Kabupaten Magetan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Magetan
Lambang Kabupaten Magetan.jpg
Lambang Kabupaten Magetan
Moto: Memayu Hayuning Bawana Suka Ambangun
Semboyan: Kota Rengginang
Slogan pariwisata: The Nice of Java
Julukan: Kota Kaki Gunung


Locator kabupaten magetan.png
Peta lokasi Kabupaten Magetan
Koordinat: -
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Magetan
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. KRA Sumantri Noto Adinagoro, MM.
 - DAU Rp. 761.637.391.000.-(2013)[1]
Luas 688,85 km2
Populasi
 - Total 621.000 jiwa (2003)
 - Kepadatan 901,5 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0351
Pembagian administratif
 - Kecamatan 19
 - Kelurahan 235
 - Situs web http://www.magetankab.go.id/

Kabupaten Magetan, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Magetan. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ngawi di utara, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun di timur, Kabupaten Ponorogo, serta Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri (keduanya termasuk provinsi Jawa Tengah). Bandara Iswahyudi, salah satu pangkalan utama Angkatan Udara RI di kawasan Indonesia Timur, terletak di kecamatan Maospati. Kabupaten Magetan terdiri atas 19 kecamatan, yang terdiri dari 208 desa dan 27 kelurahan. Kabupaten Magetan dilintasi jalan raya utama Surabaya-Madiun-Yogyakarta dan jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa, namun jalur tersebut tidak melintasi ibukota Kabupaten Magetan. Satu-satunya stasiun yang berada di wilayah kabupaten Magetan adalah Stasiun Barat terletak di wilayah Kecamatan Barat. Gunung Lawu (3.265 m) terdapat di bagian barat Kabupaten Magetan, yakni perbatasan dengan Jawa Tengah. Di daerah pegunungan ini terdapat Telaga Sarangan(1000 m dpl), salah satu tempat wisata andalan kabupaten ini, yang berada di jalur wisata Magetan-Sarangan-Tawangmangu-Karanganyar. Magetan dikenal karena kerajinan kulit (untuk alas kaki dan tas), anyaman bambu, rengginan, dan produksi jeruk pamelo (jeruk bali) serta krupuk lempengnya yang terbuat dari nasi.

Letak dan Batas Daerah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magetan terletak di antara 7 38' 30" Lintang selatan dan 111 20' 30" Bujur Timur Batas fisik Kabupaten Magetan adalah:

Luas dan Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

Luas Kabupaten Magetan adalah 688,85 km²,yang terdiri dari 17 wilayah kecamatan, 208 desa, 27 kelurahan, 822 Dusun/Lingkungan, dan 4575 Rukun Tetangga.

Iklim dan Curah Hujan[sunting | sunting sumber]

Suhu udara berkisar antara 16 - 20 C di dataran tinggi dan antara 22 - 26 C di dataran rendah. Curah hujan rata-rata mencapai 2500 - 3000 mm di dataran tinggi dan di dataran rendah antara 1300 - 1600 mm.

Pembagian Tipe-tipe Wilayah[sunting | sunting sumber]

Dilihat dari tingkat kesuburan tanahnya, Kabupaten Magetan dapat dibagi dalam 6 tipologi wilayah:

  • Tipe wilayah pegunungan, tanah pertanian subur : Kecamatan Plaosan
  • Tipe wilayah pegunungan, tanah pertanian sedang : Kecamatan Panekan dan Kecamatan Poncol
  • Tipe wilayah pegunungan, tanah pertanian kurang subur(kritis): sebagian Kecamatan Poncol, Kecamatan Parang, Kecamatan Lembeyan, dan sebagian Kecamatan Kawedanan
  • Tipe wilayah dataran rendah, tanah pertanian subur : Kecamatan Barat, Kecamatan Kartoharjo, Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Karas, Kecamatan takeran dan Kecamatan Nguntoronadi
  • Tipe wilayah dataran rendah, tanah pertanian sedang: Kecamatan Maospati, sebagian Kecamatan Bendo, sebagian Kecamatan Kawedanan, sebagian Kecamatan Sukomoro, Kecamatan Ngariboyo, dan Kecamatan Magetan.
  • Tipe wilayah dataran rendah, tanah pertanian kurang subur : sebagian Kecamatan Sukomoro dan sebagian Kecamatan Bendo

