Kebijakan visa Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Visa Indonesia

Para wisatawan yang bepergian ke Indonesia harus memperoleh visa dari salah satu misi diplomatik Indonesia kecuali berasal dari salah satu negara bebas visa atau negara yang menerapkan visa setelah kedatangan (visa-on-arrival). Semua wisatawan harus memiliki paspor yang berlaku selama 6 bulan.

Peta kebijakan visa[sunting | sunting sumber]

Peta negara yang memiliki fasilitas bebas visa atau visa-on-arrival untuk perjalanan ke Indonesia

Persyaratan umum[sunting | sunting sumber]

Paspor harus berlaku paling sedikit 6 bulan sejak tanggal kedatangan dan memiliki tiket pulang yang sah.[1] Petugas imigrasi di pintu masuk negara (bandara/pelabuhan/perlintasan darat) dapat meminta pengunjung untuk membuat dokumen tertentu (seperti pemesanan hotel atau bukti keuangan). Sebelum kedatangan, wisatawan luar negeri biasanya diberikan kartu 'kedatangan dan keberangkatan' dan lembar 'keberangkatan'-nya harus disimpan karena akan dikembalikan ke petugas imigrasi sebelum meninggalkan Indonesia.

Bebas visa[sunting | sunting sumber]

Warga negara yang memegang paspor dari 15 negara berikut boleh datang dan menetap di Indonesia tanpa visa selama 30 hari.[2][3]

Fasilitas ini baru berlaku jika tiba di bandar udara berikut: Ambon (AMQ), Balikpapan (BPN), Bandung (BDO), Batam (BTH), Biak (BIK), Denpasar-Bali (DPS), Jakarta:Soekarno-Hatta (CGK), Kupang (KOE), Lombok (LOP), Makassar (UPG), Manado (MDC), Medan Kuala Namu (KNO), Padang (PDG), Palembang (PLM), Pekanbaru (PKU), Pontianak (PNK), Surakarta (Solo) (SOC) atau Surabaya (SUB).[3]

Visa on Arrival[sunting | sunting sumber]

Warga negara dari 62 negara berikut boleh mengajukan Visa on Arrival untuk masa menetap 30 hari dengan membayar US$25 di pintu masuk utama.[4][5]

serta warga negara berikut:

Visa sebelum kedatangan[sunting | sunting sumber]

Warga negara yang tidak memiliki fasilitas bebas visa atau VOA harus mengajukan visa di kedutaan besar atau konsulat Indonesia.

Warga negara San Marino selalu memerlukan visa, termasuk saat transit.[6] Warga negara lain boleh transit di bandara Indonesia selama 8 jam.

Pintu masuk[sunting | sunting sumber]

Daftar pintu masuk dengan fasilitas Visa on Arrival.[7][8]

Bandar Udara[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan[sunting | sunting sumber]

  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Selatan
    • Makassar - Soekarno-Hatta
    • Pare-Pare - Pare-Pare

Perlintasan darat[sunting | sunting sumber]

  • Entikong, Kalimantan Barat - Perlintasan Perbatasan Entikong

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]