Malindo Airways adalah maskapai penerbangan yang direncanakan[2][3][4] berbasis di Malaysia. Maskapai ini merupakan perusahaan patungan antara Malaysia National Aerospace and Defence Industries (NADI) (51%) dan Lion Air dari Indonesia (49). Nama 'Malindo' berasal dari nama negara masing-masing: Malaysia dan Indonesia.
Latar belakang [sunting]
Masuknya AirAsia dari Malaysia ke kandang Lion Air mendorong maskapai penerbangan ini untuk memasuki pasar Malaysia melalui anak perusahaanya. Anak perusahaan AirAsia, Indonesia AirAsia dengan kemitraanya dengan maskapai penerbangan asal Indonesia, Batavia Air untuk memperoleh pijakan yang kuat di Indonesia. Kesepakatan ini menjadi perang antara Lion Air, maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Indonesia dan AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Asia.
Pada permulaanya, Malindo Airways akan mengoperasikan penerbangan antara Kuala Lumpur ke Kota Kinabalu dan Kuching dan terbang perdana pada 22 Maret 2013.[5]
Perusahaan Induk Malindo Air, Lion Air akan memulainya dengan 12 pesawat Boeing 737-900ER.[9] Perusahaan ini merencanakan untuk meningkatkan ukuran armada menjadi 100 pesawat dalam 10 tahun. Pada akhir Februari 2013, sebuah Boeing 737-800 dipinjamkan dari Lion Air selama satu bulan untuk melakukan rute pembuktian. Namun pesawat itu setelah di kembalikan kepada Lion air jatuh di sebelah Bandara Ngurah Rai Bali.[rujukan?]
Armada Malindo Air
| Pesawat |
Dalam armada |
Dipesan |
Penumpang |
Catatan |
| J |
Y |
Total |
| ATR 72-600 |
1 |
? |
- |
72 |
72 |
Diantar mulai dari Juni 2013 dan mengoperasikan penerbangan dari Bandar Udara Subang |
| Boeing 737-900ER |
2 |
25 |
18 |
164 |
182 |
Diantar sampai dengan 2014 |
| Total |
3 |
25 |
|
|
|
|
|
| Lion Air |
|
|
| Anak perusahaan Lion Air |
|
|
| Anak usaha yang direncanakan |
|
|
| Kecelakaan |
|
|
|
|
|
| Utama |
|
|
| Regional |
|
|
| Kargo |
|
|
| Sewaan |
|
|
| Dicabut |
|
|
| Akan datang |
|
|
|
|
|