Kabupaten Lamongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Lamongan)
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Lamongan
Monumen Bandeng Lele
Monumen Bandeng Lele
Locator kabupaten lamongan.png
Peta lokasi Kabupaten Lamongan
Koordinat: 6'51'54"-7'23'06" LS dan 112'33'45" - 112'33'45" BT
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Lamongan
Pemerintahan
 - Bupati H.Fadeli,SH
 - {{{wakil kepala daerah}}} Drs.H.Amar Saifudin, MM
 - DAU Rp. 958.344.988.000.-(2013)[1]
Luas 1.812,80 km2
Populasi
 - Total 1.365.402 jiwa (31 mei 2005)
 - Kepadatan 753,2 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0322
Pembagian administratif
 - Kecamatan 27
 - Kelurahan 476/12
 - Desa 476
 - Flora resmi Jangkang
 - Fauna resmi Lele
 - Situs web www.lamongankab.go.id
Lambang Kabupaten Lamongan pada masa Hindia Belanda

Kabupaten Lamongan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Lamongan. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Gresik di timur, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang di selatan, serta Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban di barat.

Pembagian administrasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lamongan terdiri atas 27 kecamatan yang terdiri atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Lamongan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Lamongan berasal dari nama seorang tokoh pada masa silam. Pada zaman dulu, ada seorang pemuda bernama Hadi, karena mendapatkan pangkat rangga, maka ia disebut Ranggahadi. Ranggahadi kemudian bernama Mbah Lamong, yaitu sebutan yang diberikan oleh rakyat daerah ini. Karena Ranggahadi pandai Ngemong Rakyat, pandai membina daerah dan mahir menyebarkan ajaran agama Islam serta dicintai oleh seluruh rakyatnya, dari asal kata Mbah Lamong inilah kawasan ini lalu disebut Lamongan.

Adapun yang menobatkan Tumenggung Surajaya menjadi Adipati Lamongan yang pertama, tidak lain adalah Kanjeng Sunan Giri IV yang bergelar Sunan Prapen. Wisuda tersebut bertepatan dengan hari pasamuan agung yang diselenggarakan di Puri Kasunanan Giri di Gresik, yang dihadiri oleh para pembesar yang sudah masuk agama Islam dan para Sentana Agung Kasunanan Giri. Pelaksanaan Pasamuan Agung tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Besar Islam yaitu Idhul Adha tanggal 10 Dzulhijjah.

Berbeda dengan daerah-daerah Kabupaten lain khususnya di Jawa Timur yang kebanyakan mengambil sumber dari sesuatu prasasti, atau dari suatu Candi dan dari peninggalan sejarah yang lain, tetapi hari lahir lamongan mengambil sumber dari buku wasiat. Silsilah Kanjeng Sunan Giri yang ditulis tangan dalam huruf Jawa Kuno/Lama yang disimpan oleh Juru Kunci Makam Giri di Gresik. Almarhum Bapak Muhammad Baddawi di dalam buku tersebut ditulis, bahwa diwisudanya Tumenggung Surajaya menjadi Adipati Lamongan dilakukan dalam pasamuan agung di Tahun 976 H. Yang ditulis dalam buku wasiat tersebut memang hanya tahunnya saja, sedangkan tanggal, hari dan bulannya tidak dituliskan.

Oleh karena itu, maka Panitia Khusus Penggali Hari Jadi Lamongan mencari pembuktian sebagai dasar yang kuat guna mencari dan menetapkan tanggal, hari dan bulannya. Setelah Panitia menelusuri buku sejarah, terutama yang bersangkutan dengan Kasunanan Giri, serta Sejarah para wali dan adat istiadat di waktu itu, akhirnya Panitia menemukan bukti, bahwa adat atau tradisi kuno yang berlaku di zaman Kasunanan Giri dan Kerajaan Islam di Jawa waktu itu, selalu melaksanakan pasamuan agung yang utama dengan memanggil menghadap para Adipati, Tumenggung serta para pembesar lainnya yang sudah memeluk agama Islam. Pasamuan Agung tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Hari Peringatan Islam tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut Garebeg Besar atau Idhul Adha.

