Kabupaten Kotawaringin Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Kotawaringin Timur
Lambang Kabupaten Kotawaringin Timur.jpg
Lambang Kabupaten Kotawaringin Timur
Moto: Habaring Hurung


Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Kotawaringin Timur.svg
Peta lokasi Kabupaten Kotawaringin Timur
Koordinat: 111°0’50” - 113°0’46” BT dan 0°23’14”- 3°32’54” LS
Provinsi Kalimantan Tengah
Ibu kota Sampit
Pemerintahan
 - Bupati H. Supian Hadi, S.Ikom
 - DAU Rp. 708.665.917.000.-(2013)[1]
Luas 16.496 km²
Populasi
 - Total 373.842 jiwa (2010)
 - Kepadatan -
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 17
 - Kelurahan 150 desa/kelurahan
 - Situs web http://kotimkab.go.id

Kabupaten Kotawaringin Timur adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sampit. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 16.496 km² dan berpenduduk kurang lebih sebanyak 373.842 jiwa pada tahun 2010.[2] Bupati Kotawaringin Timur adalah Sopian Hadi.

Keadaan geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kotawaringin Timur dengan luas seluruhnya 16.496 km², terdiri dari 13 kecamatan, 132 desa dan 12 kelurahan, terletak di antara 111°0’50” - 113°0’46” BT dan 0°23’14”- 3°32’54” LS, dengan batas-batas wilayah :

Utara Kabupaten Katingan
Selatan Laut Jawa
Barat Kabupaten Seruyan
Timur Kabupaten Katingan

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Menurut laporan Radermacher, kepala daerah Sampit (Kotawaringin Timur) pada tahun 1780 adalah Kyai Ingabei Sudi Ratu.[3] Pada tanggal 13 Agustus 1787, wilayah Sampit (Kabupaten Kotawaringin Timur) sudah diserahkan Sultan Tahmidullah II kepada VOC Belanda, kemudian daerah ini berkembang menjadi sebuah Distrik yaitu Distrik Sampit. Penguasa selanjutnya adalah Kiai ngabei Djaija Kesuma (1834), Djoeragan Brahim (1847), Kiai Oeda Mengala, dan Haji Abdol Rachman (1850), Tiedke - penguasa Eropa (1859).[4] Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[5] Pada tanggal 1 Mei 1859 pembukaan pelabuhan di Sampit.[6] Pada 12 Agustus 1862, status pemerintahan sipil diberlakukan untuk daerah Sampit.[7]

Saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 17 kecamatan, yaitu:

  1. Teluk Sampit (pemekaran dari kecamatan Mentaya Hilir Selatan)
  2. Bukit Santuei (pemekaran dari kecamatan Mentaya Hulu)
  3. Telawang (pemekaran dari kecamatan Kota Besi)
  4. Mentaya Hilir Selatan
  5. Mentaya Hilir Utara
  6. Pulau Hanaut
  7. Mentawa Baru Ketapang
  8. Baamang
  9. Seranau
  10. Kota Besi
  11. Cempaga
  12. Cempaga Hulu
  13. Parenggean
  14. Mentaya Hulu
  15. Antang Kalang
  16. Telaga Antang (pemekaran dari kecamatan Antang Kalang)
  17. Tualan Hulu (pemekaran dari kecamatan Parenggean)

Topografi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki topografi yang bervariasi, pada ketinggian antara 0-60 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar merupakan dataran rendah yang meliputi bagian selatan sampai bagian tengah memanjang dari timur ke barat, sedangkan bagian utara merupakan dataran tinggi yang berbukit. Jenis tanah yang mendominasi wilayah ini adalah tanah jenis podsolik merah kuning, walaupun ada beberapa bagian juga ditemui jenis tanah lainnya seperti aluvial, organosol, litosol dan lain-lain.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Iklim merupakan salah satu pendukung dalam keberhasilan produksi, unsur-unsur iklim tersebut antara lain curah hujan, suhu dan kelembaban. Suhu rata-rata bulanan di Kabupaten Kotawaringin Timur diperkirakan berkisar antara 27 °C – 35 °C. Curah hujan per bulan di Sampit pada tahun (2007) berkisar antara 12 mm (bulan September) hingga 790 mm (April). Bulan-bulan kering di Sampit berkisar antara Juni hingga Oktober.[2]

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kotawaringin Timur dialiri oleh satu sungai besar dan lima buah cabang sungai yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai prasarana perhubungan dan sebagian kecil untuk pertanian.

