuh pada tanggal 30 November 1954, dan Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) di Bukittinggi pada tanggal 7 September 1955. Keempat fakultas tersebut diresmikan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Seiring dengan itu, Yayasan Sriwijaya pun menyerahkan BPTHP kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Tengah. Dan, sejak itu BPTHP berganti nama menjadi Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat.[5]

Kelima fakultas itu menjadi cikal bakal dalam mendirikan Universitas Andalas. Oleh karena merupakan universitas pertama yang didirikan di Pulau Sumatera, maka Bung Hatta mengusulkan nama Universitas Andalas, dengan merujuk kepada nama Pulau Sumatera yang juga dikenal dengan Pulau Andalas. Pada tanggal 13 September 1956, Wakil Presiden Mohammad Hatta meresmikan pembukaan Universitas Andalas di Bukittinggi. Selanjutnya, pada tahun 1958, untuk pertama kalinya Universitas Andalas mulai memetik hasil dengan lulusnya Mr. Rudito Rachmad sebagai Sarjana Hukum pertama. Satu tahun berikutnya, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat mewisuda pula empat mahasiswanya, yaitu Mr. Herman Sihombing, Mr. Zawier Zienser, Mr. Eddy Ang Ze Siang, dan Mr. Djalaluddin Ilyas.[6]

Universitas Andalas periode PRRI (1958-1961)[sunting | sunting sumber]

Beberapa bulan setelah meresmikan Unand, Bung Hatta yang tidak sepaham lagi dengan Presiden Soekarno meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden. Sehingga berakhirlah Dwi Tunggal Soekarno-Hatta. Beberapa tokoh militer dan politik pun kemudian bersepakat untuk "menegur" pusat dengan mendirikan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan menjadikan Sumatera Tengah, khususnya Sumatera Barat sebagai basisnya.[7]

Oleh karena itu, banyak dosen dan mahasiswa Unand yang menunjukkan kesepahamannya dengan PRRI. Akibatnya, Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan untuk menumpas PRRI juga memporakporandakan kampus Unand yang tersebar di beberapa kota: Padang, Bukittinggi, Batusangkar, dan Payakumbuh serta juga yang baru dibangun di Baso. Situasi politik pada waktu itu benar-benar tidak kondusif untuk melaksanakan aktivitas perkuliahan. Dosen-dosen yang didatangkan dari luar negeri, terutama dari Eropa, ada yang pulang ke negaranya masing-masing dan ada pula yang pindah ke Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor. Pada masa PRRI dapat dikatakan sebagai masa kemunduran Universitas Andalas.[8]

Perkembangan dan saat ini (1961-sekarang)[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan berakhirnya PRRI, Unand kembali menata perkembangannya. Pada tahun 1961, Unand membuka kembali Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan memindahkannya ke Padang. Sedangkan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) baru dapat dibuka setahun kemudian dan itupun cuma dengan satu jurusan, yaitu Biologi. Selanjutnya, Perguruan Tinggi Ekonomi yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Pancasila pada tanggal 7 September 1957 menggabungkan diri dengan Unand. Pada tanggal 9 Oktober 1963, Unand membuka Fakultas Peternakan. Fakultas ini merupakan Fakultas Peternakan pertama yang didirikan di Indonesia. Dengan demikian, sampai tahun 1963 Unand telah memiliki tujuh (7) fakultas, namun pada tahun berikutnya FKIP memisahkan diri dan berkembang menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) dan selanjutnya berubah nama menjadi Universitas Negeri Padang (UNP).[9]

Dengan kepindahan kampusnya ke Padang, Unand mulai membenahi diri secara menyeluruh, baik dari segi organisasi, dosen, maupun infrastruktur. Kampus Air Tawar dibangun untuk Fakultas Pertanian, FIPIA, Fakultas Peternakan, dan FKIP (sekarang menjadi kampus UNP). Adapun Fakultas Ekonomi dibangun di kampus Jati, Padang (sekarang kampus Fakultas Ekonomi Program Reguler Mandiri dan STIE Dharma Andalas). Sedangkan Fakultas Kedokteran terdapat di dua lokasi, yaitu Kampus Jati dan Pondok. Fakultas Hukum tetap berada di kampusnya yang lama di Parak Karambia (sekarang kampus Fakultas Hukum Program Reguler Mandiri). Adapun rektorat Unand berada di kampus Jati bersebelahan dengan Fakultas Ekonomi. Pada tahun 1962, jumlah dosen Unand sudah mencapai 261 orang, termasuk 180 orang dosen luar biasa dan "dosen terbang". Adapun jumlah mahasiswanya sudah mencapai 3920 orang.[10]

