Palestina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Batas wilayah digambarkan melalui citra satelit tahun 2003 dalam warna abu-abu muda

Palestina دولة فلسطين (bahasa Arab), Palestina (bahasa Suryani), atau Palestina פלשתינה (bahasa Ibrani) atau Eretz Yisrael ארץ־ישראל (bahasa Ibrani) ialah sebuah daerah di Timur Tengah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan. Status politiknya masih dalam perdebatan. Sebagian besar negara di dunia termasuk negara negara anggota OKI, ASEAN, dan Gerakan Non-Blok mengakui keberadaan baik negara Israel maupun negara Palestina. Pada saat ini daerah ini dibagi menjadi dua bagian:

Daftar isi

[sunting] Israel

Wikisource
Wikisumber memiliki naskah atau teks asli yang berkaitan dengan Palestina

[sunting] Otoritas Nasional Palestina

[sunting] Pemerintahan

Palestina merupakan sebuah negara yang berbentuk Republik Parlementer yang diumumkan berdirinya pada tanggal 15 November 1988 di Aljiria, ibu kota Aljazair. Berbeda dengan kebanyakan negara di dunia yang mengumumkan kemerdekaannya setelah memperoleh Konsesi Politik dari negara penjajah, Palestina mengumumkan eksistensinya bukan karena mendapat konsesi politik dari negara lain, melainkan untuk mengikat empat juta kelompok etnis dalam satu wadah, yaitu negara Palestina. Dalam pengumuman itu ditetapkan pula bahwa Yerusalem Timur (akan) dijadikan ibu kota negara.

Kepala negara saat ini adalah Presiden Abdel Aziz Duwaik, yang menggantikan Mahmoud Abbas. Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina, beranggotakan 500 orang. Kedalam, lembaga ini terdiri dari:

  • Komite Eksekutif.
  • Kesatuan Lembaga Penerangan.
  • Lembaga Kemiliteran Palestina.
  • Pusat Riset Palestina.
  • Pusat Tata Perencanaan Palestina.

Dalam hal ini, Komite Eksekutif membawahkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Penerangan, Pendanaan Nasional Palestina, Organisasi Massa, Tanah Air yang Diduduki, Perwakilan PLO, Masalah Politik, Masalah Administrasi dan Masalah Kemiliteran.

[sunting] Ekonomi

Sumber keuangan untuk membiayai pemerintahan saat ini berasal dari negara-negara Timur Tengah, Lembaga Islam serta tokoh perseorangan yang bersimpati dengan perjuangan negara ini. Sebelumnya, Pelestina mendapatkan sumber keuangan dari hasil pajak yang dibagikan oleh Israel. Namun sejak beberapa waktu lalu, kucuran dana dihentikan secara sepihak oleh pihak Israel atas persetujuan Amerika Serikat. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa kucuran dana yang diberikan akan digunakan bagi kegiatan perlawanan terhadap Israel oleh HAMAS yang baru saja memenangkan Pemilihan Umum di Palestina.

[sunting] Berdirinya Palestina

Berdirinya negara Palestina didorong oleh keinginan untuk menyatukan penduduk Palestina yang terdiri dari beraneka ragam etnis. Pengumuman berdirinya negara ini dilakukan oleh Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Yasser Arafat yang kemudian menjadi Presiden Palestina, dari pusat pemerintahan di pengasingan, di Aljiria, Aljazair. Dari segi hukum interansional, eksistensi negara ini rapuh karena selain tidak diakui sebagian negara anggota Dewan Keamanan PBB, juga akibat wilayah geografi yang masih belum begitu jelas.

Sebaliknya, lembaga internasional turut memberi dukungan kepada Palestina. Sekretaris Jenderal PBB mengundang Yasser Arafat untuk menyampaikan pidatonya dalam sidang di New York pada Desember 1988. Namun Pemerintah Amerika Serikat menolak memberikan visa masuk kepada Arafat, sehingga tempat sidang pun di pindahkan ke Jenewa. Dalam pidatonya, Arafat menegaskan bahwa PLO ingin menjalin kontak langsung dengan Amerika. Namun karena lobi Yahudi Amerika yang kuat, Palestina gagal memperoleh pengakuan dari Amerika.

