Kabupaten Kotawaringin Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Kotawaringin Barat
Lambang Kotawaringin Barat
Lambang Kabupaten Kotawaringin Barat
Semboyan: Marunting Batu Aji


Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Kotawaringin Barat.svg
Peta lokasi Kabupaten Kotawaringin Barat
Koordinat: 110°25'26" - 112°50'36" BT
1°19'35" - 3°36'59" LS[1]
Provinsi Kalimantan Tengah
Dasar hukum -
Tanggal 3 Oktober 1959
Ibu kota Pangkalan Bun
Pemerintahan
 - Bupati Dr. H. Ujang Iskandar, ST, M.Si
 - DAU Rp. 566.405.844.000.-(2013)[2]
Luas 10.759 km²[1]
Populasi
 - Total 235.274 jiwa (2010)
 - Kepadatan 17,60
Demografi
 - Kode area telepon 0532
Pembagian administratif
 - Kecamatan 6
 - Kelurahan 13 kelurahandan 72 desa
 - Situs web http://www.kotawaringinbaratkab.go.id/

Kabupaten Kotawaringin Barat adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Pangkalan Bun. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 10.759 km² dan berpenduduk sebanyak 235.274 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010). Semboyan kabupaten ini adalah Marunting Batu Aji yang artinya Menuju Kejayaan.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini terdiri dari 6 (enam) kecamatan, yaitu:

  1. Kotawaringin Lama
  2. Arut Selatan
  3. Arut Utara
  4. Kumai
  5. Pangkalan Lada
  6. Pangkalan Banteng
Busana Adat Kotawarigin Barat yang dipengaruhi Busana pengantin Banjar Baamar Galung Pancar Matahari

Profil daerah[sunting | sunting sumber]

Kotawaringin Barat berasal dari Kata “Kutawaringin” dan "Barat". Kuta berarti Gapura, Waringin berarti Pohon Beringin yang bermakna Pengayoman, sedangkan Barat berasal dari pembagian tempat. Secara keseluruhan Kotawaringin Barat berarti “Gapura Pengayoman di Sebelah Barat”.[3]

Pembentukan Kotawaringin Barat diawali dengan terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor: Up.34/41/24, tanggal 28 Desember 1957 dan SK. Nomor: Des.52/12/2.206, tanggal 22 Desember 1959 Tentang Pembagian Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat.[3]

Kemudian dengan lahirnya Undang-undang No. 5 Tahun 2003 tanggal 10 April 2003, yaitu Pengukuhan/Pemekaran 8 Kabupaten, maka Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi:[3]

Pada tanggal 3 Oktober 1959 secara resmi ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekarang tahun 2010 telah berusia yang ke-51 tahun.[3]

Obyek Wisata[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini memiliki beragam objek wisata yang layak untuk dikunjungi, misalnya:

  • Taman Nasional Tanjung Puting
  • Kawasan Wisata Bugamraya
  • Istana Kuning Kesultanan Kutaringin di Pangkalan Bun
  • Astana Alnursari di Kotawaringin Lama
  • Masjid Kyai Gede di Kotawaringin Lama
  • Monumen Palagan Sambi

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kotawaringin Barat adalah pintu gerbang Provinsi Kalimantan Tengah di bagian Barat. Karenanya, Kotawaringin Barat termasuk salah satu daerah yang memang disiapkan untuk menerima wisatawan baik domestik maupuan mancanegara. Kabupaten yang beribukota di Pangkalan Bun ini memiliki jaringan transportasi baik udara, laut, sungai, maupun darat yang cukup baik.

Terdapat Bandar Udara Iskandar di Pangkalan Bun yang melayani penerbangan diantaranya dari Semarang, Jakarta, Ketapang, dan Pontianak. Jarak bandar udara ini dengan Kota Pangkalan Bun hanyalah sekira 10 km saja. Bagi Anda yang berasal dari Surabaya dan Semarang, terdapat jalur transportasi laut di Kumai berupa pelabuhan bernama Pelabuhan Panglima Utar. Transportasi laut dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dilayani oleh Pelni dan Perusahan Pelayaran Swasta, seperti PT Dharma Lautan Utama dan PT Prima Vista. [4]

Pemekaran daerah[sunting | sunting sumber]

Kota Pangkalan Burn[sunting | sunting sumber]

Ada 3 kecamatan di Kota Pangkalan Burn

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawasan Kotawaringin Barat telah dihuni sejak tahun 2500 SM hingga saat ini, yaitu:

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]