Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tentara Nasional Indonesia- Angkatan Udara
Indonesian Air Force arms
Founded 9 April 1946
Negara Indonesia
Tipe unit Angkatan Udara
Spesialisasi Melindungi dan mendominasi ruang udara Indonesia serta seluruh wilayahnya
Jumlah personil 37,850 personnel
510 pesawat
Motto Swa Bhuwana Paksa
(Sanskrit, lit:"Sayap Pelindung Tanah Airku".")
Komando tempur
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat
Lencana
Roundel Roundel Indonesia Air Force.svg
Roundel 1946-1949 Roundel Indonesia 1946-1949.svg
Pesawat/Helikopter temput
Pesawat serbu Su-30, F-16, Hawk Mk. 209, KF-X
Radar pesawat C-295 AEW&C
Pesawat tempur Su-27, Su-30, F-16, F-5, T-50 Golden Eagle
Pesawat sergap Su-27, F-16
Pesawat patroli 737-2X9 Surveiller, CN235MPA, C-295MPA, NC-212MPA
Pesawat pengintai EMB-314
Pesawat latih KT-1, Hawk Mk.109, T-34, AS/SA-202, T-50 Golden Eagle, Su-30
Pesawat pengangkut C-130, CN-235, CASA-C-295, F-27, F-28, C-212, Boeing 737-400
Tentara Nasional Indonesia
Tentara Nasional Indonesia insignia.svg

Kecabangan militer
Angkatan Darat TNI Angkatan Darat
Angkatan Laut TNI Angkatan Laut
Angkatan Udara TNI Angkatan Udara
Lainnya
Tentara Nasional Indonesia insignia.svg Sejarah TNI
Tentara Nasional Indonesia insignia.svg Panglima TNI
Kepangkatan di TNI
Angkatan Darat Pangkat di TNI-AD
Angkatan Laut Pangkat di TNI-AL
Angkatan Udara Pangkat di TNI-AU

Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU) adalah bagian dari Tentara Nasional Indonesia yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang disingkat KASAU yang pada saat ini dijabat oleh Marsekal Imam Sufaat. Saat ini TNI-AU memiliki dua komando operasi yaitu Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) yang bermarkas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Komando Operasi Angkatan Udara II (Koops AU II) yang bermarkas di Makassar.

Semboyan TNI-AU adalah bahasa Sanskerta Swa Bhuwana Paksa yang berarti "Sayap Pelindung Tanah Airku".

Daftar isi

[sunting] Tugas TNI-AU

Sesuai dengan UU TNI pasal 10, Angkatan Udara bertugas:

  • melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan;
  • menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi;
  • melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara; serta
  • melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara.


[sunting] Sejarah

TNI AU lahir dengan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu berkekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. Pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia, yang kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada 29 Juli 1947 tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pemboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Modal awal TNI AU adalah pesawat-pesawat hasil rampasan dari tentara Jepang seperti jenis Cureng, Nishikoren, serta Hayabusha. Pesawat-pesawat inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya TNI AU. Setelah keputusan Konferensi Meja Bundar tahun 1949, TNI AU menerima beberapa aset Angkatan Udara Belanda meliputi pesawat terbang, hanggar, depo pemeliharaan, serta depot logistik lainnya. Beberapa jenis pesawat Belanda yang diambil alih antara lain C-47 Dakota, B-25 Mitchell, P-51 Mustang, AT-6 Harvard, PBY-5 Catalina, dan Lockheed L-12.

Tahun 1950, TNI AU mengirimkan 60 orang calon penerbang ke California Amerika Serikat, mengikuti pendidikan terbang pada Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA). Saat itu TNI AU mendapat pesawat tempur dari Uni Soviet dan Eropa Timur, berupa MiG-17, MiG-19, MiG-21, pembom ringan Tupolev Tu-2, dan pemburu Lavochkin La-11. Pesawat-pesawat ini mengambil peran dalam Operasi Trikora dan Dwikora.

TNI AU mengalami popularitas nasional tinggi dibawah dipimpin oleh KASAU Kedua Marsekal Madya TNI Omar Dhani awal 1960-an. TNI AU memperbarui armadanya pada awal tahun 1980-an dengan kedatangan pesawat OV-10 Bronco, A-4 Sky Hawk, F-5 Tiger, F-16 Fighting Falcon, dan Hawk 100/200.

[sunting] Organisasi

TNI-AU berada di bawah Markas Besar TNI. Perwira tersenior Angkatan Udara, Kepala Staf TNI Angkatan Udara, adalah perwira tinggi berbintang empat dengan pangkat Marsekal mengepalai Angkatan Udara di bawah Panglima TNI.

