Jabung, Malang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Jabung
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Malang
Pemerintahan
 • Camat Drs. Sulkan
Luas 13.568,55 km2
Jumlah penduduk 72.063 jiwa
Kantor kecamatan Jabung

Jabung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan Jabung sebagai salah satu dari 33 (tiga puluh tiga) Kecamatan di Wilayah Kabupaten Malang yang terletak sebelah Timur 15 Km dari ibukota / pusat pemerintahan Kabupaten Malang dan berjarak + 105 Km dari ibukota Propinsi Jawa Timur, serta ketinggian wilayah Kecamatan Jabung dari permukaan laut + 500 m dengan suhu maksimum 32* C, Minimum 32* C, sedangkan curah hujan 350 mm / tahun.

Batas – batas Wilayah kecamatan Jabung adalah :

  • Utara:  Kecamatan Tutur – Kabupaten Pasuruan
  • Timur:  Kecamatan Tumpang
  • Selatan:  Kecamatan Pakis
  • Barat:  Kecamatan Singosari

Topografi Wilayah Kecamatan Jabung adalah  :

  • Datar sampai berombak:  35 %
  • Berombak sampai berbukit:  40 %
  • Berbukit sampai bergunung:  25  %

Sarana dan prasarana[sunting | sunting sumber]

Pendidikan :[sunting | sunting sumber]

1.Taman kanak-kanak / TK : 35 buah

2. Sekolah Dasar / SD  : 34 buah

3. SMP  : 5 buah

4.SMA  : 3 buah (swasta)

Tempat Ibadah :[sunting | sunting sumber]

1.Masjid dan mushola  : 310 buah

2.Gereja  : 2 buah

98% penduduk Kecamatan Jabung adalah beragama Islam

Prasarana Jalan :[sunting | sunting sumber]

-Jalan Kabupaten  : 10 Km

-Jalan Desa  : 90 Km

Sarana Kesehatan :[sunting | sunting sumber]

-Pustu  : 3 tempat

-Polindes  : 15 tempat

Potensi Kecamatan Jabung[sunting | sunting sumber]

Bidang Pariwisata :[sunting | sunting sumber]

- Air Terjun "Coban Indrokilo" (di Dusun Begawan - Desa Pandansari Lor) Kondisis relatif masih alami.

Bidang Pertanian Lahan Kering :[sunting | sunting sumber]

-Ketela Pohon  : 600 Ha

-Tanaman Tebu  : 1400 Ha

-Tanaman Buah Naga : Di Desa Kemiri luas 5 Ha dan kapasitas produksi 40 ton per tahun.

Bidang Peternakan :[sunting | sunting sumber]

-Sapi Perah  : 9.500 ekor dan menghasilkan produksi susu 30 ton per hari.

Bidang Keterampilan :[sunting | sunting sumber]

-Keripik Singkong terutama di desa Sukopuro memproduksi + 4 Kw per minggu.

-Biogas Mandiri di desa Argosari sebanyak 234 KK yang dikelola oleh KUD "KAN Jabung" sebanyak 250 KK menyebar di beberapa desa.

Kebudayaan[sunting | sunting sumber]

Keberadaan grup Wayang Topeng di jabung di atas tahun 60-an sangat tergantung pada kemampuan Pak Kangsen, beliaulah yang menyambung sejarah Wayang Topeng yang pernah hidup pada masa Pak Rusman, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kek (Kik) Tir (karan anak). sebab anak beliau bernama Tirtonoto. Wayang Topeng Jabung pada masa Pak Rusman berlangsung antara tahun 1915 sampai dengan tahun 1958, setelah Pak Rusman meninggal kepengurusan Wayang Topeng di Jabung dipegang oleh Pak Kangsen. Beliau sebagai dalang, sedang penanggung jawab tari dipegang oleh Pak Samoed dan Pak Tirtonoto. Pak Samoed meninggal dunia tahun 1974m berikutnya disusul Pak Tir Tirtonoto dan yang terakhir Pak Kangsen pun meninggal dunia. Sepeninggalnya tokoh-tokoh topeng di Jabung, pada saat ini kegiatan Tari Topeng Jabung tetap dilestarikan dengan adanya dua Group Tari Topeng  antara lain Group “Wiro Bhakti” pimpinan Pak Supardja di Desa Argosari  dan “Darmo Langgeng:” pimpinan Pak Darmaji di Desa Gunungjati. Patut disyukuri bahwa adanya  Sekolah  di Kecamatan Jabung dalam upayanya melestarikan kesenian ini yaitu SMPN 1 dan SMPN 2 Jabung, dimana Kesenian Tari Topeng merupakan salah satu kegiatan Eskul. Ikut serta dalam gelar Kirab Budaya Tahun 2013 di Kepanjen.