Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Soekarno-Hatta International Airport logo.png
IATA: CGKICAO: WIII
Ikhtisar
Jenis bandara Publik
Pemilik PT Angkasa Pura II
Pengelola PT Angkasa Pura II
Melayani Jabodetabek, Banten
Lokasi Cengkareng, Tangerang, Banten
Penghubung untuk
Ketinggian DPML 32 ft / 10 m
Koordinat 06°07′32″LU 106°39′21″BT / 6,12556°LS 106,65583°BT / -6.12556; 106.65583Koordinat: 06°07′32″LU 106°39′21″BT / 6,12556°LS 106,65583°BT / -6.12556; 106.65583
Situs web www.angkasapura2.co.id
Peta
CGK is located in Jawa
CGK
Location within Java
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
07R/25L 11,811 3,600 Beton
07L/25R 12,008 3,660 Beton
Diproses Diproses Diproses Aspal/beton
Sumber: Federal Aviation Administration

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (IATA: CGKICAO: WIII) merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani Jabodetabek di pulau Jawa, Indonesia. Bandar udara ini diberi nama seperti nama Presiden Indonesia pertama, Soekarno, dan wakil presiden pertama, Mohammad Hatta. Bandar udara ini sering disebut Cengkareng, dan menjadi kode IATA-nya, yaitu CGK.

Letaknya sekitar 20 km barat Jakarta, di Kota Tangerang, Banten. Operasinya dimulai pada 1985, menggantikan Bandar Udara Kemayoran (penerbangan domestik) di Jakarta Pusat, dan Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Bandar Udara Kemayoran telah ditutup, sementara Bandar Udara Halim Perdanakusuma masih beroperasi, melayani penerbangan charter dan militer. Terminal 2 dibuka pada tahun 1992.

Soekarno-Hatta memiliki luas 18 km², memiliki 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Terdapat dua bangunan terminal utama: Terminal 1 untuk semua penerbangan domestik kecuali penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines, dan Terminal 2 melayani semua penerbangan internasional juga domestik oleh Garuda dan Merpati.

Setiap bangunan terminal dibagi menjadi 3 concourse. Terminal 1A, 1B, dan 1C digunakan (kebanyakan) untuk penerbangan domestik oleh maskapai lokal. Terminal 1A melayani penerbangan oleh Lion Air dan Wings Air. Terminal 1B melayani penerbangan oleh Kartika Airlines dan Sriwijaya Air. Sedangkan terminal 1C melayani penerbangan oleh Airfast Indonesia dan Citilink.

Terminal 2D dan 2E digunakan untuk melayani semua penerbangan internasional maskapai asing. Terminal 2D untuk semua maskapai luar yang dilayani oleh PT Jasa Angkasa Semesta, salah satu kru darat bandara. Terminal 2E untuk maskapai internasional yang dilayani oleh Garuda, termasuk semua penerbangan internasional Garuda dan Merpati. Terminal 2F untuk penerbangan domestik Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines.
Terminal 3 selesai dibangun pada tanggal 15 April 2009. Terminal 3 ini selesai nantinya akan dipergunakan oleh Maskapai penerbangan berbiaya murah. Saat ini ada 2 Maskapai penerbangan yang menggunakan Terminal 3 yaitu Indonesia AirAsia dan Mandala Airlines. dan direncanakan dapat didarati pesawat model Airbus A380. SHIA melakukan pendaratan perdana pesawat A380 (SQ-232) pada tanggal 4 Mei 2012 walaupun status pendaratan sendiri adalah divert landing.

Bandar udara ini dirancang oleh arsitek Perancis Paul Andreu, yang juga merancang Bandar Udara Charles de Gaulle di Paris, Perancis. Salah satu karakteristik besar bandara ini adalah gaya arsitektur lokalnya, dan kebun tropis di antara lounge tempat tunggu.
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta memiliki 180 gerai lapor-masuk (check-in counter), 36 pengklaiman bagasi, dan 45 gerbang. Setiap sub-terminal (A-F, terminal 1-2) memiliki 25 gerai lapor-masuk, 5 pengklaiman bagasi dan 7 gerbang. Terminal 3 memiliki 30 gerai lapor-masuk, 6 pengklaiman bagasi dan 3 gerbang.

PT Angkasa Pura II sedang merencanakan pembangunan terminal baru dengan fitur desain yang modern. Terminal 3 dibangun untuk maskapai bertarif rendah. Terdapat sebuah rencana besar untuk membangun 5 terminal penumpang + 1 terminal haji dan 4 landasan pacu.

Bandara ini direncanakan akan terhubung dengan Stasiun Manggarai, tetapi rencana ini masih belum jelas nasibnya.

Bandar udara ini membebankan pajak sebesar Rp150 ribu (US$15) untuk setiap penumpang internasional dan Rp40 ribu (US$4) untuk setiap penumpang domestik.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Antara 19281974, Bandar Udara Kemayoran yang ditujukan untuk penerbangan domestik dianggap terlalu dekat dengan basis militer Indonesia, Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Penerbangan sipil di area tersebut menjadi sempit, sementara lalu lintas udara meningkat cepat, yang mana mengancam lalu lintas internasional.

