Kereta api Turangga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Plat nama KA Turangga.png
Kereta api Turangga
Turangga di gadobangkong.jpg
Kereta api Turangga berjalan langsung Stasiun Gadobangkong
Info
Kelas Eksekutif satwa
Sistem Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daop 8 Surabaya
Stasiun terminus Surabaya Gubeng
Bandung
Jumlah stasiun 13
Rute pelayanan 1
Nomor KA 49-50
Operasional
Dibuka 2 September 1995
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi VIII Surabaya
Dipo Sidotopo (SDT), Untuk Rangkaian Kereta dan Lokomotif
Bandung (BD), Untuk Lokomotif Kereta
Lokomotif CC206
Lebar trek 1067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasi 50 s.d. 100 km/jam
Peta Rute
Surabaya Kota
Head station
Sidotopo
Junction to left Continuation to right
Surabaya Gubeng
Station on track
Wonokromo
Unknown route-map component "xpBHF"
ke Sidoarjo
Junction to left Continuation to right
Jembatan Mayangkara
Unknown route-map component "AKRZ-AUKum"
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Unknown route-map component "AKRZ-UKu"
Jalan Surabaya-Mojokerto
Unknown route-map component "AKRZ-AUKum"
ke Sidoarjo
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Tarik
Unknown route-map component "xpBHF"
Mojokerto
Unknown route-map component "xpBHF"
Jombang
Unknown route-map component "xpBHF"
ke Blitar
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Kertosono
Station on track
Nganjuk
Unknown route-map component "xpBHF"
Madiun
Station on track
Sragen
Unknown route-map component "xpBHF"
ke Sumber Lawang
Continuation to left Unknown route-map component "KRWgr+r"
Solo Balapan
Station on track
Flyover Dr.Soetomo, Yogya
Unknown route-map component "AKRZ-AUKum"
Lempuyangan
Unknown route-map component "xpBHF"
Kali Code, Yogya
Bridge over water
Yogyakarta
Station on track
Kebumen
Unknown route-map component "xpBHF"
Karanganyar
Station on track
Kroya
Unknown route-map component "xpBHF"
ke Purwokerto
Continuation to left Junction to right
Depo Pertamina, Maos
Non-passenger station/depot on track
ke Cilacap
Junction to left Continuation to right
Banjar
Station on track
Tasikmalaya
Station on track
Ciawi
Unknown route-map component "xpBHF"
Jalan Tol Padalarang-Cileunyi
Unknown route-map component "AKRZ-UKu"
Jalan Soekarno-Hatta, Bandung
Unknown route-map component "AKRZ-AUKum"
Bandung
Station on track
ke Gambir, Jakarta
Continuation forward


Kereta api Turangga adalah kereta api kelas Eksekutif Satwa yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Bandung (BD) - Surabaya Gubeng (SGU) dan sebaliknya.

Operasional[sunting | sunting sumber]

KA Turangga pertama kali beroperasi pada tanggal 02 September 1995. Perjalanan sejauh 699 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 12 jam dan hanya berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Wonosari,Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Nganjuk, Jombang, dan Mojokerto.

Pada awal pengoperasiannya, kereta ini diluncurkan dengan kelas Bisnis dan Eksekutif. Namun, sejak 11 Oktober 1999 semua rangkaiannya diubah menjadi kelas Eksekutif Satwa, seiring dengan datangnya rangkaian baru dari PT Inka. (K1-995xx, nomor baru K1 0 99 XX). Kelas bisnis untuk jalur ini pun dialihkan ke KA Mutiara Selatan, dan rangkaian bisnis Turangga dipakai oleh KA Gajayana yang baru beroperasi.

Kereta api dengan desain layanan kelas Eksekutif Satwa ini menawarkan alternatif perjalanan Bandung-Surabaya dan sebaliknya pada malam hari, oleh karena itu pada pengumuman nama kereta di stasiun pemberhentian, kereta dengan nomor perjalanan 47 dan 48 ini sering ditambahkan istilah 'Ekspres Malam'. Kereta Api Ekspres Malam Turangga berangkat dari Stasiun Bandung (BD) pada pukul 19.00 WIB dan dari Stasiun Surabaya Gubeng (SGU) pada pukul 18.10 WIB. Rangkaian KA Turangga terdiri dari 6-8 kereta penumpang kelas Eksekutif, ada yang memiliki kaca (seperti) pesawat dan yang memiliki kaca lebar (K1), 1 kereta makan (KM1), 1 gerbong pembangkit (P), dan 1 gerbong bagasi (B).

Sejak tanggal 19 Januari 2009, rangkaian kereta api Turangga diganti dengan rangkaian kereta (seperti) pesawat yang memiliki interior hijau. Meskipun kereta retrofit, kereta retrofit ini sebagian yang buatan tahun 60-an, tidak seperti rangkaian KA Turangga asli yang dibuat tahun 1999 di INKA. (Meskipun beberapa kereta buatan 1999 juga diretrofit) Namun, dewasa ini, KA Ekspres Malam Turangga tidak sepenuhnya lagi menggunakan kereta (seperti) pesawat. Satu rangkaian kereta retrofit tersebut kini dibawa rangkaian Kereta api Sancaka relasi Surabaya Gubeng-Yogyakarta.

Tetapi, saat ini, kereta Turangga terkenal dengan kereta retrofitnya yang tidak nyaman lagi, mengingat kursi kulit di KA retrofit kurang begitu nyaman, keras, dan licin, apalagi kereta ini adalah kereta yang berjalan malam dan penumpang akan tidur di kereta. Siangnya, rangkaian kereta ini yang berada di Bandung akan digunakan sebagai KA Argo Parahyangan Tambahan. Sekarang KA Turangga tidak lagi sepenuhnya menggunakan KA retrofit, kini juga menggunakan rangkaiannya yang lama buatan 1999 dan eks-Gajayana buatan 2001, serta tidak jarang bertukar rangkaian dengan Kereta api Bangunkarta (Surabaya Gubeng-Gambir via Semarang).

Jadwal[sunting | sunting sumber]

Jadwal Perjalanan KA Turangga Mulai 1 April 2015

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
KA 49 Turangga (Surabaya Gubeng-Bandung)
Surabaya Gubeng - 16.30
Mojokerto 17.06 17.10
Jombang 17.32 17.35
Nganjuk 18.10 18.12
Madiun 19.10 19.15
Solo Balapan 20.29 20.34
Yogyakarta 21.22 21.28
Kutoarjo 22.19 22.23
Sumpiuh 23.26 23.33
Kroya 23.45 00.02
Banjar 01.28 01.40
Tasikmalaya 02.31 02.26
Cipeundeuy 03.26 03.36
Bandung 05.21 -
KA 50 Turangga (Bandung-Surabaya Gubeng)
Bandung - 19.30
Cipeundeuy 21.15 21.24
Tasikmalaya 22.14 22.24
Banjar 23.14 23.24
Kroya 01.05 01.22
Kutoarjo 02.29 02.34
Yogyakarta 03.25 03.32
Solo Balapan 04.19 04.24
Madiun 05.39 05.45
Nganjuk 06.26 06.28
Jombang 07.03 07.06
Mojokerto 07.28 07.36
Surabaya Gubeng 08.12 -

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama Turangga diambil dari nama lain kuda tunggangan para raja/bangsawan di Jawa yang melambangkan kendaraan yang bisa melaju dengan kencang dalam berbagai keadaan.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]