Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia)
Langsung ke: navigasi, cari
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia
Kementerian Ristek dan Teknologi Logo.svg
Menteri
Muhammad Nasir
Sekretaris Jenderal
Hari Purwanto
Deputi
Bidang Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Mulyanto
Bidang Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Muhamad Dimyati
Bidang Jaringan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Agus R. Hoetman
Bidang Relevansi dan Produktivitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Agus Puji Prasetyono
Bidang Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pariatmono
Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Djoko Santoso
Inspektur Jenderal
Dadit Herdikiagung
Kantor pusat
Jalan MH Thamrin 8, Jakarta Pusat
Situs web
www.ristek.go.id

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (disingkat Kemenristekdikti) (dahulu Kementerian Riset dan Teknologi, disingkat Kemenristek) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan tinggi. Kemenristekdikti dipimpin oleh seorang Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang sejak tanggal 27 Oktober 2014 dijabat oleh Muhammad Nasir.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berdiri sejak tahun 1962 dengan nama Kementerian Urusan Riset Nasional Republik Indonesia, kemudian pada tahun 1973 berubah nama menjadi Menteri Negara Riset. Periode tahun 1986-2001 menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi, dan tahun 2002 sesuai Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara perihal Penamaan Instansi Pemerintah, Kantor Menteri Negara disebut dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Pada tahun 2005, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 institusi ini disebut Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) atau dengan sebutan Kementerian Negara Ristek, sebelum kembali berganti nomenklatur sesuai Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 menjadi Kementerian Riset dan Teknologi.

Tugas pokok dan fungsi[sunting | sunting sumber]

Kementerian Ristek mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang riset, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menyelenggarakan fungsi :

  • perumusan kebijakan nasional di bidang riset, ilmu pengetahuan dan teknologi;
  • koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang riset, ilmu pengetahuan dan teknologi;
  • pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggungjawabnya;
  • pengawasan atas pelaksanaan tugasnya;
  • penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden.

Struktur organisasi[sunting | sunting sumber]

  1. Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi
  2. Deputi Bidang Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  3. Deputi Bidang Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  4. Deputi Bidang Jaringan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  5. Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  6. Deputi Bidang Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  7. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Koordinasi[sunting | sunting sumber]

Dalam merumuskan arah dan prioritas utama pembangunan Iptek serta penyusunan kebijakan strategis pembangunan nasional Iptek, Kementerian Riset dan Teknologi dibantu oleh Dewan Riset Nasional (DRN).

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2003 tentang Pengkoordinasian Perumusan dan Pelaksanaan Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Menteri Negara Riset dan Teknologi mengkoordinasikan lembaga pemerintah nonkementerian sebagai berikut;

  1. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI])
  2. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
  3. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
  4. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
  5. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)
  6. Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)
  7. Badan Standarisasi nasional (BSN)

Kementerian Riset dan Teknologi juga mengkoordinasikan dan mengelola lembaga-lembaga sebagai berikut :

  1. Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong
  2. Lembaga Biologi Molekuler Eijkman atau Lembaga Eijkman (LBME)
  3. Pusat Peragaan Iptek (PUSPA IPTEK)
  4. Agro Techno Park (ATP) Palembang
  5. Business Technology Center (BTC)
  6. Bio Island
  7. Agri bisnis

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]