AirAsia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
AirAsia
AirAsia New Logo.svg
IATA ICAO Kode panggil
AK AXM Air Asia
Didirikan 1993
Hub Bandara Internasional Kuala Lumpur
Kota fokus Bandara Internasional Kota Kinabalu
Bandar Udara Internasional Kuching
Bandar Udara Internasional Pulau Pinang
Bandara Internasional Sultan Ismail
Ukuran armada 51
Kota tujuan 54
Kantor pusat Kuala Lumpur
Orang penting Tony Fernandes (CEO)
Azran Osman Rani
Situs web www.airasia.com

AirAsia adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif murah yang berpusat di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Data Kode[sunting | sunting sumber]

  • Kode IATA: AK
  • Kode ICAO: AXM
  • Kode panggil : ASIAN EXPRESS
  • Kode panggil (Indonesia Air Asia): QZ
  • Kode panggil (Thai Air Asia): FD
  • Kode panggil (Air Asia X): D7

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awalnya AirAsia dimiliki oleh DRB-HICOM milik Pemerintah Malaysia namun maskapai ini memiliki beban yang berat dan akhirnya dibeli oleh mantan eksekutif Time Warner, Tony Fernandes, dengan harga simbolik 1 Ringgit pada 2 Desember 2001. Tony melakukan turnaround dan AirAsia berhasil membukukan laba pada 2002 dengan berbagai rute baru dan harga promosi serendah 10 RM bersaing dengan Malaysia Airlines.

Pada 2003, dibukalah pangkalan kedua di Bandara Senai, Johor Bahru dekat Singapura dan AirAsia melakukan penerbangan internasionalnya ke Thailand. Sejak itu, dibukalah Thai AirAsia dan dilakukanlah berbagai penambahan rute seperti ke Singapura dan Indonesia. Penerbangan ke Makau dimulai pada Juni 2004 sedangkan penerbangan ke Manila dan Xiamen dimulai pada April 2005. Rute lain yang akan dibuka adalah ke Vietnam, Kamboja, Filipina, dan Laos.

Selain Thai AirAsia, di Indonesia juga terdapat perusahaan AirAsia yaitu Indonesia AirAsia (sebelumnya bernama AWAIR) yang terbang dari Jakarta ke Yogyakarta, Denpasar untuk tujuan lokal, dan dari Surabaya ke Medan untuk rute domestik lainnya, selain itu penerbangan dilakukan keluar Indonesia melalui kota-kota besar seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Balikpapan dan Makassar

Pada hari kamis (17/11/2011) terminal AirAsia di bandara Soekarno Hatta, Indonesia secara resmi berpindah dari terminal 2 menjadi terminal 3, dimana melanyani penerbangan domestik maupun internasional. Kini, AirAsia Indonesia melayani 26 rute dengan 52 penerbangan yang terkoneksi melalui lima bandara hub (penghubung), yakni Cengkareng, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Medan. [1] [2]

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • 10 Januari 2011 - Penerbangan AirAsia AK 5218 tergelincir dari landasan pacu Bandar Udara Internasional Kuching. 4 orang mengalami cedera ringan sehingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Sarawak untuk mendapat perawatan.

Armada[sunting | sunting sumber]

Pesawat Air Asia di KLIA
Sebuah Pesawat AirAsia A320 dengan livery "Airline of the Year"
Sebuah pesawat AirAsia dengan bendera Malaysia
AirAsia fleet
Aircraft In fleet Orders Passengers Notes
Airbus A320-200 62 77 180 Pesawat juga akan diagihkan kepada Thai AirAsia, Indonesia AirAsia, AirAsia Philippines and AirAsia Japan
Airbus A320neo 0 200[3] 180 Pengiriman pertama diharapkan pada 2016
Total 277

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]