Sungai besar yang terdapat di Kotawaringin Timur yang panjang dan dapat dilayari adalah sebagai berikut:[8]

No Nama sungai Panjang
(Km)
Dapat dilayari
(Km)
Kedalaman
rata2 (m)
Lebar rata2
(m)
1. Mentaya 400 270 6 400
2. Cempaga 42
3. Sampit 46
4. Tualan 48
5. Kuayan 18
6. Kalang 21
7. Seranau 20

Jumlah penduduk[sunting | sunting sumber]

Pada 2010 data penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur ± 373.842 jiwa, terdiri dari :

  • Laki-laki = 197.213 jiwa.
  • Perempuan = 176.629 jiwa.


Adapun jumlah penduduk per kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah:

No Kecamatan Jumlah Penduduk (2010)
1. Teluk Sampit 8.929
2. Mentaya Hilir Selatan 20.803
3. Mentaya Hilir Utara 15.774
4. Pulau Hanaut 15.442
5. Mentawa Baru Ketapang 76.616
6. Baamang 51.430
7. Seranau 9.582
8. Kota Besi 15.011
9. Cempaga 19.119
10. Cempaga Hulu 22.725
11. Parenggean 35.706
12. Mentaya Hulu 28.554
13. Antang Kalang 28.753
14. Bukit Santuai 8.040
15. Telawang 16.863
Jumlah: 373.842

Catatan: Tidak termasuk kecamatan Telaga Antang dan Tualan Hulu

Seni budaya dan pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Budaya dan keindahan alam merupakan unggulan yang dapat ditampilkan oleh Pemerintah Daerah untuk dikunjungi para wisatawan asing maupun domestik.

Arung jeram[sunting | sunting sumber]

Banyaknya riam yang terdapat di Kecamatan Antang Kalang dapat dijadikan sebagai ajang wisata arung jeram.

Rumah Betang[sunting | sunting sumber]

Situs budaya kebersamaan dalam suatu hunian rumah betang, rumah adat ini terletak di desa Tumbang Gagu, kecamatan Antang Kalang.

Pantai Ujung Pandaran[sunting | sunting sumber]

Pantai Ujung Pandaran terletak di Muara Teluk Sampit atau yang lebih dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan Sungai Mentaya. Pantai yang masih asri ini termasuk unik, karena salah satu bagian langsung menghadap ke Laut Jawa dengan debur ombaknya yang besar, sedangkan bagian yang lain menghadap ke Muara Sungai Mentaya dihiasi deburan kecil ombak yang gemerisik menjadikan pantai ini lebih sempurna, tenang dan damai ketika menyaksikan hadirnya sang surya di kejauhan memancarkan hangatnya cahaya. Lokasi ini terletak sekitar 45 km sebelah selatan Kota Samuda ( Ibukota Kecamatan Mentaya Hilir Selatan), atau kurang lebih 85 km dari Pusat Kota Sampit (Ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur), tidak jauh dari jalan lintas Sampit - Kuala Pembuang (Kabupaten Seruyan).

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ a b BPS - Sensus Penduduk Indonesia 2010
  3. ^ (Inggris) The New American encyclopaedia: a popular dictionary of general knowledge, Volume 2, D. Appleton, 1865
  4. ^ (Inggris)Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië (1861). Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië 23 (1-2). Nederlandsch-Indië. hlm. 205. 
  5. ^ (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849
  6. ^ (Inggris)Cilacap (1830-1942): bangkit dan runtuhnya suatu pelabuhan di Jawa. Kepustakaan Populer Gramedia. 2002. ISBN 9789799023698.  Unknown parameter |lastt= ignored (help)ISBN 979-9023-69-6
  7. ^ (Belanda) de Heere, G. A. N. Scheltema (1863). Staatsblad van Nederlandisch Indië. Ter Drukkerij van A. D. Schinkel. hlm. 128. 
  8. ^ Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (2006)