[sunting] Perjuangan Intifadah

Terdorong keinginan untuk memperoleh wilayah kediaman yang tetap, sejak tahun 1987, orang Palestina melakukan Intifadah, yaitu gerakan yang memperlihatkan sikap bermusuhan secara terang-terangan terhadap Pemerintahan Israel dalam berbagai bentuk seperti: melempar tentara Israel dengan batu, melempar dengan bom molotov, boikot atas berbagai produk Israel, tidak membayar pajak maupun cukai, pengunduran diri secara massal para pegawai Arab yang ditunjuk oleh Pemerintah Israel, dan pemogokan periodik. Gerakan Intifadah ini mendapat dukungan luas terutama dari Pemerintah negara di Timur Tengah.

[sunting] Geografi Palestina

Papan nama dalam tiga bahasa di Palestina.

Palestina terletak di bagian barat benua Asia yang membentang antara garis lintang meridian 15-34 dan 40-35 ke arah timur, dan antara garis lintang meridian 30-29 dan 15-33 ke arah utara.

Palestina membentuk bagian tenggara dari kesatuan geografis yang besar di belahan timur dunia Arab yang disebut dengan negeri Syam. Selain Palestina, negeri Syam terdiri dari Lebanon, Suriah dan Yordania. Pada awalnya negara-negara ini punya perbatasan yang kolektif di luar perbatasannya dengan Mesir.

Perbatasan Palestina dimulai dari Lebanon di Ras El-Nakoura di wilayah Laut Tengah (Laut Mediterania) dan dengan garis lurus mengarah ke timur sampai ke daerah di dekat kota kecil Lebanon yaitu kota Bent Jubayel, di mana garis pemisah antara kedua negara ini miring ke Utara dengan sudut yang hampir lurus. Pada titik ini, perbatasan berada mengitari mata air Sungai Yordan yang menjadi bagian dari Palestina dalam jalan kecil yang membatasinya dari wilayah Timur dengan wilayah Suriah dan danau Al Hola, Lout dan Tabariyya.

Perbatasan dengan Yordania dimulai di wilayah selatan danau Tabariyya pada pembuangan sungai Al Yarmouk. Terus sepanjang Sungai Yordan. Dari mata air Sungai Yordan, perbatasan ini ke arah Selatan membelah pertengahan Laut Mati secara geometrikal dan lembah Araba, hingga sampai pada daerah Aqaba.

Perbatasan dengan Mesir dapat digambarkan dengan garis yang hampir membentuk garis lurus yang membelah antara daerah semi-pulau Seena dan padang pasir Al Naqab. Perbatasan ini dimulai di Rafah di Laut Tengah hingga sampai ke daerah Taba di Teluk Aqaba.

Di bagian Barat, Palestina terletak di sebelah perairan lepas internasional dari Laut Tengah dengan jarak sekitar 250 km dari Ras El-Nakoura di belah selatan hingga Rafah di bagian selatan.

Karena lokasinya terletak di pertengahan negara-negara Arab, Palestina membentuk kombinasi geografis yang natural dan humanistik bagi medan terestrial yang luas yang memuat kehidupan orang-orang asli Badui di wilayah selatan dan gaya pendudukan yang sudah lama di bagian utara. Tanah Palestina punya keistimewaan dibanding dengan daerah lain karena merupakan bagian dari tempat diturunkannya semua agama samawi, tempat di mana peradaban kuno muncul, menjadi jembatan aktivitas komersial dan tempat penyusupan ekspedisi militer di sepanjang era bersejarah yang berbeda. Lokasi strategis yang dinikmati Palestina memungkinkannya untuk menjadi faktor penghubung antara berbagai benua bagi dunia kuno Asia, Afrika dan Eropa. Palestina juga menjadi tempat yang dijadikan pintu masuk bagi perjalanan ke negara-negara tetangga. Ia menjadi jembatan penghubung bagi manusia sejak dahulu kala, sebagaimana ia juga menikmati lokasi sentral (Pusat) yang memikat sebagian orang yang mau bermukim dan hidup dalam kemakmuran.