Pada awal 1970-an, dengan bantuan USAID, delapan lokasi potensial dianalisis untuk bandar udara internasional baru, yaitu Kemayoran, Malaka, Babakan, Jonggol, Halim, Curug, Tangerang Selatan, dan Tangerang Utara. Akhirnya, Tangerang Utara dipilih dan ditandai juga Jonggol dapat digunakan sebagai bandara alternatif. Sementara itu, pemerintah memulai upgrade terhadap Bandar Udara Halim Perdanakusumah untuk melayani penerbangan domestik.

Antara 1974-1975, sebuah konsorsium konsultan Kanada mencakup Aviation Planning Services Ltd., ACRESS International Ltd., dan Searle Wilbee Rowland (SWR), memenangkan tender untuk proyek bandara baru. Pembelajaran dimulai pada 20 Februari 1974 dengan total biaya 1 juta Dolar Kanada. Proyek 1 tahun tersebut disetujui oleh mitra dari Indonesia yang diwakili oleh PT Konavi. Pada akhir Maret 1975, pembelajaran ini menyetujui rencana pembangunan 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 bangunan terminal internasional, 3 terminal domestik, dan 1 terminal Haji. Terminal domestik bertingkat 3 dibangun antara 1975-1981 dengan biaya US$465 juta dan sebuah terminal domestik termasuk apron dari 1982-1985 dengan biaya US$126 juta. Sebuah proyek terminal baru, diberi nama Jakarta International Airport Cengkareng (kode: JIA-C), dimulai.

Tahap pengerjaan proyek[sunting | sunting sumber]

Waktu Aksi
1975-1977
  • Untuk membuka lahan dan mengatur perbatasan provinsi dibutuhkan waktu. Schiphol Amsterdam ditanyai pendapatnya yang mana menurut mereka agak mahal dan overdesign. Biayanya meningkat karena penggunaan sistem desentralisasi. Sistem sentralisasi menjadi yang terbaik.
  • Tim tersebut masih menggunakan sistem desentralisasi. Sistem awal Bandar Udara Orly West, Lyon Satolas, Hanover-Langenhagen dan Kansas City digunakan karena sederhana dan efektif.
12 Nov '76 Undangan Tender kepada konsultan Perancis dengan pemenangnya Aeroport de Paris.
18 Mei '77
  • Kontrak akhir ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dengan Aeroport de Paris dengan biaya 22.323.203 Franc dan Rp177.156.000 yang ekuivalen dengan 2,100,000 Franc. Waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut adalah 18 bulan, dan pemerintah menunjuk PT Konavi sebagai mitra lokal.
  • Hasilnya adalah:
  1. 2 landasan pacu termasuk taxiway
  2. Jalan aspal: 1 di timur, yang lainnya di barat untuk layanan bandara. Jalan barat ditutup untuk publik.
  3. 3 terminal yang dapat menangani 3 juta penumpang per tahun
  4. 1 terminal untuk penerbangan internasional dan 2 untuk domestik
  5. Kebun di dalam bandara dipilih sebagai gambaran.
20 Mei '80 Pekerjaan dimulai dengan biaya untuk 4 tahun. Sainraptet Brice, SAE, Colas bersama PT Waskita Karya sebagai pembangun.
1 Des '80 Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian senilai Rp384.8 miliar dengan pembangun. Biaya struktur tersebut mencapai Rp140.450.513.000 dari APBN, 1.223.457 Franc disumbang oleh Perancis, dan US$15,898,251 dari pemerintah.
1 Des '84 Bandar udara ini secara fisik selesai.
1 Mei '85 Terminal kedua dimulai pembangunannya pada 11 Mei 1992.
23 Des '86 Keppres nomor 64 Tahun 1986 mengenai kontrol udara dan daratan di sekitar Bandar Udara Soekarno-Hatta dikeluarkan.
Tahapan Proyek Bandara Internasional Soekarno–Hatta
class="wikitable"
Tahap Tahun Deskripsi Status
I 1985 Pembangunan Terminal 1 yang dapat menangani 9 juta penumpang per tahun Selesai
II 1992 Pembangunan Terminal 2 yang dapat menangani 18 juta penumpang per tahun Selesai
III 2008 Pembangunan Terminal 3 tahap I yang dapat menangani 22 juta penumpang per tahun Selesai
IV 2012 Revitalisasi Terminal 1 yang dapat menangani 31 juta penumpang per tahun Diproses
Revitalisasi Terminal 2 yang dapat menangani 41 juta penumpang per tahun Diproses
2013 Pembangunan Terminal 3 sepenuhnya yang dapat menangani 62 juta penumpang per tahun Diproses
Pembangunan Terminal Kargo baru berkapasitas 1,5 juta ton per tahun Diproses
Pembangunan gedung terintegrasi sepenuhnya Diproses
2014 Pembangunan landas pacu 3 Diproses
Pembangunan Terminal 4 yang dapat menangani 87 juta penumpang per tahun Ditunda

Statistik Lalu Lintas Penumpang[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2009, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menempati posisi ke-22 bandara tersibuk di dunia. Semenjak tahun 2010, Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah bandara yang melayani penumpang terbanyak di Asia Tenggara dan menempati posisi ke-16 di dunia. Pada tahun 2011, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani penumpang terbanyak ke-4 di Asia setelah bandara di Beijing, Tokyo, dan Hongkong, serta menduduki ranking 12 di dunia.[1]

