Polisi Militer Angkatan Udara Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) merupakan salah satu fungsi teknis militer umum TNI AU dan bagian dari Puspom TNI yang berperan menyelenggarakan bantuan administrasi kepada satuan-satuan jajaran TNI AU sebagai perwujudan dan pembinaan melalui penyelenggaraan fungsi-fungsi Polisi Militer.

Polisi Militer Angkatan Udara untuk saat ini dibagi menjadi 2 bagian (kotama) operasi dan satu kotama pendidikan yaitu:

  • Untuk Indonesia bagian barat berada di bawah komando Pangkoop AU I berada di Jakarta disebut Danpom Koops AU I membawahi 22 Satuan Polisi Militer ( Satpom )
  • Untuk Indonesia bagian timur berada di bawah komando Pangkoops AU II berada di Ujung Pandang disebut Danpom Koops AU II juga membawahi 22 Satpom
  • Untuk Pendidikan berada dibawah Komandan Komando Pendidikan berada di Jakarta disebut Danpom Kodik AU membawahi 6 Satpom

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejak diresmikannya AURI sebagai salah satu bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada tanggal 9 April 1946, pimpinan Markas Tertinggi AURI mengambil kebijakan dengan membentuk Stafnya dalam beberapa kelompok, yang pada saat itu dikenal dengan Kantor I, Kantor II, Kantor III dan seterusnya.

Kantor II yang dikepalai oleh Bapak SUTOJO ADIPUTRO, dengan Wakilnya Bapak ABURACHMAT dan sekretarisnya Bapak SUMITRO bertugas dalam bidang Intelligence Security.

Kantor II membentuk staf-staf kecil di pangkalan-pangkalan yang bertugas sebagai penyalur bahan-bahan keterangan, bahan hasil penyelidikan yang dianggap penting dari pangkalan udara, dan dilaporkan ke staf pusat untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut. Staf kecil di pangkalan-pangkalan ini dikenal dengan sebutan Pengawas Umum (PO).

Dalam rangka mengurangi beban kerja yang semakin berat dihadapkan jumlah personel yang terbatas, maka pimpinan AURI memandang perlu untuk mengadakan “Sekolah Istimewa” dibidang pengetahuan Kepolisian. Sekolah tersebut diberi nama Sekolah Polisi Angkatan Udara Darurat dan dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 1 November 1946 dan selanjutnya tanggal tersebut dijadikan tonggak kelahiran Polisi Angkatan Udara. Hasil pendidikan Sekolah Polisi Angkatan Udara tersebut merupakan cikal bakal anggota Polisi Angkatan Udara. Keseluruhan siswanya yang diambil dari anggota P.O. setelah melalui proses seleksi, dari sekian calon yang lulus seleksi sebanyak 37 orang.

Sekolah Polisi Angkatan Udara tersebut ditutup pada tanggal 1 Februari 1947, berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor 67/PEG tanggal 8 Februari 1947. Selanjutnya kepada seluruh mantan siswa tersebut diberikan pangkat Sersan Udara dan ditempatkan di seluruh pangkalan udara serta diberikan wewenang penuh untuk mengatur ketertiban serta menyelesaikan segala persoalan yang mempunyai sangkut paut dengan urusan kriminal/kepolisian yang terjadi di masing-masing pangkalan udara. Disamping tugas utamanya, Polisi AURI juga bertindak sebagai Ajudan, Combat Intelijen, mengeluarkan Kartu-kartu Tanda pengenal serta surat-surat izin lainnya.

Penugasan Pada Masa Perjuangan Kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Sejak diresmikan pada tahun 1946, Polisi Angkatan Udara telah mengambil peranan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, diantaranya:

  • Dibawah pimpinan Bapak SURJONO, bertugas mempraktekkan teori preventif dengan mengadakan/membuat kamuflase/penipuan terhadap pesawat udara yang sudah rusak, untuk dibuat sebagai umpan pihak Belanda.
  • Melaksanakan pengamanan terhadap pesawat yang akan digunakan dalam penyerangan kedudukan Belanda di Ambarawa, Salatiga dan Semarang.
  • Melaksanakan pengamanan terhadap pesawat Dakota VT-CLA yang jatuh ditembak Belanda di Ngoto Jogjakarta.
  • Melaksanakan negosiasi dengan gembong PKI (Muso) di Madiun, dalam rangka pembebasan pimpinan AURI yang saat itu disekap.
  • Melaksanakan pengamanan terhadap pesawat udara yang akan dipakai dalam setiap operasi udara, baik yang dilakukan di dalam Jawa maupun di luar Jawa dan masih banyak lagi peran serta Polisi AURI seiring dengan perkembangan/perjuangan TNI AU.

Pembentukan Brigade Anjing Pertama di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara Nomor 16 Tahun 1966 tanggal 14 Februari 1966 dalam perkembangannya Polisi Angkatan Udara membentuk Brigade Anjing pertama di Indonesia. Brigade Anjing mempunyai tugas melaksanakan pengamanan pesawat-pesawat milik AURI.

