Bandar Udara Iskandar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bandara Iskandar
Bandara Iskandar.JPG
IATA: PKNICAO: WAOI
Ikhtisar
Jenis bandara sipil dan militer
Lokasi Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Indonesia
Ketinggian 23 m (75 f)
Koordinat 02°42′19.22″LS,111°40′24.24″BT
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
13/31 5.415 2.200 aspal

Bandara Iskandar terletak di Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Panjang landasan pacu (run way) Bandara Iskandar 1.850 meter, lebar 30 meter. Untuk ukuran kota kabupaten di luar Pulau Jawa, keberadaan Bandara Iskandar cukup memadai. Bandara ini melayani beberapa penerbangan antar kota di Kalimantan dan Pulau Jawa. Kota-kota yang penerbangannya terkoneksi dengan Bandara Iskandar Pangkalan Bun adalah Ketapang dan Pontianak (Kalimantan Barat), Sampit dan Palangkaraya [Kalimantan Tengah] dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sedangkan penerbangan dari kota besar di Jawa yang langsung terkoneksi adalah Jakarta, Semarang , solo, dan Surabaya.

Dengan BAE-200 berkapasitas 85 seat, Maskapai Aviastar Airlines melayani rute Pangkalan Bun - Semarang dan Pangkalan Bun - Jakarta. Trigana Air dengan Boeing 737-200 yang melayani rute Pangkalan Bun - Jakarta, Pangkalan Bun-Semarang dan Pangkalan Bun-Surabaya. ATR-42 Trigana Yang Melayani Pangkalan Bun-Ketapang, Pangkalan bun- solo, dan Pangkalan bun-Pontianak. Maskapai Kalstar Aviation, melayani rute Pangkalan Bun - Sampit - Banjarmasin [PP] dan Pangkalan Bun - Ketapang - Pontianak [PP].bahkan tahun depan, rencananya ada penambahan maskapai Garuda Indonesia.

Tahun 2008, Bandara Iskandar mendapat kucuran dana 33 milyar lebih dari pemerintah pusat. Dana ini akan dipergunakan untuk kembali menambang panjang run way hingga mencapai 2.200 meter dan penambahan beberapa fasilitas lainnya.[1]dan pada tahun 2013, telah di kembangkan guna menambah landasan pacu menjadi 2.200 m.

Potensi berkembangnya Bandara Iskandar, selain didukung oleh daya tarik Taman Nasional Tanjung Puting, sebagai tujuan wisata konservasi yang telah go internasional, juga didukung oleh perkembangan pesat industri perkebunan dan bisnis lainnya di daerah Kotawaringin Barat dan sekitarnya. Selain dari Kabupaten Kotawaringin Barat, masyarakat Kabupaten Sukamara, Lamandau dan sebagian besar dari Kabupaten Seruyan, mengandalkan Bandara Iskandar Pangkalan Bun untuk bepergian keluar pulau.

Referensi[sunting | sunting sumber]