Pada tahun 1982, Fakultas Sastra didirikan dan mulai menerima mahasiswanya untuk angkatan pertama. Pada awalnya fakultas ini bernama Fakultas Sastra dan Sosial Budaya kemudian berganti nama menjadi Fakultas Sastra karena Jurusan Sosiologi dengan Program Studi Sosiologi dan Antropologi yang juga baru dibuka "dititipkan" di fakultas ini. Kedua program studi tersebut menjadi cikal bakal untuk mendirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada tahun 1993. Fakultas Sastra kemudian juga berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya pada tahun 2011. Kampus kedua fakultas ini terletak di Jl. Situjuh, Jati, Padang, yang sebelumnya merupakan Labor Fisiologi Fakultas Kedokteran (sekarang rumah dinas rektor dan gedung percetakan Unand). Berikutnya, Unand membuka pula dua program studi Teknik Mesin dan Teknik Sipil pada tahun 1985, yang merupakan cikal bakal terbentuknya Fakultas Teknik. Pada awalnya pengelolaan kedua program studi ini berada di Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA), sedangkan dalam pelaksanaan perkuliahannya Unand bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pendirian Fakultas Teknik ini baru disetujui oleh Dirjen Dikti pada tanggal 13 Mei 1993.[11]

Rektorat Universitas Andalas

Sementara itu, Pendidikan Ahli Administrasi dan Perusahaan (PAAP) yang dibuka di Fakultas Ekonomi pada tahun 1980 berubah nama menjadi Program Diploma III (DIII) Ekonomi. Unand selanjutnya merintis pula pembukaan dua fakultas nongelar teknologi pada tahun 1982, yaitu Politeknik Teknologi dan Politeknik Pertanian. Kampus Politeknik Teknologi berada di Padang sedangkan kampus Politeknik Pertanian berada di Tanjung Pati, Payakumbuh. Fakultas kedokteran juga mengembangkan diri dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis pada tahun 1984. Setahun berikutnya, Unand membuka Program Pascasarjana dengan bekerja sama dengan IPB dan baru pada tahun 2000 Program Pascasarjana ini mulai berdiri sendiri serta mulai pula mendirikan Program Doktor (S3). Seiring dengan itu, Fakultas Ekonomi juga mulai menerima mahasiswa S2 untuk program Magister Manajemen. Selanjutnya, pada tahun 2008 Unand mengembangkan dua jurusan menjadi dua fakultas. Kedua fakultas itu adalah: Fakultas Teknologi Pertanian yang dikembangkan dari jurusan Teknologi Pertanian di Fakultas Pertanian dan Fakultas Farmasi yang dikembangkan dari jurusan Farmasi di FMIPA. Berikutnya, pada tanggal 13 Juli 2012 Fakultas Kedokteran dikembangkan lagi menjadi Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang menjadi fakultas kedua belas di Universitas Andalas.[12]

Saat terjadinya gempa bumi tanggal 30 September 2009, identifikasi kerusakan yang terjadi di lingkungan kampus Unand memperlihatkan bahwa hampir semua gedung mengalami kerusakan bervariasi. Kerusakan paling berat terjadi di Fakultas Teknik Universitas Andalas. Sebagai respons cepat atas gempa tersebut, maka dibentuk Tim Emergency Response and Recovery untuk membantu masyarakat yang terkena musibah gempa yang diketuai oleh Drs. Alfan Miko, M.Si., Kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Andalas. Dibentuk pula 2 posko gempa, yaitu di Kampus Limau Manis untuk koordinasi dan penghimpunan mahasiswa untuk jadi relawan dan Posko Kampus Unand di Jalan Perintis Kemerdekaan untuk relawan dan penghimpunan berbagai sumbangan.[13]

Lambang[sunting | sunting sumber]

Lambang Universitas Andalas

Lambang Universitas Andalas berbentuk segi empat yang terdiri dari:[14]