[sunting] Lihat pula

[sunting] Pranala luar

Peta

[sunting] Pustaka

  • Abu-Lughod, Ibrahim (1971). (Ed)., The Transformation of Palestine. Illinois: Northwestern Press.
  • Avneri, Arieh (1984), The Claim of Dispossession, Tel Aviv: Hidekel Press
  • Bachi, Roberto (1974), The Population of Israel, Jerusalem: Institute of Contemporary Jewry, Hebrew University
  • Belfer-Cohen, Anna and Bar-Yosef, Ofer (2000). Early Sedentism in the Near East. A Bumpy Ride to Village Life. In Ian Kuijt (Ed.). Life in Neolithic Farming Communities: Social Organization, Identity, and Differentiation. Springer. ISBN 0-306-46122-6
  • Biger, Gideon (1981). Where was Palestine? Pre-World War I perception, AREA (Journal of the Institute of British Geographers) Vol 13, No. 2, pp. 153-160.
  • Broshi, Magen (1979). The Population of Western Palestine in the Roman-Byzantine Period, Bulletin of the American Schools of Oriental Research, No. 236, p.7, 1979.
  • Byatt, Anthony (1973). Josephus and population numbers in first century Palestine. Palestine Exploration Quarterly, 105, pp.51-60.
  • Chancey, Mark A. (2005). Greco-Roman Culture and the Galilee of Jesus. Cambridge University Press. ISBN 0-521-84647-1
  • Chase, Kenneth (2003). Firearms: A Global History to 1700. Cambridge University Press. ISBN 0-521-82274-2
  • Doumani, Beshara (1995). Rediscovering Palestine: Merchants and Peasants in Jabal Nablus 1700-1900. UC Press. ISBN 0-520-20370-4
  • Ember, Melvin & Peregrine, Peter N. (2002). Encyclopedia of Prehistory. Springer. ISBN 0-306-46262-1
  • Farsoun, Samih K. and Naseer Aruri (2006), Palestine and the Palestinians, Westview Press, 2nd edition, ISBN 0-8133-4336-4
  • Finkelstein, I, Mazar, A and Schmidt, B. (2007). The Quest for the Historical Israel. The Society of Biblical Literature. ISBN 978-1-58983-277-0
  • Gelber, Yoav (1997). Jewish-Transjordanian Relations 1921-48: Alliance of Bars Sinister. London: Routledge. ISBN 0-7146-4675-X
  • Gerber, Haim (1998). "Palestine" and other territorial concepts in the 17th century, International Journal of Middle East Studies, Vol 30, pp. 563-572.
  • Gilbar, Gar G. (ed.), Ottoman Palestine: 1800-1914. Leiden: Brill. ISBN 90-04-07785-5
  • Gilbar, Gar G. (1986). The Growing Economic Involvement of Palestine With the West, 1865-1914. In David Kushner (Ed.). Palestine in the Late Ottoman Period: Political, Social and Economic Transformation. Brill Academic Publishers. ISBN 90-04-07792-8
  • Gilbert, Martin (2005). The Routledge Atlas of the Arab-Israeli Conflict. Routledge. ISBN 0-415-35900-7
  • Gottheil, Fred M. (2003) The Smoking Gun: Arab Immigration into Palestine, 1922-1931, Middle East Quarterly, X(1).
  • Hansen, Mogens Herman (Ed.) (2000). A Comparative Study of Thirty City-state Cultures: An Investigation. Kgl. Danske Videnskabernes Selskab. ISBN 87-7876-177-8
  • Harris, David Russell (1996). The Origins and Spread of Agriculture and Pastoralism in Eurasia. Routledge. ISBN 1-85728-537-9
  • Hayes, John H. and Mandell, Sara R. (1998). The Jewish People in Classical Antiquity: From Alexander to Bar Kochba. Westminster John Knox Press. ISBN 0-664-25727-5
  • Hughes, Mark (1999). Allenby and British Strategy in the Middle East, 1917-1919. London: Routledge. ISBN 0-7146-4920-1
  • Ingrams, Doreen (1972). Palestine Papers 1917-1922. London: John Murray. ISBN 0-8076-0648-0
  • Khalidi, Rashid (1997). Palestinian Identity. The Construction of Modern National Consciousness. Columbia University Press. ISBN 0-231-10515-0
  • Johnston, Sarah Iles (2004). Religions of the Ancient World: A Guide. Harvard University Press. ISBN 0-674-01517-7
  • Karpat, Kemal H. (2002). Studies on Ottoman Social and Political History. Brill. ISBN 90-04-12101-3
  • Katz, Shmuel (1973) Battleground: Fact and Fantasy in Palestine Shapolsky Pub; ISBN 0-933503-03-2
  • Killebrew, Ann E. (2005). Biblical Peoples and Ethnicity: An Archaeological Study of Egyptians, Canaanites, Philistines and Early Israel 1300-1100 BCE. Society of Biblical Literature. ISBN 1-58983-097-0
