Babat, Lamongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Babat
—  Kecamatan  —
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Lamongan
Luas 6.375.475 Ha
Jumlah penduduk 75.717 jiwa
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 21 desa, 2 kelurahan, 47 dusun

Babat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Indonesia.

Pusat kota Babat terletak di persimpangan jalur antara Surabaya - Cepu dan Jombang - Tuban. Babat merupakan kota kecamatan terbesar kedua di Kabupaten Lamongan yang memiliki lokasi yang sangat strategis sehingga hal ini merupakan suatu aset yang sangat besar untuk pengembangan Kecamatan Babat untuk diperbesar lagi perannya selaku Kawasan Perdagangan di Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Babat merupakan daerah atau kawasan grosir bagi 4 kota/kabupaten untuk memperoleh komoditas perdagangan terutama hasil-hasil pertanian. Di Babat terdapat 2 stasiun kereta api, yakni Babat dan Gembong. Penduduknya berjumlah 75.717 jiwa, yang terdiri dari 37.234 laki-laki dan 38.483 perempuan.

Dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan, Kecamatan Babat dilaksanakan oleh Sekretaris Kecamatan <Sekcam> dan Kasi-kasi, antara lain;

  • Joko Raharto, SSTP, MAP <Sekcam>
  • Supriyono, SH <Kasi Pemerintahan>
  • Nur Wakit <Kasi Ekbang>
  • Wrestiana, SE <Kasi PMD>
  • Kasmin, SH <Kasi Trantib>

Babat terkenal dengan julukan "Kota Wingko", karena di kota ini banyak terdapat industri makanan. Namun selain wingko industri makanan yang dikembangkan di babat adalah jenang, krupuk berbahan ketela dan produk-produk lain hasil dari home industri. Wingko Babat.

Sarana pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Di Kecamatan Babat ini terdapat Dinas Instansi baik instansi teknis maupun instansi yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat dengan jumlah 26 Dinas Instansi; 70% sudah memiliki perkantoran sendiri tapi belum terlalu layak sedangkan sisanya yakni 30% masih bergabung dengan instansi lain.

Sarana perekonomian[sunting | sunting sumber]

Di Kecamatan Babat terdapat empat Pasar Desa dan satu Pasar Kabupaten yang merupakan pusat pengembangan perekonomian masyarakat baik di desa maupun di pusat Kota Babat.

Adapun data pasar adalah sebagai berikut:

  • Pasar Desa Plaosan dengan jumlah los 3 buah, Kios 13 buah dengan jumlah pedagang 56 orang yang buka setiap hari
  • Pasar Desa Gembong dengan jumlah los 5 buah, jumlah kios 140 dengan jumlah pedagang 232 orang yang buka pasaran Pon dan Kliwon
  • Pasar Desa Moropelang dengan jumlah kios 96 dengan jumlah pedagang 192 orang yang buka setiap hari *Pasar Desa Keyongan dengan jumlah los 4 buah, jumlah kios 9 dengan jumlah pedagang 31 orang yang buka setiap hari
  • Pasar Kelurahan Babat dengan jumlah kios 949 dengan jumlah pedagang 1.387 orang
  • Pasar Daerah, buka setiap hari
  • Pasar Agrobis
  • Pasar ayam di Kelurahan Babat
  • Pasar Burung di kelurahan Babat
  • Pasar Ikan di kelurahan Babat

Di kota Babat di samping terdapat pasar kabupaten juga tumbuh swalayan-swalayan yang lokasinya di sekitar Pasar Babat. Adapun swalayan tersebut adalah:

  • Alfa lokasinya di Kelurahan Banaran;
  • Indomaret 1 lokasinya di Kelurahan Banaran;
  • Indomaret 2 lokasinya di Kelurahan Banaran;
  • Indomaret 3 lokasinya di Kelurahan Banaran;
  • A w a m swalayan lokasinya di Kelurahan Babat;
  • S i s w a swalayan lokasinya di Kelurahan Babat
  • Kinar swalayan lokasinya di Kelurahan Babat

Adapun untuk pelayanan perbankan, antara lain'

  • MANDIRI
  • BNI Syari'ah
  • BNI 46
  • BCA
  • BRI 1
  • BRI 2
  • BRI 3
  • LIPPO
  • Panin Bank
  • Bank Jatim
  • Bank Daerah Lamongan
  • KJKS BMT BUS
  • dan lembaga-lembaga perbankan lainnya

Sarana sosial[sunting | sunting sumber]

Di Kecamatan Babat terdapat sarana pendidikan non formal seperti pondok pesantren yang jumlahnya 9 pondok yaitu:

  • Ponpes As-Syafiiyah di Kelurahan Babat yang diasuh oleh KH. Khurkhi
  • Ponpes Ihyaul Ulum di Kelurahan Babat yang diasuh oleh KH. Fahrur Rozi
  • Ponpes Hidayatus Sibyan di Sawo, Kelurahan Babat yang diasuh oleh KH. Munir
  • Ponpes Tarbiyatul Muttaalimin di Desa Kuripan yang diasuh oleh KH. Farkhan
  • Ponpes Muhammadiyah di Kelurahan Babat yang diasuh oleh KH. Muhlis Sulaiman
  • Ponpes Roudlotul Mutaalimin di Dusun Tegalrejo, Datinawong yang diasuh oleh KH. M. Farkhan. Sag. -
  • Ponpes Nurus Siroj di Desa Tritunggal yang diasuh oleh KH. Kholiq Affandi
  • Ponpes Al-Barokah Ngetrep Gilang, Babat yang diasuh oleh KH. Sunhaji Luqman
  • Ponpes Roudlotul Muttaalimin di Desa Moropelang yang diasuh oleh K. Syeirozy

Sarana Pendidikan di Kecamatan Babat adalah sebagai berikut:

  • SDN - 36 sekolah
  • MI - 30 sekolah
  • SLTP - 09 sekolah
  • SLTA - 08 sekolah

Sarana perhubungan[sunting | sunting sumber]

Di Kecamatan Babat terdapat beberapa sarana perhubungan yang menuju berbagai kota di Jawa, Sumatra,dan Bali. Adapun sarana perhubungan dimaksud sebagai berikut:

  • Sarana perhubungan darat:
    • Bus antar provinsi
    • Bus antar kota dalam provinsi
    • Kereta Api ekspres Jakarta dan Surabaya
    • KRD (Bojonegoro-Surabaya)
    • Minibus antar Kota dalam Propinsi
    • Colt MPU
    • Dokar / Kereta kuda
    • Becak
  • Sarana perhubungan air yang melintasi Bengawan Solo biasanya digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dan atau belanja barang bagi para pedagang di sekitar Bengawan Solo ke pasar Babat.
  • Sarana komunikasi di Kecamatan Babat melalui media telepon (Telkom), elektronik (Radio Mahkota FM dan Radio Suara Ronggohadi FM), Kantor Pos dan Giro.

Di Kecamatan Babat terdapat potensi wisata yang untuk sementara ini belum dikelola secara teknis yaitu Gua Kelelawar dan Sendang Pucakwangi.

Desa dan kelurahan di Kec. Babat[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]