Nahdlatul Wathan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gedung Birrul Walidain Nahdlatul Wathan, Pancor

Nahdlatul Wathan disingkat NW adalah organisasi massa Islam terbesar di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini didirikan di Pancor, Kabupaten Lombok Timur oleh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang dijuluki Tuan Guru Pancor serta Abul Masajid wal Madaris (Bapaknya Masjid-masjid dan Madrasah-madrasah) pada tanggal 1 Maret 1953 bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372 Hijriyah[1]. Organisasi ini mengelola sejumlah Lembaga Pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Perpecahan di Tubuh NW[sunting | sunting sumber]

Hingga saat ini NW sebagai organisasi massa masih terpecah menjadi dua kubu. Salah satu kubu disebut dengan NW PANCOR yang menunjukkan lokasi kantor pusatnya yang terletak di Pancor, Lombok Timur dan kubu berikutnya disebut sebagai NW ANJANI karena lokasi pusat gerakannya berada di Anjani, Lombok Timur. Sejarah terpecahnya NW semata-mata karena politik organisasi saja dan tidak terkait dengan hal-hal yang bersifat sakral.
Perpecahan terbesar tersebut terjadi pasca penetapan salah satu putri pendiri NW, yaitu Ummi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid sebagai Ketua Umum PBNW di Muktamar X di Praya, Lombok Tengah menggantikan almarhum suaminya, Drs. H. Lalu Gede Sentane[2]. Hasil Muktamar yang menghasilkan kepemimpinan perempuan tersebut dipolitisir dan ditolak oleh keluarga NW di Pancor. Jauh sebelumnya, sebelum wafatnya TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, memang sudah tampak persaingan antara dua putri pendiri NW tersebut yaitu Ummi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid dengan Ummi Hj. Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid.

Sebelum tragedi perpecahan terbesar tersebut, NW telah berkali-kali mengalami tantangan berupa konflik internal. Menjelang tahun 1982, misalnya, terjadi pembekuan terhadap kepengurusan PWNW Lombok Tengah hanya karena Alm. Drs. H. Lalu Gede Sentane yang notabene menjadi menantu pendiri NW sakit hati karena merasa tidak didukung untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Lombok Tengah kala itu oleh PWNW Lombok Tengah sendiri. Konflik tersebut menjalar keluar sehingga NW menyatakan sikap untuk Gerakan Tutup Mulut (GTM) dalam menyikapi pilihan politik mereka yang selama ini disalurkan melalui Golongan Karya[3].

Sejarah perpecahan tersebut berikut rentetan sejarah pertikaian internal di tubuh NW tampaknya telah dilupakan karena ada upaya untuk menyembunyikan fakta tersebut disamping juga karena sejarah perpecahan terbesar antara dua putri TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid jauh lebih menguras energi jamaah NW dan para pengamat yang mengikuti perkembangan sejarah NW.

Setelah dipimpin oleh Tuan Guru Bajang KH M Zainul Majdi, PBNW versi Pancor berkali-kali mengupayakan ishlah antara dua kubu, namun kerap kali gagal. Pasca terpilihnya Tuan Guru Bajang KH M Zainul Majdi sebagai Gubernur NTB, rekonsiliasi tersebut mulai membuahkan hasil. Puncaknya pada acara HULTAH NWDI ke 75 tanggal 25 Juli 2010 di Pancor, kedua putri pendiri NW, Umi Raehanun dan Umi Rauhun dapat duduk bersandingan di hadapan jamaah NW setelah sekian lama terpisahkan. Banyak kalangan yang berharap momentum tersebut akan menjadi tonggak baru persatuan organisasi terbesar di NTB tersebut, kalaupun tidak, hal tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menggelorakan semangat fastabiqul khairat, sebagaimana sering diungkapkan Tuan Guru Bajang KH M Zainul Majdi.


Daftar Lembaga Pendidikan Nahdlatul Wathan[sunting | sunting sumber]

Selain Lembaga Pendidikan NW juga memiliki beberapa sayap organisasi yang bersifat otonom diantaranya :

1. Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan (IPNW)

2. Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMAH NW)

3. Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW)

4. Ikatan Sarjana Nahdlatul Wathan (ISNW)

5. Satuan Tugas Hamzanwadi (SATGAS)

6. Muslimat Nahdlatul Wathan

7. Pemuda Nahdlatul Wathan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Arsip. Sejarah NW. Diakses 22 Agustus 2013.
  2. ^ Arsipyy. Sejarah Perpindahan Pusat NW. Diakses 22 Agustus 2013.
  3. ^ Arsipxx. Etnografi Konflik & Kekuasaan Nahdlatul Wathan (NW) di Lombok (bagian 2): Kharisma Maulana Syaikh. Diakses 22 Agustus 2013.

Pranala[sunting | sunting sumber]

  • (Indonesia) Situs resmi, NW Pancor [1]
  • (Indonesia) Situs resmi, NW Anjani [2]