  1. Kata "Universitas Andalas" tertulis di atas sehelai pita putih dan terletak di bagian atas.
  2. Pancaran sinar berwarna putih sebanyak 17 buah yang berasal dari tanggal kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945) merupakan cahaya kemerdekaan yang bersinar terus-menerus untuk menuju kemakmuran bangsa Indonesia.
  3. Sebatang pohon beringin berwarna hijau tua yang tumbuh di tengah padang rumput berwarna hijau, merupakan simbol seorang pemimpin yang berilmu dan berpengetahuan yang mendedikasikan diri dan karyanya untuk kemaslahatan masyarakat dan kejayaan bangsanya.
  4. Sebatang lilin dengan dian berwarna merah yang terletak di atas sebuah bejana berwarna kuning emas, menunjukkan cita-cita yang tidak pernah mati untuk menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan norma agama dan nilai-nilai sosial budaya serta kepribadian bangsa Indonesia.
  5. Kata "Untuk Kedjajaan Bangsa" tertulis di atas sehelai pita putih yang terletak di bagian bawah antara ukiran khas Minangkabau, merupakan moto Universitas Andalas sebagai lembaga pendidikan tinggi yang selalu berupaya secara optimal untuk meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Akademik[sunting | sunting sumber]

Fakultas[sunting | sunting sumber]

Sejak awal berdirinya hingga sekarang ini, Universitas Andalas total telah memiliki lima belas (15) fakultas, satu program pascasarjana dan 2 politeknik, dengan rincian 49 program studi sarjana, 29 program studi magister (S2), 7 program studi doktor (S3), dan 11 program pendidikan dokter spesialis.

Fakultas/Politeknik Dies Natalis Warna panji Program studi Sumber
Fakultas Hukum 17 Agustus 1951 Merah tua Ilmu Hukum, Pendidikan Profesi Kenotariatan [15]
Fakultas Pertanian 30 November 1954 Hijau muda Agribisnis, Agroekoteknologi [16]
Fakultas Kedokteran 7 September 1955 Hijau tua Pendidikan Dokter Umum, Psikologi, Kebidanan [17]
Fakultas MIPA 7 September 1955 Kuning muda Kimia, Matematika, Fisika, Biologi [18]
Fakultas Ekonomi 7 September 1957 Abu-abu Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, program DIII (Pemasaran, Akuntansi, Kesekretariatan & Manajemen Perkantoran, Keuangan Perbankan, Keuangan Negara & Daerah), Kampus II Payakumbuh (Manajemen, Ekonomi Pembangunan) [19]
Fakultas Peternakan 9 Oktober 1963 Ungu Ilmu Peternakan, Ilmu Peternakan (Kampus III Dharmasraya) [20]
Fakultas Ilmu Budaya 7 Maret 1982 Putih Ilmu Sejarah, Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Sastra Jepang, Sastra Minangkabau [21]
Fakultas Teknik 13 Mei 1993 Biru tua Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil [22]
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 13 Mei 1993 Oranye Ilmu Politik, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi [23]
Fakultas Farmasi 15 Mei 2008 Emas Farmasi, Pendidikan Profesi Apoteker [24]
Fakultas Teknologi Pertanian 15 Mei 2008 Teknologi Hasil Pertanian, Teknik Pertanian [25]
Fakultas Kesehatan Masyarakat 13 Juli 2012 Ilmu Kesehatan Masyarakat [26]
Fakultas Teknologi Informasi 13 Juli 2012 Perak Sistem Komputer, Sistem Informasi [27]
Fakultas Keperawatan 13 Juli 2012 Ilmu Keperawatan [28]
Fakultas Kedokteran Gigi 13 Juli 2012 Ungu Pendidikan Dokter Gigi
Politeknik Teknologi 12 Maret 1985 Biru muda Lihat daftar [29]
Politeknik Pertanian 6 Februari 1989 Biru benhur Lihat daftar [30]
Program Pascasarjana 17 September 1984 Lihat daftar

Peringkat dan prestasi[sunting | sunting sumber]