[sunting] Kepala staf

Jabatan tertinggi di TNI Angkatan Laut adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara, yang biasanya dijabat oleh Marsekal berbintang empat. Saat ini TNI Angkatan Udara dipimpin oleh Marsekal TNI Imam Sufaat.

[sunting] Pangkat

Di TNI Angkatan Udara, sebagaimana di kecabangan lainnya, kepangkatan terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama. Adapun pangkat tertinggi di Angkatan Udara adalah Marsekal Besar dengan bintang lima. Pangkat ini ditandai dengan lima bintang emas di pundak. Pangkat ini sepadan dengan Jenderal Besar di TNI Angkatan Darat dan Laksamana Besar di TNI Angkatan Laut. Sampai saat ini belum ada seorangpun perwira TNI Angkatan Udara yang dianugerahi pangkat tersebut.

[sunting] Wara

Foto seorang Wara

Wara adalah sebutan untuk prajurit TNI-AU wanita. Wara dibentuk agar kaum wanita dapat menjadi anggota TNI-AU seperti kaum pria. Wara dibentuk pada tanggal 12 Agustus 1962. Kini, banayak sekali anggota Wara yang berpangkat Marsekal Pertama TNI.

[sunting] Daftar Pangkalan Udara

[sunting] Koopsau I

Sukhoi Su-30MK2 Flanker TNI-AU
Genaral Dynamics F-16A Fighting Falcon TNI-AU

Tipe A :

  1. Lanud Halim Perdanakusuma (HLP}, Jakarta
  2. Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor

Tipe B :

  1. Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh
  2. Lanud Medan (MDN), Medan
  3. Lanud Pekanbaru (PBR), Pekanbaru
  4. Lanud Husein Sastranegara (HSN), Bandung
  5. Lanud Suryadarma (SDM), Subang
  6. Lanud Supadio (SPO), Pontianak

Tipe C :

  1. Lanud Maimun Saleh (MUS), Sabang
  2. Lanud Tanjung Pinang (TPI), Tanjung Pinang
  3. Lanud Hang Nadim, Batam
  4. Lanud Ranai (RNI), Natuna
  5. Lanud Padang (PDA), Padang
  6. Lanud Palembang (PLG), Palembang
  7. Lanud Tanjung Pandan (TDN), Belitung
  8. Lanud Wiriadinata (TSM), Tasikmalaya

Tipe D :

  1. Lanud Astra Kestra (ATK), Lampung
  2. Lanud Sugiri Sukani (SKI), Cirebon
  3. Lanud Wirasaba (WSA), Purwokerto
  4. Lanud Singkawang II (SWII), Singkawang

Rencana Pembangunan :

  1. Lanud Piobang (PBG) , Payakumbuh
  2. Lanud Gadut (GDT) , Bukittinggi

[sunting] Koopsau II

Tipe A :

  1. Lanud Hasanuddin (HND), Makassar
  2. Lanud Iswahyudi (IWJ), Madiun
  3. Lanud Abdul Rachman Saleh (ABD), Malang

Tipe B :

  1. Lanud Surabaya (SBY), Surabaya
  2. Lanud Pattimura (PTM), Ambon
  3. Lanud Jayapura (JAP), Jayapura

Tipe C :

  1. Lanud Iskandar (IKR), Pangkalan Bun
  2. Lanud Syamsuddin Noor (SAM), Banjarmasin
  3. Lanud Balikpapan (BPP), Balikpapan
  4. Lanud Ngurah Rai (RAI), Denpasar
  5. Lanud Rembiga (RBA), Mataram
  6. Lanud Eltari (ELI), Kupang
  7. Lanud Wolter Monginsidi (WMI), Kendari
  8. Lanud Sam Ratulangi (SRI), Manado
  9. Lanud Manuhua (MNA), Biak
  10. Lanud Timika (TMK), Timika
  11. Lanud Merauke (MRE), Merauke
  12. Lanud Tarakan (TAK), Tarakan (Dalam tahap pembangunan)

Tipe D :

