Delta Air Lines

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Delta Air Lines
Delta logo.svg
IATA ICAO Kode panggil
DL DAL DELTA
Didirikan 30 Mei 1924 (1924-05-30) (90 tahun lalu)
(sebagai Huff Daland Dusters) di
Macon, Georgia, Amerika Serikat[1]
Mulai beroperasi 17 Juni 1929 (1929-06-17) (85 tahun lalu)[2]
Hub
Program penumpang setia SkyMiles[3]
Lounge penumpang Delta Sky Club[3]
Aliansi SkyTeam[3]
Anak perusahaan
Ukuran armada 743 (utama)[6]
Kota tujuan 247 (utama)[7]
Slogan perusahaan Keep Climbing
Kantor pusat Atlanta, Georgia, Amerika Serikat
Orang penting Richard H. Anderson (CEO)
Edward Bastian (Presiden)
Situs web www.delta.com

Delta Air Lines, Inc. (NYSE: DAL) {IATA: DL, ICAO: DAL) , adalah sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Atlanta, Georgia. Delta Air Lines melayani penerbangan domestik dan juga internasional, termasuk Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, Timur Tengah dan Kepulauan Karibia. Pada bulan Desember 2006, Delta Air Lines akan menjadi satu-satunya perusahaan penerbangan Amerika Serikat yang terbang dari/ke benua Afrika.

Penghubung utama sekaligus pusat Delta Air Lines terletak di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, yang merupakan bandara tersibuk di dunia. Selain itu, Delta Airlines juga mempunyai bandara penghubung lainnya, di antaranya adalah Bandara Internasional Cincinnati/Northern Kentucky, Bandara Internasional John F. Kennedy dan Bandara Internasional Salt Lake City. Delta Air Lines juga mempunyai sejumlah penerbangan domestik dalam jumlah yang besar di Bandara Internasional Boston-Logan, Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood, Bandara Internasinoal McCarran Las Vegas, Bandara Internasional Orlando, Bandara Internasional Raleigh-Durham, Bandara Internasional Tampa dan Bandara Nasional Ronald Reagan Washington D.C. Delta Air Lines juga mempunyai sebuah kota fokus yang sedang berkembang, yaitu Los Angeles.

Kantor Pusat Delta Air Lines di Atlanta, Georgia
Sebuah pesawat Boeing 757 Delta Air Lines

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Delta Air Lines didirikan oleh Huff Daland Dusters pada tahun 1924. Empat tahun kemudian, pada tahun 1928, Delta dibeli oleh Collett E. Woolman. Nama Delta berubah menjadi Delta Air Service.

1970-an dan 1980-an[sunting | sunting sumber]

Pada era 70-an, Delta mengoperasikan 5 buah Boeing 747-100 pada rute-rute sibuk dan jarak jauh. Namun, karena dianggap tidak ekonomis untuk kebutuhan Delta, pesawat Boeing 747 kemudian dijual ke Pan Am dan digantikan Lockheed TriStar, yang menjadi tulang punggung maskapai ini hingga awal tahun 2000-an. Pada tahun 1972, Delta membeli Northeast Airlines, sebagai cara untuk menguatkan posisinya di bagian timur laut Amerika Serikat. Pada tahun 1973, Delta mengoperasikan Lockheed TriStar. Delta meluncurkan program frequent flyernya pada tahun 1981 dan berubah menjadi SkyMiles pada tahun 1985. Delta Connection diluncurkan pada tahun 1984 untuk melayani rute-rute dekat dan kurang padat. Tahun 1986, maskapai ini membeli Western Airlines, memensiunkan merek Western.

Sebuah pesawat Delta Air Lines Boeing 727-200 sebelum diberhentikan masa tugasnya. Delta menjalani masa aktif yang panjang untuk Boeing 727, karena pesawat 727 baru diberhentikan tahun 2003

1990-an[sunting | sunting sumber]

Selama pada era 90-an, Delta berhasil beroperasi dari Portland ke berbagai macam tujuan di Asia, seperti Bangkok, Tokyo, Fukuoka, Nagoya, Hong Kong, Taipei dan Seoul. Tetapi saat ini, hanya satu rute yang tersisa, yaitu dari Atlanta ke Tokyo. Semua penerbangan ke Asia dari Portland sudah diberhentikan. Maskapai ini juga berekspansi besar-besaran ke Eropa dengan membeli hampir semua hak-hak rute Eropa milik Pan Am setelah Pan Am bangkrut tahun 1991. Pada tahun 1990, Delta menjadi perusahaan penerbangan Amerika Serikat pertama yang mengoperasikan McDonnell Douglas MD-11. Total Delta mengoperasikan 15 MD-11.

