Stasiun Tasikmalaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Stasiun Tasikmalaya
Sasiuntasik.jpg

Suasana Stasiun Tasikmalaya
Letak
Provinsi Jawa Barat
Kota Tasikmalaya
Kecamatan Tawang
Kelurahan Lengkongsari
Alamat Jalan Stasiun Tasikmalaya No. 8
Kode pos 46111
Sejarah
Tahun dibuka 1890
Informasi lain
Operator Daerah Operasi II Bandung
Singkatan stasiun TSM
Ketinggian +349 m
Layanan Argo Wilis, Turangga, Lodaya, Malabar, Mutiara Selatan, Serayu, Kutojaya Selatan, Kahuripan, Pasundan
Tata letak stasiun

Stasiun Tasikmalaya (kode : TSM) adalah stasiun utama yang berada di Kota Tasikmalaya. Stasiun yang berketinggian +349 dpl terletak di Jalan Stasiun No.8 Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang. Stasiun Tasikmalaya berada di bawah naungan PT.Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung yang merupakan salah satu Stasiun Besar di Daerah Operasi II Bandung stasiun besar lainnya adalah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Pada tahun 1990-an kereta yang berhenti di stasiun ini hanya kereta ekonomi saja, tapi setelah Tasikmalaya menjadi kota administratif pada awal tahun 2000-an, kota ini menjadi kota termaju dan berkembang paling pesat di Priangan Timur. Maka sejak itu kereta kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi pun berhenti di stasiun ini untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.[rujukan?]

Sejarah Stasiun[sunting | sunting sumber]

Suasana Stasiun Tasikmalaya Tempo Dulu

Berdirinya Stasiun[sunting | sunting sumber]

Stasiun Tasikmalaya didirikan sekitar tanggal 20 Mei 1967 . Peletakan batu pertama oleh kepala stasiun R.Sukardjo yang menjabat stasiun pada saat itu.

Jalur Kereta Dalam kota[sunting | sunting sumber]

Dari stasiun Tasikmalaya, selain rel arah timur menuju Ciamis, Banjar, Kroya, dan ke Barat menuju Ciawi, Leles, Bandung, ada jalur yang mengarah ke selatan. Masuk membelah kota Tasikmalaya, melalui Jl. Cimulu, Jl. Pasar Kolot (Sekarang Dr. Sukarjo), Mesjid Agung, Jl. Yudanegara, terus menerobos pasar utama kota Tasik yang sekarang sebagian sudah menjadi Plaza. Terus menuju daerah Gunung Pereng, Jl. Cihideung Balong, Jl. Singaparna (sekarang Jl. KH. Zainal Mustofa/ jalur Hijau), mengarah ke daerah Padayungan belok kanan ke Sambong (sekarang Jl. SL. Tobing) menuju Mangkubumi, Cikunir dan akhirnya Singaparna.

Bila digambarkan, rel yang terbentang antara Stasiun Tasikmalaya sampai di daerah Padayungan menyerupai huruf S. meliuk-liuk di dalam kota Tasik.

Pada awalnya sejak zaman Jepang, jalur ini sudah ada. Namun pada zaman perjuangan, jembatan Cikunir sempat diputus dalam rangka perjuangan, sehingga terukir dalam sejarah beberapa pahlawan dalam perlawanan ini. Jembatan ini pernah tersambung kembali, tapi hanya aktif sekitar sampai tahun 60an.

Walaupun begitu rute Stasiun Tasikmalaya sampai dengan Padayungan masih tetap aktif sampai dengan tahun 70an. Karena pada zaman itu Padayungan selain menjadi stasiun ke dua terbesar di Tasik (mempunyai sekitar 5-6 jalur untuk langsir dan pergudangan yang besar), juga adalah sebagai terminal batu bara yang ditambang dari daerah Sukaraja (terletak di Selatan kota tasik menuju pantai Cipatujah) yang memang penghasil batu bara.

Selain itu rute dalam kota ini juga merupakan rute untuk mensuplai kebutuhan sandang pangan yang dikirim dari luar kota menuju pusat ekonomi, Pasar Utama Kota Tasik. Sehingga jalur ini dibangun selain untuk suplai batu bara, juga untuk jalur ekonomi dari kota Tasikmalaya sampai Singaparna.

Panorama Stasiun Tasikmalaya[sunting | sunting sumber]

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta yang berhenti di Stasiun Tasikmalaya diantaranya :

  • Eksekutif dan Bisnis :
  1. Argo Wilis: ke Bandung dan Surabaya Gubeng
  2. Turangga: ke Bandung dan Surabaya Gubeng
  3. Lodaya (pagi dan malam): ke Bandung dan Solo Balapan
  4. Mutiara Selatan: ke Bandung dan Surabaya Gubeng
  5. Malabar: ke Bandung dan Malang
  • Ekonomi
  1. Pasundan: ke Bandung Kiaracondong dan Surabaya Gubeng
  2. Serayu: ke Jakarta Kota dan Purwokerto via Bandung Kiaracondong
  3. Kutojaya Selatan: ke Bandung Kiaracondong dan Kutoarjo
  4. Kahuripan: ke Padalarang, Bandung Kiaracondong dan Kediri

Jadwal Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Jadwal Kereta Api di Stasiun Tasikmalaya (TSM) sesuai GAPEKA 2014

No KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
161 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC)) Ekonomi AC 00.06 00.11
216 Serayu Purwokerto (PWT) Ekonomi AC 03.20 03.27
97 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis & Ekonomi 03.14 03.25
75 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 03.36 03.38
47 Turangga Bandung Hall (BD) Eksekutif Satwa 03.47 04.01
113 Mutiara Selatan Bandung Hall (BD)) Bisnis AC 05.40 05.48
160 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC 08.28 08.35
74 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Bisnis 09.49 09.56
6 Argo Wilis Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif Argo 10.09 10.19
211 Serayu Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 10.13 10.28
183 Kutojaya Selatan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 12.41 12.46
75 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 13.09 13.25
212 Serayu Purwokerto (PWT) Ekonomi AC 14.34 14.44
5 Argo Wilis Bandung Hall (BD) Eksekutif Argo 15.59 16.09
114 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) Bisnis AC 18.50 19.04
159 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC)) Ekonomi AC 19.29 19.39
215 Serayu Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 20.20 20.25
98 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis & Ekonomi 21.02 21.11
48 Turangga Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif Satwa 21.35 21.45
76 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Bisnis 22.16 22.26
162 Kahuripan Kediri (KD)) Ekonomi AC 22.49 22.59
184 Kutojaya Selatan Kutoarjo (KTA) Ekonomi AC 23.36 23.41


Stasiun sebelumnya:
Stasiun Indihiang
Stasiun berikutnya:
Stasiun Awipari


Stasiun sebelumnya:
-
Stasiun berikutnya:
Halte Alun-Alun

Koordinat: 7°19′20″LS 108°13′25″BT / 7,3222178°LS 108,2237327°BT / -7.3222178; 108.2237327