Penetapan Korps Polisi Angkatan Udara[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara No. 106 Tahun 1966 tanggal 21 September 1966 pada Bab IV pasal 4 ayat 1 ditetapkan bahwa Polisi Angkatan Udara (POL AU) adalah merupakan suatu KORPS di dalam Angkatan Udara Republik Indonesia.

Pejabat Komandan Polisi Militer Angkatan Udara[sunting | sunting sumber]

Dari awal berdiri dan sepanjang sejarahnya Polisi Angkatan Udara telah dipimpin oleh beberapa pejabat Komandan Polisi AURI/Asisten Direktur Polisi AURI-MBAU/ Kadisprovau/Kasubditprovau/Kadispomau atau saat ini disebut Komandan Polisi Militer TNI AU. Adapun beliau-beliau tersebut, yakni:

Pejabat Pusat Polisi Militer Angkatan Udara[sunting | sunting sumber]

Pejabat Tingkat Puspomau[sunting | sunting sumber]

Pejabat Tingkat Kotama[sunting | sunting sumber]

Pejabat Lain[sunting | sunting sumber]

Satuan Jajaran Polisi Militer Komando Operasi Angkatan Udara I
  1. Dansatpom Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta: Mayor Pom RM.Roni Widiyanto
  2. Dansatpom Lanud Atang Sendjaja, Bogor: Letkol Pom [Minter S. Tarigan, SH.]]
  3. Dansatpom Lanud Pekanbaru, Riau: Mayor Pom Teguh Adhi Setiyawan
  4. Dansatpom Lanud Supadio, Pontianak: Kapten Pom Edi Cahyadi

Dansatpom Lanud Husein Sastranegara, Bandung: Mayor Pom Agus Suhandi

  1. Dansatpom Lanud Suryadharma, Kalijati: Mayor Pom Eko Slamet Widodo
  2. Dansatpom Lanud Soewondo, Sumatera Utara: Mayor Pom Andi Sultan Ilyas
  3. Dansatpom Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh: Mayor Pom Alfie, SH
  4. Dansatpom Lanud Tanjungpinang, Kepulauan Riau: Kapten Pom Jarot Nyamantoro
  5. Dansatpom Lanud Palembang, Sumatera Selatan: Kapten Pom Candra Mudji Putraningrum, SH.
  6. Dansatpom Lanud Ranai, Natuna: Lettu Pom M.Rizal Cahyadi
  7. Dansatpom Lanud Maimun Saleh, Sabang: Lettu Pom Rendra Fungky W, SH.
  8. Dansatpom Lanud Padang, Sumatera Barat: Kapten Pom TRI Gunawan S, SH
  9. Dansatpom Lanud Astra Ksetra, Lampung: Lettu Pom Baroto Seto
  10. Dansatpom Lanud Tanjungpandan, Bangka Belitung: Kapten Pom Hendra Suharta
  11. Dansatpom Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya: Kapten Pom Ahmad Saeful,SH.
  12. Dansatpom Lanud Singkawang 2 Pontianak: Lettu Pom Dimas Satrio
  13. Dansatpom Lanud Sukani, Cirebon: Lettu Pom Yudhi Faizar
  14. Dansatpom Lanud Wirasaba, Purbalingga: Lettu Pom Rizqi Sevta Evriano
Satuan Jajaran Polisi Militer Komando Operasi Angkatan Udara II
Satuan Jajaran Polisi Militer Komando Pendidikan Angkatan Udara
Satuan Provost di bawah Denma Komando Utama Angkatan Udara
  • Dansatprov Denma Mabesau, Jakarta: Mayor Pom Anang Sanjaya
  • Dansatprov Denma Koopsau I, Jakarta: Kapten Pom Atut Pambudi,SH
  • Dansatpron Denma Koopsau II, makasar: Lettu Pom Dody Kajoa Putra
  • Dansatprov Denma Kodikau, Jakarta: Kapten Pom Yuliantoro,SS.
  • Dansatprov Denma Seskoau, Lembang: Lettu Pom Heince Sagitarisa,SH
  • Dansatprov Denma AAU, Yogyakarta: Lettu Pom Agus Leonardo, SMIP
  • Dansatprov Denma Korpaskhas, Bandung: Kapten Pom [Benny Pratama]
  • Dansatprov Denma Kohanudnas, Jakarta: Kapten Pom Usman
  • Dansatprov Kosekhanudnas I, Jakarta: Lettu Pom Sugiyanto
  • Dansatprov Kosekhanudnas II, Makassar: Lettu Pom Aep Rachmat
  • Dansatprov Kosekhanudnas III, Medan: Kapten Pom Benyamin Sirait,SH
  • Dansatprov Kosekhanudnas IV, Biak: Kapten Pom Maryatno,SH
  • Dansatprov DenmaKoharmatau, Bandung: Kapten Pom [[Heru Sukarno]
  • Dansatprov Pusdikhanudnas, Surabaya : Lettu Pom Teguh Erwanto

Lihat pula[sunting | sunting sumber]