Berdasarkan adat yang berlaku pada saat itu, maka Panitia menetapkan wisuda Tumenggung Surajaya menjadi Adipati Lamongan yang pertama dilakukan dalam pasamuan agung Garebeg Besar pada tanggal 10 Dzulhijjah Tahun 976 Hijriyah. Selanjutnya Panitia menelusuri jalannya tarikh hijriyah dipadukan dengan jalannya tarikh masehi, dengan berpedoman tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriyah jatuh pada tanggal 16 Juni 622 Masehi, akhirnya Panitia Menemukan bahwa tanggal 10 Dzulhijjah 976 H., itu jatuh pada Hari Kamis Pahing tanggal 26 Mei 1569 M.

Dengan demikian jelas bahwa perkembangan daerah Lamongan sampai akhirnya menjadi wilayah Kabupaten Lamongan, sepenuhnya berlangsung di zaman keislaman dengan Kasultanan Pajang sebagai pusat pemerintahan. Tetapi yang bertindak meningkatkan Kranggan Lamongan menjadi Kabupaten Lamongan serta yang mengangkat/mewisuda Surajaya menjadi Adipati Lamongan yang pertama bukanlah Sultan Pajang, melainkan Kanjeng Sunan Giri IV. Hal itu disebabkan Kanjeng Sunan Giri prihatin terhadap Kasultanan Pajang yang selalu resah dan situasi pemerintahan yang kurang mantap. Disamping itu Kanjeng Sunan Giri juga merasa prihatin dengan adanya ancaman dan ulah para pedagang asing dari Eropa yaitu orang Portugis yang ingin menguasai Nusantara khususnya Pulau Jawa.

Tumenggung Surajaya adalah Hadi yang berasal dari dusun Cancing yang sekarang termasuk wilayah Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Sejak masih muda Hadi sudah nyuwito di Kasunanan Giri dan menjadi seorang santri yang dikasihi oleh Kanjeng Sunan Giri karena sifatnya yang baik, pemuda yang trampil, cakap dan cepat menguasai ajaran agama Islam serta seluk beluk pemerintahan. Disebabkan pertimbangan itu akhirnya Sunan Giri menunjuk Hadi untuk melaksanakan perintah menyebarkan Agama Islam dan sekaligus mengatur pemerintahan dan kehidupan Rakyat di Kawasan yang terletak di sebelah barat Kasunanan Giri yang bernama Kenduruan. Untuk melaksanakan tugas berat tersebut Sunan Giri memberikan Pangkat Rangga kepada Hadi.

Ringkasnya sejarah, Rangga Hadi dengan segenap pengikutnya dengan naik perahu melalui Kali Lamong, akhirnya dapat menemukan tempat yang bernama Kenduruan itu. Adapu kawasan yang disebut Kenduruan tersebut sampai sekarang masih ada dan tetap bernama Kenduruan, berstatus Kampung di Kelurahan Sidokumpul wilayah Kecamatan Lamongan.

Di daerah baru tersebut ternyata semua usaha dan rencana Rangga Hadi dapat berjalan dengan mudah dan lancar, terutama di dalam usaha menyebarkan agama Islam, mengatur pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Pesantren untuk menyebar Agama Islam peninggalan Rangga Hadi sampai sekarang masih ada.

Kondisi geografis dan demografis[sunting | sunting sumber]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Kabupaten Lamongan terletak pada 651'54" - 723'06" Lintang Selatan dan 11233'45" - 11233'45" Bujur Timur. Kabupaten Lamongan memiliki luas wilayah kurang lebih 1.812,8 km2 atau +3.78% dari luas wilayah Provinsi Jawa Timur. Dengan panjang garis pantai sepanjang 47 km, maka wilayah perairan laut Kabupaten Lamongan adalah seluas 902,4 km2, apabila dihitung 12 mil dari permukaan laut.

