Kota Mojokerto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kota Mojokerto
ꦑꦸꦛ​ꦩꦗꦏꦼꦂꦠ
Kota di Indonesia
Lambang Kota Mojokerto
Lambang
Peta lokasi Kota Mojokerto
Peta lokasi Kota Mojokerto
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Hari jadi 20 Juni 1918
Dasar hukum UU No. 12/1950
Pemerintahan
 • Wali Kota Drs. K.H. Mas'ud Yunus
 • Wakil Wali Kota Ir. H. Suyitno, M.Si.
Area
 • Total 16.46 km2 (6.36 mil²)
Peringkat luas 73
Populasi (2010)[1]
 • Total 130.196
 • Peringkat 20
 • Kepadatan 6,792/km2 (17,590/sq mi)
 • Peringkat 20
Demografi
 • Suku bangsa Jawa, Tionghoa, Arab, dll
 • Agama Islam, Protestan, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu
 • Bahasa Indonesia, Jawa, dll
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode telepon 0321
Kecamatan 2
Kelurahan 18
Situs web www.mojokertokota.go.id

Kota Mojokerto (Hanacaraka: ꦑꦸꦛ​ꦩꦗꦏꦼꦂꦠ) adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terletak 50 km barat daya Surabaya, wilayah kota ini dikelilingi oleh Kabupaten Mojokerto. Kota ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dilihat dari penerimaan asli daerah setiap tahun mengalami peningkatan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pembentukan Pemerintah www.panoramio.com/m/photo/38113716 Mojokerto melalui suatu proses kesejahteraan yang diawali melalui status sebagai staadsgemente, berdasarkan keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda Nomor 324 Tahun 1918 tanggal 20 Juni 1918.
Pada masa Pemerintahan Penduduk Jepang berstatus Sidan diperintah oleh seorang Si Ku Cho dari 8 Mei 1942 sampai dengan 15 Agustus 1945.
Pada zaman revolusi 1945 - 1950 Pemerintah Kota Mojokerto di dalam pelaksanaan Pemerintah menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan diperintah oleh seorang Wakil Walikota disamping Komite Nasional Daerah.
Daerah Otonomi Kota Kecil Mojokerto berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950, tanggal 14 Agustus 1950 kemudian berubah status sebagai Kota Praja menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957.
Setelah dikeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 berubah menjadi Kotamadya Mojokerto. Selanjutnya berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.
Selanjutnya dengan adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah, Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto seperti Daerah-Daerah yang lain berubah Nomenklatur menjadi Pemerintah Kota Mojokerto.

Mojokerto pernah menjadi sebuah kawedanan dengan Asisten Wedana Bapak Supardi Brototanoyo. Perkembangan selanjutnya Bapak Supardi Brototanoyo menjadi Wedana dan terakhir menjadi Walikota Mojokerto pada saat itu.

Administrasi[sunting | sunting sumber]

Kota Mojokerto mempunyai dua kecamatan, yaitu:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Alun-alun Kota Mojokerto terletak di pusat kota. Bagi warga Kota Mojokerto dan sekitarnya dulu merupakan tempat rekreasi sekaligus sebagai sarana bersantai bagi keluarga di akhir pekan.namun Sekarang Alun - Alun di kosongkan dan Pedagangnya di Pindahkan ke Jl.Benteng Pancasila yang tidak jauh dari Kediaman Walikota Mojokerto.

Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat merupakan salah satu gereja tertua di Kota Mojokerto dan merupakan peninggalan zaman Belanda. Masjid Agung Al-Fattah didirikan pada zaman Belanda tepatnya pada tanggal 7 Mei 1878 berada di pusat kota sebelah Barat Aloon-aloon.

Klenteng Hok Siang Kiong didirikan pada tahun 1895. Ciri khas kedua bangunan itu adalah bentuk arsitekturnya yang khas Cina. Bagi mereka yang senang berolahraga dapat menempuh perjalanan 1 km di arena jogging track di Dermaga sungai Brantas Indah. Di lokasi ini juga terdapat warung lesehan yang menyediakan beberapa macam makanan. Rekreasi keluarga lainnya dapat dikunjungi Pemandian Sekar Sari terletak di tengah kota. Tempat rekreasi ini dilengkapi kolam renang dengan fasilitas bermain untuk anak-anak, wartel, toko alat-alat olah raga dan rumah makan yang menjual beraneka ragam makanan (bakso, kikil, soto ayam, dan lain-lain). [2]

Jalan Benteng Pancasila, Kecamatan Magersari merupakan pusat keramaian terbaru di kota Mojokerto. Di Jalan Ini terdapat Pusat Jualan PKL yang menjual beragam produk dari produk garmen sampai sepatu dan tas. selain itu juga Jalan Benteng Pancasila tau biasa disebut Benpas merupakan tempat berkumpul kawula muda Mojokerto dan wilayah sekitarnya seperti Sidoarjo, Jombang, Lamongan, Nganjuk, Kediri, Surabaya hingga Pasuruan di malam minggu dan di hari libur nasional.

Selain itu disini terdapat situs sejarah yang dilindungi Situs Trowulan karena merupakn pusat kerajaan Majapahit pada masa lalu.

Makanan[sunting | sunting sumber]

Mojokerto terkenal dengan camilan khasnya yaitu onde-onde. tahu tek/lontong di kota mojokerto banyak sekali toko yang menjual onde-onde yaitu bu liem salah satunya. sekarang ini kita juga sering menjupai di jalan raya by pass banyak sekali toko penjual onde-onde berbagai rasa.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Population Census 2010 Province East Java". BPS. Diakses 2012-02-29. 
  2. ^ Buku Potensi Pariwisata dan Produk Jawa Timur. 2009

Pranala luar[sunting | sunting sumber]