Industri Kereta Api

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Disambig gray.svg
PT Industri Kereta Api (Persero)
Jenis BUMN/perseroan terbatas
Industri/jasa Transportasi
Pendahulu Balai Yasa Lokomotif Uap PJKA
Didirikan 29 Agustus 1981 (1981-08-29) di Madiun, Indonesia
Kantor pusat Jalan Yos Sudarso No. 71 Madiun, Jawa Timur,  Indonesia
Produk Kereta api
Produksi Sarana kereta api
Pemilik Pemerintah Indonesia
Anak perusahaan PT Rekaindo Global Jasa
PT Railindo Global Karya
Situs web inka.co.id

PT Industri Kereta Api (Persero) (disingkat PT Inka) adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang berdiri di 29 Agustus 1981. PT Inka (Persero) merupakan pengembangan dari Balai Yasa Lokomotif Uap yang dimiliki oleh PJKA (sekarang PT Kereta Api) pada saat itu. Balai yasa ini berlokasi di Madiun. Semenjak lokomotif uap sudah tidak dioperasikan lagi, maka balai yasa ini dialihfungsikan menjadi pabrik kereta api. Penentuan lokasi dan pendirian pabrik kereta ini berdasarkan hasil studi dari BPPT.

PT Inka (Persero), sebagai salah satu badan usaha milik negara terus mengalami perkembangan, diawali pada tahun 1981 dengan produk berupa kereta penumpang kelas ekonomi dan gerbong barang kini menjadi industri manufaktur perkeretaapian yang modern. Aktivitas bisnis InkaPT INKA (Persero) yang ada kini berkembang mulai dari penghasil produk dasar menjadi penghasil produk dan jasa perkeretaapian dan transportasi yang bernilai tinggi.

Transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mampu memberikan keberhasilan dan mendapatkan solusi terbaik untuk perbaikan transportasi kereta api. Dalam persaingan global, PT Inka (Persero) mengembangkan berbagai jenis produk di bawah kendali sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kemitraan global.

Melalui perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya beradaptasi terhadap persaingan global, PT Inka (Persero) memasuki dunia bisnis ini dengan mengedepankan nilai-nilai :integritas, profesional dan kualitas. Dalam menghadapi tantangan dunia bisnis ke depan, PT Inka (Persero) tidak hanya bergelut dalam produk-produk perkeretaapian, namun menghasilkan produk lain yang lebih luas yang mampu memberikan kontribusi terhadap permintaan infrastruktur dan sarana transportasi.

PT Inka (Persero) melakukan joint venture dengan General Electric dalam memproduksi lokomotif. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produksi juga ditujukan untuk ekspor terutama ke Malaysia.

Produk PT Inka[sunting | sunting sumber]

  • 1982 - Produksi pertama gerbong barang.
  • 1985 - Produksi pertama kereta penumpang.
  • 1987 - Perakitan pertama kereta listrik & diversifikasi produk.
  • 1991 - Pertama gerobak angkutan ekspor ke Malaysia (KTMB).
  • 1994 - Produksi pertama kereta listrik VVVF.
  • 1995 - Peluncuran pertama kereta api Argo Bromo.
  • 1996 - Produksi pertama lokomotif (GE Lokindo) & ekspor ke Filipina.
  • 1997 - Peluncuran pertama kereta Argo Bromo Anggrek (leasing Skema).
  • 1998 - Ekspor pertama Ballast Hopper Wagon ke Thailand.
  • 2001 - Peluncuran pertama KRL Indonesia (desain INKA).
  • 2002 - Ekspor Pembangkit Listrik Wagon dan Bogie Reefer Flat ke Malaysia.
  • 2004 - Ekspor Container Wagon tubuh & Blizzard Center kusen ke Australia.
  • 2006 - Ekspor 50 unit BG Kendaraan untuk Bangladesh.
  • 2007 - Kontrak ditandatangani 1 trainset DEMU untuk Aceh dan Railbus untuk Palembang (Bus rel Kertalaya). Selesai Bagasi Mobil.
  • 2008 - Peluncuran Pertama di Indonesia, Bus Rail KRDI (untuk Aceh & Jawa).
  • 2009 - Rangkaian Baru Kereta api Gajayana dengan model mirip dengan Pesawat Terbang.
  • 2010 - Peluncuran produksi kereta ekonomi AC Bogowonto (Kereta api Bogowonto),5 lokomotif (CC204) & NEW Rangkaian Kereta api Argo Jati yang berbentuk mirip dengan Rangkaian KA Gajayana yang baru.
  • 2011 - Produksi Railbus untuk Solo dan kereta ekonomi AC Gajah Wong (Kereta api Gajah Wong)
  • 2012 - Produksi beberapa kereta ekonomi dengan AC split, 3 lokomotif CC300, railbus untuk kota Padang dan KRL KFW.
  • 2013 - 18 unit Articulated Bus untuk armada Transjakarta [1]
  • 2014 - Peluncuran Kereta Api AC Ekonomi Menoreh II, Sawunggalih Tambahan, New Jayabaya, & New Jaka Tingkir dan dicat dengan livery terbaru PT KAI.
  • 2015 - Pengecatan gerbong eksekutif seperti Jayabaya dan pengiriman gerbong "Cargo" ke sejumlah depo kereta api di Indonesia.

Selain itu, PT Inka juga merintis pembuatan mobil nasional yang dinamakan GEA (singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif) dan prototipenya telah dibuat 2008 [2]. Pada edisi 2009, GEA telah menggunakan mesin yang dikembangkan BPPT, Rusnas, setelah sebelumnya menggunakan mesin dari Cina. Prototipe tahun 2009 hanya menggunakan satu komponen (karburator) yang diimpor dari luar negeri.[3]

PT Inka juga ditunjuk sebagai anggota konsorsium yang dipimpin oleh PT Adhi Karya. Konsorsium ini merupakan konsorsium para Badan Usaha Milik Negara yang direncanakan akan menggarap monorel di Jakarta. [4]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Agus Budi C. PT INKA Luncurkan Inobus untuk Transjakarta Koridor 12. dcentronews.com. edisi 15.1.2013
  2. ^ Syubhan Akib. Indonesia Juga Punya Mobil Murah Seharga Tata Nano. DetikOto.com. Edisi 25-03-2009.
  3. ^ Syubhan Akib. Mobil Nasional GEA Depak Mesin China. DetikOto.com. Edisi 25-03-2009.
  4. ^ Hertanto Soebijoto. Adhi Karya mundur dari Konsorsium MonorelKompas.com. Edisi 9.1.2013.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]