Kompas TV

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kompas TV
PT Gramedia Media Nusantara
Kompas-TV.png
Disiarkan 28 Juni 2011
Diluncurkan 9 September 2011
Pemilik Kompas Gramedia
Slogan Inspirasi Indonesia
Kantor pusat Jl. Palmerah Selatan No.1 Jakarta Barat 10270, Indonesia[1]
Situs web www.kompas.tv
Ketersediaan [2]
Terestrial
Analog KTV (28 UHF)
Jabodetabek
Tersedia di stasiun relay dan afiliasinya Antero TV (24 UHF)
Banda Aceh

Kompas TV (34 UHF)
Bandung
Kompas TV (47 UHF)
Semarang
RBTV (40 UHF)
Yogyakarta
Bengkulu TV (38 UHF)
Bengkulu
Batanghari TV (47 UHF)
Jambi
ART TV (59 UHF)
Purworejo
JMTV (54 UHF)
Jember
Kompas TV (40 UHF)
Surabaya
Kompas TV (52 UHF)
Ogan Ilir dan Palembang
Kompas TV (39 UHF)
Pontianak
Kompas TV (23 UHF)
Makassar
Kompas TV (23 UHF)
Bali
AFB TV (40 UHF)
Kupang
Kompas TV (32 UHF)
Pelaihari
Kompas TV (23 UHF)
Banjarmasin
Kompas TV (32 UHF)
Kendari
Pacific TV (46 UHF)
Manado

Satelit
aora 919
BiG TV 677
K-Vision 131
OrangeTV 910
TransVision 312
Palapa D 4051/V/1600
Kabel
First Media 15
Max3 15 (SD)
85 (HD)
IPTV
Groovia TV 114
Televisi Internet
UseeTV Kompas TV

Kompas TV adalah salah satu stasiun televisi swasta terestrial nasional di Indonesia.[3][4] Kompas TV dimiliki oleh Kompas Gramedia. Stasiun televisi ini hadir menggantikan stasiun televisi yang pernah dimiliki oleh Kompas Gramedia, yaitu TV7. Sejak saham TV7 dibeli oleh pihak Trans Corp yang berdiri di bawah kepemimpinan Chairul Tanjung pada tahun 2006 dan nama TV7 diganti menjadi Trans7, maka saham Kompas Gramedia terhadap Trans7 menurun menjadi hampir setengah dari Trans Corp. Pada tanggal 11 September 2011, Kompas TV mengubah logonya yaitu dengan menghilangkan tulisan TV pada logo tersebut, dan tulisan TV tersebut kembali digunakan mulai 5 Oktober 2012 hingga sekarang.

Jaringan siaran[sunting | sunting sumber]

Kompas TV mulai mengudara secara luas pada tanggal 9 September 2011 melalui jaringan televisi lokal di daerah. Siaran stasiun televisi lokal tersebut terdiri dari 70% siaran yang direlai dari Kompas TV dan sisa 30%-nya merupakan siaran yang dikelola sendiri. Stasiun televisi lokal yang termasuk ke dalam jaringan Kompas TV sejak tanggal 1 Maret 2012 adalah :[5]

Kota-kota besar lain akan menyusul kemudian. Bahkan, sebagian besar kota sudah siap menyiarkan jaringan Kompas TV dengan membangun stasiun relai dan dalam tahap siaran percobaan, seperti di Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, dan kota-kota besar lain yang memiliki jaringan Kompas Gramedia atau disesuaikan dengan terbitnya koran Kompas di seluruh Indonesia.
Sejak tanggal 9 September 2011, Kompas TV juga dapat disaksikan di televisi berlangganan sebagai berikut:[2]

Kompas TV dapat juga disaksikan secara siaran gratis melalui parabola di satelit Palapa D.[6]

Kompas HD[sunting | sunting sumber]

Kompas TV juga menjadi stasiun televisi pertama di Indonesia yang mengadopsi kualitas gambar beresolusi tinggi atau High Definition yang dinamakan Kompas HD. Kompas HD sendiri hadir di K-Vision HD, Max3 dan live streaming di kompas.tv/live

Program acara[sunting | sunting sumber]

Pembawa acara[sunting | sunting sumber]

Mantan presenter[sunting | sunting sumber]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Kehadiran Kompas TV dipersoalkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melalui siaran pers tertanggal 7 September 2011. Dalam siaran pers tersebut, KPI menilai Kompas TV belum memiliki izin sebagai lembaga penyiaran sehingga belum dapat mengatasnamakan diri sebagai badan hukum lembaga penyiaran. KPI juga berpendapat bahwa praktik sistem siaran berjaringan hanya dapat dilakukan pada sesama lembaga penyiaran yang telah memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) tetap, sementara Kompas TV bersiaran melalui sejumlah stasiun televisi lokal yang sebagian besar hanya memiliki IPP prinsip. Logo Kompas TV pada layar televisi di sejumlah stasiun televisi lokal juga dinilai menyembunyikan/mengaburkan/memperkecil identitas atau logo stasiun televisi lokal tersebut, tidak sesuai dengan eksistensi dari stasiun televisi lokal tersebut yang telah cukup lama menempuh proses perizinan dengan semangat lokal yang perlu didorong.[7][8] Kompas TV menanggapi siaran pers KPI tersebut dengan menegaskan bahwa Kompas TV hanya merupakan penyedia konten, sehingga yang memerlukan izin siaran adalah stasiun-stasiun televisi lokal yang menjadi mitra siaran berjaringan di daerah.[9]

[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]