Kabupaten Sukamara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Sukamara
Lambang Kabupaten Sukamara
Lambang Kabupaten Sukamara


Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Sukamara.svg
Peta lokasi Kabupaten Sukamara
Koordinat: 2019’ Lintang Selatan sampai dengan 30 07’ Lintang Selatan dan 1100 25’ Bujur Timur sampai dengan 1110 9’ Bujur Timur
Provinsi Kalimantan Tengah
Dasar hukum UU No. 5 Tahun 2003
Tanggal 10 April 2003
Ibu kota Sukamara
Pemerintahan
 - Bupati H. Ahmad Dirman, H.Windu Subagio (Wakil Bupati), (Plt) H.Sumantri (Sekda)
 - DAU Rp. 381.154.120.000.-(2013)[1]
Luas 3.827 km²[2]
Populasi
 - Total 44.952 jiwa (2010)
 - Kepadatan 12
Demografi
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan 5
 - Kelurahan 3
 - Situs web http://www.sukamarakab.go.id/

Kabupaten Sukamara adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sukamara. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.827 km² dan berpenduduk sebanyak 44.952 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010).

Kabupaten ini sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Kotawaringin Barat, pada tanggal 10 April 2003 dikeluarkan Undang-undang No. 5 Tahun 2003 tentang Pengukuhan/Pemekaran 8 Kabupaten, maka Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan dan ditambah dengan Kabupaten Lamandau.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

           Pada sekitar tahun 1800 datanglah perantau bernama DATOK NAHKODA MUHAMMAD TAIB dan istrinya ke suatu tempat yang pada saat itu masih belum berpenghuni dan beliau membuka pemukiman pada saat itu, Asal beliau dari kampung sungai kedayan Brunai .Wilayah tersebut masih termasuk dalam kekuasaan dari kerajaan kotawaringin maka diutuslah seorang mentri kerajaan untuk menata kehidupan di daerah tersebut,mentri kerajaan tersebut bernama Pangeran PRABUWIJAYA,kemudian  diadakan musyawarah antara pangeran prabuwijaya dengan masyarakat untuk membuat nama kampung tersebut,setelah ada kesepakatan maka nama kampung tersebut menjadi JELAI KERTA JAYA.
Memasuki tahun 1920 keadaaan kampung sudah semakin berkembang dan masyarakatnya sudah bertambah  banyak di ambilah sebuah keputusan untuk  merubah nama kampung dengan nama SOEKAMARA, SOEKA  artinya senang dan  MARA artinya maju berarti masyarakat yang suka dengan kemajuan

Menurut catatan sejarah wilayah sukamara resmi menjadi sebuah kampung pada masa pemerintahan Raja IX ( RATU IMANUDDIN ) PADA Kecamatan Sukamara dipimpin oleh seorang camat. Hingga kini Kecamatan Sukamara pernah dipimpin oleh:

Nama Tahun Pemerintahan Muhammad Mursid 1939-1940 Mas Oemarhan 1940-1945 Muhammad Mursid 1945-1946 Gusti Abdul Amidhan 1946-1947 Alfonds Babu 1947 Gusti Anwar 1947 Ledwijk Sima Binti 1947-1948 Waldemar Sandy 1948-1951 Kenan Sandan 1951-1954 Kari Husin 1954-1955 Ahmad Said 1955-1957 Muhammad Saleh 1957-1958 Abdul Muis Madani 1958-1960 Abdussukur 1960-1963 Hasbullah Masykur 1963-1966 Mas Amsyar Ahmad Rahen 1966-1980 Muntaha Muhkdar, BA 1980-1983 Drs. Bahrian Busra 1983-1990 Gusti Harun, BA 1990-1993 Drs. Kusnan Ariady N 1993-1997 Drs.H.A. Sarbini 1997-1998 Suryandi M. Amsyar, BA 1998-1999 Drs. Gusti M. Imansyah 2000-2002 Drs. Gusti Usman Efendi 2002-2004 Drs. Jaya Patrianur 2004-2008 Agusdiansyah, BA 2008-sekarang Atas Surat Keputusan Menteri Dalam negeri Republik Indonesia No. 821.26-199 dibentuk Daerah kerja pembantu bupati kabupaten kotaearingin barat wilayah kerja sukamara yang meliputi 3 ( tiga ) kecamatan sukamara ,Jelai dan balai riam yang ber ibu kota sukamara.