Bupati Kabupaten Magetan[sunting | sunting sumber]

  1. Raden Tumenggung Yosonegoro(1675 - 1703)
  2. Raden Ronggo Galih Tirtokusumo (1703 - 1709)
  3. Raden Mangunrono(1709 - 1730)
  4. Raden Tumenggung Citrodiwirjo (1730 - 1743)
  5. Raden Arja Sumaningrat(1743 - 1755)
  6. Kanjeng Kyai Adipati Poerwadiningrat (1755 - 1790)
  7. Raden Tumenggung Sosrodipuro(1790 - 1825)
  8. Raden Tumenggung Sosrowinoto (1825 - 1837)
  9. Raden Mas Arja Kartonagoro(1837 - 1852)
  10. Raden Mas Arja Hadipati Surohadiningrat III (1852 - 1887)
  11. Raden M.T. Adiwinoto(1887 - 1912), R.M.T. Kertonegoro (1889)
  12. Raden M.T. Surohadinegoro (1912 - 1938), R.A. Arjohadiwinoto (1919)
  13. Raden Mas Tumenggung Soerjo(1938 - 1943)
  14. Raden Mas Arja Tjokrodiprojo (1943 - 1945)
  15. Dokter Sajidiman(1945 - 1946)
  16. Sudibjo (1946 - 1949)
  17. Raden Kodrat Samadikoen(1949 - 1950)
  18. Mas Soehardjo (1950)
  19. Mas Siraturahmi(1950 - 1952)
  20. M. Machmud Notonindito (1952 - 1960)
  21. Soebandi Sastrosoetomo (1960 - 1965)
  22. Raden Mochamad Dirjowinoto(1965 - 1968)
  23. Boediman (1968 - 1973)
  24. Djajadi (1973 - 1978)
  25. Bambang Koesbandono (1978 - 1983)
  26. M. Sihabudin (1983 - 1988)
  27. Soedharmono (1988 - 1998)
  28. Soenarto
  29. Saleh Mulyono
  30. Sumantri

Potensi[sunting | sunting sumber]

Terdapat berbagai potensi di Magetan, diantaranya:

  • Sentra Perkebunan Pamelo, di Desa Tamanan
  • Sentra Kerajinan Kulit Magetan, di Desa ...
  • Sentra Kerajinan Anyaman Bambu Ringin Agung, di Desa ...
  • Sentra Ayam Panggang Gandu, di Desa ...
  • Senta Industi Batik Sidomukti, di Desa ...

Julukan[sunting | sunting sumber]

Magetan memiliki beberapa julukan, yaitu:

  • The Nice of Java

Kabupaten Magetan terkenal dengan wisata gunung yang indah, berhawa sejuk, dengan panorama alam yang memukau. Magetan memiliki wisata andalan Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu di lereng Gunung Lawu. Karena The Beauty of Java sudah dipakai oleh Kabupaten Jepara

  • Kota Kaki Gunung

Kabupaten Magetan diberi julukan Kota Kaki Gunung karena letak geografisnya di daerah kaki Gunung Lawu.

Obyek wisata Magetan[sunting | sunting sumber]

prosesi labuh sesaji

Beberapa obyek wisata terkenal di Kabupaten Magetan yang sedang dikembangkan adalah:

  • Candi Sadon
  • Candi Simbatan (Beji)
  • Puncak Lawu
  • Air Terjun Pundak Kiwo
  • Air Terjun Tirtasari
  • Argo Dumilah
  • Taman Ria Maospati
  • Manunggal
  • Pemandian Dewi Sri
  • Gerbang Kadipaten Purwodadi
  • Cemorosewu
  • Mojosemi Camping Ground
  • Sumber Clelek Driyorejo
  • Bendungan Gonggang Poncol

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Magetan terdapat berbagai macam alat transportasi, yaitu:

  • Bus

Bus di Magetan membawa penumpang dari Terminal Magetan menuju Solo, Semarang, dll.

  • Kereta Api

Magetan di lalui jalur Kereta Api Solo-Surabaya, di magetan terdapat Stasiun Barat

  • Angkot

Alat transportasi untuk menjangkau seluruh pelosok Magetan terdapat Angkot berbagai jurusan.


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]