MNCTV

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
MNCTV
PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia
MNCTV MNC-Group.svg
Diluncurkan 23 Januari 1991 (sebagai TPI)
20 Oktober 2010 (sebagai MNCTV)
Pemilik Cipta Lamtoro Gung Persada (1991-1998)
Media Nusantara Citra (2003-sekarang)
Slogan Sebagai MNCTV
"Selalu di Hati" (2010-sekarang)

Sebagai TPI
"Makin Indonesia Makin Asyik Aja" (2007-2010)
"Makin Asyik Aja" (1998-2007)
"Televisi Keluarga Anda" (1994-1997)
"Televisi Pendidikan Indonesia" (1991-1998)

Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Nama sebelumnya TPI (tahun 1991-2010)
Saluran saudara TVRI (1991-1997)
RCTI (2003-sekarang)
Global TV (2003-sekarang)
SINDOtv (2007-sekarang)
MetroTV (2000-2003)
Situs web www.mnctv.com
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Amuntai 22 UHF
Banda Aceh 34 UHF
Bandar Lampung 24 UHF
Bandung 62 UHF
Banjarmasin 36 UHF
Batam 41 UHF
Bengkulu 40 UHF
Cirebon 44 UHF
Denpasar 44 UHF
Garut 28 UHF
Jakarta 37 UHF
Jember - UHF
Kediri 59 UHF
Madiun 38 UHF
Makassar 29 UHF
Malang 36 UHF
Manado 46 UHF
Mataram 52 UHF
Medan 25 UHF
Padang 41 UHF
Satelit
Indovision
Top TV
OkeVision
82
Palapa D 4184 V 6700 FEC 3/4
TransVision 151

MNCTV (dahulu bernama TPI) adalah stasiun televisi swasta Indonesia yang mengudara secara terestrial dari Jakarta. Namanya yang sekarang dipergunakan sejak 20 Oktober 2010.

MNCTV merupakan stasiun televisi swasta ketiga di Indonesia setelah RCTI dan SCTV. MNCTV didirikan oleh Mbak Tutut dan dulu sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Cipta Lamtoro Gung Persada.

Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2010, MNCTV tidak menyiarkan acara olahraga. Tetapi, mulai tahun 2010 hingga 2013, MNCTV kembali menyiarkan acara olahraga yaitu Liga Utama Inggris.

Pada tahun 2011, MNCTV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama RCTI dan Global TV.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awal didirikan[sunting | sunting sumber]

TPI pertama kali mengudara pada 1 Januari 1991 selama 2 jam dari jam 19.00-21.00 WIB. TPI diresmikan Presiden Soeharto pada 23 Januari 1991 di Studio 12 TVRI Senayan, Jakarta Pusat. Pada awal pendiriannya tahun 1991 TPI hanya ingin menyiarkan siaran edukatif saja. Saat itu TPI hanya mengudara 4 jam. Salah satunya dengan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyiarkan materi pelajaran pendidikan menengah. Sejak itu TPI mengudara 4 jam, lalu sejak 1 Juni 1991 menjadi 6,5 jam. Lalu menjelang akhir 1991 sudah 8 jam.

TPI setelah pertengahan 1990-an[sunting | sunting sumber]

Pada tahap awal pendiriannya, TPI berbagi saluran dengan televisi milik pemerintah, TVRI. Perlahan-lahan mereka mengurangi misi edukatif, dengan juga menyiarkan acara-acara lain, termasuk kuis-kuis dan sinetron sebagai selingan.

TPI berpisah saluran dengan TVRI di pertengahan 90-an. Program edukasi pun tergusur, dan TPI fokus di program acara musik dangdut, seolah acara lain yang disebut 'makin Indonesia' dalam motto barunya seakan tenggelam oleh hingar bingar acara dangdut di TPI. Bahkan TPI sebagai kependekan dari Televisi Pendidikan Indonesia sudah tidak berlaku lagi.

Dalam situs web resmi TPI, disebutkan TPI adalah Televisi Paling Indonesia, sesuai dengan misi barunya, yakni menyiarkan acara-acara khas Indonesia seperti tayangan sinetron lokal dan musik dangdut. TPI pernah mendapat penghargaan karena telah bertahun-tahun menayangkan acara kuis dangdut pertama di Indonesia yaitu Kuis Dangdut yang dibawakan oleh Jaja Miharja dan Dorce Gamalama. Pada Festival Sinetron Indonesia 1997, serial "Mat Angin" (Deddy Mizwar) yang ditayangkan TPI menyabet 11 penghargaan, ditambah dengan 5 penghargaan lagi tahun berikutnya dari serial yang sama. Tak lupa juga acara terfavorit di Indonesia yaitu Santapan Nusantara yang dibawakan oleh Enita Sriyana, sang pakar kuliner.