Bandara terdekat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta
volume penumpang 37.14juta (2009)CGK
volume penumpang 37.20juta (2009)SIN (878 km)
volume penumpang 6,70juta (2009)DPS (983 km)
volume penumpang 3,79juta (2009)SUB (692 km)
volume penumpang 1,98juta (2009)PKU (930 km)
volume penumpang 1,84juta (2009)PDG (910 km)
volume penumpang 1,81juta (2009)PLM (418 km)
volume penumpang 1,58juta (2009)PNK (728 km)


Sumber: Airports Council International

Terminal[sunting | sunting sumber]

Bandara yang memiliki tanah seluas 18 km² ini memiliki 2 landasan pacu paralel utama masing-masing sepanjang 3,66 km yang terhubung oleh 2 taxiway silang. Ada 3 bangunan terminal utama yaitu; Terminal 1 (penerbangan domestik saja), Terminal 2 (penerbangan internasional dan Garuda Indonesia Airlines penerbangan domestik), dan Terminal 3 pier 1 (Air Asia internasional dan penerbangan domestik). Ada juga terminal angkutan untuk kargo domestik dan kargo internasional.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki 180 gerai lapor-masuk, 36 pengklaiman bagasi, dan 45 gerbang. Sub terminal 1A-1B-1C-2D-2E-2F masing-masing memiliki 25 gerai lapor-masuk, 5 pengklaiman bagasi dan 7 gerbang. Terminal 3 memiliki 30 gerai lapor-masuk, 6 pengklaiman bagasi dan 3 gerbang.

Terminal 1[sunting | sunting sumber]

Terminal 1 adalah terminal pertama dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang mengoperasikan penerbangan domestik kecuali Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines karena mereka mengoperasikan penerbangan domestik di Terminal 2. Terminal ini selesai pada tahun 1985 dan terletak sebelah selatan bandara, di seberang Terminal 2. Terminal ini memiliki 3 sub-terminal. Setiap sub-terminal memiliki 25 gerai lapor-masuk, 5 pengambilan bagasi, dan 7 gerbang. Gerbang di Terminal 1 memiliki awalan huruf A, B, dan C. Gerbangnya adalah A1-A7, B1-B7, dan C1-C7. Saat ini Terminal 1 memiliki kapasitas sebesar 9 juta penumpang per tahun dan akan dikembangkan menjadi 18 juta penumpang per tahun.

Terminal 2[sunting | sunting sumber]

Terminal yang selesai pada tahun 1992, terletak di sisi utara bandara, berseberangan dengan Terminal 1. Terminal 2 memiliki 3 sub-terminal, masing-masing dilengkapi dengan 25 gerai lapor-masuk, 5 pengambilan bagasi, dan 7 gerbang. Gerbang di Terminal 2 memiliki awalan huruf D, E, dan F. Gerbangnya adalah D1-D7, E1-E7, dan F1-F7. Saat ini Terminal 2 memiliki kapasitas sebesar 9 juta penumpang per tahun dan akan dikembangkan menjadi 19 juta penumpang per tahun.
Pada 28 November 2011, Garuda Indonesia dan Angkasa Pura II membuat nota kesepahaman tentang pengelolaan Terminal 2E dan 2F, yang akan hanya digunakan oleh Garuda Indonesia untuk mengantisipasi ASEAN Open Sky Policy pada tahun 2015. Terminal 2E akan digunakan untuk perjalanan internasional dan Terminal 2F untuk penerbangan domestik. Garuda Indonesia mengatakan bahwa ia akan berbagi menggunakan Terminal Internasional-nya dengan anggota SkyTeam lainnya ketika Garuda Indonesia efektif bergabung pada tahun 2014. Prediksi waktu transfer domestik adalah 30 menit untuk domestik dan tidak lebih dari 45 menit untuk penumpang internasional. Saat ini Sky Team memiliki 12 anggota, tetapi tidak semua dari mereka telah terbang ke Indonesia.

Terminal 3[sunting | sunting sumber]

Tahap pertama dari terminal 3, yang terdiri dari yang pertama dari 2 tahap pengembangan yang direncanakan, dibuka pada tanggal 15 April 2009. Terminal ini mengadopsi desain yang berbeda dari terminal 1 dan 2, yaitu dengan menggunakan konsep eco-friendly dan modern. Terminal 3 ini berada di sebelah timur Terminal 2. Saat ini, Terminal 3 menjadi pangkalan bagi Air Asia, Mandala Airlines, dan Lion Air. Dengan kapasitas 4 juta penumpang per tahun, Terminal 3 sekarang memiliki 30 gerai lapor-masuk, 6 pengklaiman bagasi, dan 3 gerbang. Pengembangan Terminal 3 akan dirancang berbentuk 'U' dengan kapasitas total 25 juta penumpang per tahun.
Terminal 3 telah resmi dibuka untuk penerbangan internasional pada tanggal 15 November 2011 ketika Indonesia AirAsia mulai menggunakan Terminal 3, karena itu ini telah menjadi basis baru untuk penerbangan internasional bersama-sama dengan penerbangan AirAsia domestik dan internasional. Transfer antar Terminal akan diminimalkan. Lion Air memulai menggunakan Terminal 3 ini terhitung sejak tanggal 30 Maret 2012, sejumlah rute yang akan dilayani dari Terminal 3 oleh Lion Air yaitu Jakarta menuju Denpasar, Bima, Tambolaka, Maumere, Ende, dan Labuan Bajo. perpindahan sebagian penerbangan tersebut disebabkan adanya permintaan dari penumpang Lion Air. Sementara, PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pemilik sarana bandara, akhirnya mengizinkan Lion Air menempati Terminal 3.