Daratan Kabupaten Lamongan dibelah oleh Sungai Bengawan Solo, dan secara garis besar daratannya dibedakan menjadi 3 karakteristik yaitu:

  1. Bagian Tengah Selatan merupakan daratan rendah yang relatif agak subur yang membentang dari Kecamatan Kedungpring, Babat, Sukodadi, Pucuk, Lamongan, Deket, Tikung, Sugio, Maduran, Sarirejo dan Kembangbahu.
  2. Bagian Selatan dan Utara merupakan pegunungan kapur berbatu-batu dengankesuburan sedang. Kawasan ini terdiri dari Kecamatan Mantup, Sambeng,Ngimbang, Bluluk, Sukorame, Modo, Brondong, Paciran, dan Solokuro.
  3. Bagian Tengah Utara merupakan daerah Bonorowo yang merupakan daerah rawan banjir.Kawasan ini meliputi kecamatan Sekaran, Laren, Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinagun, Glagah.

Batas wilayah administratif Kabupaten Lamongan adalah: Sebelah Utara perbatasan dengan laut jawa, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gresik,Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Mojokerto, sebelah barat berbatasan dengan Kabupten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.

Kondisi topografi Kabupaten Lamongan dapat ditinjau dari ketinggian wilayah di atas permukaan laut dan kelerengan lahan. Kabupaten Lamongan terdiri dari daratan rendah dan bonorowo dengan tingkat ketinggian 0-25 meter seluas 50,17%, sedangkan ketinggian 25-100 meter seluas 45,68%, selebihnya 4,15% berketinggian di atas 100 meter di atas permukaan air laut.

Jika dilihat dari tingkat kemiringan tanahnya, wilayah Kabupaten Lamongan merupakan wilayah yang relatif datar, karena hampir 72,5% lahannya adalah datar atau dengan tingkat kemiringan 0-2% yang tersebar di kecamatan Lamongan, Deket, Turi,Sekaran, Tikung, Pucuk, Sukodadi, Babat, Kalitengah, Karanggeneng,Glagah, Karangbinagun,Mantup, Sugio, Kedongpring, Sebagian Bluluk, Modo, dan Sambeng, sedangkan hanya sebagian kecil dari wilayahnya adalah sangat curam, atau kurang dari 1% (0,16%) yang mempunyai tingkat kemirimgan lahan 40% lebih.

Kondisi tata guna tanah di Kabupaten Lamongan adalah sebagai berikut: baku sawah (PU) 44.08 Hektar, Baku sawah tidak resmi (Non PU) 8.168,56 Hektar, sawah tadah hujan 25.407,80 Hektar, Tegalan 32.844,33 Hektar, pemukiman 12.418,89 Hektar, Tambak / kolam / waduk 3.497,72 Hektar, kawasan hutan 32.224,00 Hektar, kebun Campuran 212,00 Hektar, Rawa 1.340,00 Hektar, Tanah tandus / kritis 889,00 Hektar dan lain-lain 15.092,51 Hektar.

2.351 orang.

industri pengaolahan sebesar 5,51 %.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di pantai utara Jawa Timur. Sebagian kawasanpesisir berupa perbukitan. Formasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Di bagian tengah terdapat dataran rendah dan bergelombang, dan sebagian tanah berawa. Di bagian selatan terdapat pegunungan, yang merupakan ujung timur dari Pegunungan Kendeng. Sungai Bengawan Solo mengalir di bagian utara.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lamongan dilintasi jalur utama pantura yang menghubungkan Jakarta-Surabaya, yakni sepanjang pesisir utara Jawa.Jalan ini sendiri melewati kecamatan Paciran yang memiliki banyak tempat pariwisata. Kota Lamongan sendiri juga dilintasi jalur Surabaya-Cepu-Semarang. Babat merupakan persimpangan antara jalur Surabaya-Semarang dengan jalur Jombang-Tuban.