  • Kimmerling, Baruch and Migdal, Joel S. (1994). Palestinians: The Making of a People, Harvard University Press. ISBN 0-674-65223-1
  • Köchler, Hans (1981). The Legal Aspects of the Palestine Problem with Special Regard to the Question of Jerusalem. Vienna: Braumüller. ISBN 3-7003-0278-9
  • Kurz, Anat N. (2005) Fatah and the Politics of Violence: The Institutionalization of a Popular Struggle. Sussex Academic Press. ISBN 1-84519-032-7, 9781845190323.
  • Lewis, B. (1993). Islam in History: Ideas, People and Events in the Middle East. Open Court Publishing. ISBN 0-8126-9518-6
  • Le Strange, Guy (1965). Palestine under the Moslems (Originally published in 1890; reprinted by Khayats) ISBN 0-404-56288-4
  • Loftus, J. P. (1948), Features of the demography of Palestine, Population Studies, Vol 2
  • Louis, Wm. Roger (1969). The United Kingdom and the Beginning of the Mandates System, 1919-1922. International Organization, 23(1), pp. 73-96.
  • McCarthy, Justin (1990). The Population of Palestine. Columbia University Press. ISBN 0-231-07110-8.
  • Mandel, Neville J. (1976). The Arabs and Zionism Before World War I. University of California Press. ISBN 0-520-02466-4
  • Maniscalco, Fabio. (2005). Protection, conservation and valorisation of Palestinian Cultural Patrimony Massa Publisher. ISBN 88-87835-62-4.
  • Metzer, Jacob (1988). The Divided Economy of Mandatory Palestine. Cambridge University Press.
  • Mills, Watson E. (1990). Mercer Dictionary of the Bible. Mercer University Press. ISBN 0-86554-373-9
  • Pastor, Jack (1997). Land and Economy in Ancient Palestine. London: Routledge. ISBN 0-415-15960-1
  • Porath, Yehoshua (1974). The Emergence of the Palestinian-Arab National Movement, 1918-1929. London: Frank Cass. ISBN 0-7146-2939-1
  • Redmount, Carol A. 'Bitter Lives: Israel in and out of Egypt' in The Oxford History of the Biblical World, ed: Michael D. Coogan, (Oxford University Press: 1999)
  • Rogan, Eugene L. (2002). Frontiers of the State in the Late Ottoman Empire: Transjordan, 1850-1921. Cambridge University Press. ISBN 0-521-89223-6.
  • Rosen, Steven A. (1997). Lithics After the Stone Age: A Handbook of Stone Tools from the Levant. Rowman Altamira. ISBN 0-7619-9124-7
  • Sachar, Howard M. (2006). A History of Israel: From the Rise of Zionism to Our Time, 2nd ed., revised and updated. New York: Alfred A. Knopf. ISBN 0-679-76563-8
  • Said, Edward W. and Christopher Hitchens (2001). Blaming the Victims: Spurious Scholarship and the Palestinian Question. Verso. ISBN 1-85984-340-9.
  • Schlor, Joachim (1999). Tel Aviv: From Dream to City. Reaktion Books. ISBN 1-86189-033-8
  • Scholch, Alexander (1985) "The Demographic Development of Palestine 1850-1882", International Journal of Middle East Studies, XII, 4, November 1985, pp. 485-505
  • Shahin, Mariam (2005). Palestine: A Guide, Interlink Books. ISBN 1-56656-557-X
  • Schmelz, Uziel O. (1990) Population characteristics of Jerusalem and Hebron regions according to Ottoman Census of 1905. In Gar G. Gilbar, ed., Ottoman Palestine: 1800-1914.Leiden: Brill.
  • Shiloh, Yigal (1980). The Population of Iron Age Palestine in the Light of a Sample Analysis of Urban Plans, Areas, and Population Density, Bulletin of the American Schools of Oriental Research, No. 239, p.33, 1980.
  • Sicker, Martin (1999). Reshaping Palestine: From Muhammad Ali to the British Mandate, 1831-1922. Praeger/Greenwood. ISBN 0-275-96639-9
  • Stearns, Peter N. Templat:Worldhistory
  • Twain, Mark (1867). Innocents Abroad. Penguin Classics. ISBN 0-14-243708-5
  • UNSCOP Report to the General Assembly
  • Westermann, Großer Atlas zur Weltgeschichte. ISBN 3-07-509520-6
  • Whitelam, Keith (1997). The Invention of Ancient Israel: The Silencing of Palestinian History, Routledge, ISBN-10: 0415107598, ISBN-13: 978-0415107594
  • Buku Ensiklopedia Indonesia.
Commons-logo.svg
Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:
Commons-logo.svg
Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:

Wikitravel   Lihat panduan wisata Palestina di Wikitravel

Wikitravel   Lihat panduan wisata Palestina di Wikitravel

Peralatan pribadi