Singosari, Malang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Singosari
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Malang
Luas - 68,23 km²
Jumlah penduduk - 183.320
Kepadatan /km²
Desa/kelurahan - 17

Singosari adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini berada di sebelah utara Kota Malang, kecamatan ini dilintasi jalur utama Surabaya-Malang dan termasuk sebagai daerah titik macet terparah di Malang. Namun dari sisi SDM Singosari bisa dikatakan sebagai salah satu dari urutan teratas kecamatan termaju dan paling terpandang di Kabupaten Malang. Terletak pada ketinggian 400-700 meter dpl, Singosari beriklim sejuk. Daerah yang lebih tinggi berada di sebelah barat di kaki Gunung Arjuno dimana sebagian besar wilayahnya diperuntukkan bagi perkebunan (kopi), kehutanan (mahoni) dan peternakan (ayam) sehingga populasi penduduknya jarang.

Gunung Arjuno dilihat dari arah Singosari

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Singosari berasal dari Singhasari (Kerajaan Singhasari), sebuah kerajaan besar pada abad ke 10 yang ibukotanya berada di wilayah kecamatan ini dengan rajanya yang terkenal bernama Ken Arok dan Kertanegara. Keturunan dari Kertanegara adalah Wijaya yang menjadi pendiri Kerajaan Majapahit. Salah satu peninggalan kerajaan tersebut yang kini menjadi salah satu tempat wisata andalan adalah Candi Singosari dan sepasang patung Dwarapala yang merupakan patung terbesar di Indonesia, menurut penjaga situs sejarah ini, arca Dwarapala merupakan pertanda masuk ke wilayah kotaraja, namun hingga saat ini tidak ditemukan secara pasti dimanan letak kotaraja Singhasari. Selain itu juga terdapat sebuah candi Budha atau tepatnya stupa di desa Sumberawan dan diberi nama sesuai nama desa itu yaitu Candi Sumberawan. Candi Sumberawan sering dipakai umat Budha sebagai pusat perayaan Hari Raya Waisak di Kabupaten Malang.

Berbeda dengan masa lalu Singosari yang agung. Kini kota ini menjadi kota kecil, kumuh, macet, dan terabaikan hanya sebagai jalan lalu lintas jalur Malang-Surabaya.

Keadaan Alam[sunting | sunting sumber]

Keindahan alam Singosari tidak ada duanya dikecamatan lain, Gunung Arjuna yang menjulang tinggi memperlihatkan keelokanannya dimata turis. Gunung Arjuna adalah gunung tertinggi ke-3 di Jawa. Singosari dengan ketinggian 400m dpl terpengaruh ketinggian dari Gunung Arjuna. Suhu rata-rata Singosari adalah 17-27 derajat celcius. Cukup sejuk untuk kawasan di Indonesia. Selain itu dikaki Gunung Arjuna tepatnya di desa Sumberawan adalah desa wisata dengan adanya sebuah candi/stupa ditengah-tengah hutan pinus yang asri, disampingnya juga terdapat sumber air yang jernih. Jalur menuju kesana juga tidak sulit, jika dari arah Singosari anda cukup menuju candi Singosari lalu naik ojek disekitar candi untuk minta diantarkan ke desa Sumberawan.

Perindustrian[sunting | sunting sumber]

Pesatnya perkembangan Kota Malang serta letak Kecamatan Singosari yang berbatasan langsung dengannya menjadikan seolah-olah Kecamatan Singosari menyatu dengan Kota Malang terutama di sepanjang poros jalan raya Malang-Surabaya. Karena lokasinya yang strategis, beberapa industri besar dan menengah membangun pabriknya di Singosari, antara lain :

  • PT. Bentoel
  • PT. Sido Bangun
  • PT. Beiersdorf Indonesia
  • PT. Morodadi Prima
  • PT. Phillip Morris
  • PT. Indomarine, dan lain-lain.

Pertanian dan Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Meskipun sudah menjadi daerah industri namun budaya agraris masih kental di daerah ini. Hal ini bisa dilihat di pasar Singosari dimana dengan mudah dijumpai toko-toko yang menjual alat-alat pertanian tradisional seperti cangkul, sabit, lempak, bajak sapi dll, begitu juga dengan toko-toko yang menjual pupuk, pestisida dan benih unggul. Khusus untuk hari Senin dan Jumat akan ada pasar hewan dimana para penjualnya (blantik) dapat dikenali dengan mudah karena kebanyakan dari mereka memakai topi koboi. Hasil pertanian yang utama adalah padi disusul dengan palawija dan buah-buahan seperti duku, mangga dan sawo. Kebanyakan buah-buahan tersebut ditanam secara sporadis di pekarangan rumah atau kebun. Beberapa daerah yang mengandalkan irigasi tadah hujan ditanami tebu selama musim penghujan seperti Dengkol, Watugede, Baturetno dan Banjar Arum. Selain itu terdapat Balai Inseminasi Buatan di Desa Sumberawan dan Balai Benih Induk Palawija di Desa Songsong.