Lamongan juga dilintasi jalur kereta api lintas utara Pulau Jawa. Stasiun kereta api terbesarnya adalah di Lamongan dan Babat.

Bis yang beroperasi pada jalur Tuban-Jombang-Malang menggunakan bus mini. Untuk tujuan Malang dari Babat naik Puspa Indah jurusan Jombang, turun di terminal Jombang diteruskan lagi naik bus Puspa Indah jurusan Malang, jadi rute ke Malang membutuhkan sebanyak 2 kali ganti trayek dan waktu yang lama.

Mitos[sunting | sunting sumber]

Ikan Lele merupakan "binatang yang dikeramatkan" bagi masyarakat Lamongan khususnya daerah Kecamatan Glagah, mereka dilarang untuk memakan lele oleh leluhurnya yaitu Surajaya, Sebab Surajaya[2] telah bernazar bahwa dia dan keturunannya tidak akan makan lele[3], karena lele telah menyelamatkannya.

Kuliner Khas Lamongan[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lamongan mempunyai bermacam-macam masakan khas Lamongan, diantaranya:

Minuman[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lamongan mempunyai bermacam-macam minuman khas Lamongan, diantaranya:

  • Es Dawet Ental

Oleh-oleh[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lamongan mempunyai bermacam-macam oleh-oleh khas Lamongan, diantaranya:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Tempat wisata alam di Kabupaten Lamongan, yaitu:

Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

Tempat wisata sejarah di Kabupaten Lamongan, yaitu:

Wisata Religi[sunting | sunting sumber]

Tempat wisata religi di Kabupaten Lamongan, yaitu:

Pendidikan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Di Lamongan terdapat banyak perguruan tinggi, baik yang berbentuk Universitas maupun Sekolah Tinggi, antara lain:

Sekolah Menengah Atas[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah nama-nama sekolah Sekolah Menengah Atas di Lamongan, yang terdiri dari SMA/SMK/MA.