Majalah Tempo edisi Maret 2006 menempatkan Unand pada posisi ke-14 dalam analisisnya terhadap kapasitas alumninya yang diserap oleh dunia usaha. Sampai posisi ke-13 ditempati oleh perguruan tinggi yang berada di Pulau Jawa. Hal ini berarti Unand menduduki posisi pertama di Sumatera dan bahkan di luar Jawa. Pada bulan Mei 2008, Majalah Tempo kembali menempatkan Unand sebagai salah satu perguruan tinggi, dalam hal ini alumni Fakultas Pertanian dan Sastra, merupakan yang paling diminati oleh berbagai instansi dalam merekrut tenaga kerjanya.[31] Unand juga merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera yang memperoleh Akreditasi B. Dari laporan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) tahun 2003, Unand menduduki peringkat 11 (peringkat dua di luar Jawa) dari 41 perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Pada bulan Januari 2011, berdasarkan hasil survei halaman situs Webometrics, Unand termasuk dalam 100 perguruan tinggi terbaik di ASEAN (peringkat 26) atau peringkat 8 di Indonesia (terbaik di luar Pulau Jawa), sedangkan menurut survei per Januari 2012, Unand menduduki peringkat 38 di Indonesia.[32] Universitas Andalas juga memiliki 130 Guru Besar/Profesor dan merupakan universitas yang memiliki Guru Besar terbanyak di Sumatera (Per 24 September 2010). Selain itu, Fakultas Kedokteran (FK) Unand merupakan FK pertama di Indonesia yang menjadi pionir dalam melaksanakan pendidikan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang bekerja sama dengan Health Workforce and service (HWS) project dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional dan juga merupakan salah satu dari 13 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang diakui/terakreditasi oleh Pemerintah Malaysia.[33]

Pada tahun 2006, Unand berusia 50 tahun. Dalam rangka merayakan ulang tahun emasnya, Unand mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya, pemberian gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Pembangunan Pertanian Berkelanjutan kepada Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 September 2006. Di samping itu, Unand juga menerbitkan 52 buku karya dosen-dosennya. Universitas Andalas juga merupakan salah satu perguruan tinggi pionir yang menyelenggarakan kuliah umum kewirausahaan untuk membangkitkan jiwa enterpreunership mahasiswanya yang rutin diadakan setiap hari Jumat sejak tahun akademik 2007/2008.

Pada tahun 2014, Unand mendapat akreditasi A dari BAN PT. Dengan demikian, Unand menjadi universitas keenam di Indonesia yang terakreditasi A setelah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Hasanuddin, atau yang pertama di Sumatera.[34]

Peringkat Universitas Andalas
Versi Peringkat nasional Sumber
2011 2012 2013 2014
Webometrics 8 38 32 26 [35]
4ICU 17 27 32 24 [36]
UI Greenmetric 8 [37]

Pimpinan[sunting | sunting sumber]

Sejak didirikan pada tahun 1956, Unand sudah dipimpin oleh 10 (sepuluh) rektor, yaitu:

No Nama Periode Jabatan
1 Prof. dr. M. Syaaf 1956–1958 Presiden
2 Prof. dr. A. Roesma 1958–1964 Presiden
3 Prof. Drs. Harun Alrasjid Zain 1964–1968 Rektor
4 Prof. dr. Busyra Zahir 1968–1976 Rektor
5 Prof. Drs. Mawardi Yunus 1976–1984 Rektor
6 Prof. Dr. Ir. Jurnalis Kamil, M.Sc. 1984–1993 Rektor
7 Prof. Dr. Ir. H. Fachri Ahmad, M.Sc. 1993–1997 Rektor
8 Prof. Dr. H. Marlis Rahman 1997–2006 Rektor
9 Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. 2006–2011 Rektor
10 Dr. Werry Darta Taifur Sejak 2011 Rektor

Lembaga penelitian[sunting | sunting sumber]

Lembaga Penelitian Universitas Andalas, Rektorat Unand Lt. 2, Kampus Unand Limau Manis, Padang. Telepon: (0751) 72645, Faks: (0751) 72645 terdiri dari:

  1. Lembaga Penelitian Bidang Ekonomi, terdiri:
    1. Pusat Studi Keuangan Daerah (PSKD)
    2. Lembaga Penelitian Ekonomi Regional (LPER)
    3. Lembaga Pengkajian Ekonomi dan Pembangunan (LPEP)
    4. Pusat Studi Kependudukan
    5. Pusat Pengembangan Akutansi (PPA)
    6. Pusat Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSPSDM)
    7. Pusat Studi Wanita
  2. Lembaga Penelitian Bidang Pertanian dan peternakan, terdiri dari:
    1. Pusat Studi Irigasi
    2. Pusat Penelitian Pemanfaatan Ilmu dan Teknologi Nuklir
    3. Pusat Penelitian Kehutanan
    4. Pusat Penelitian Pengembangan Hewan dan Sapi
  3. Lembaga Penelitian Bidang Budaya dan Kemasyarakatan, terdiri dari:
    1. Pusat Studi Otonomi Daerah
    2. Pusat Studi Pengembangan dan Perubahan Sosial Budaya
    3. Pusat Studi Budaya dan Masyarakat Minangkabau
    4. Pusat Kajian Hukum Wilayah Barat
    5. Pusat Studi Konstitusi (Pusako) di FH Unand, diketuai Prof. Dr. Saldi Isra
    6. Pusat Studi Pedesaan
    7. Pusat Kajian Masalah Perkotaan
    8. Pusat Studi Amerika
    9. Pusat Studi Ilmu, Teknologi, dan Budaya Jepang
  4. Lembaga Penelitian Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan, terdiri dari:
    1. Pusat Studi Lingkungan Hidup
    2. Pusat Kajian Sumber Daya Alam
    3. Pusat Studi Alam Sumatera
  5. Lembaga Penelitian Bidang Kesehatan
    1. Pusat Studi Tumbuhan Obat
    2. Pusat Kajian Kesehatan