Terminal 4[sunting | sunting sumber]

Rencananya, Terminal 4 akan berada di utara Terminal 3, dan berada sebelah timur-laut Terminal 2 yang masih berada di sebelah utara bandara. Terminal 4 akan dibangun pada tahap ke-4. Terminal ini akan dirancang berbentuk 'H' dan menggunakan desain eco-friendly dan modern, sama seperti desain Terminal 3. Pembangunan Terminal 4 akan dimulai pada tahun 2013 dengan diawali dengan pembebasan lahan di sekitar wilayah utara bandara.

Terminal Kargo[sunting | sunting sumber]

Terminal kargo terletak di sisi timur Terminal 1. Terminal ini digunakan untuk menangani kargo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, baik kargo domestik maupun kargo internasional. Dalam perencanaannya yang terbaru, Terminal Kargo akan dipindahkan ke sisi barat Terminal 2 dengan kapasitas yang lebih besar dari kapasitas Terminal Kargo yang sekarang ini.

Maskapai Penerbangan[sunting | sunting sumber]

Terminal Penumpang[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan Terminal
Air China Beijing-Capital, Xiamen 2E
AirAsia Kota Kinabalu, Kuala Lumpur 3
Airfast Indonesia Surabaya 1C
Air France Paris-Charles de Gaulle, Singapura (dibuka kembali 1 Juli 2014) TBA
All Nippon Airways Tokyo-Narita 2D
Asiana Airlines Seoul-Incheon 2D
Aviastar Ketapang, Lubuk Linggau 1C
Batik Air Ambon,Balikpapan, Denpasar/Bali, Jayapura, Makassar, Manado, Pekanbaru, Surabaya, Yogyakarta 3
Cathay Pacific Hong Kong 2D
Cebu Pacific Manila 2E
China Airlines Hong Kong, Taipei-Taoyuan 2E
China Southern Airlines Guangzhou 2E
Citilink Balikpapan, Padang, Pangkalpinang, Pekanbaru, Banjarmasin, Batam, Denpasar/Bali, Medan, Surabaya, Jambi, Bengkulu 1C
EgyptAir Kairo 2D
Emirates Dubai 2D
Etihad Airways Abu Dhabi 2E
EVA Air Taipei-Taoyuan 2E
Express Air Makassar, Manokwari, Sorong 1B
Garuda Indonesia Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Biak, Denpasar/Bali, Gorontalo, Jambi, Jayapura, Kendari, Kupang, Makassar, Malang, Lombok, Manado, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pangkalpinang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surakarta/Solo, Surabaya, Tanjung Pandan, Tanjungpinang, Tarakan, Ternate, Timika, Yogyakarta 2F
Garuda Indonesia Abu Dhabi, Amsterdam, Bangkok-Suvarnabhumi, Beijing-Capital, Guangzhou, Hong Kong, Jeddah, Kuala Lumpur, Melbourne, Osaka-Kansai[8], Perth, Seoul-Incheon, Shanghai-Pudong, Singapura, Sydney, Taipei-Taoyuan, Tokyo-Narita 2E
Indonesia AirAsia Bangkok-Don Mueang, Denpasar/Bali, Kuala Lumpur, Makassar, Medan, Penang, Phuket, Singapura, Surabaya, Yogyakarta 3
Japan Airlines Tokyo-Narita 2D
Jetstar Asia Airways
dioperasikan oleh
Jetstar Airways
Perth, Singapura 2D
Jetstar Asia Airways
dioperasikan oleh Valuair
Singapura 2D
Kal Star Aviation Ketapang, Pangkalan Bun, Pontianak, Sampit, Sintang 1C
KLM Amsterdam, Kuala Lumpur 2E
Korean Air Seoul-Incheon 2E
Kuwait Airways Kota Kuwait, Kuala Lumpur 2D
Lion Air Denpasar/Bali 3
Lion Air Ambon, Gorontalo, Jayapura, Kendari, Kupang, Makassar, Malang, Manado, Mataram-Lombok, Merauke, Palu, Poso, Semarang, Surakarta/Solo, Sorong, Surabaya, Ternate, Yogyakarta 1A
Lion Air Banda Aceh, Bandar Lampung, Batam, Bengkulu, Jambi, Medan, Padang, Palembang, Pangkalpinang, Pekanbaru, Tanjung Pandan, Tanjungpinang 1B
Lion Air Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak, Tarakan 1C
Lion Air Jeddah, Kota Ho Chi Minh, Kuala Lumpur, Singapura 2E
Lufthansa Frankfurt (dibuka kembali 1 Juni 2014) TBA
Malaysia Airlines Kuala Lumpur 2D
Mandala Airlines Bangkok-Suvarnabhumi, Denpasar/Bali, Hong Kong, Kuala Lumpur, Medan, Pekanbaru, Singapura, Surabaya, Yogyakarta 3
Merpati Nusantara Airlines Bandar Lampung, Banjarmasin, Bengkulu, Biak, Bau-Bau, Denpasar/Bali, Jayapura, Kendari, Kupang, Labuan Bajo-Komodo, Luwuk, Makassar, Mamuju, Manado, Manokwari, Maumere, Merauke, Palembang, Palu, Pangkalpinang, Sampit, Surabaya, Tanjung Pandan, Timika 2F
Mihin Lanka Kolombo 2D
Philippine Airlines Manila 2D
Qantas Sydney 2D
Qatar Airways Doha 2D
Royal Brunei Airlines Bandar Seri Begawan 2D
Saudia Jeddah, Madinah, Riyadh 2E
Sichuan Airlines Nanning 2D
Singapore Airlines Singapura 2D
Sriwijaya Air Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Biak, Denpasar/Bali, Gorontalo, Jambi, Jayapura, Kendari, Kupang, Makassar, Malang, Manado, Mataram-Lombok, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pangkalpinang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surakarta/Solo, Surabaya, Tanjung Pandan, Tanjungpinang, Tarakan, Ternate, Yogyakarta 1B
Thai Airways International Bangkok-Suvarnabhumi 2E
Tiger Airways Singapura 2D
Trigana Air Service Pangkalpinang, Pangkalan Bun, Pontianak, Sampit 1C
Turkish Airlines Istanbul-Atatürk , Singapura 2D
U Airlines Bangkok-Suvarnabhumi 2D
Vietnam Airlines Kota Ho Chi Minh 2E
Xiamen Airlines Xiamen, Fuzhou [9]
TBA
Yemenia Dubai, Kuala Lumpur, Sana'a 2D
Kota-kota yang memiliki koneksi dengan Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta.