          Kemudian dengan keputusan menteri dalam negeri republik indonesia No. 821.26-246 tanggal 28 Mei 1983, di angkat dan di tetapkan  M. ahyar,BA sebagai Pembantu bupati wilayah kerja sukamara yang berkedudukan di Sukamara. Lebih lengkapnya pejabat - pejabat pembantu bupati wilayah sukamara adalah sebagai berikut :

M. AHYAR,BA Drs. SUKIRMAN Drs. DJASTAN ABBAS Drs. MASBUDAK MUKHTAR JOHN SIKER LAUD,BA Drs. BAHRIAN BURSA

           Pada perjalanan  sesuai dengan tuntutan reformasi sebagaimana yang di amanahkan oleh UU Nomor 22 tahun 1999 yang menginginkan terwujudnya sistem dan semangat desentralisasi dan dekonsentrasi maka bersama - sama 8 ( delapan ) daerah lain di Provinsi Kalimantan Tengah melalui DPRD provinsi Kalimantan Tengah,pembantu bupati wilayah sukamara di usulkan ke Pemerintah Pusat untuk menjadi sebuah kabupaten Definitif. perwujudan kabupaten yang telah lama menjadi idaman ini telah terjawab dengan di tetapkan / disyahkannya UU Nomor 5 tahun 2002 tentang delapan Kabupatan baru di Kalimantan  Tengah oleh DPR RI melalui sidang paripurna pada tanggal 11 Maret 2002. peresmian kabupaten sukamara dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 8 juli 2002 oleh menteri dalam negeri atas nama Presiden Republik Indonesia dengan pejabat Bupati Sukamara yaitu Drs. H. Nawawi Mahmuda.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sukamara terletak pada 2°19' sampai dengan 3°07' lintang selatan dan 110°25' sampai dengan 111°9'25" bujur timur dengan luas wilayah 3.827 km².

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kabupaten Sukamara adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau
Selatan Laut Jawa
Barat Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
Timur Kecamatan Kotawaringin Lama dan Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Perda No.2/2006, Kabupaten Sukamara terdiri dari lima buah kecamatan,[3] yaitu:

  1. Kecamatan Balai Riam, memiliki 8 desa.
  2. Kecamatan Jelai, memiliki 5 desa.
  3. Kecamatan Pantai Lunci, memiliki 4 desa.
  4. Kecamatan Permata Kecubung, memiliki 7 desa.
  5. Kecamatan Sukamara, memiliki 8 desa.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sukamara dapat dikatakan termasuk daerah rendah dengan ketinggian berkisar antara 0-100 m serta kemiringan 0-15 derajat. Sebagian besar wilayahnya berada disekitar laut dan sungai. Terdapat 2 Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Jelai sepanjang 200 km dan DAS Maram.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sukamara termasuk yang paling sedikit jumlah penduduknya di Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan luas wilayah 3.827 km², jumlah penduduknya hanya 44.952 jiwa atau kepadatan hanya 11 jiwa/km2.

Potensi daerah[sunting | sunting sumber]

Komoditi pertanian unggulan daerah ini adalah padi, palawija dan hortikultura. Sementara untuk usaha perkebunan adalah kelapa sawit dan karet. Potensi perkebunan daerah ini masih cukup besar dan terbuka bagi investor. Disamping itu potensi usaha budidaya perikanan masih tersedia 19 ribu ha dan tambak udang bandeng 13 ribu ha (yang telah digarap baru 913 ha).[4]

Sedangkan hasil pertambangan terutama adalah batu kecubung, pasir kuarsa yang berkadar 98% sebagai bahan baku industri gelas dan kaca yang terdapat di Kecamatan Jelai dengan total cadangan yang diperkirakan mencapai 1.191.840.000 m³.[4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]