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Kampus[sunting | sunting sumber]

Gerbang Universitas Andalas
Auditorium Universitas Andalas

Pada awalnya pembangunan kampus Unand direncanakan di Ulu Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Namun karena lokasi itu berdekatan dengan pabrik PT Semen Padang sehingga sangat berpeluang terkena polusi. Jadi, diusulkan tiga alternatif lain sebagai gantinya, yaitu: Bukit Tambun Tulang (Padang Pariaman), Tunggul Hitam (dekat Bandar Udara Tabing), dan Bukik Karamuntiang di Pauh, Padang. Adapun yang yang paling memenuhi di antara ketiganya adalah Bukik Karamuntiang. Lokasi ini berada di Kenagarian Limau Manis, Kelurahan Koto Panjang, Kecematan Pauh dan terletak sekitar 15 km sebelah timur pusat Kota Padang. Pembangunan kampus Limau Manis ini secara simbolis dimulai pada tanggal 11 Maret 1986 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 4 Desember 1995. Kampus Limau Manis ini luasnya sekitar 500 hektare dan berada pada ketinggian ± 255 m di atas permukaan laut. Kampus ini menghadap ke Kota Padang dengan pemandangan Samudera Hindia yang biru membentang di sebelah barat. Pada bagian timur berjajar Bukit Barisan. Sementara di sisi utara dan selatannya terdapat lembah yang masing-masingnya dialiri oleh anak sungai. Bangunannya memiliki arsitektur yang unik: kombinasi dari model atap tradisional Minangkabau (tanduk kerbau) dan struktur yang bergaya modern. Universitas sedang dalam proses melengkapi fasilitas-fasilitasnya untuk mengakomodasi aktivitas akademik dan ekstrakurikuler. Hampir semua fakultas terletak di Limau Limau Manis, kecuali Fakultas Kedokteran yang terletak di daerah Jati, Padang, Fakultas Hukum Program Reguler Mandiri di daerah Parak Karambia (Jl. Pancasila), Padang, dan Politeknik Pertanian serta Fakultas Ekonomi kampus II di Payakumbuh.

Pusat Kegiatan Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Universitas Andalas sejak bulan November 2001 telah memiliki gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang diresmikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri. Di gedung ini ditempatkan sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat fakultas sampai BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Andalas, Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) fakultas sampai tingkat universitas. Selain itu di gedung ini juga terdapat sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan kantor cabang pembantu BNI, dan Bank Nagari serta Anjungan Tunai Mandiri Bank Mandiri, BNI, Bank Nagari, dan Poliklinik.

Asrama mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Asrama mahasiswa Unand merupakan unit layanan yang memberikan dukungan layanan hunian bagi mahasiswa. Pada tahun 2012 terdapat enam bangunan asrama dengan beberapa fasilitas dasar seperti masjid, kafetaria, ruang belajar, ruang televisi, pantry, mini market, dan fasilitas olahraga.

Mesjid[sunting | sunting sumber]

Mesjid Nurul Ilmi Universitas Andalas

Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga kampus, telah dibangun satu buah masjid, yaitu Nurul Ilmi. Di samping tempat ibadah, juga berkaitan dengan pengembangan rohani dan aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.

