Hasyim Muzadi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hasyim Muzadi
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Petahana
Mulai menjabat
19 Januari 2015
Presiden Joko Widodo
Ketua Umum Tanfidziyah PBNU ke-4
Masa jabatan
1999 – 2010
Didahului oleh K.H. Abdurrahman Wahid
Digantikan oleh Dr. K.H. Said Aqil Siradj, MA
Informasi pribadi
Lahir 8 Agustus 1944
Bendera Jepang Bangilan, Tuban, Jawa Timur, Wilayah Kolonial Jepang
Suami/istri Hj. Muthomimah
Alma mater Institut Agama Islam Negeri Malang
Agama Islam

Kyai Haji Ahmad Hasyim Muzadi (lahir di Bangilan, Tuban, 8 Agustus 1944; umur 70 tahun) adalah seorang tokoh Islam Indonesia dan mantan ketua umum Nahdlatul Ulama yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 19 Januari 2015. Ia juga pernah menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam di Malang, Jawa Timur, sebelumnya dia sempat mengeyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Darussalam gontor (1956 - 1962).

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Hasyim muda menempuh jalur pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah di Tuban pada tahun 1950, dan menuntaskan pendidikannya tingginya di Institut Agama Islam Negeri Malang, Jawa Timur pada tahun 1969.

Kiprah organisasinya mulai dikenal ketika pada tahun 1992 ia terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur yang terbukti mampu menjadi batu loncatan bagi Hasyim untuk menjadi Ketua PBNU pada tahun 1999. Tercatat, suami dari Hj. Muthomimah ini pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur pada tahun 1986, yang ketika itu masih bernaung di bawah Partai Persatuan Pembangunan.

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Foto saat menjadi Calon Wakil Presiden Indonesia 2004-2009

Muzadi telah disebut-sebut sebagai pendamping Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden Indonesia seawal November 2003. Ia resmi maju bersama Megawati pada 6 Mei 2004.[1] Dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2004, Megawati dan Muzadi meraih 26.2% suara di putaran pertama, tetapi kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla di putaran kedua.

Karya tulis[sunting | sunting sumber]

  1. Membangun NU Pasca Gus Dur, Grasindo, Jakarta, 1999.
  2. NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa, Logo, Jakarta, 1999.
  3. Menyembuhkan Luka NU, Jakarta, Logos, 2002.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Megawati Memilih Hasyim Muzadi Sebagai Calon Wakil Presiden" (dalam bahasa Indonesian). Voice of America. 6 May 2004. Diarsipkan dari aslinya tanggal 27 August 2006. Diakses 28 June 2009. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan Organisasi Islam
Didahului oleh:
K.H. Abdurrahman Wahid
Ketua Umum Tanfidziyah PBNU
1999 - 2010
Diteruskan oleh:
Dr. K.H. Said Aqil Siradj, MA