Kabupaten Gresik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Gresik)
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Gresik
Lambang Kabupaten Gresik.png
Lambang Kabupaten Gresik
Moto: Satya Bina Kertaraharja (Teguh Membangun Kesejahteraan)


Locator kabupaten gresik.png
Peta lokasi Kabupaten Gresik
Koordinat: 112°xx’-113°xx’ BT dan 07°xx’-08°xx’ LS
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Kota Gresik
Pemerintahan
 - Bupati Dr. Ir. Sambari Halim R. M. Si
 - Wakil Bupati Drs. H. Moh. Qosim, M.Si
 - DAU Rp. 804.903.511.000.-(2013)[1]
Luas 1.191,25 km2
Populasi
 - Total 1.307.995 jiwa (2012)
 - Kepadatan 1.098 jiwa/km2
Demografi
 - Suku bangsa Jawa
 - Bahasa Indonesia, Jawa
 - Kode area telepon 031
Pembagian administratif
 - Kecamatan 18
 - Kelurahan 26
 - Desa 330
 - Fauna resmi Rusa Bawean
 - Situs web Gresik Online

Kabupaten Gresik adalah sebuah kabupaten memiliki luas 1.191,25km² di Jawa Timur, Indonesia.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Laut Jawa
Selatan Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto
Barat Kabupaten Lamongan
Timur Selat Madura

Wilayah Kabupaten Gresik juga mencakup Pulau Bawean, yang berada 150 km lepas pantai Laut Jawa. Ibu kota Kabupaten Gresik berada 20 km sebelah utara Kota Surabaya.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The History of Java mengungkapkan bahwa nama Gresik berasal dari kata giri gisik, yang berarti "gunung di tepi pantai", merujuk pada topografi kota yang berada di pinggir pantai.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Prasasti di Gresik

Menurut catatan dari Tiongkok, Gresik didirikan di abad ke-14 oleh seorang Tionghoa[2]

Sejak abad ke-11, Gresik menjadi pusat perdagangan dan kota bandar yang dikunjungi oleh banyak bangsa seperti, Cina, Arab, Champa, dan Gujarat. Gresik juga sebagai pintu masuk Islam pertama di Jawa, yang antara lain ditandai dengan adanya makam-makam Islam kuno dari Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Fatimah binti Maimun[3]. Gresik sudah menjadi salah satu pelabuhan utama dan kota dagang yang cukup penting sejak abad ke-14, serta menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dari Maluku menuju Sumatera dan daratan Asia (termasuk India dan Persia). Hal ini berlanjut hingga era VOC.

Tahun 1411 penguasa Gresik, seorang kelahiran Guangzhou, mengirim utusan ke kaisar Tiongkok. Di abad ke-15, Gresik menjadi pelabuhan dagang internasional yang besar. Dalam Suma Oriental-nya, Tomé Pires menyebutnya sebagai "permata pulau Jawa di antara pelabuhan dagang".

Pada era VOC, Afdeeling Gresik terdiri dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Sedayu. Kota Gresik sendiri berada pada jalur utama jalan pos Daendels. Perkembangan Surabaya yang cukup pesat memaksa dihapuskannya Kabupaten Gresik dan bergabung dengan Kabupaten Surabaya pada tahun 1934.

Pada awal Kemerdekaan Indonesia, Gresik hanyalah sebuah kawedanan di bawah Kabupaten Surabaya. Didirikannya Pabrik Semen Gresik pada tahun 1953 merupakan titik awal industrialisasi di Gresik. Pada tahun 1974, status Kabupaten Surabaya dihapus dan sebagai penggantinya adalah Kabupaten Gresik, dengan bupati pertama H. Soeflan. Kawasan permukiman pun semakin melebar, dan bahkan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kawasan Bunder.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Gresik dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Beberapa industri di Gresik antara lain Semen Gresik, Petrokimia Gresik, Nippon Paint, BHS-Tex, Industri perkayuan/ Plywood dan Maspion. Gresik juga merupakan penghasil perikanan yang cukup signifikan, baik perikanan laut, tambak, maupun perikanan darat. Gresik juga terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap berkapasitas 2.200 MW. Antara Gresik dan Surabaya dihubungkan oleh sebuah Jalan Tol Surabaya-Manyar, yang terhubung dengan Jalan Tol Surabaya-Gempol. Selain itu perekonomian masyarakat Gresik banyak ditopang dari sektor wiraswasta. Salah satunya yaitu Industri Songkok, Pengrajin Tas, Pengrajin Perhiasan Emas & Perak, Industri Garment (konveksi). Di utara kota Gresik juga tepatnya di kota Sedayu merupakan penghasil sarang burung walet terbesar di indonesia

Fauna identitas (maskot)[sunting | sunting sumber]

Fauna Identitas Kabupaten Gresik adalah Rusa Bawean yaitu Rusa yang berasal dari Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Rusa Bawean selain menjadi fauna identitas/ maskot Kabupaten Gresik, tetapi juga hewan kebanggaan warga Gresik.

Kuliner khas Gresik[sunting | sunting sumber]

Makanan[sunting | sunting sumber]

Makanan khas Gresik adalah:

  • nasi krawu
  • sego rumo
  • Otak-otak bandeng
  • Bonggolan
  • Pudak
  • Jubung
  • Ayas
  • Ubus
  • Gajih pinggir
  • Bontosan Giri yang hanya ada di daerah sekitar makam Sunan Giri.

Minuman[sunting | sunting sumber]

Minuman khas Gresik adalah:

  • Es Siwalan
  • Legen panceng
  • Temu lawak
  • Wedang pokak

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

merupakan tujuan wisata bahari, yang terdapat suaka alam dan suaka margasatwa, wisata pantai "pasir putih" yang berada di desa dalegan kecamatan Panceng yang menyuguhkan suasana hiburan pemandangan laut, bermain dan mandi di pantai yang aman dan nyaman.

Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa, Muara Bengawan Solo merupakan kawasan yang tidak kalah menariknya untuk dikunjungi.

Wisata ziarah[sunting | sunting sumber]

Wisata tradisi[sunting | sunting sumber]

Selain itu ada tradisi yang telah cukup lama hingga sekarang masih terus berlangsung yakni tradisi rebo wekasan, Haul Bungah, Nyadran di desa Abar-abir, malem selawe, dan pasar bandeng.[4]

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Di daerah Gresik juga ada tim Sepakbola yang bernama:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ M. C. Ricklefs, A History of Modern Indonesia since c. 1200, Palgrave MacMillan, New York, 2008 (terbitan ke-4), ISBN 978-0-230-54686-8, p. 41
  3. ^ Buku Potensi Pariwisata dan Produk Unggulan Jawa Timur.2009
  4. ^ Kota Gresik: Sebuah Perspektif Sejarah dan Hari Jadi. Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Gresik. 1991.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]