Sarana olahraga[sunting | sunting sumber]

Unand dalam memicu dan meningkatkan aktivitas olahraga mahasiswa telah membangun berbagai sarana olahraga, seperti:

  • Lapangan sepak bola
  • Lapangan tenis
  • Lapangan bola basket
  • Lapangan bulu tangkis
  • Lapangan bola voli
  • Lapangan futsal
  • Sarana panjat tebing, dan sebagainya

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Mengingat posisi Unand yang relatif jauh dari pusat kota Padang, yaitu ± 15 km, maka sejak bulan Februari tahun 1992 pihak Unand telah menyediakan transportasi khusus bagi warga kampus dari kampus ke Kapalo Koto dan Pasar Baru, begitu juga sebaliknya. Pada saat sekarang Unand telah memiliki armada bus kampus sebanyak 40 buah. Sumber dana pengadaan bus kampus berasal dari berbagai pihak, termasuk sumbangan mahasiswa sendiri.

Fasilitas pendukung lainnya[sunting | sunting sumber]

Untuk mendukung kegiatan ilmiah, Unand memiliki berbagai sarana dan prasarana pendukung yang cukup memadai, di antaranya auditorium, aula di Jati, tempat seminar gedung E, F, mess di Fakultas Kedokteran di Jati dan mess di Limau Manis. Unand juga telah membuat halaman situs sendiri yaitu www.unand.ac.id, melalui situs ini mahasiswa bisa mengakses segala informasi yang berkaitan dengan Universitas Andalas.

Unit Kegiatan Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Pers kampus[sunting | sunting sumber]

Kegiatan pers kampus di Universitas Andalas dikelola oleh UKM Pers Mahasiswa yang sudah berdiri sejak tahun 1970. Pada saat ini UKM Pers Mahasiswa mengelola penerbitan koran kampus berupa penerbitan tabloid Genta Andalas. Selain tabloid UKM ini juga secara rutin setiap bulan menerbitkan buletin dan majalah. Genta Andalas merupakan satu-satunya media mahasiswa yang menjadi Official Media Partner wilayah Sumatera untuk BBC World Service Siaran Indonesia pada tahun 2007-2009.

Rabbani[sunting | sunting sumber]

UKM Rabbani berdiri seiring dengan perpindahan kampus Unand ke Limau Manis. Cikal bakalnya bermula ketika terbentuknya pengurus Masjid Nurul Ilmi pada tahun 1991. Oleh karena itu, organisasi ini memusatkan kegiatannya di masjid tersebut. UKM Rabbani memiliki koordinasi dengan Forum Studi Islam (FSI) di setiap fakultas. UKM ini lebih menekankan kegiatannya pada pendalaman pemahaman ajaran Islam.

AIESEC Komite Lokal Universitas Andalas[sunting | sunting sumber]

AIESEC merupakan singkatan dari Association Internationale et Studiant Sociale Economic Commerciale dengan tujuan untuk menggali potensi generasi muda. AIESEC didirikan pada tahun 1948 dan sekarang tersebar pada 800 universitas dengan 650 Komite Lokal di 100 negara. Komite Lokal AIESEC di Indonesia terdapat di 6 perguruan tinggi dan Komite Lokal Unand merupakan satu-satunya di luar Pulau Jawa. Kegiatan Komite Lokal AIESEC Unand di antaranya adalah Exchange Program, Family Gathering, National Conference I di Bukittinggi, dan lain-lain.

Unit Kegiatan Olahraga (UKO)[sunting | sunting sumber]

Kehadiran UKO di Unand berkembang seiring dengan perkembangan fasilitas olahraga. UKO memiliki agenda tahunan sepak bola bernama LIGUNA (Liga Universitas Andalas) yang diikuti oleh semua fakultas.

Resimen Mahasiswa (Menwa)[sunting | sunting sumber]

Menwa didirikan pada tahun 1963 oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal A. H. Nasution. Menwa Unand berada di bawah Menwa Maharuyung dengan pembinanya Ir. Ismet Iskandar, M.S. Kegiatan-kegiatan Menwa, di samping melakukan latihan rutin, juga mengikuti latihan-latihan bela negara yang dilaksanakan oleh TNI. Menwa menjadi andalan Unand dalam menjaga keamanan para tamu terhormat yang datang berkunjung ke kampus Limau Manis.

Pramuka[sunting | sunting sumber]

Unand memiliki dua gugus depan, yaitu Gudep 06.170 dan Gudep 06.171. Kegiatan pramuka lebih banyak bersifat sosial, seperti donor darah, membantu korban gempa, dan sebagainya. Selain itu, setiap tahunnya UKM ini selalu terlibat dalam pengamanan kegiatan SNMPTN di Unand. Pramuka Unand juga mengadakan Lomba Penegak se-Sumatera di Limau Manis setiap tahunnya yang lebih dikenal dengan nama FIESTA (Festival Swarnadwipa Tahunan) UNAND.

