Kereta api Bima

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ka bima.png
Kereta Api Bima
KA 33 Biru Malam.jpg
Kereta api Ekspress Biru Malam
Info
Kelas Eksekutif Satwa
Status Beroperasi
Lokal Daop 1 Jakarta
Stasiun terminus Stasiun Gambir
Stasiun Malang
Jumlah stasiun 12
Rute pelayanan 1
Nomor KA 33-34
Operasional
Dibuka 1 Juni 1967, 9 Juni 1990 (kelas Eksekutif), 1 Agustus 2002 (Eksekutif Argo)
Operator PT Kereta Api Indonesia
Dipo Jatinegara (JNG)
Lokomotif CC201, CC203, CC204 & CC206
Teknis
Jarak tempuh 825 km
Kecepatan operasi 60 s.d. 100 km/jam
Peta Rute

Templat:Kereta api Bima/rute


Kereta api Bima adalah kereta api kelas eksekutif satwa yang dioperasikan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Stasiun Gambir (GMR) - Stasiun Surabaya Gubeng (SGU) - Stasiun Malang (ML) dan sebaliknya dengan melewati jalur selatan Kereta api Bima pertama kali diluncurkan pada tanggal 1 Juni 1967; mengawali sejarah pengoperasian kereta api berpengatur suhu ruangan/ Air Conditionerbersistem Modern di Indonesia. KA ini melayani perjalanan koridor Jakarta - Surabaya lewat Yogyakarta. Nama Bima merupakan singkatan dari Biru Malam, karena pada awal peluncurannya rangkaian kereta api ini bercat biru dan beroperasi pada malam hari. Selain itu, kata Bima dianalogikan pula dengan nama dari salah satu tokoh pewayangan Bima yang memang digambarkan memiliki karakter tubuh tinggi besar, kokoh, kekar, kuat dan pemberani. Karakter itu dilekatkan pada KA Bima untuk menggambarkan kehandalan perjalanan dan kualitas pelayanannya yang selalu siap dalam berbagai cuaca.

Kelas[sunting | sunting sumber]

Di awal pengoperasiannya, KA Bima dilengkapi dengan kereta berfasilitas tempat tidur (couchette) dan eksterior kereta yang sengaja dicat dengan warna biru. Sejak tanggal 9 Juni 1990 KA Bima mengalami perubahan interior menjadi kereta kelas eksekutif dengan tetap dilengkapi fasilitas pendingin ruangan (AC) dengan menghapus fasilitas kereta bertempat tidur. Perubahan layanan dilakukan lagi sejak tanggal 1 Agustus 2002 dengan mengganti rangkaian kereta api Bima dengan rangkaian kereta api sekelas Argo dengan kapasitas angkut sebanyak 320 - 400 orang (membawa rangkaian 6 - 8 kereta kelas eksekutif). Rangkaian KA Bima terdiri dari 6 - 8 kereta kelas eksekutif argo (K1), 1 Kereta Makan Eksekutif (KM1), 1 Kereta Pembangkit Listrik (P), dan 1 Kereta Bagasi (B).

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Perjalanan Gambir - Surabaya Gubeng - Malang melalui Lintas Selatan ditempuh dalam waktu kurang lebih 13 jam dan berhenti di stasiun Jatinegara (arah ke Jakarta), Jatibarang, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Jombang dan Mojokerto. Selain itu, banyak penumpang KA Bima yang melanjutkan perjalanan ke Denpasar, Jember, Pasuruan, Probolinggo dan Banyuwangi dengan menggunakan Kereta api Mutiara Timur.

Jadwal Perjalanan[sunting | sunting sumber]

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
KA 33 (Surabaya Gubeng-Gambir)
Surabaya Gubeng - 18.15
Mojokerto 18.50 18.56
Jombang 19.18 19.23
Madiun 20.35 20.42
Solobalapan 21.56 22.05
Yogyakarta 22.51 23.00
Purwokerto 01.07 01.13
Cirebon 03.20 03.25
Jatinegara 05.57 05.59
Gambir 06.24 -
KA 34 (Gambir-Surabaya Gubeng)
Gambir - 17.00
Jatibarang 19.10 19.12
Cirebon 19.44 19.49
Purwokerto 21.53 22.02
Kutowinangun 23.19 23.25
Yogyakarta 00.28 00.35
Solobalapan 01.19 01.25
Madiun 02.37 02.45
Jombang 03.57 04.00
Mojokerto 04.20 04.23
Surabaya Gubeng 05.15 -

Kecelakaan[sunting | sunting sumber]

  • Pada bulan Oktober 2010, Kereta Api Bima menyerempet Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan kereta paling belakang, di Stasiun Purwosari, Jawa Tengah,karena KA Gaya Baru Malam Selatan belum parkir penuh
Interior KA Eksekutif Bima

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]