Maskapai penerbangan yang berhenti beroperasi[sunting | sunting sumber]

Maskapai penerbangan yang berhenti beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Maskapai Tujuan Keterangan
Adam Air Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Denpasar, Jambi, Kupang, Makassar, Malang, Manado, Mataram, Medan, Padang, Palembang, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Penang, Pontianak, Semarang, Singapura, Surabaya, Surakarta/Solo, Yogyakarta Izin penerbangan di cabut
Aeroflot Bangkok-Suvarnabhumi, Moskwa-Sheremetyevo (Kembali Beroperasi Dengan 2 Rute Baru, Tanggal 1 Juli 2014)
?
Air India Mumbai, New Delhi, Singapura
?
Air Macau Makau
?
Air Mauritius Mauritius (Kembali Beroperasi 18 April 2014)
?
Air Niugini Port Moresby
?
Alitalia Roma-Fiumicino (Kembali Beroperasi Dengan Garuda Indonesia Tanggal 21 Maret 2015)
?
Ansett Australia Sydney
Menyatakan bangkrut
Balkan Bulgarian Airlines Sofia
?
Batavia Air Denpasar/Bali, Medan
Dinyatakan pailit & berhenti beroperasi
British Airways London-Heathrow (Kembali Beroperasi 20 Maret 2014)
?
Bouraq Indonesia Airlines Balikpapan, Bandar Seri Begawan, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Davao, Denpasar, Kuala Lumpur, Kupang, Makassar, Malang, Manado, Manila, Mataram, Palembang, Pangkal Pinang, Semarang, Singapura, Surabaya, Surakarta/Solo, Tarakan, Ternate, Yogyakarta Izin penerbangan dicabut
China Eastern Airlines Shanghai-Pudong (Kembali Beropersi 11 September 2014)
?
Czech Airlines Praha, Singapura
?
Gulf Air Abu Dhabi, Al Manamah, Muskat (Kembali Beroperasi 28 Agustus 2014)
?
Indonesian Airlines Balikpapan, Batam, Denpasar/Bali, Dubai, Palembang, Surabaya, Yogyakarta Izin penerbangan dicabut
Jatayu Airlines Balikpapan, Batam, Guangzhou, Ipoh, Medan, Pekanbaru, Penang, Singapura, Surabaya, Yogyakarta Izin penerbangan dicabut
Lufthansa Frankfurt, München, Singapura (Kembali Beroperasi Maret 2014)
?
Pakistan International Airlines Islamabad, Karachi, Lahore (Kembali Beroperasi 5 Mei 2014)
?
Royal Jordanian Amman-Queen Alia, Kota Kuwait (Kembali Beroperasi 17 Juni 2014)
?
Shanghai Airlines Shanghai-Pudong
?
Shenzhen Airlines Nanjing
?
SilkAir Singapura
?
SriLankan Airlines Kolombo, Singapura (Kembali Beroperasi 21 Febuari 2014)
?
Star Air Balikpapan, Kuala Lumpur, Kupang, Manado, Pekanbaru, Surabaya Izin penerbangan dicabut
Swiss International Air Lines Zürich (Kembali Beropersi 12 Febuari 2015)
?
Uzbekistan Airways Tashkent
?
Viva Macau Makau
Menyatakan berhenti beroperasi