Mahasiswa Pencinta Alam[sunting | sunting sumber]

Mapala Unand didirikan pada tahun 1984. Keberadaan Mapala telah ikut mengharumkan nama Unand dengan prestasi yang diukirnya, di antaranya: Cartenz Pyramid Expedition, mengikuti National Adventure Competition MEPA UNS, Ekspedisi Pembukaan Jalur Wisata Gunung Malintang dan Danau Tinggal, Penanggulangan Bencana Gempa di Solok, dan lain-lain. Mapala Unand dibina oleh Drs. Irsyad Agus, M.S.

Pandekar[sunting | sunting sumber]

UKM Pandekar bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bela diri mahasiswa, khususnya silat tradisional dan kombinasi bela diri lainnya. Pandekar merupakan UKM yang memiliki banyak cabang, di antaranya pencak silat, karate, tarung derajat, taekwondo, wushu, tapak suci, dan lain-lain. Pembina UKM Pandekar adalah Ir. Adlis Santoni, M.S.

Neo-Telemetri[sunting | sunting sumber]

UKM Neo-Telemetri merupakan organisasi mahasiswa yang memfokuskan kegiatannya untuk memahami dan menguasai bidang teknologi dan informasi. Pada waktu didirikan tahun 2001, UKM ini bernama Telemetri, kemudian berganti nama menjadi Neo-Telemetri pada tahun 2006. Moto yang diusung oleh UKM ini adalah IT for future. Pembinanya adalah Dr. Yossyafra, S.T., M.Eng.Sc.

Pengenalan Hukum dan Politik (PHP)[sunting | sunting sumber]

UKM ini didirikan atas idealisme yang kuat: menjadi kekuatan netral dan berupaya untuk menjembatani berbagai kepentingan yang ada di kalangan mahasiswa. Untuk itu, UKM ini bergiat dalam mengenalkan hukum kepada mahasiswa. Selanjutnya, diharapkan akan muncul dan berkembang sensitivitas sosial dan politik mahasiswa dalam melihat dan memahami fenomena kemasyarakatan.

Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI)[sunting | sunting sumber]

KSR PMI merupakan salah satu kesatuan dari organisasi PMI. UKM ini berdiri pada tahun 1999 dan menjadi wahana untuk menghimpun anggota PMI dari perguruan tinggi. Sekarang, anggota KSR PMI Unand berjumlah 178 orang dan memiliki 55 relawan. Melalui berbagai pelatihan dan kegiatan yang diadakan, diharapkan para anggota mempunyai pengetahuan, keterampilan, kecakapan, sikap, dan jiwa kemanusiaan, serta mampu menjiwai dan menjunjung nilai-nilai kepalangmerahan.

Koperasi Mahasiswa (Kopma)[sunting | sunting sumber]

Kopma adalah organisasi primer yang menyediakan kebutuhan pokok mahasiswa untuk menunjang proses belajarnya. Bidang-bidang usaha Kopma Unand adalah unit simpan pinjam, unit foto kopi, unit usaha bursa mahasiswa, warung kopma, dan wapostel. Berbeda dengan UKM lainnya, semua mahasiswa Unand merupakan anggotanya, Kopma didirikan pada tahun 1982.

Penalaran (UKMP)[sunting | sunting sumber]

UKM Penalaran merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang penelitian dan penulisan ilmiah. Kegiatan rutin dari UKMP adalah Penalaran Mengajar, sebuah kegiatan yang nantinya fokus pada upgrade skill mahasiswa Unand dan anggota dalam bidang penulisan ilmiah, public speaking, leadership, dll. Bukti nyata dalam bidang penelitian, saat ini UKMP tergabung dalam Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia dan pada periode kepengurusan 2012-2013 menjabat sebagai Koordinator Wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Alumni[sunting | sunting sumber]

Ikatan alumni[sunting | sunting sumber]

Sampai tahun 2011, alumni Universitas Andalas sudah berjumlah lebih kurang 80.000 orang, yang tersebar di seluruh Indonesia dan di luar negeri dan bekerja di berbagai instansi pemerintah serta swasta. Untuk membina hubungan silaturrahmi dan kerja sama dalam meningkatkan peran serta pada pembangunan bangsa, wadah tersebut diberi nama Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA UA) dengan Ketua Umumnya adalah Prof. Dr. Fasli Jalal, M.Sc. untuk periode 2012-2016. Pengurus ini menggantikan pengurus lama di bawah kepemimpinan Dr. (Hc) Gamawan Fauzi, yang saat ini menjadi Menteri Dalam Negeri RI. Sekretariat pusat IKA UA berada di kampus Limau Manih, sedangkan pada masing-masing provinsi dibentuk pula pengurus wilayah.

