Kereta api Bangunkarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Papan Nama Kereta (14).PNG
Kereta api Bangunkarta
Info
Kelas Eksekutif Satwa
Sistem Kereta api ekspress
Status Beroperasi
Lokal Daop VIII Surabaya
Stasiun terminus Jombang
Gambir
Jumlah stasiun 12
Rute pelayanan 1
Nomor KA 43-44
Operasional
Dibuka 10 Januari 1985
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi VIII Surabaya
Dipo Sidotopo
Lokomotif CC 206
Lebar trek 1067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasi 50 - 100 Km/jam

Kereta api Bangunkarta adalah kereta api kelas Eksekutif Satwa yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Gambir-Jombang PP.

Sejarah dan Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Kereta api Bangunkarta dioperasikan pertama kali pada bulan Januari 1985 melayani pemerjalan kelas Ekonomi dari Jombang ke Jakarta, dengan nama Kereta Api Tebuireng. Pada tanggal 24 Desember 1994 layanan KA Tebuireng ditingkatkan dengan menambah rangkaian kereta kelas Bisnis, dan sejak tanggal 1 Agustus 1996 semua rangkaian berubah layanannya menjadi kelas Bisnis.

Penambahan layanan kelas Eksekutif dilakukan sejak tanggal 1 Februari 1999 dan pada tanggal 1 Juli 2001 kereta yang melayani rute dari Jombang menuju Jakarta tersebut melayani perjalanan dengan kelas Eksekutif dan Bisnis, dengan rangkaian yang terdiri dari 2 kereta kelas Eksekutif (K1) dan 8 kereta kelas Bisnis (K2). Sejak itu pula kereta ini diberi nama KA Bangunkarta.

Pada mulanya Kereta api ini melewati jalur selatan (Yogyakarta dan Purwokerto), kemudian diubah sehingga melewati jalur utara (Semarang). Perjalanan sejauh 738 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 13 jam dan hanya berhenti di Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Madiun, Nganjuk dan Kertosono.

Sejak 5 Desember 2009, Bangunkarta diubah seluruhnya menjadi kelas Eksekutif dengan menggunakan rangkaian kereta yang dahulu digunakan untuk Gajayana, sebelum KA Gajayana mendapatkan rangkaian kereta baru buatan PT INKA Madiun tahun itu juga.

Karena DAOP VII Madiun belum memiliki loko CC, maka KA Bangunkarta ditarik oleh CC 203 pinjaman dari Dipo Lokomotif Jatinegara milik DAOP I JAKK.


Penamaan[sunting | sunting sumber]

Nama Tebuireng, sebagaimana yang disandang kereta ini saat peluncurannya tahun 1985, diperoleh karena mayoritas penumpang kereta tersebut adalah para santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang hendak melakukan perjalanan menuju Ibu Kota maupun tujuan-tujuan lainnya.

Sedangkan nama Bangunkarta diambil dari singkatan nama kota asal dan tujuan kereta api yaitu Jombang, Madiun, dan Jakarta (Bangunkarta).

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah jadwal perjalanan KA Bangunkarta berdasarkan GAPEKA 2013 (grafik Perjalanan Kereta Api 2013):

KA 43 Bangunkarta (Jombang-Gambir)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Jombang - 16.00
Kertosono 16.14 16.17
Nganjuk 16.37 16.39
Madiun 17.18 17.30
Paron 17.51 18.00
Semarang Tawang 20.55 21.03
Pekalongan 23.02 23.12
Tegal 00.00 00.07
Brebes 00.19 00.28
Cirebon 01.38 01.44
Jatinegara 04.16 04.18
Gambir 04.43 -
KA 44 Bangunkarta (Gambir-Jombang)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Gambir - 17.45
Jatinegara Ls 17.54
Cirebon 20.28 20.39
Tegal 21.44 21.48
Pekalongan 22.36 22.40
Semarang Tawang 01.03 01.15
Paron 04.15 04.17
Madiun 04.38 04.45
Nganjuk 05.24 05.26
Kertosono 05.43 05.46
Jombang 06.15 -
Interior KA Bangunkarta

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada hari Rabu, 17 Juli 2013 jam 04.04 di KM 234+540 (JPL 74) antara Stasiun Masaran-Stasiun Sragen, KA Bangunkarta Gambir-Jombang (KA 44) menabak truk bermuatan kertas gulungan, truk terseret kurang lebih 100 meter dan muatan tercecer di depan Lokomotif CC 203 12. Masinis dan asisten masinis dilarikan ke rumah sakit Islam Amal Sehat Sragen. Akibat insiden ini 3 KA terlambat dan kabin lokomotif CC 203 12 rusak berat, sehingga harus diperbaiki di Balai Yasa Pengok, Yogyakarta.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]