2000-an[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2000, Delta Air Lines membuat suatu aliansi penerbangan internasional yang diberi nama SkyTeam, bersama dengan Aeroméxico, Air France dan Korean Air.

Pada awal dekade ini juga, Delta meremajakan armadanya dengan memensiunkan Lockheed TriStar dan McDonnell Douglas MD-11 dan menggantikannya dengan Boeing 767-400ER. Juga memensiunkan Boeing 727 tahun 2003 dan Boeing 737-200 tahun 2006. Pada awal dekade ini pula maskapai ini juga membeli Boeing 737-800 sebagai pengganti 727. Delta memutuskan menstandarisasi armadanya dengan pesawat mesin ganda (twinjet) untuk efisiensi operasi dan perawatan.

Pada tahun 2005, Delta mengisi proteksi Chapter 11 Bankruptcy untuk pertama kalinya (bersama dengan beberapa maskapai AS lainnya seperti United Airlines, Northwest Airlines, dan Continental Airlines). Proteksi tersebut mencegah Delta dari kebangkrutan. Tahun 2007 Delta berhasil keluar dari kebangkrutan.

Tahun 2009, maskapai ini merger dengan Northwest Airlines, mempertahankan merek Delta.

Merek Dagang[sunting | sunting sumber]

Delta mempunyai dua merek dagang yang beroperasi hingga saat ini, yaitu:

Delta juga sempat mempunyai dua merek dagang lainnya, tetapi saat ini sudah berhenti beroperasi, yaitu:

  • Delta Express adalah merek dagang dari Delta yang beroperasi sejak bulan Oktober 1996 untuk bersaing dengan perusahan low-cost carrier lainnya pada tujuan-tujuan liburan. Bandara penghubung Delta Express adalah Bandara Internasional Orlando. Delta Express berhenti beroperasi pada November 2003 setelah digantikan oleh Song.
  • Song adalah merek dagang dari Delta yang bersaing secara langsung dengan JetBlue Airways dari bandara penghubung yang sama, yaitu Bandara Internasional John F. Kennedy. Setelah mengalami problem finansial, Song dikembalikan ke merek dagang utama Delta pada 1 Mei 2006.

Destinasi[sunting | sunting sumber]

Delta mengoperasikan 1.534 penerbangan per hari. Delta Connection memiliki 2.533 penerbangan setiap hari. Delta, Delta Connection, dan penerbangan lainnya dari mitra Aliansi SkyTeam memiliki 6.795 penerbangan setiap hari.

Armada[sunting | sunting sumber]

Delta mengoperasikan jenis pesawat berikut ini:

Delta Air Lines fleet
Aircraft In Service Orders Passengers Notes
F J Y+ Y Total
Airbus A319-100 8 26 28 0 0 54
49 12 0 114 126
Airbus A320-200 69 12 138 150 Older A320 being replaced by Boeing 737-900ER.
Airbus A330-200 11 0 32 30 177 239 All aircraft feature angled Lie-Flat BusinessElite seats with power ports.
All aircraft to receive Flat-Bed BusinessElite seats with power ports and slimline seats in Economy.
Airbus A330-300 21 34 32 232 298
Boeing 737-700 9 12 0 0 112 124
Boeing 737-800 73 16 144 160
Boeing 737-900ER 100 TBA Deliveries 2013 - 2018.
Replacing older Boeing 757-200 and Airbus A320 aircraft. [8]
Boeing 747-400 1 0 48 42 286 376 All aircraft (currently 1) to receive Flat-Bed BusinessElite seats with power ports and slimline seats in Economy.
1 stored.
14 0 65 42 286 393
Boeing 757-200 48 24 0 0 156 180 Largest operator of the Boeing 757-200.
Selected aircraft (currently 55) to get winglets.
Older aircraft to be replaced by Boeing 737-900ER.
24 aircraft stored.
48 26 158 184
4 22 153 175
12 160 182
7 162 184
8 20 162 182
17 0 16 11 147 174
8 18 132 166
Boeing 757-300 16 24 0 0 200 224
Boeing 767-300 16 30 0 0 231 261 5 aircraft stored.
Boeing 767-300ER 44 0 36 31 143 210 Largest operator of the Boeing 767-300ER.
All aircraft (currently 7) to receive new interiors, galleys and Flat-Bed BusinessElite seats with power ports.
All aircraft (currently 35) to get winglets.
1 aircraft stored.
7 29 208
7 30 38 142 210
Boeing 767-400ER 21 40 28 178 246 Largest operator of the Boeing 767-400ER.
All aircraft feature Flat-Bed BusinessElite seats with power ports.
Boeing 777-200ER 8 0 45 36 188 269 All aircraft feature Flat-Bed BusinessElite seats with power ports.
Boeing 777-200LR 10
Boeing 787-8 18 TBA Entry into service: 2020[9]
McDonnell Douglas DC-9-50 22 16 0 0 109 125 Exit from service: 5 in 2012.
17 aircraft will remain in service through 2013.
McDonnell Douglas MD-88 50 16 0 0 133 149 All aircraft (currently 50) to receive new First class seats and forward galleys, remove aft galleys.
67 14 128 142
McDonnell Douglas MD-90 35 7 16 0 0 144 160 Largest operator of the McDonnell Douglas MD-90.
7 used aircraft ordered from Japan Airlines.
16 aircraft stored.
Total 710 125

Keterangan :

  • Delta Air Lines merupakan operator terbesar pesawat Boeing 757 dan Boeing 767, sekaligus menjadi pengguna pertama pesawat jenis ini
  • Delta Air Lines menjadi operator terbesar kedua pesawat jenis MD-88 (di belakang American Airlines)
  • Delta Air Lines menjadi salah satu operator dari dua operator pesawat Boeing 767-400ER. Operator 767-400ER lainnya adalah Continental Airlines
  • Armada Delta Air Lines tidak meliputi pesawat non-Amerika seperti Airbus. Delta hanya mengoperasikan pesawat-pesawat Boeing dan McDonnell Douglas. Namun, setelah merger dengan Northwest tahun 2009, Delta juga mengoperasikan pesawat Airbus (bekas Northwest), seperti 57 buah Airbus A319, 69 Airbus A320,dan 32 Airbus A330 (baik seri -200 maupun seri -300), serta juga mengoperasikan 16 Boeing 747-400, dan 33 McDonnell Douglas DC-9. Total armada Delta adalah 730 pesawat dan 225 pesawat regional, membuatnya menjadi maskapai terbesar di dunia dalam ukuran armada pesawatnya. Usia rata-rata pesawatnya adalah 14,9 tahun.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "History". news.delta.com. Delta Air Lines Inc. October 2010. Diakses January 11, 2011. "1924 The Huff Daland Dusters crop-dusting operation, which formed the roots for Delta, founded in Macon, Ga." 
  2. ^ Norwood, Tom; Wegg, John (2002). North American Airlines Handbook (ed. 3rd). Sandpoint, Idaho: Airways International. hlm. 40. ISBN 0-9653993-8-9. 
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama statsandfacts
  4. ^ "2010 Form 10-K, Delta Air Lines, Inc.". United States Securities and Exchange Commission. Diakses July 1, 2011. 
  5. ^ "Delta Renames Business Jet Subsidiary ‘Delta Private Jets'". deltaprivatejets.com. Delta Private Jets, Inc. September 9, 2010. Diarsipkan dari aslinya tanggal January 20, 2010. Diakses January 20, 2010. "Delta Private Jets, formerly Delta AirElite Business Jets, is a wholly owned subsidiary of Delta Air Lines..." 
  6. ^ "Aircraft Fleet". delta.com. Delta Air Lines, Inc. February 27, 2014. 
  7. ^ Delta Air Lines (June 25, 2010). Delta Welcomes TAROM into SkyTeam Alliance. Siaran pers. Diakses pada June 27, 2010.
  8. ^ [1]
  9. ^ http://finance.yahoo.com/news/Delta-defers-787-deliveries-apf-112550709.html?x=0&.v=1

Pranala luar[sunting | sunting sumber]