  1. Lanud Morotai (MRT), Halmahera Utara
  2. Lanud Dumatubun (DMN), Tual

[sunting] Kodikau

  1. Lanud Adi Sutjipto (ADI), Jogjakarta
  2. Lanud Adisumarmo (SMO), Solo
  3. Lanud Sulaiman, Bandung

[sunting] Inventaris Pesawat TNI AU

Pesawat Negara Asal Peran Versi Jumlah Beroperasi Dalam Pesanan Catatan
pesawat Latih
FFA AS/SA-202 Bravo  Italia
 Swiss
basic prop trainer AS/SA 202-18A 40 28
KAI KT-1 Wongbee  Korea Selatan basic prop trainer KT-1B 12 12 17 5 unit dipesan pada 2008 [1]
Beechcraft T-34 Mentor  Amerika Serikat basic prop trainer T-34C 14 14
Aermacchi SF.260  Italia basic prop trainer SF-260M/W 19 15 19 unit disumbang oleh Singapura. 1 unit di jadikan monumen di depan SESKO TNI
BAe Hawk  Britania Raya basic jet trainer

advanced jet trainer

Hawk 53

Hawk 109

20

8

2

8

Douglas A-4 Skyhawk  Amerika Serikat advanced jet trainer TA-4H

TA-4J

2

2

0

0

Total 112 76 12
Pesawat Tempur
BAe Hawk 209  Britania Raya pesawat serang ringan/COIN (counter-insurgency) Hawk 209 32 29
T-50 Golden Eagle  Korea Selatan pesawat latih dan serang ringan T-50 0 0 16 16 sudah dipesan dan mulai tiba pada 2012
Embraer EMB 314 Super Tucano  Brasil pesawat serang ringan/COIN (counter-insurgency) A-29 0 0 16 16 dipesan[2]; dibutuhkan 16 unit untuk menggantikan OV-10F Bronco
Lockheed Martin F-16 Fighting Falcon  Amerika Serikat pesawat multiperan

F-16A Block-15 OCU


F-16B Block-15 OCU

7

3

7

3

24 Indonesia memiliki 12 unit F-16 pada 1996, tetapi 2 unit mengalami kecelakaan pada dua insiden berbeda.[3][4]
Northrop F-5E Tiger II  Amerika Serikat multirole fighter F-5E 16
Sukhoi Su-27  Rusia pesawat superioritas udara Su-27SK

Su-27SKM

2

3

2

3

Sukhoi Su-30  Rusia strike fighter Su-30MK

Su-30MK2

2

3

2

3

6 Total 10 Sukhoi tipe Su-27SKM dan Su-30 tiba pada September 2010
KF-X  Korea Selatan  Indonesia multirole fighter KF-X (F-33) 0 0 50
Total 62 49 88
Angkut udara Taktis, pesawat transport, pesawat patrol maritim
Boeing 737  Amerika Serikat VIP Transport

maritime reconnaissance

737 2Q8

737 2x9 Surveiller

1

3

1

3


Fitted with Motorola AN/APS-135 SLAMMR (Side-looking Airborne Modular Multi-mission Radar)[5]

de Havilland Canada DHC-5 Buffalo  Kanada tactical airlift DHC-5D 3 3
Lockheed C-130 Hercules  Amerika Serikat airlift/transport

aerial refuel

C-130B/-H/-H-30

KC-130B Hercules

24

2

8

2

Plans of upgrading or possibly buying newer variants
Lockheed L-100  Amerika Serikat transport/ VIP Transport L-100-30 8 6
Fokker F-27 Friendship  Belanda airlift/transport F27-400M 7 6
CASA CN-235  Spanyol
 Indonesia
airlift/transport

maritime reconnaissance

CN-235 110/220M

CN-235 MPA

16

0

16

0

0

3

Fokker F28 Fellowship  Belanda airlift/transport F-28 Mk 1000

F-28 Mk 3000

5 5
CASA C-212 Aviocar  Spanyol airlift/transport NC-212-100

NC-212-200


NC-212-400[6]

28

28




Upgrading to NC212-200/-400 versions in the near future

Total 88 69 3
Helicopters and Non Fix Winged Aircraft
Eurocopter EC 120 Colibri light utility helicopter EC-120B 11 11 menggantikan Bell 47G-3B
Sikorsky S-58  Amerika Serikat utility helicopter S-58T 12 8 sudah dipensiunkan karena masa pakai dan kekurangan suku cadang
Aérospatiale AS 330 Puma  Perancis troop transport NAS 330J 11 11
Bell 412  Amerika Serikat troop transport NBell 412S

NBell 412HP

4

4

4

4

Bell 204  Amerika Serikat troop transport Bell 204B 5 4
MBB Bo 105  Jerman SAR missions NBO-105 CB

NBO-105 CBS

6

1

6

1

Eurocopter AS 332 Super Puma SAR missions/troop transport

VIP transport


NAS-332 Super Puma

NAS-332 Super Puma VVIP

7

2

7

2

7

A total of 16 has been ordered since 1998

Total 63 58 7


diproduksi dalam negeri oleh PT DI

[sunting] Referensi

[sunting] Lihat pula

[sunting] Pranala luar


Akun
Ruang nama

Varian
Tindakan
Navigasi
Komunitas
Wikipedia
Cetak/ekspor
Peralatan
Bahasa lain