SMAN 1 BABAT,SMAN 1 BLULUK,SMAN 1 KARANGBINANGUN,SMAN 1 KEDUNGPRING,SMAN 1 KEMBANGBAHU,SMA Negeri 1 Lamongan,SMAN 1 MANTUP,SMAN 1 NGIMBANG,SMAN 1 PACIRAN,SMAN 1 SEKARAN,SMA Negeri 2 Lamongan,SMAN 3 LAMONGAN,SMAN SUKODADIMAN BABAT, MAN LAMONGAN, MA MA'ARIF 19 HASYIM ASY'ARI, MA A. WAHID HASYIM, MA AL AMAN, MA AL AZHAR, MA AL AZHAR , MA AL BALAGH BULUTIGO, MA AL IKHSAN, MA AL ISHLAH, MA AL ISLAH, MA AL ISLAMIYAH, MA AL KHOIRIYAH, MA AL MUHTADI, MA AL MUNAWWARAH, MA AL MUSLIMUN, MA AS SA`ADAH, MA BAHRUL ULUM, MA BAHRUL ULUM, MA BUSTANUL ULUM, MA DARUL MA`ARIF, MA DARUL ULUM, MA DINIYAH, MA Darul Ulum, MA FATHUL HIDAYAH, MA HIDAYATUL UMMAH, MA ISLAMIYAH, MA MA'ARIF 10 DARUL AFKAR, MA MA'ARIF 15 HHIDAYATUL MUTAALLIMIN, MA MA'ARIF 20 TARBIYATUL HUDA, MA MA'ARIF PUTER, MA MAARIF 7, MA MAARIF NU DARUL IHSAN, MA MAMBAUL MA`ARIF, MA MATHOLI'UL ANWAR, MA MAZRA`ATUL ULUM, MA MA`ARIF 11 NGIMBANG, MA MA`ARIF 13 NGIMBANG, MA MA`ARIF 14 NGIMBANG, MA MA`ARIF 17 PACIRAN, MA MA`ARIF 22 DARUL ULUM, MA MA`ARIF 4 SOLOKURO, MA MA`ARIF 8 IHYAUL ULUM, MA MA`ARIF 9 KARANGBINANGUN, MA MA`ARIF AL MUHTADI, MA MA`ARIF NAHDLATUL ULAMA, MA MA`ARIF SUKODADI, MA MIFTAHUL HIDAYAH, MA MIFTAHUL JINAN, MA MIFTAHUL ULUM, MA MUHAMMADIYAH 02 PONDOK MODERN PACIRAN, MA MUHAMMADIYAH 05, MA MUHAMMADIYAH 1, MA MUHAMMADIYAH 8, MA MUHAMMADIYAH 9, MA MUHAMMADYAH 10, MA MUHAMMADYAH 3, MA MUHAMMADYAH 4, MA MUHAMMADYAH 6, MA Maarif NU Mambaul Uluum, MA NAHDLATUL ULAMA, MA NAHDLATUL ULAMA I, MA NU INFARUL GHOY, MA NU MALAKUL HUDA, MA NURUL ISLAM Sumber Dadi, MA PEMBANGUNAN, MA RAUDLATUL MUTA`ALLIMIN, MA ROHMATUL UMMAH, MA ROUDLATUL MUTA`ABBIDIN, MA RUHUL AMIN, MA SABILILLAH, MA SALAFIYAH, MA SUNAN AMPEL, MA SUNAN DRAJAT SUGIO, MA TARBIYATUL HUDA, MA TARBIYATUT THOLIBAH, MA TA`SITUT TAQWA, MA YPPI 1945 BABAT, SMA AL-AMIN, SMA AL-KAUTSAR, SMA DARUL ROHMAH, SMA DARUL ULUM, SMA DARUSSALAM, SMA DR. MUSTA'IN ROMLY, SMA EMPAT LIMA 1, SMA EMPAT LIMA I, SMA HASYIM ASY'ARI 1, SMA HASYIM ASY'ARI 2, SMA I SIMANJAYA, SMA ISLAM, SMA ISLAM TERPADU AL-AZHAR, SMA KHOZAINUL ULUM, SMA KOSGORO, SMA MA'ARIF, SMA MA'ARIF 2, SMA MA'ARIF NU, SMA MA'ARIF NU MAMBAUL ULUM, SMA MA'ARIF NU NURUL HUDA, SMA MANGGALA SAKTI, SMA MAZRAATUL ULUM, SMA MUHAMMADIYAH 1, SMA MUHAMMADIYAH 10, SMA MUHAMMADIYAH 11, SMA MUHAMMADIYAH 2, SMA MUHAMMADIYAH 3, SMA MUHAMMADIYAH 4, SMA MUHAMMADIYAH 5, SMA MUHAMMADIYAH 6, SMA MUHAMMADIYAH 7, SMA MUHAMMADIYAH 8, SMA MUHAMMADIYAH 9, SMA NAHDLATUL ULAMA', SMA NAHDLOTUL ULAMA, SMA NU 1 MODEL, SMA NU MODO, SMA NUSANTARA 1, SMA NUSANTARA 2, SMA PANCA MARGA 1, SMA PERSATUAN, SMA PGRI 1 KALITENGAH, SMA PGRI 1 LAMONGAN, SMA PGRI BLULUK, SMA PGRI MANTUP, SMA PGRI MODO, SMA PGRI NGIMBANG, SMA ROUDLOTUL MUTTA'ALIMIN, SMA SUNAN DRAJAT, SMA TASHWIRUL ARKAR, SMA TA`MIRIYAH, SMA UNGGULAN BPPT AL FATTAH, SMA WACHID HASJIM, SMA WAHID HASYIM MODEL, SMA WALI SONGO, SMALB MA'ARIF LAMONGAN, SMKN 1 BRONDONG, SMKN 1 LAMONGAN, SMKN 2 LAMONGAN, SMKN KALITENGAH, SMKN SAMBENG, SMKN SARIREJO, SMK AHMAD YANI, SMK DARMA PLUS PAYAMAN, SMK HASYIM ASY'ARI, SMK IDHOTUN NASYI'IN, SMK ISLAM, SMK ISLAM, SMK ITTIHADIL IKHWAN, SMK KELAUTAN PP. SUNAN DRAJAT, SMK MA'ARIF NU MANTUP, SMK MAHARDIKA, SMK MUHAMMADIYAH 1, SMK MUHAMMADIYAH 10, SMK MUHAMMADIYAH 12, SMK MUHAMMADIYAH 3, SMK MUHAMMADIYAH 4, SMK MUHAMMADIYAH 5, SMK MUHAMMADIYAH 6, SMK MUHAMMADIYAH 7, SMK MUHAMMADIYAH 8, SMK MUHAMMADIYAH 9, SMK NAHDLATUL ULAMA, SMK NAHDLATUL ULAMA' I, SMK NU 1 BUSTANUL ULUM, SMK NU 1 KARANGGENENG, SMK NU 1 KEDUNGPRING, SMK NU 1 PACIRAN, SMK NU 1 PUCUK, SMK NU 1 SUKODADI, SMK NU 2 GLAGAH, SMK NU 2 KEDUNGPRING, SMK NU 2 PACIRAN, SMK NU 5 BABAT, SMK NU AL HIDAYAH, SMK NU DARUL HIKAM, SMK NU MAMBA'UL ULUM, SMK NU MAZRA'ATUL ULUM, SMK NU SEKARAN, SMK NU SUGIO, SMK PATRIA, SMK PGRI 1 LAMONGAN, SMK PGRI 3 LAMONGAN, SMK PGRI BABAT, SMK PGRI SUKODADI, SMK SUNAN DRAJAT, SMK TA'SISUT TAQWA, SMK TELEKOMUNIKASI SABILILLAH, SMK THORIQUL 'ULUM, SMK TI MUHAMMADIYAH 11, SMK TI SUNAN GIRI, SMK TRISAKTI, SMK WACHID HASJIM, SMK WACHID HASYIM.