Program Kontes Dangdut Indonesia yang merupakan versi dangdut dari kontes American Idol dan Indonesian Idol merupakan salah satu program unggulan TPI pada saat itu.

Sejak Oktober 2003, 75% saham TPI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki RCTI dan Global TV.

Peluncuran ulang dan pergantian nama[sunting | sunting sumber]

Sejak 20 Oktober 2010, TPI resmi berganti nama menjadi MNCTV. Perubahan ini terjadi dikarenakan TPI tidak sesuai dengan konteks tertulis pada televisi tersebut yaitu menjadi salah satu televisi yang berbau pendidikan di Indonesia, dan oleh karena itu nama TPI berubah menjadi MNCTV untuk mengubah citra TPI di mata masyarakat.[1][2]

[sunting | sunting sumber]

Program[sunting | sunting sumber]

Saat ini[sunting | sunting sumber]

Dahulu[sunting | sunting sumber]

Penyiar[sunting | sunting sumber]

Direksi[sunting | sunting sumber]

Daftar direktur utama[sunting | sunting sumber]

No. Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Siti Hardijanti Rukmana 1991 1998
2 Tito Sulistio 1998 2001
3 Dandy Nugroho Rukmana 2001 2004
4 Hidajat Tjandradjaja 2004 2005
5 Sang Nyoman Suwisma 2005 sekarang

Direksi saat ini[sunting | sunting sumber]

Struktur dewan direksi MNCTV saat ini adalah sebagai berikut:

No. Nama Jabatan
1 Sang Nyoman Suwisma Direktur Utama
2 Nana Putra Direktur Pelaksana
3 Ruby Panjaitan Direktur Keuangan dan Teknologi
4 Endah Hari Utari Direktur Program dan Produksi
5 Jasmine Pratiwi Direktur Penjualan dan Pemasaran

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 20 Oktober 2009, terjadi sidang gugatan pailit pada stasiun ini. Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menilai putusan hakim yang memailitkan TPI penuh keganjilan.

Dia mengatakan, seharusnya putusan Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan pailit PT Crown Capital Global Limited (CCGL) atas PT Cipta TPI ditinjau ulang.[3] Penanganan kasus yang melibatkan media massa tidak bisa disamakan dengan penanganan perusahaan jasa atau lainnya. Sebab, tidak semua kalangan mampu dan sanggup menggunakannya, sehingga penanganannya pun harus dikecualikan. "Ini kan nampak sangat ceroboh, tidak bisa disamakan," kata dia. Dalam putusan pailit ini, menurut Ade, kerugian tidak hanya dialami perusahaan tersebut tapi masyarakat luas juga turut dirugikan.[3]

Mengantisipasi hal serupa, harus ada upaya bersama dari beberapa pihak, seperti dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Asosiasi Televisi Swasta, dan stake holder lainnya. Terutama untuk melawan putusan sepihak dan janggal yang dikeluarkan lembaga hukum.[4]

Putusan pailit juga pernah didukung dari DPR dalam proses hukum yang sedang berjalan di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA). Dukungan itu diungkapkan Marzuki Alie saat menerima kunjungan sejumlah Direksi TPI di ruang kerja DPR, Senayan, Jakarta, pada tanggal 25 November 2009.[5]

Pada tanggal 23 Agustus 2010 Pengadilan secara mutlak memenangkan gugatan MNC terhadap TPI dengan membatalkan TUN.[6]

Kembalinya kepemilikan TPI kepada Mbak Tutut[sunting | sunting sumber]

Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh Mbak Tutut, terkait kasus TPI yang selama ini dikuasai oleh Media Nusantara Citra di bawah pimpinan Hary Tanoesoedibjo. Putusan tersebut dikabulkan pada tanggal 2 Oktober 2013.[7]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Pada November 2002, MNCTV (yang pada saat itu bernama TPI) mendapatkan penghargaan Indonesian Television Station Of The Year 2002 dan Stasiun TV Terfavorit.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]