Bandar Udara Iskandar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bandara Iskandar
Bandara Iskandar.JPG
IATA: PKNICAO: WAOI
Ikhtisar
Jenis bandara sipil dan militer
Lokasi pangkalanbun, Kalimantan tengah, Indonesia
Ketinggian 23 m (75 f)
Koordinat 02°42′19.22″LS,111°40′24.24″BT
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
13/31 6.955 2.150 aspal
Sumber: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,[1]

Pangkalan Udara Iskandar terletak di Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dan merupakan satu satunya bandara di kalteng yang memiliki stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) avtur. Panjang landasan pacu (run way) Bandara Iskandar sehingga menjadi 13/31 berukuran panjang 2.120 meter, lebar 30 meter.[1] Untuk ukuran kota kabupaten di luar Pulau Jawa, keberadaan Bandara Iskandar cukup memadai.selain untuk keperluan militer angkatan udara, Bandara ini melayani beberapa penerbangan dan cargo antar kota di Kalimantan ,Sulawesi dan Pulau Jawa.

Ada perencanaa untuk membuka rute Pangkalan Bun<>Nusa Tenggara Barat & Papua.

Tahun 2014, Bandara Iskandar kembali mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat. Dana ini akan dipergunakan untuk melapisi permukaan run way dan penambahan beberapa fasilitas lainnya.

Potensi berkembangnya Bandara Iskandar, selain didukung oleh daya tarik Taman Nasional Tanjung Puting,[habitat alami orang utan], sebagai tujuan wisata konservasi yang telah go internasional, juga didukung oleh perkembangan pesat investor dan industri di sektor agronomi dan agrobisnis lainnya di daerah Kotawaringin Barat dan sekitarnya. Selain dari Kabupaten Kotawaringin Barat, masyarakat Kabupaten Sukamara, Lamandau dan sebagian besar dari Kabupaten Seruyan, mengandalkan Bandara Iskandar Pangkalan Bun untuk bepergian keluar pulau.


Untuk memenuhi permintaan penerbangan domestik dan internasional yg semakin meningkat, pemerintah kabupaten Kotawaringin Barat berencana membangun bandara bertaraf internasional. Yang mana bandara tersebut melayani penerbangan internasional yg menghubungkan pariwisata Taman Nasional Tanjung Puting dan sekaligus penerbangan embarkasi jamaah haji. Rencana lokasi bandara tersebut di Sebuai kecamatan Kumai.

Maskapai dan Tujuan Penerbangan[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan
Aviastar Palangkaraya, Ketapang, Jakarta-Soekarno-Hatta
Indonesia Air Transport Solo, Pontianak
Kal Star Aviation Banjarmasin, Palangkaraya, Berau, Jakarta-Soekarno-Hatta, Ketapang, Pontianak, Sampit, Bandung, Semarang, Surabaya, Makasar
Susi Air Palangkaraya
Trigana Air Service Balikpapan, Banjarmasin, Berau, Jakarta-Soekarno-Hatta, Ketapang, Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bandara Iskandar dahulunya bernama lapangan terbang <<sabah uyah>>, bandara tersebut merupakan warisan/peninggalan pemerintah kolonial Jepang. Pada ahir era tahun 1950 an lapangan terbang tersebut di ambil alih oleh pemerintah Indonesia guna untuk keperluan militer TNI AU. Tahun 1970 bandara ini mulai digunakan untuk penerbangan sipil dan komersial. Dan saat itulah penetapan bandara Iskandar sebagai nama bandara tersebut.

Pangkalan TNI AU Iskandar[sunting | sunting sumber]

Lanud Iskandar sebenarnya merupakan lanud terluas di Indonesia. Luasnya yang mencapai 3000,6 hektar melebihi luas Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Lanudal Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur. Hanya saja, dari luas tersebut, baru sekitar 200 hektar saja yang dimanfaatkan sebagai kantor dan landasan pacu pesawat. luasnya area yang dimiliki lanud ini, akhirnya menjadikannya sebagai hutan kota. Pasalnya, wilayah di sekitar lanud ini masih dikelilingi oleh hutan yang cukup asri.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "BAndar Udara Iskandar, Pangkalan Bun". Direktorat Pehubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Diakses 31 Dec 2014. 
  2. ^ "Lanud Iskandar, Landasan TNI AU Terluas nan Bersejarah yang Tak Banyak Dikenal" website nasional.kompas.com