Adam Air

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Adam Air
Adam Air logo.svg
IATA ICAO Kode panggil
KI DHI ADAM SKY
Didirikan 19 Desember 2003
Berhenti beroperasi 21 Maret 2008 (umur 4)[1]
Hub Bandar Udara Internasional Juwata
Kota fokus Bandar Udara Internasional Polonia
Bandar Udara Internasional Juanda
Ukuran armada 22
Kota tujuan 21
Kantor pusat Jakarta Barat, Jakarta, Indonesia
Orang penting Adam Adhitya Suherman (Presiden dan CEO)
Situs web www.flyadamair.com

Adam Air (didirikan sebagai PT Adam SkyConnection Airlines) adalah maskapai penerbangan swasta yang berbasis di Jakarta Barat, Jakarta, Indonesia.[2] Maskapai penerbangan ini mengoperasikan penerbangan berjadwal domestik ke 20 kota dan layanan internasional ke Penang dan Singapura. Basis utama dari maskapai penerbangan ini adalah di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.[3]

Meskipun kadang dikatakan sebagai maskapai penerbangan bertarif rendah, ia memasarkan dirinya sebagai maskapai penerbangan yang berada di antara maskapai penerbangan bertarif rendah dan tradisional, menyediakan layanan makanan di atas pesawat dan tarif murah, mirip dengan yang diadaptasi oleh maskapai penerbangan yang berbasis di Singapura, Valuair. Sebelum kecelakaan Penerbangan 574, maskapai penerbangan ini menjadi maskapai penerbangan bertarif rendah dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Maskapai penerbangan ini didirikan oleh Sandra Ang dan Agung Laksono, yang juga menjabat sebagai Ketua DPR, dan mulai beroperasi pada 19 Desember 2003 dengan penerbangan perdana ke Balikpapan. Pada awal beroperasi Adam Air menggunakan dua Boeing 737 sewaan. Saat pertama diluncurkan, Adam Air mengklaim bahwa mereka menggunakan "Boeing 737-400 baru" walaupun ternyata pesawat Boeing mereka sebenarnya merupakan sewaan yang telah berusia lebih dari 15 tahun.[5] Boeing telah menghentikan produksi 737-400 selama beberapa tahun.[6]

Pada 9 November 2006, Adam Air menerima penghargaan Award of Merit dalam the Category Low Cost Airline of the Year 2006 dalam acara 3rd Annual Asia Pacific and Middle East Aviation Outlook Summit di Singapura.

Setelah berbagai insiden dan kecelakaan yang menimpa maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia, pemerintah Indonesia membuat pemeringkatan atas maskapai-maskapai tersebut. Dari hasil pemeringkatan yang diumumkan pada 22 Maret 2007, Adam Air berada di peringkat III yang berarti hanya memenuhi syarat minimal keselamatan dan masih ada beberapa persyaratan yang belum dilaksanakan dan berpotensi mengurangi tingkat keselamatan penerbangan. Akibatnya Adam Air mendapat sanksi administratif yang ditinjau ulang kembali setiap 3 bulan. Setelah tidak ada perbaikan kinerja dalam waktu 3 bulan, Air Operator Certificate Adam Air kemudian dibekukan.[7] Pada April 2007, PT Bhakti Investama melalui anak perusahaannya Global Air Transport membeli 50% saham Adam Air dari keluarga Sandra Ang dan Adam Suherman, namun setahun kemudian pada 14 Maret 2008 menarik seluruh sahamnya karena merasa Adam Air tidak melakukan perbaikan tingkat keselamatan serta tiadanya transparansi.[8] Kegiatan operasional Adam Air kemudian dihentikan sejak 17 Maret 2008 dan baru akan dilanjutkan jika ada investor baru yang bersedia menalangi 50 persen saham yang ditarik Bhakti Investama tersebut.[9]

Pada 18 Maret 2008, izin terbang atau Operation Specification Adam Air dicabut Departemen Perhubungan melalui surat bernomor AU/1724/DSKU/0862/2008. Isinya menyatakan bahwa Adam Air tidak diizinkan lagi menerbangkan pesawatnya berlaku efektif mulai pukul 00.00 tanggal 19 Maret 2008. [10] Sedangkan AOC (Aircraft Operator Certificate)nya juga ikut dicabut pada 19 Juni 2008, mengakhiri semua operasi penerbangan Adam Air.

Insiden dan kecelakaan[sunting | sunting sumber]

Penerbangan 782[sunting | sunting sumber]

Adam Air Penerbangan 782, Boeing 737-300, PK-KKE, Jakarta-Makassar, kehilangan arah dan mendarat di Bandara Tambolaka, NTT. Semua 152 orang selamat.

Penerbangan 574[sunting | sunting sumber]

Adam Air Penerbangan 574, Boeing 737-400, PK-KKW jatuh di Selat Makassar pada kedalaman 2.000 meter menewaskan 102 orang. Hingga saat ini pesawat dan korban tidak ditemukan.

Penerbangan 172[sunting | sunting sumber]

Adam Air Penerbangan KI 172, PK-KKV, (dalam gambar) Boeing 737-33A Jakarta-Surabaya tergelincir di Bandara Juanda, Surabaya. Semua 149 orang selamat.

Bandar udara tujuan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Adam Air berhenti beroperasi
  2. ^ "Cover." Adam Air. Retrieved on 22 June 2009.
  3. ^ "Directory: World Airlines". Flight International. 2007-03-27. hlm. 45. 
  4. ^ Falling skies for Indonesian aviation - Asia Times - Obtained on January 27, 2007.
  5. ^ Falling skies for Indonesian aviation, Asia Times
  6. ^ aInformation about the Boeing 737
  7. ^ Tak Ada Maskapai yang Berkinerja Baik, Kompas 23 Maret 2007
  8. ^ Hary Tanoe Merasa Tidak Nyaman di Adam Air
  9. ^ Adam Air Berhenti Beroperasi, Kompas, 17 Maret 2008
  10. ^ Izin terbang dicabut, detikcom, 18 Maret 2008