Kantor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sebuah kantor yang tidak rapi

Kantor (dari bahasa Belanda kantoor, sendirinya dari bahasa Perancis comptoir) adalah sebutan untuk tempat yang digunakan untuk perniagaan atau perusahaan yang dijalankan secara rutin. Kantor bisa hanya berupa suatu kamar atau ruangan kecil maupun bangunan bertingkat tinggi.[1] Kantor sering dibagi kepada dua jenis; kantor yang terbesar dan terpenting biasanya dijadikan kantor pusat, sedangkan kantor-kantor lainnya dinamakan kantor cabang.

Ruangan kantor[sunting | sunting sumber]

Tujuan utama lingkungan perkantoran adalah untuk mendukung penghuninya dalam pelaksanaan pekerjaan, dengan biaya serendah mungkin dan tingkat kepuasan setinggi mungkin. Mengingat beragamnya pekerja dan tugas yang dikerjakan, tidaklah selalu mudah untuk memilih ruang kantor yang cocok. Guna membantu pengambilan keputusan desain ruang kerja dan kantor, dapat dibedakan tiga jenis ruang kantor:

  • ruangan kerja (work spaces)
  • ruangan pertemuan (meeting spaces)
  • ruangan pendukung (support spaces).

Perusahaan-perusahaan baru atau berkembang, kantor cabang jarak jauh, ruang-ruang proyek, dapat dilayani oleh "Serviced Offices" (kantor yang mempunyai fasilitas pelayanan) sebagai pemecahan sederhana dan dapat menyediakan semua jenis-jenis ruangan.

Ruangan kerja[sunting | sunting sumber]

Ruangan kerja dalam suatu kantor biasanya digunakan untuk melaksanakan pekerjaan kantor yang lazim, seperti membaca, menulis dan pekerjaan dengan komputer. Ada sembilan jenis generik ruangan kerja, masing-masing mendukung aktivitas-aktivitas yang berbeda.

Ruangan pertemuan[sunting | sunting sumber]

Ruangan pertemuan dalam sebuah kantor biasanya digunakan untuk proses interaktif, dapat berupa percakapan singkat atau pertukaran pendapat brainstorm intensif. Ada enam jenis generik ruangan pertemuan, masing-masing mendukung aktivitas-aktivitas yang berbeda.

Ruangan pendukung[sunting | sunting sumber]

Ruangan pendukung dalam suatu kantor biasanya digunakan untuk aktivitas sekunder seperti pengarsipan dokumen atau beristirahat. Ada dua belas jenis generik ruangan pendukung, masing-masing mendukung aktivitas-aktivitas yang berbeda.

Perkantoran TradeMe dengan open plan, di atas NZX, Wellington, Selandia Baru.

Gedung kantor[sunting | sunting sumber]

Sebuah gedung kantor kecil di Salinas, California, Amerika Serikat
Willis Tower di Chicago adalah gedung kantor pencakar langit, paling tinggi dari jenisnya di Amerika Serikat.

Kantor dapat dibangun hampir di lokasi manapun dan dalam bangunan apapun, tetapi sejumlah persyaratan modern untuk perkantoran membuat hal ini lebih pelik. Persyaratan-persyaratan ini dapat berlandaskan hukum (misalnya, tingkat penerangan harus memadai) atau teknis (misalnya, persyaratan untuk network komputer). Di samping itu, persyaratan lain seperti keamanan dan fleksibilitas tataruang (layout), mengakibatkan pembuatan bangunan-bangunan khusus yang hanya atau terutama dikhususkan untuk perkantoran. Suatu "gedung perkantoran" (office building, juga disebut office block atau "business center" merupakan suatu bentuk bangunan komersial dengan ruang-ruang yang khusus didesain untuk perkantoran. Banyak gedung kantor juga mempunyai fasilitas dapur dan kamar staf, di mana para pekerja dapat makan atau beristirahat sejenak. Banyak ruang kantor sekarang juga merupakan ruang serviced office, yang berarti para penghuninya dapat berbagi ruangan dan fasilitas.[2]

Sewa kantor dan toko[sunting | sunting sumber]

Harga sewa kantor dan toko biasanya dikutip dalam nilai uang per ruangan-lantai-waktu. Misalnya, harga sewa suatu ruangan dapat bernilai $290 per square-meter–year ($290/m2·a) (atau $29/ft2·a), dan harga sewa di daerah itu dapat berkisar antara $200/m2·a–$500/m2·a.

Di banyak negara, uang sewa biasanya dibayar per bulan meskipun umumnya dirundingkan dalam jangka waktu tahunan. Harga sewa kantor di Amerika Serikat masih dalam taraf pemulihan dari tingkat kekurangan penyewa yang parah selama resesi tahun 2008.[3]

Grading[sunting | sunting sumber]

Building Owners and Managers Association (BOMA) mengklasifikasi ruangan kantor ke dalam tiga kategori: Class A, Class B, dan Class C.[4] Menurut BOMA, bangunan kantor Class A mempunyai "bangunan-bangunan yang paling bergengsi untuk pengguna kantor kelas premier (kelas utama) dengan harga sewa di atas rata-rata di daerah itu". BOMA mendefinisikan bangunan kantor Class B sebagai bangunan yang bersaing "untuk pengguna dalam jangkauan luas dengan kisaran harga sewa rata-rata di daerah itu". Menurut BOMA bangunan kantor Class C ditujukan terhadap "para tenant (penyewa) yang membutuhkan ruang fungsional dengan harga sewa di bawah rata-rata untuk daerah itu".[5]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Long, Kim (2004). User Effective Buildings. Denver: Aardex Corporation. hlm. 14–16. ISBN 0975552406. 
  2. ^ "Serviced Offices, Office Space for Rent". Search Office Space. Diakses 2011-12-23. 
  3. ^ "This Recovery Explained". The Steven L. Newman Real Estate Institute. Spring 2011. 
  4. ^ Kennedy Smith (30 June 2006). "Categorization of office space is flexible". St. Louis Daily Record & St. Louis Countian. Diakses 9 September 2010. 
  5. ^ "Building Class Definitions". Diakses 18 July 2013. 

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Adams, Scott. What do you call a sociopath in a cubicle? (answer, a coworker) Kansas City, Missouri: Andrews McMeel Pub., 2002.
  • Duffy, Francis. Colin Cave. John Worthington, editors. Planning Office Space. London: The Architectural Press Ltd., 1976.
  • Klein, Judy Graf. The Office Book. New York: Facts on File Inc., 1982.
  • Juriaan van Meel, Yuri Martens, Hermen Jan van Ree. Planning Office Spaces: a practical guide for manager and designers. London: Laurence King Publishing, 2010.
  • Saval, Nikil. Cubed: A Secret History of the Workplace, Doubleday, 2014.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]