Kiprah alumni[sunting | sunting sumber]

  1. Agoes Soebekti (Direktur Konsumer Bank BNI 2003)
  2. Alwis Azizat Murad (Duta Besar Republik Indonesia untuk Ethiopia, Somalia dan Djibouti 2002-2005)
  3. Aslim Tadjuddin (Deputi Gubernur BI 2007)
  4. Bambang Istijono (Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan, Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri)
  5. Basrief Arief (Jaksa Agung Republik Indonesia 2010-sekarang)
  6. Basril Djabar (Komisaris PT Semen Padang)
  7. Budi Putra (Blogger pertama dan blogger terbaik di Indonesia)
  8. Budi Satria Isman, SE., MBA. (Direktur Utama PT Sari Husada)
  9. CY Boestal (Deputi Direktorat Kredit, BPR, dan UMKM BI)
  10. Djafni Djamal (Hakim Agung)
  11. Donal Fariz (Aktivis ICW)
  12. Dwi Anggia (presenter berita TV One)
  13. Dwi Soetjipto (Dirut PT Semen Gresik)
  14. Elprisdat M. Zen (Ketua Dewan Pengawas TVRI)
  15. Elwi Danil, Prof. Dr., S.H., M.H. (Guru Besar FH Unand dan Komisaris PT Semen Padang 2003-sekarang)
  16. Fachri Ahmad (Mantan Rektor Unand, Mantan Rektor Universitas Bung Hatta, Mantan Wagub Sumbar)
  17. Fasli Djalal (Wakil Menteri Pendidikan Nasional pada Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2011)
  18. Firman Abdullah, dr. Sp.OG (FIGO, ISUOG, POGI)
  19. Gamawan Fauzi, S.H., M.M. (Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu II, Periode 2009-2014, Gubernur Sumbar (2005-2009), Bupati Solok (1995-2005)
  20. Halius Hosein (Ketua Komisi Kejaksaan)
  21. Herman Abdullah (Wali kota Pekanbaru 2001-sekarang)
  22. Husni Kamil Manik, S.P. (Ketua Komisi Pemilihan Umum, Periode 2012-2017)
  23. Indra (Anggota DPR-RI)
  24. Mahyuddin Ramli (Komisaris PT Bank Kesejahteraan)
  25. Marlis Rahman, Prof. Dr. M.Sc. (Mantan Rektor, Gubernur Sumbar 2009-2010)
  26. Mohammad Ichlas El Qudsi (Anggota DPR RI)
  27. Munadi Arifin, S.E., Ak., M.M. (Direktur Utama Semen Padang)
  28. Musliar Kasim (Mantan Rektor Unand, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Periode 2011-sekarang)
  29. Novian Zen, S.E., Ak. (Direktur Keuangan Inhutani I 2007-2012)
  30. Ria Miranda, perancang busana muslim, pemilik merek dagang (brand) Riamiranda
  31. Ridwan Mahmud (Direktur Pemasaran PT Bank Kesejahteraan)
  32. Saldi Isra, Prof. Dr. S.H. MPA (Guru Besar dan Pakar Hukum Tata Negara/Dosen FH Unand)
  33. Sastri Yunizarti Bakry, Dra, MSi. (Inspektur Khusus Inspektorat Jen­deral Kementerian Dalam Negeri Indonesia, sastrawan)
  34. Suryadi Asmi (Dirut BPD Bank Nagari)
  35. Takdir Rahmadi, Prof. Dr. S.H. LLM (Mantan Dekan FH Unand, Hakim Agung)
  36. Taslim Chaniago (Anggota DPR-RI)
  37. Tresdi Arma, M.M. ( Direktur Litbang dan Operasi PT Semen Padang 2005-sekarang)
  38. Yuliandri, Prof. Dr. S.H. M.H. (Guru Besar Ilmu Perundang-Undangan, Dosen FH Unand)
  39. Zainal Bakar (Mantan Gubernur Sumbar)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]