Terminal Kargo[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan
Cardig Air Balikpapan, Bangkok, Hanoi, Singapore
Cargo Garuda Indonesia Amsterdam, Balikpapan, Bangkok, Batam, Dammam, Denpasar/Bali, Doha, Dubai, Frankfurt, Jayapura, Jeddah, Kuala Lumpur, Makassar, Manado, Medan, München, Osaka-Kansai, Paris, Riyadh, Seoul-Incheon, Singapore, Surabaya, Tokyo, Yogyakarta
Cathay Pacific Cargo Hong Kong
China Airlines Cargo Taipei
EVA Air Cargo Dubai, Singapore, Taipei
FedEx Express Guangzhou, Singapore, Subic Bay
Hong Kong Airlines Hong Kong
KLM Cargo Amsterdam
Korean Air Cargo Seoul
MASkargo Kuala Lumpur
Republic Express Airlines Kuala Lumpur, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Singapore, Surakarta/Solo
Transmile Air Services Kuala Lumpur
Tri-MG Intra Asia Airlines Batam, Kuala Lumpur, Singapore

Lounge[sunting | sunting sumber]

Terdapat 4 lounge kelas utama dan bisnis di Lounge Transit di area keberangkatan. Jasa Angkasa Semesta (JAS) Lounge, tersedia untuk penumpang kelas utama dan bisnis Qantas, Lufthansa, Gulf Air, EVA Air, Saudi Arabian Airlines, Singapore Airlines dan Cathay Pacific.
Pura Indah Lounge, tersedia untuk penumpang kelas utama dan bisnis Singapore Airlines (hanya kelas utama), KLM, Malaysia Airlines, Cathay Pacific dan China Airlines.
Lounge kelas utama eksekutif Aerowisata Catering Services (ACS), tersedia hanya untuk penumpang internasional Garuda Indonesia. Lounge ini juga menerima pemegang kartu GECC.
Lounge Garuda Indonesia tersedia untuk penumpang domestik kelas utama dan bisnis dan pemegang kartu GECC.

Transportasi dari dan ke Bandara[sunting | sunting sumber]

Bus[sunting | sunting sumber]

Bus DAMRI tersedia menuju ke pusat kota, termasuk ke stasiun kereta Gambir dan terminal lain. Juga tersedia bus untuk pindah terminal, dari terminal 1, 2, 3 termasuk juga terminal keberangkatan/kedatangan internasional. Rute rute yang dilayani oleh Bus dari Bandar Udara International Soekarno-Hatta :

Bus Bandara Internasional Soekarno-Hatta[10]
Bus Tujuan Tarif Jam berangakat
pertama
Durasi Pangkalan
Primajasa Bandung Rp 90,000
07:00
4 jam
Batununggal Indah
Cipaganti Bandung Rp 125,000
07:00
4 jam
Pasteur
X-Trans Bintaro
?
?
?
?
X-Trans Serpong
?
?
?
?
Damri Bekasi Rp 35,000
04.00 WIB
15–30 menit
Kayuringin
Damri Blok M Rp 25,000
04.00 WIB
15–30 menit
Terminal Blok.M
Damri Bogor Rp 45,000
04.00 WIB
2 jam
Botani Square
Damri Halim Rp 30,000
04.00 WIB
15–30 menit
Bandara Halim Perdana Kusuma
Damri Cikarang Rp 40,000
04.00 WIB
1 jam
Plaza Cikarang Jababeka
Damri Gambir Rp 30,000
04.00 WIB
15–30 menit
Stasiun Gambir
Damri Kmp. Rambutan Rp 25,000
04.00 WIB
15–30 menit
Terminal Kampung Rambutan
Damri Kemayoran Rp 25,000
04.00 WIB
1 jam
Terminal Damri Kemayoran
Damri Harapan Indah Rp 30,000
04.00 WIB
1 jam
?
Damri Pulo Gadung Rp 25,000
04.00 WIB
15-30 menit
Terminal Pulo Gadung
Damri Lebak Bulus Rp 25,000
04.00 WIB
15–30 menit
Terminal Lebak Bulus
Damri Mangga Dua Rp 25,000
04.00 WIB
30 menit
Mangga Dua Square
Lt. GF Hall A (sebelah Red Bean)
Damri Thamrin City Rp 25,000
04.00 WIB
30 menit
Thamrin City
Damri Pasar Minggu Rp 25,000
04.00 WIB
15–30 menit
Terminal Pasar Minggu
Damri Rawamangun Rp 25,000
04.00 WIB
15–30 menit
Terminal Rawamangun
Damri Cilegon-Banten Rp 30,000
06.00 WIB
1 jam
Terminal Terpadu Merak
Damri Tanjung Priok Rp 20,000
04.00 WIB
15–30 menit
Terminal Tanjung Priok
Damri Purwakarta Rp 50,000
04.00 WIB
1,3 Jam
Terminal Damri Purwakarta
Tangerang Airport Transport Bandar Lampung, Lubuk Linggau Rp 85,000
22.00
7 Jam 30 Menit
Terminal Rajabasa & Sindar Marga
- |}

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Pada Juli 2011, pemerintah telah memberi tugas kepada PT Kereta Api Indonesia untuk membangun kereta api yang menghubungkan Stasiun Manggarai ke Bandara melalui Tangerang dengan biaya Rp2.25 triliun (US$ 250 juta). Jalur sepanjang 7 km akan dibangun untuk menghubungkan stasiun kereta komuter di Tangerang dan bandara selain untuk mempercepat kinerja kereta api. Jalur tunggal yang ada di komuter antara Manggarai dan Tanah Tinggi akan diperluas menjadi 2 jalur. Jalur tersebut akan menghubungkan stasiun Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, Duri, Grogol, Bojong Indah, Kalideres, Tanah Tinggi dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemerintah juga menawarkan jalur ekspress sepanjang 33 KM antara Stasiun Manggarai dan bandara melalui Angke dan Pluit kepada investor sebagai Public Private Partnership (PPP). Pada Maret 2012, pemerintah memutuskan untuk mempercepat pembangunan kereta api komuter jalur ganda yang diprediksi akan mulai beroperasi pada pertengahan 2013. Sekarang PT KAI sedang mempelajari titik masuk di bandara, ketika kereta akan memasuki bagian belakang bandara melalui gerbang M1 atau berjalan berdampingan dengan koridor Jakarta Outer Ring Road sebelum memasuki bandara.