Markas Militer[sunting | sunting sumber]

Sejak masa penjajahan Belanda, wilayah Malang merupakan markas dari beberapa institusi militer dan hal itu berlanjut sampai Republik Indonesia berdiri. Beberapa institusi militer yang bermarkas di Singosari antara lain, Batalyon Artileri Medan 1/105, Batalyon Kavaleri 3/Serbu, Divisi Infanteri 2/Kostrad.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Beberapa institusi pendidikan yang ada di Singosari antara lain:

  • Sekolah Dasar atau Sederajat
    • SD Islam Alma'arif 01 Singosari
    • SD Islam Alma'arif 02 Singosari
    • SD Negeri Tamanharjo 02 Singosari
    • SD Negeri Pagentan 01 Singosari
    • SD Negeri Pagentan 02 Singosari
    • SD Negeri Pagentan 03 Singosari
    • SD Negeri Pagentan 04 Singosari
    • SD Negeri Pagentan 05 Singosari
    • SD Negeri Candirenggo 01 Singosari
    • SD Negeri Candirenggo 02 Singosari
    • SD Negeri Candirenggo 03 Singosari
    • SD Negeri Klampok 01 Singosari
    • SD Negeri Purwoasri 01 Singosari
    • SD Negeri Purwoasri 02 Singosari
    • SD Negeri Banjararum 01 Banjararum-Singosari
  • Sekolah Menengah Pertama atau Sederajat
  • Sekolah Menengah Atas atau sederajat
  • Balai Latihan Kerja
    • Balai Latihan Kerja Industri
    • Balai Latihan Kerja Pertanian


Selain itu Singosari juga terkenal dengan julukan "Kota Santri[1]" dikarenakan banyaknya Pondok Pesantren yang didirikan dan berkembang di wilayah Singosari, diantaranya adalah:

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Suasana pengaturan lalu lintas oleh Polisi di Traffic Light di kawasan Garuda, Singosari

Dengan beroperasinya penerbangan sipil dari Bandara Abdul Rachman Saleh maka Singosari kini terhubung malalui transportasi udara ke Jakarta . Maskapai yang melayani rute-rute tersebut adalah Sriwijaya Air, Garuda Indonesia dan Batavia Air. Jarak bandara dari Singosari + 8 km.

Karena letaknya yang berada pada jalan poros Surabaya-Malang maka semua trayek bus dari dan ke kota Malang pasti melewati Singosari. Berbagai rute angkot (angkutan perkotaan) maupun angkudes (angkutan pedesaaan) juga tersedia untuk menunjang mobilitas penduduk intra kecamatan maupun antar kecamatan, Diantaranya :

  • LA : Lawang-Arjosari
Menghubungkan Kecamatan Lawang, Kecamatan Singosari dan Kota Malang (Terminal Arjosari)
  • SKL : Singosari-Ketangi-Landungsari
Menghubungkan Kecamatan Singosari (Purwoasri, Tunjungtirto), Kecamatan Karangploso (Ngijo, Ketangi), Kota Batu (Pendem), Kecamatan Dau (Sengkaling) dan Kota Malang (Terminal Landungsari)
  • GLA : Glugur-Langlang-Arjosari
Menghubungkan Kecamatan Karangploso (Glugur), Kecamatan Singosari (Langlang) dan Kota Malang (Terminal Arjosari)
  • ST : Singosari-Tlogowaru
Menghubungkan Kecamatan Singosari (Banjar Arum), Kecamatan Pakis (Wendit) dan Kota Malang (Tlogowaru)
  • SK : Singosari-Karangploso
Menghubungkan Kecamatan Singosari dengan Kecamatan Karangploso
  • SP : Singosari-Purwoasri
  • SD : Singosari-Dengkol
  • SK : Singosari-Klampok
  • SS : Singosari-Sekarpuro
  • SL : Singosari-Langlang

Stasiun Kereta Api Singosari melayani penumpang kereta api kelas ekonomi jurusan Surabaya (Penataran). Sementara kereta api jurusan Jakarta (Matarmaja dan Kereta api Gajayana) tidak melewati Singosari karena lewat jalur selatan.

Desa/Kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Ardimulyo
  2. Banjararum
  3. Baturetno
  4. Dengkol
  5. Gunungrejo
  6. Klampok
  7. Langlang
  8. Purwoasri
  9. Randuagung
  10. Tamanharjo
  11. Toyomarto
  12. Tunjungtirto
  13. Watugede
  14. Wonorejo
  15. Losari (kelurahan)
  16. Pagentan (kelurahan)
  17. Candirenggo (kelurahan)


Seni dan Budaya di Singosari[sunting | sunting sumber]

Penduduk Singosari terdiri dari warga yang mempunyai berbagai macam kultur dan budaya. Gelombang globalisasi tak luput juga memberikan dampak bagi anak muda di wilayah ini, terbukti dari terbentuknya kelompok punk dan grup band beraliran rock. Namun budaya Jawa juga tetap dipegang oleh warga Singosari. Sebutan Kota Santri juga dibuktikan dengan masih kuatnya kultur religius yang diaplikasikan oleh warga Singosari.
Pemerintah Kabupaten Malang memproyeksikan Singosari sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan wisata religi bagi wisatawan, salah satu perwujudannya adalah dengan digelarnya Grebeg Singhasari oleh jajaran pemerintah bersama warga Singosari untuk mencerminkan kejayaan Singosari, dulu maupun sekarang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=9

Social Media[sunting | sunting sumber]

Twitter: @SingosariMalang

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]