Sekolah Menengah Pertama[sunting | sunting sumber]

SMP Islam Tanfirul Ghoyyi Lamongan SMP Negeri 1 Lamongan , SMP Negeri 2 Lamongan , SMP Negeri 3 Lamongan , SMP Negeri 4 Lamongan , SMP Negeri 5 Lamongan , SMP Negeri 1 Tikung , SMP Negeri 1 Sarirejo , SMP Negeri 1 Kembangbahu , SMP Negeri 1 Mantup , SMP Negeri 2 Mantup , SMP Negeri 1 Deket , SMP Negeri 2 Deket , SMP Negeri 1 Ngimbang , SMP Negeri 1 Sambeng , SMP Negeri 1 Babat , SMP Negeri 2 Babat , SMP Negeri 1 Modo , SMP Negeri 1 Maduran , SMP Negeri 1 Karangbinagun , SMP Negeri 1 Turi , SMP Negeri 1 Sukodadi , SMP Negeri 1 Pucuk , SMP Negeri 1 Paciran , SMP Negeri 1 Bluluk , SMP Negeri 1 Brondong , SMP Negeri 1 Sekaran , SMP Negeri 1 Glagah , SMP Negeri 1 Solokuro , SMP Negeri 1 Laren , SMP Negeri 1 Sugio , SMP Negeri 1 Karanggeneng , SMP Negeri 1 Kedungpring , SMP Negeri 1 Kalitengah , SMP Negeri 1 Sukorame

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Koprasmal

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]