Taksi[sunting | sunting sumber]

Tersedia banyak taksi, mulai dari Blue Bird Grup (Blue Bird, Pusaka Biru, Pusaka Sentra, Pusaka Nuri, Morante, Silver Bird (VIP), dll), Express Grup (Express, Express VIP), Transcab, Yellow Cab, Celebrity Grup, Mersindo, Golden Taxi, Putera, dll.
Dikenakan biaya surcharge berkisar antara Rp9.000 - 11.000 untuk setiap taksi yang keluar dari bandara. Perlu diperhatikan bahwa banyak taksi yang beroperasi tidak menggunakan argo melainkan tawar-menawar langsung dengan pengemudinya, pastikan bahwa argo menyala sebelum taksi mulai berjalan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sewa Mobil[sunting | sunting sumber]

Ada banyak pilihan jasa persewaan mobil ketika kita tiba di terminal kedatangan. Beberapa agen jasa sewa mobil diantaranya adalah TRAC, Hertz, Avis, Cipaganti, dan masih ada banyak agen-agen sewa mobil lainnya.

Taksi Gelap[sunting | sunting sumber]

Taksi gelap yang dioperasikan perorangan juga banyak ditemui ketika keluar dari terminal kedatangan baik domestik maupun internasional. Taksi gelap ini menawarkan harga yang konon lebih murah dibanding dengan taksi resmi, tetapi tentunya belum tentu lebih murah dan tidaklah dianjurkan karena keselamatan tidak terjamin. Tetapi kebanyakan terdapat taksi gelap yang menawarkan tarif belasan bahkan puluhan kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan taksi resmi.

Permasalahan[sunting | sunting sumber]

Bandara Soekarno-Hatta telah mengalami banyak permasalahan, diantaranya adalah:

Jumlah penumpang yang meningkat[sunting | sunting sumber]

Di Terminal 1, bandara sering mengalami kelebihan kapasitas penumpang. Hal ini membuat para penumpang untuk mengantri lebih lama. Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta sudah melayani lebih dari 50 juta penumpang per tahunnya, sementara bandara ini hanya dirancang untuk menangani sekitar 22 juta penumpang per tahunnya.

Banjir[sunting | sunting sumber]

Dalam beberapa tahun terakhir, 2 banjir telah melumpuhkan ribuan penumpang di bandara. Satu-satunya jalan ke bandara kebanjiran sehingga kendaraan tidak bisa bepergian di jalan raya, kecuali truk dan bus. Saat ini, adanya solusi untuk masalah ini terletak pada PT Jasa Marga Tbk. Solusinya adalah dengan membangun sebuah jembatan di atas tingkat banjir terakhir, sehingga jalan raya tidak akan banjir lagi. Kelihatannya, "jembatan" yang diusulkan sekarang ini menjadi seperti proyek bendungan. Pada bulan Juni 2008, Jakarta sekali lagi dilanda banjir. Menurut BMKG, ini adalah banjir terburuk dalam 180 tahun terakhir.

Premanisme[sunting | sunting sumber]

Banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengaku ketakutan saat berurusan di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten. Bahkan saat kunjungan kerja ke Argentina baru-baru ini, Anggota Komisi IX DPR mendapat laporan dari ratusan pelaut asal Indonesia yang takut pulang karena khawatir bakal dikerjai oknum-oknum di Bandara Soekarno-Hatta.[11]

Kriminalitas[sunting | sunting sumber]

Kriminalitas yang tinggi seperti pencopetan, perampokan, pencurian, penukaran tas, pencongkelan bagasi dan lain-lain telah membuat penumpang di Bandara Soekarno-Hatta menjadi resah.[12][13]

Perencanaan[sunting | sunting sumber]

Grand Design SHIA

Dalam sebuah "Masterplan" yang terbaru, Bandara Internasional Soerkarno-Hatta akan meningkatkan kapasitasnya dari 22 juta penumpang per tahun menjadi 62 juta per tahun pada tahun 2014 mendatang. Bandara ini akan menggunakan tema "Bandara Modern Dengan Sentuhan Tradisional" untuk megaproyek tersebut. PT Angkasa Pura II sebagai operator merancang Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan memiliki 3 terminal penumpang, terminal kargo baru 1 (Cargo Village) dan sebuah bangunan yang terintegrasi pada 2014. Juga akan ada peningkatan kapasitas apron dari 125 pesawat menjadi 174 pesawat terbang. Sebuah kereta menuju bandara dari Stasiun Manggarai dan People Mover System dirancang untuk transportasi darat dari, ke, dan di dalam bandara juga dalam perencanaan.
PT Angkasa Pura II akan menghabiskan dana sekitar Rp11.7 triliun (US$ 1.36juta) untuk mengubah Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi sebuah 'Bandara Berkelas Dunia' yang akan disebut Aerotropolis pada tahun 2014. Terminal 3 terlebih dahulu yang akan dikembangkan, selanjutnya Terminal 1 dan Terminal 2 akan dikembangkan dan diintegrasikan dengan dinding hijau dan bandara akan memiliki ruang konvensi, pusat perbelanjaan, hotel, taman bermain, fasilitas rekreasi dan area parkir untuk 20.000 kendaraan. Juga akan terintergrasi dengan commuter line.
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, pemerintah sedang mempersiapkan untuk meletakkan landasan pacu nomor 3. Ini ditargetkan akan selesai pada 2017. Jika bandara memiliki 3 landasan pacu, maka kapasitas layanan akan meningkat menjadi 623.420 pergerakan per tahun dan akan dapat mengantisipasi pertumbuhan setidaknya sampai dekade 2030-an. Perluasan lahan tersebut akan menggunakan 1.000 hektar dari 10 desa di Teluk Naga dan Kosambi. Rencana ekspansi telah ditolak oleh Pemkab Tangerang karena penduduk yang tinggal di sekitar bandara tidak akan mampu untuk mendapatkan penghasilan untuk keluarga mereka. Pemerintah daerah menawarkan lokasi lain seperti di Balaraja, tetapi sekretaris perusahaan PT Angkasa Pura II mengatakan bahwa membangun bandara baru tidak akan menjadi tugas yang mudah, karena membutuhkan kajian yang menyeluruh.
Karena kurangnya ruang untuk membuat landasan pacu ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pemerintah berencana untuk membangun bandara baru pada 2013 sekitar Cikarang dan Karawang. Bandara ini akan diintegrasikan dengan sebuah pelabuhan internasional yang sedang direncanakan, yaitu Pelabuhan Internasional Cilamaya di Karawang. Studi kelayakan masih berjalan dan akan selesai pada akhir 2011 atau awal 2012. Pembangunan bandara internasional baru di sekitar Cikarang dan Karawang akan dilakukan mulai tahun 2015 sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas penumpang dan pergerakan pesawat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, sehingga Jabodetabek memiliki 2 bandara internasional.

Objek grand design[sunting | sunting sumber]

Objek Pekerjaan Sebelum Sesudah
Terminal 1 Revitalisasi 9 juta penumpang/tahun 18 juta penumpang/tahun
Terminal 2 Revitalisasi 9 juta penumpang/tahun 19 juta penumpang/tahun
Terminal 3 Penyelesaian 4 juta penumpang/tahun 25 juta penumpang/tahun
Terminal 4 Pembangunan Belum ada 25 juta penumpang/tahun
Drop-off zone Pelebaran 4 lajur 6 lajur
Apron Penambahan 125 parking stand 174-234 parking stand
Cargo village Pembaruan 500 kiloton/tahun 1.500 kiloton/tahun
Pergerakan pesawat Optimalisasi 64 kali/jam (2 runway) 72-90 kali/jam (2 runway)
Landas pacu Penambahan 2 buah 3 buah
Tangki air bersih Penambahan 3 buah 4 buah
Main power station Penambahan 1 buah, 35 MW 2 buah, 55 MW
  • Juga termasuk:
  1. Penutupan pintu M1 pada jam sibuk (07:00-18:00 WIB).
  2. Pembangunan people mover system, integrated building berlantai 7 di antara T1 dan T2, commercial area, shelter bus.
  3. Penataan parkir kendaraan T1 dan T2.
  4. Pembuatan centralized check-in dan automatic baggage handling system.
  5. Pemudahan akses masuk/keluar bandara.
  6. Pembenahan manajemen arus lalu lintas udara.

Opsi perluasan yang ditawarkan[sunting | sunting sumber]

  • Lahan seluas 400 hektar yang berada di Kecamatan Teluknaga.
  • Lahan seluas 1.200 hektar yang berada di Kecamatan Pakuhaji.
  • Pulau reklamasi seluas 9.000 hektar yang sedang dalam proses pembuatan.[14]

Opsi landas pacu III[sunting | sunting sumber]

Keputusan landas pacu III akan diputuskan pada bulan Maret 2014[15].

  • Cross parallel runway: landas pacu III dibangun pada jarak beberapa meter di sebelah utara landas pacu II, tanpa membangun terminal IV.
  • Independent runway: landas pacu III dibangun pada jarak 1 km di sebelah utara landas pacu II, serta membangun terminal IV.

Galeri Foto[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Airports.org
  2. ^ ATW Online
  3. ^ Airports.org
  4. ^ ATW Online
  5. ^ Airport.org
  6. ^ Airports.org
  7. ^ Airports.org
  8. ^ Japan Daily Press
  9. ^ Xiamen Airlines. Xiamen Airlines accelerates the development of the airline network in Southeast Asia. Siaran pers.
  10. ^ DAMRI
  11. ^ JPNN
  12. ^ Suara Pembaruan
  13. ^ Kompas
  14. ^ Tempo
  15. ^ http://www.merdeka.com/uang/rencana-landasan-ketiga-bandara-soekarno-hatta-diputuskan-maret.html

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Riwayat Penerbangan Cengkareng. Angkasa edisi 4 Januari 2002

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

|}|}